KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Bola.net
Sekarang mereka bangkit untuk kembali menyatukan bakat dan semangat yang mereka miliki untuk tetap berkarya dengan formasi tetap bertiga.
Berlokasi di Cafe Au Lait di kawasan jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat pada Minggu (08/11) mereka bertiga pun terlibat pembuatan video klip single terbaru mereka Cinta Sampai Mati ciptaan Shafick bekerja sama dengan digital label dr.m. Dengan menggaet Angga yang dipercaya untuk menyutradarai video klip terbaru ini, mereka sekaligus menunjukkan awal kebangkitan mereka bertiga.
Lewat single Cinta Sampai Mati, Be3 (atau dibaca bi tri) ingin membuktikan bahwa mereka masih mampu memikat penikmat musik tanah air di tengah arus dominasi grup band yang tengah menjamur. Apalagi dengan kualitas vokal dan aksi panggung yang telah teruji lewat ajang festival ASIA BAGUS dan telah solid menjadi grup dan berkarya selama lima belas tahun di industri musik Indonesia, maka mereka bertiga pun pede kembali melangkah. (kpl/bbm/npy)

"Be3 adalah hasil rembukan kita bertiga, merupakan perwujudan solid dari becoming 3 alias kami bertiga seutuhnya, setelah sebelumnya kami kurang PD dan selalu merasa kesuksesan yang diraih adalah berkat peranan founding fathers, Be3. Nah sekarang kami bangkit untuk merayakan bakat yang kami miliki dan menyatukan semangat untuk tetap berkarya, bertiga," ungkap Widi yang ditemui di pembuatan video klip Cinta Sampai Mati di Cafe AU Lait, Cikini, Jakpus, Minggu (8/11).
Untuk single baru mereka, lebih menonjolkan cinta romantis. "Judul lagunya Cinta Sampai Mati, dengan benang merah pop romantis. Dan menceritakan suatu arti cinta, konsep mengartikan cinta di uji dengan lama tapi akhirnya Lebih santai tanpa model," tambah Widi
"Lagu ini bercerita tentang bagaimana menghargai arti cinta, yang harus dijaga dalam keadaan apapun. Jangan gampang mengakhiri hubungan padahal masih sama-sama cinta," tambah Nola.
Perubahan yang dihadapi Be3 ini bukan berarti tanpa halangan sama sekali. "Kami baru berubah juga dengan namanya, memang selalu ada halangan, entah itu dari materi yang belum bisa direalisasikan, dan dari manajemen," terang Nola.
Sedang Chintya berpendapat kalau single mereka ini membuktikan keberadaan grup ini belum lah mati. "Single ini bisa jadi satu bukti juga kalau kita masih eksis setelah menjalani proses dan cobaan yang kita hadapi. Kalau kita pakai doa dan cinta mudah-mudahan dilancarkan. Fans dan masyarakat juga membuat kita optimis," tambah Chintya. (kpl/ato/erl)

"Anak harus ada dalam tangan saya. Emosi pasti ada saat kita ngurus anak, tapi sebenernya ga ada masalah sih. Aku pernah kehabisan ide ngurus anak. Apalagi saat ngurus Devan (2,5). Mungkin karena dia baru punya adik, kalau aku ngurus adiknya dia pasti nyari perhatian, banting-banting barang atau apa gitu. Suami untungnya sangat sabar," katanya saat ditemui di Kidzania, Selasa (27/10), dalam acara Kampanye Sikat Gigi Pagi+Malam.
Ketegasan suami, membantunya dalam mendidik anak. "Ada saatnya dia tegas ama anak, apalagi saat anak meminta sesuatu tidak pada tempatnya, sesuatu yang berlebihan. Namun kita selalu memberi pengertian ke anak. Mereka kan tentunya menuntut waktu yang lebih dari orang tua. Masih dalam perkembangan karakter. Suami ga complain, kita sama-sama belajar," jelasnya.
Aktivitasnya mempersiapkan promo single tidak mengurangi perhatian kepada anak. "Minggu depan mau syuting video klip, judulnya Cinta Sampai Mati. Ya mungkin kita akan main di RBT aja dulu. Untuk album kita masih ngumpulin lagu," tuturnya.
Meskipun sibuk, urusan anak tidak ditinggalkannya. "Semua harus jalan. Semua kan pastinya udah diatur ama Tuhan, tinggal kitanya aja yang pinter-pinter bagi waktu. Kemarin aja rekaman saat hamil. Tapi kalau emang banyak banget kerjaan anak ama orang tua. Aku sih santai aja dalam menjalani sesuatu, karena menurut aku santai itu sangat membantu kita untuk beraktifitas dan kesehatan, biar repot jalani aja," paparnya.
Kehamilannya bukan menjadi hambatan untuk masuk studio rekaman lagi. "Nikmatin aja, aku ga takut, kalau misalkan rekaman tiba-tiba melahirkan ya ga apa-apa," ujarnya.
Meskipun hamil, Nola masih mengikuti program penurunan berat badan dengan pantauan dokter. Tujuannya, tentu biar tetap terlihat cantik. "Iya lagi ikut program ngurusin berat badan, sekarang udah berkurang beberapa kilo, tinggal nurunin 8 kg lagi, sekarang 58 kg," katanya. (kpl/ant/bun)

