KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Bola.net
"Waktu kecil kakak saya suka menyanyikannya jadi saya suka dengar lagu itu. Zaman itu musik jarang, jadi kalau ada satu lagu dibawakan orang sungguh-sungguh ya nempel, nggak cuma di kuping tapi di hati kita dan itu susah untuk ditinggalkan," terang Ray.
"Makanya, musik itu sangat cepat untuk mengingatkan kita pada masa lalu bahkan mengasah imajinasi kita. Satu detik kita bisa sampai di ruang angkasa kalau mendengar suara itu. Musik itu buat saya penting," lanjutnya saat ditemui di latihan Indonesia Membaca Rendra di GOR Bulungan Blok M, Jakarta, Selasa (27/10).
Selain itu, kenangan lagu dari beberapa penyanyi tersohor di masa lampau juga masih melekat. Lantas siapa saja penyanyi idolanya? "Ya banyaklah dari Gombloh, Farid Harja, dan suatu saat kita bisalah mengangkat gagasan-gagasan seniman kita," terangnya.
Meskipun begitu, Ray tetap menghargai karya band sekarang. "Selama kita berkarya dengan hati nurani kita dengan sungguh-sungguh tanpa pamrih saya kira lagu pasti bagus jadinya karena leluhur kita sudah membuktikan lagu mereka sampai saat ini dipuja-puji oleh negara lain berarti ketulusan dan keikhlasan mereka berkarya itu tembus," tuturnya.
Untuk band, siapa yang diidolakan? "Panbers.. oke," jawabnya singkat. (kpl/gum/npy)

Mengenang kembali masa lalu, Miing menceritakan soal pengalaman saat lawakannya tak mendapat respon baik dari penggemar. "Pernah beberapa kali, malah kalau penonton ngerasa nggak lucu kita disambitin pakai sandal jepit. Pernah waktu di Ancol saat Panbers mau manggung, kita disuruh untuk mengisi dulu. Eh malah kita ditimpukin dan disuruh turun. Namun akhirnya dapat pula kita taklukkan, dari seringnya kejadian itu kita jadi bisa mempelajari penonton," kenang Miing.
Meski sekarang sudah menerjuni dunia politik, Miing menegaskan tidak akan meninggalkan panggung lawak, "Ya gak segitunya. Bukan berarti dengan kita terjun ke dunia politik kita meninggalkan lawak," terang anggota baru DPR ini.
Menurut penuturan Miing, Bagito, yang personelnya Miing, Didin dan Unang, mulai berdiri di tahun 1978. Nama ini diberikan oleh Krisbiantoro. Awalnya mereka masuk Geronimo dan lebih sering memberikan hiburan di panti-panti dan Sekolah Luar Biasa. Lalu mereka mulai melawak di Radio SK tahun 1984 dengan bayaran Rp10.000. Dan mereka mulai dikenal luas lewat penampilan di TVRI. (kpl/ant/erl)