KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Bola.net
"Sejak dulu saya tertarik dengan isu-isu perempuan. Oleh karena itu, saya sangat ingin fokus di bidang itu," kata perempuan kelahiran Jakarta, 6 Maret 1961 itu, di Jakarta, Sabtu (3/10).
Oky yang menjadi anggota DPR dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu terpilih dari Daerah Pemilihan (Dapil) DKI Jakarta II yang meliputi Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, dan luar negeri.
Mantan peragawati itu berpendapat, perempuan pada umumnya masih terbelenggu berbagai persoalan klasik, di antaranya masih gamang apabila diminta untuk bergabung dalam pengambilan keputusan.
"Perempuan seringkali tidak percaya diri padahal kalau mau sadar perempuan sudah terbukti menjadi kekuatan baru yang menumpu perekonomian keluarga," kata lulusan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (UI) itu. (kpl/dar)

Menurut Oky yang pernah didaulat sebagai Duta Koperasi selama dua tahun itu, perempuan terbukti tangguh, gigih, dan ulet meskipun kerap kali mendapatkan perlakuan diskriminatif, misalnya, dibayar dengan upah lebih rendah untuk jenis pekerjaan yang sama dengan lelaki.
"Sistem yang ada saat ini harus diperbaiki agar lebih berpihak pada kepentingan perempuan," kata ibu dua anak itu.
Oky yang mendirikan Sekolah Model QQ Modelling di Jakarta, Bandung, dan Surabaya itu juga mengaku prihatin pada nasib perempuan pekerja migran atau TKW (Tenaga Kerja Wanita) di luar negeri.
Dirinya berpendapat selama ini TKW hanya menjadi obyek pemerasan semata tanpa diperhatikan nasibnya termasuk payung hukum yang menjamin pekerjaannya. "Hal-hal itulah yang membuat saya sangat prihatin. Dan meskipun sulit, ini harus diperjuangkan," demikian aku Oky Asokawati. (kpl/dar)

"Mungkin ada kebijakan yang demikian dan pemerintah menilai mereka belum pas untuk melangkah ke sana. Saya pikir kalau begini mereka juga harus berbesar hati," ujarnya belum lama ini di Planet Hollywood.
Dikatakan Andi, pantas atau tidak seseorang melangkah ke Senayan bukan sebagai sebuah tujuan akhir kendati mereka coba terjun ke bidang politik. Sebab untuk terjun ke dunia baru dibutuhkan waktu yang tak sebentar.
"Jadi kayaknya bukan soal pantas atau tidak. Sebab nggak gampang lho masuk ke dunia politik. Nggak hanya setahun atau dua tahun tapi bisa belasan dan mungkin puluhan tahun baru menguasai bidang ini. Saya pikir jadikan ini sebagai sebuah pembelajaran agar di masa depan mereka menjadi politikus sejati," tuturnya.
"Kebetulan Papa saya seorang politikus dan itu terjun sejak usia muda. Jadi saya juga nggak bilang belum waktunya dan tak layak," sambung Andi panjang lebar seraya tetap mendukung mereka guna terus berkiprah di entertainment. (kpl/dis/boo)

"Secara pribadi, Eko sih pikir terima dulu keputusan MA (Mahkamah Agung). Tapi, Eko harap bukan untuk periode sekarang ini aja, melainkan untuk lima tahun ke depan dan seterusnya, karena sudah sering berganti mekanisme perhitungan," jelas Eko, saat ditemui di Twin Plaza Hotel, Selasa (28/07) pagi.
"Kalau dulu berdasarkan nomor urut, akhirnya terjadi pro kontra. Terus ditetapkan sesuai dengan suara terbanyak, kemudian terjadi lagi pro kontra. Akhirnya ditetapkan seperti sekarang ini, saya harap tidak ada perubahan lagi untuk tahun ke depan," imbuhnya.
Pencalonan Eko sebagai anggota legislatif adalah untuk yang pertama kalinya bagi personil grup lawak Patrio itu, untuk terjun di politik praktis. Lantas, apakah dirinya merasa kapok untuk menjajal lagi di masa yang akan datang?
"Nggak lah, karena saya sudah senang sama politik. Saya akan tetap berjuang, jangan pantang menyerang, jalan dan terus lalukan sesuatu," tegasnya.
Sebelumnya, Mahkamah Agung telah memutuskan suatu mekanisme penghitungan suara baru yang berakibat pada batalnya beberapa caleg yang terpilih dalam pemilu legislatif beberapa waktu lalu.
Beberapa artis yang mencalonkan diri jadi anggota legislatif dan terkena dampak tersebut di antaranya Eko Patrio dari PAN, Rachel Maryam dari Gerindra, dan Oky Asokawati dari PPP. (kpl/hen/bun)

"Ya memang cukup mengejutkan, dahsyat banget, dan ini saya sebut sebagai tsunami politik," ungkap Eko saat ditemui di Twin Plaza Hotel, Selasa (28/07) pagi tadi selepas membawakan acara Kiss Vaganza.
"Jadi lebih kacau pileg daripada pilpres, padahal semuanya sudah selesai dan KPU sudah ketuk palu. Tapi tiba-tiba muncul keputusan MA yang menganulir saya untuk sementara tidak masuk DPR," lanjut Eko.
Eko sendiri mengaku mendengar berita tidak mengenakkan ini lima hari yang lalu. Dia pun menuturkan kekhawatirannya kalau-kalau hal ini bakal dipolitisir. Karenanya, dia dan caleg-caleg yang didrop rencananya akan menggugat.
"Kita akan menggugat bersama dengan teman-teman yang lainnya. Dan kita tetep akan memperjuangkan karena ini menyangkut harga diri partai, konstituen, dan calegnya sendiri. Padahal, Eko itu sudah dapat undangan ke DPR untuk orientasi di sana. Tapi dengan terjadi seperti ini ya apa boleh buat," pungkasnya pasrah. (kpl/hen/npy)

"Dapat tawaran dua film, genrenya aksen, tapi belum tanda tangan kontrak," terang Aline saat ditemui konferensi pers Save Our Culture di Kemang Village, Jakarta, Jumat (9/10).
Banyak yang mempertanyakan, kenapa baru sekarang dirinya menerjuni dunia akting? Padahal diyakini Aline kerap sekali mendapatkan tawaran semacam itu. "Kalau dulu-dulu ada tawaran sih, akunya nggak mau, soalnya tawarannya untuk film yang gitu-gitu (seksi, red)" ungkap Aline.
"Aku harus menghilangkan image itu, setelah di FHM bertahun-tahun, setiap tahun harus berubah, dari pada stagnan di situ terus, makanya untuk film aku selalu melihat dulu seperti apa ceritanya," terang perempuan yang pernah tampil dalam foto-foto seksi itu.
Aline Tumbuan memiliki nama asli Caroline Ingrid Adita mengawali karir sebagai model sejak 1995, dengan bergabung di sekolah mode milik Oky Asokawati. Aline kerap terlibat dalam fashion show ke berbagai negara, termasuk di Italia, Yunani, hingga Amerika Serikat. Bahkan majalah pria FHM (For Him Magazine) mempercayakan dirinya menjadi pengasuh rubrik tanya jawab Ask Aline. (kpl/ant/dar)