Namun semangat bermusik tidak sedikit pun mengalami surut. Mereka tetap menjaga persahabatan dan terus berkomunikasi. Dengan berganti bendera menjadi B Three sekaligus membuktikan perjalanan eksistensi ketiganya. Dalam waktu dekat mereka pun akan segera merilis sebuah album.
"Kami sudah selesaikan dua lagu, untuk single, RBT. Album bukan sekedar gebrakan, tetapi kami membuat ini sebagai kumpulan kisah kita, merekam dan mencetak perjalanan kita selama lima belas tahun bersama," demikian ungkap Widi yang ditemui di acara Olay 7 Wanita 7 Rahasia Dengan Hati di Restoran Kembang Goela, Jakarta Selatan, Selasa (18/8).
Menurut personel lainnya, Chintya Lamusu, album tersebut bakal dirilis setelah lebaran, meski tanggal pastinya masih belum ditentukan. "Jangka pendeknya, single tersebut bakal rilis setelah lebaran," tegasnya.
Album ini menurut Nola merupakan album gotong royong, karena secara biaya dipikul bersama. Hingga kini belum ada label yang menangani album ini, namun karena ingin tetap eksis ketiganya memilih patungan.
"Saat ini B Three belum memiliki label. Semua dikerjakan secara gotong royong. Pengerjaan album pelan-pelan, dibantu oleh suami dan kerabat," pungkasnya. (kpl/gum/dar)

Perubahan nama itu tidak hanya sebagai penyegaran semata, namun juga menunjukkan semangat persahabatan mereka yang selalu diperbaharui.
"Perbedaan pasti ada, tapi kita selalu menjaga karakter, ciri khas, dan rasa kita sebagai sebuah trio. Persahabatan kami penuh dengan kepolosan, cuek, tetapi sejauh yang saya pelajari menjadikan kami lebih komplit," kata Widi kepada KapanLagi.com, di acara Olay 7 Wanita 7 Rahasia Dengan Hati di Restoran Kembang Goela, Jakarta Selatan, Selasa (18/8).
"Kebersamaan ini membuat kita bisa saling menerima apa adanya. Juga menghormati. Jadi masih tetap ada batasan privasi di antara kita juga," tambah Chintya, istri dari Surya Saputra.
Lebih jauh, Nola mengibaratkan persahabatan mereka seperti kepompong dan tahan lama, sejak mereka berusia belia hingga dewasa dan berumah tangga.
"Persahabatan bagai kepompong, kita sudah sangat lama, dari muda dan lucu. Saling menutupi kelebihan dan kekurangan masing-masing," tandasnya. (kpl/gum/bun)

Namun, pentolan B Three, Nola, mengaku tak takut bentuk payudaranya jadi jelek. Dia pun tak enggan menyusui ketiga buah hatinya. Saat ini, dia juga sedang menyusui anak ketiganya yang masih berusia 2 bulan.
"Nggak takut (payudara jadi jelek). Ini untuk keperluan anak juga, aku sih nggak mikirin," kata Nola saat ditemui di acara Breastfeeding Fair 2009 di Darmawangsa Square, Senin (10/08) kemarin.
Untung saja, Baldi, sang suami, mendukung penuh keputusan Nola untuk menyusui anak-anak mereka. "Kalau suami bilang aku montok banget. Alhamdulilah aku dapat suami yang pengertian banget," terang Nola.
"Dia juga maunya aku menyusui anak aku. Dia nggak minta yang macam-macam dan aku juga sangat nyaman dan pede dengan kondisi aku sekarang," tambahnya.
Walaupun mengaku pede, tapi Nola juga tak menampik jika dia berusaha untuk sedikit menurunkan berat badannya. Apalagi, B Three bakal mengeluarkan single terbaru mereka sehabis Lebaran nanti.
"Harus melakukan perawatan. Apalagi kata orang usia kepala tiga susah untuk nurunin berat badan. Jadi sekarang lagi coba akupuntur dan olahraga," pungkasnya. (kpl/gum/npy)

"(Memberikan) ASI itu bisa ngurusin badan. Satu hari bisa 500 kalori yang terbakar. Jadi, ngapain takut menyusui? Selain menyehatkan badan, bisa kok jadi kurus. Lagian, itu hak anak dapatin ASI," terangnya saat ditemui di acara Breastfeeding Fair 2009 di Darmawangsa Square, Senin (10/08) kemarin.
Karena itulah, Nola tidak merasa enggan untuk terus menyusui buah hatinya. Di bulan Ramadhan yang akan segera datang ini pun, Nola akhirnya tidak berpuasa lantaran harus menyusui anak ketiganya yang baru berusia 2 bulan.
"Karena ini baru dua bulan, aku nggak puasa dulu. Kalau sudah di atas satu tahun, bisa diatur. Kalau dia kan tiap jam menyusui," katanya.
"Pokoknya aku mendukung gerakan ibu menyusui karena ibu-ibu belum banyak mengetahui bagaimana cara menyusui yang baik dan benar. Aku waktu hamil anak pertama naik 18 kilo, hamil kedua naik 25 kilo, dan anak ketiga naik 20 kilo," tambah pentolan B Three ini. (kpl/gum/npy)