KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Bola.net
Single yang diciptakan sendiri oleh Intan Ayu ini diproduseri oleh Akmal Syarif yang notabene adalah ayah dari Intan sendiri. Sementara itu, aransemen dikerjakan secara mandiri oleh Hammers Gank, band Intan.
"Sebenarnya bukan sesuatu yang baru di pikiran aku, udah sejak kecil memang sudah didoktrin dengan musik-musik dari bapakku, dari Led Zeppelin, The Doors, Jimi Hendrix, The Police, dan lain-lain. Akhirnya seiring berjalannya waktu secara sengaja maupun nggak, aku nyemplung ke dunia musik. Aku rasa ini moment yang tepat untuk keluarin single ini," tutur Intan usai syuting video klip Mama Sori di Studio D'loop, Cilandak Barat, Jakarta Selatan, Jumat (6/11).
"Ya tahun ini kita baru ketemu, nongkrong di Studio Palu. Kebetulan Yudi ini anak kesayangannya Bang Pay, akhirnya dari situ kita nemuin nama Hammers karena kita sering nongkrong di Studio Palu," sambungnya.
Hanya ada dua personel, sekilas band milik Intan ini mirip dengan duo The Ting Tings dari UK. Tapi ia membantah jika ia ikut-ikutan band yang baru saja manggung di Indonesia tersebut. "Nggak lah, kita konsepnya beda. Kalau inspirasi sih mungkin iya. Mereka musiknya kan elektronik, pakai synthesizer. Jadi semua mereka yang ngerjain, tapi kalau kita kan dari musiknya diisi oleh additional player," terang gadis yang sedang dekat Banyu Biru ini.
Selain itu, lanjut Intan, ada yang istimewa juga dari Hammers Gank, yaitu mereka lebih mengutamakan aliran vintage karena inspirasi bermusik yang diambil dari zaman dulu. "Kayak Rolling Stones dan segala macam dari tahun 70, 80, 90. Kita satuin jadi satu, makanya ada kata repackage. Hope bisa merangkum atau mewakili aliran dari tahun itu, tetap rock n roll. Jadi elegan, vintage, namun tetap rock n roll," jelasnya.
Disinggung mengenai judul single sendiri, Intan menuturkan jika inti kisahnya adalah tentang ibu dan anak. Bagi Intan, sampai berapa pun usia seorang anak pasti sang ibu akan tetap berpikir jika itu adalah anaknya, bayi yang dilahirkannya. "Mama pasti khawatir saat kita sudah ngerasa gede. Misal kita pacaran atau ke mana, pasti mereka khawatir. Kita ngerasa lebih tahu dan bisa ngerasa bisa jaga diri sendiri. Bisa dibilang orang tua dengan maksud yang baik dan orang tua dengan niat baiknya," pungkasnya. (kpl/ato/boo)

Belum lama ini, bertempat di salah satu cafe di bilangan Kemang, Emmy melakukan pengambilan gambar untuk video klip di bawah arahan sutradara Virlan dari PH Hypenotic. Dalam video klip lagu bertempo medium beat itu, mantan bidan ini menawarkan penampilan berbeda dari video klip sebelumnya. Emmy tampil dengan potongan rambut pendek, casual, dan enerjik dalam konsep band.
Sejatinya, karir musik putri pasangan H. Helmi Labib (alm) dan Hj. Djurtinah ini diawali saat bergabung dengan New Girls Band, band cukup terkenal di Kalsel yang semua anggotanya cewek. Setelah bubar Emmy bergabung dengan Khatulistiwa Band sebagai vokalis dan menjadi penyanyi restoran bertaraf internasional di Banjarmasin.
"Sejak itu saya bercita–cita dan bertekad menjadi penyanyi yang suatu saat punya album sendiri," kenang penyanyi kelahiran 29 April ini.
Dan obsesi kesampaian saat ia merilis album debut SECARA AKU WANITA yang berisikan 10 lagu karya komposer kondang seperti Dewiq, Pay, Thomas Gigi, dan Hendy Gigi. Dengan proses memakan waktu hampir satu tahun, album debut Emmy ini dapat dibilang cukup menyita perhatian pecinta musik Indonesia, terbukti single–single dalam lagu ini bisa nongkrong di track radio kenamaan tanah air.
Dengan karakter vokal yang berbeda dengan penyanyi wanita lainnya, membuat Emmy yakin bisa ikut meramaikan industri musik nasional, tidak hanya numpang lewat saja. "Yang saya inginkan hanya menyanyi, itu saja," tandasnya. (kpl/wwn/boo)

"'Sacredly' adalah sakral dan itu lebih otentik, 'Agnezious' kata sifat aku yang sangat aku. Jadi SACREDLY AGNEZIOUS bisa dikatakan 'It's all about me' yang melibatkan aku sendiri. Album yang terbaru ini sebenarnya satu karya aku yang aku tunggu-tunggu rilisnya. Sengaja pada waktu itu ngirit keluarin limited edition dulu yang 2 lagu, baru ini yang sebenarnya. Tapi inipun kita keluarin 2 versi, yang satu hanya 10 track satunya lagi 13 track. Kita sengaja ingin menyajikan packaging yang komplit mulai dari cover albumnya, foto-fotonya dengan konsep yang berbeda dan lagu-lagunya sendiri juga konsep berbeda," ujar Agnes saat ditemui di Studio 4 RCTI, Rabu (1/4).
"Di album ini kita memang benar-benar, kita tidak cuma mengeluarkan album setahun sekali. Buat aku untuk apa ngeluarin album sering tapi hasilnya biasa-biasa saja. Makanya aku lebih bersabar untuk ngeluarin album. Go with the flow," lanjutnya.
Dalam album terbarunya ini Agnes bertindak sebagai produser, karena ia ingin lebih banyak terlibat dalam menentukan segala hal yang ingin ditampilkan dalam album tersebut. Selain itu, gadis yang selalu berpenampilan funky di atas panggung ini ingin menunjukkan kematangan dirinya dalam bermusik. Agnes menjelaskan bahwa banyak musisi kenamaan yang ikut dalam pembuatan albumnya.
"Erwin Gutawa, Pay, Dewiq, Yudis, Sumantri dan lumayan banyak musisi yang terlibat. Tapi aku tuh terkenal penyanyi yang suka menghabiskan shift, kalau masih kurang mixing kita ulang. Untungnya kita didukung penuh oleh label aku, Aquarius, very suported. Karena pada akhirnya toh ke mereka semua juga kan," tandasnya.
Soal anggapan bahwa albumnya ini adalah album idealis, Agnes hanya menginginkan kesempurnaan dalam setiap karyanya. Selain itu, ia ingin agar album terbarunya lebih baik daripada album yang sebelumnya.
"Kalau ngomong ini album idealis, aku salah satu produser harus memikirkan marketnya seperti apa. Tapi tentu saja tidak 'melacurkan' idealisme aku sebagai seorang penyanyi atau musisi, jadi harus balance, apa yang dimauin penggemar. Karena pada akhirnya mereka kan yang mau denger, jadi apa yang mereka mau dan apa yang aku mau kita blend jadi satu," pungkasnya. (kpl/wwn/bun)

"CLBK dipilih sebagai single kedua oleh Warner Music Indonesia yang menangani saya. Tema lagu ini memang sedang tren karena banyak yang mengalaminya. Saya kira itu alasannya," kata Fia, ketika ditemui di sela syuting video klip lagu tersebut di Galeri Belarosa, Jeruk Purut, Jakarta Selatan, Selasa (10/02).
Seperti Ada Rindu Ada Cemburu, lagu CLBK maupun lagu-lagu lain dalam album debut Fia adalah ciptaan si penyanyi sendiri, meskipun liriknya ditulis oleh seniman Slamet Widodo.
Dalam menggarap albumnya itu, ia dibantu sejumlah musisi terkenal seperti Pay BIP, Daniel Samarkand, Eric, Husein Hay dan Eko Discus.
Pengamat musik Bens Leo, yang menemukan Fia di komunitas seni Warung Prestasi, Bulungan, Jakarta Selatan, menyatakan bahwa Fia memiliki kelebihan dalam menciptakan lagu.
"Lirik lagu-lagunya sebenarnya adalah puisi-puisi Slamet Widodo. Yang menarik, satu puisi diberikan malam hari, besok pagi sudah jadi lagu," katanya.
Fia sendiri mengaku mulai suka mengarang lagu sejak duduk di bangku Kelas 1 SMP Tarakanita Kebayoran.
Dari hobinya bermain gitar, ia kemudian diajak nongkrong dengan kalangan seniman Bulungan di Warung Prestasi.
"Saya bertemu Mas Bens Leo tahun 2004, dan tahun 2007 diajak masuk dapur rekaman," katanya.
Mengaku terinspirasi Alanis Morissette, Sheryl Crow, dan Oppie Andaresta, Fia mengatakan dirinya berharap dapat ikut meramaikan bursa musik tanah air sebagai penyanyi pop ballad. (kpl/npy)

Seperti diketahui, Pay dan Bongky lebih dikenal sebagai produser yang cukup produktif dalam menciptakan lagu dan melahirkan bakat baru. Sedangkan Indra lebih dikenal sebagai sound engineer untuk banyak album rekaman sementara Ipang dengan soundtrack film dan proyek bersama musisi lainnya. Walaupun BIP telah lama tak terdengar kiprahnya, namun secara personal, mereka masih turut meramaikan industri musik Indonesia belakangan ini.
Sebenarnya BIP bukannya vakum, mereka telah membuat beberapa lagu baru. Namun kesibukan para personelnya yang membuat kegiatan manggung sering gagal dan produksi album terbengkalai. Praktis sejak merilis UDARA SEGAR pada 2003 lalu, BIP sampai sekarang belum juga mengeluarkan album baru.
Namun akhirnya BIP kembali menunjukkan tajinya. Indra yang mengaku kangen dengan para Bipers (fans BIP -red) mengambil inisiatif untuk merekam dua lagu baru. Jadilah Rock n Roll Palsu dan Struggle (Takkan Pernah) yang khusus mereka buat untuk para penggemar setia mereka yang selalu memberikan dukungan tak henti.
"Semoga kedua lagu ini bisa mengobati kerinduan untuk kembali menikmati lagu baru dari BIP sebagai kado di awal tahun 2009. Who knows, siapa tahu apa yang akan terjadi di tahun ini. Tapi untuk sementara, terimalah Struggle dan Rock n Roll Palsu sebagai obat kangen dari BIP untuk para penggemar musik rock di manapun kalian berada," tulis BIP dalam press release mereka. (kpl/dis/npy)

"Insya Allah, jika tidak ada halangan, habis Pemilu nanti, album solo teranyar gue akan dirilis," kata Ipang, yang ditemui usai jumpa pers film SEPULUH, di kawasan pusat perbelanjaan Bandung Indah Plaza, di Jalan Merdeka Bandung, Rabu (4/2) malam.
Ipang mengatakan, album solonya tersebut bukanlah album solo pertamanya. "Album solo gue ini bukan yang pertama, tapi album solo kedua," kata Ipang yang pernah mengisi soundtrack film LASKAR PELANGI lewat single Sahabat Kecil.
Dituturkannya, dalam proses pengerjaan album solo keduanya ini, Ipang masih dibantu oleh musisi wanita, Dewiq dan beberapa musisi kenamaan lainnya seperti Pay, Bongky, Ivanka Slank, Aria dari Steven and The Coconut Treez.
Sedangkan untuk tema album solo keduanya yang sudah mencapai proses penggarapan hingga 70% itu, menurut Ipang, masih berkutat pada tema cinta. "Rencananya ada 10 track, yang udah siap itu baru tujuh track," kata pria yang pernah berduet dengan Dewiq dan artis Sheila Marcia Joseph. (kpl/boo)

"Sering banget aku kena gosip seperti ini. Pay itu orangnya sangat rumahan sekali dan gue juga. Makanya salah satu dari kita harus berpikiran ke depan. Pay itu tidurnya terbalik ama gue. Pay tidur jam tujuh pagi, gue tidur jam 12 malam. Makanya kalau siang kita nggak pernah ketemu, kita ketemu saat malam aja," terang Dewiq yang ditemui di Annex Building, Jakarta Selatan, Jumat (30/01).
Gara-gara alasan itu, lanjut Dewiq, wajar jika timbul gosip perpecahan rumah tangga mereka. Namun Dewiq dan Pay tetap santai menghadapinya. "Nggak harus dipikirin, karena sudah jadi resiko pekerjaan gue," ujar pelantun Kok Gitu Sih yang mengaku memang jarang komunikasi dengan suaminya sendiri.
Gosip perpisahan mereka yang sudah empat bulan juga dibantah pencipta lagu-lagu hits ini. "Gue baru beli rumah, bukan pisah rumah. Emang saya nabung untuk beli rumah, jadi saat ini kerjaan gue ngecek rumah baru. Mungkin orang ngelihat gue beli rumah sendiri, gue nggak pernah ngajak Pay, jadi diisukan yang tidak-tidak. Ini yang perlu diluruskan," tukas Dewiq.
"Gue jarang ajak Pay karena itulah salah satu bentuk sayang gue ke dia karena dia orangnya gak suka ke acara-acara. Sebenarnya sih aku pengen di rumah aja atau di pantai bikin lagu, tapi kan salah satu dari kita harus mengalah," imbuh penyanyi yang mengaku kebal gosip ini.
Disinggung soal momongan, sekali lagi Dewiq mencoba menjelaskan bahwa semua itu tidak mempengaruhi kehidupan rumah tangga mereka. Walaupun belum dikaruniai anak, Dewiq dan Pay memilih untuk lebih menyerahkan diri kepada Yang Maha Kuasa.
"Apa pun putusan-Nya, pasti yang terbaik buat kita. Kita nggak permasalahkan apa-apa kok. Pokoknya semua nggak benar. Kita percaya bahwa punya anak atau nggak, itu bukan jaminan kebahagiaan seseorang. Yang penting kita enjoy di belakang layar," pungkasnya. (kpl/ant/boo)