KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Bola.net
Pinkan sendiri mendapatkan hak asuh anak-anaknya dalam perceraian ini. Dan tak ada tanda-tanda keberatan dari Sandy yang tidak pernah menghadiri persidangan itu.
Namun begitu, rupanya ada hal yang belum diputuskan. Masalah pembagian harta gono gini antara Pinkan dan Sandy nampaknya masih perlu pembicaraan lebih lanjut. Dan karenanya, Pinkan pun meminta Sandy untuk datang ke Jakarta.
"Nanti kita bicarain. Kita coba. Aku rasa dia akan bicara, nanti dia harus ke Jakarta," kata Pinkan selepas persidangan.
"(Sampai saat ini) semua aku yang biayain untuk anak-anak. Tapi nggak ada ibu yang hitung-hitungan buat anak," tambah Pinkan saat ditanya apakah Sandy selama ini membiayai anak mereka.
Lalu, apakah Pinkan tidak ingin segera mendapatkan figur seorang pendamping yang bisa menjadi sandaran hidup dirinya dan anak-anak?
"Aku belum kepikir dulu, nanti aku mau selamatan kecil sama keluargaku. Aku terima kasih sama semua yang sudah mendukung aku. Aku masih capek untuk mikirin ke sana," pungkasnya. (kpl/buj/npy)

"Pinkan nggak kecewa karena ini sudah lama juga," ungkap Pinkan saat ditanya tentang ketidakhadiran mantan suaminya itu. "Kan dia udah bilang nggak bakal hadir."
"Dia bilang, 'Saya kasih kado.' Dia tahu banget ini kado terindah buat aku, buat anak-anak kasih ke aku. Aku terima kasih sama Tuhan," lanjut Pinkan merujuk pada hak asuh anak yang jatuh di tangannya itu.
Diutarakannya juga, perceraian ini adalah jalan terbaik bagi mereka berdua. Karenanya, walaupun menyandang status sebagai seorang janda, Pinkan tak akan keberatan demi anak-anaknya.
"Kalau dipikirin ada beratnya, ke depannya nggak boleh dipikirin. Ini upaya kita berdua buat keluarga, juga buat anak," tambah Pinkan. (kpl/buj/npy)

Agenda persidangan hari ini, Rabu (14/10) siang, di PA Depok, Kompleks Kantor Pemerintahan Depok, ini adalah pengajuan bukti-bukti tertulis sekaligus pemberian keputusan. Karena Sandy berturut-turut tidak hadir dalam dua kali sidang, akhirnya hakim memberikan putusan verstek. Apalagi, bukti dan saksi yang diajukan Pinkan sudah lengkap.
"Dari kemarin (Sandy) sudah dihubungi, tapi HP-nya tidak aktif," tutur Pinkan saat diwawancarai selepas persidangan putusan.
"Sandy sudah dipanggil lewat media, surat, juga telepon. Tapi tidak ada respon," tambah Sheila Salomo, kuasa hukum Pinkan. "Hari ini kita masukkan bukti-bukti tertulis lalu putusan."
Setelah diputuskan resmi bercerai ini pun, Pinkan merasa amat lega dan terharu.
"Aku puji syukur banget. Dari kemarin adalah hari yang cukup berat buat aku. Aku pikir bakal lama, ternyata hari ini sudah diputuskan. Alhamdulilah, seneng banget, terharu. Saya bahagia hak asuh jatuh ke saya. Itu kado terbesar buat aku," pungkasnya. (kpl/buj/npy)

Bagi Pinkan buah hatinya adalah hal yang paling penting dalam kehidupannya. "Selama ini aku sangat intens banget dan bukan promosikan diri untuk anak-anak. Dan tak bisa hidup tanpa anak-anak," ujar Pinkan yang ditemui di acara konser Amal Untuk Padang Studio 4 RCTI, Jl Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Jumat (9/10).
Hal tersulit bagi Pinkan adalah memberikan penjelasan soal perpisahan ini pada anaknya. "Awalnya anak sangat sedih, mereka sempat nanya apalagi sih Michelle sakit panas dan selalu tanya papanya, tapi setelah 2-3 tahun ditinggal papanya dia bisa ngerti. Berat buat aku untuk menjelaskan ke anak-anak. Dan aku perlu bertahap menjelaskan ke anak, mereka masih suci, kecil. Benar-benar butuh perjuangan dari energi kita sebagai orang tua untuk memberikan spirit kekosongan anak-anak," terang Pinkan.
Di sisi lain perceraian ini, Pinkan juga masih berharap bisa mengasuh anak dengan suaminya. "Kebetulan belum dan aku pengen banget tapi meskipun tidak bisa seperti dahulu kita harus bersama-sama mengurus anak bersama. Seburuk apa pun haruslah tetap disayangi," tambahnya. (kpl/adt/erl)

Pinkan mengakui kalau perceraian bukan jalan mudah untuk ditempuh. "Pokoknya aku menjalani ini bukan hal yang mudah buat aku dan ini pengalaman yang sulit harus aku lalui. Dan cukup berat banget buat aku," ujarnya saat ditemui di acara konser Amal Untuk Padang studio 4 RCTI, Jl Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Jumat (9/10).
Meski memilih jalan cerai, Pinkan dan Sandy masih tetap memelihara komunikasi di antara mereka. "Komunikasi sangat baik dan dari pihak Sandy terakhir tahu kalau ada gugatan cerai. Dia telepon dan serahkan hak asuh anak sama aku dan dia percaya anak-anak selalu sama aku dan tidak mau berjalan panjang," ungkapnya.
"Sekarang waktu bertambah panjang dan makin dewasa juga. Dan sekarang bisa berhubungan baik. Kita tidak bisa bersatu dalam satu ikatan yang baik. Kita masih bersama untuk sang anak tapi bukan untuk jalan bersama," tambah Pinkan. (kpl/adt/erl)

Pinkan pun secara diplomatis mengaku masih sangat mencintai keluarganya. Terbukti dengan tanggung jawab yang terus diembannya, meski dalam suasana yang cukup sulit. Padahal urusan keluarga, seharusnya menjadi tanggung jawab bersama anggota keluarga tersebut.
"Kalau dibilang cinta ini sudah cinta, ini lebih besar lagi dalam arti cinta dalam tanggung jawab saya mencintai keluarga," terangnya.
Ditanya kapan dirinya akan kembali mencari pendamping hidup, ibu dari Muhammad Alfa Rezel dan Michelle Ashley Rezya itu bingung untuk memberikan jawaban. Masih ada trauma, karena masalah dengan Sandy saja belum tuntas.
"Ngeri ah, ini aja belum selesai. Teman-teman sih banyak yang bikin aku senang," tegasnya saat ditemui di Pengadilan Agama, Depok, Rabu (7/9). (kpl/buj/dar)

"Bulan puasa ini agak berkurang sedikit ya kalau rejeki sih aku sudah diatur sama Tuhan aku sih hanya bisa berdoa. Mungkin Tuhan sayang sama Pinkan, kalau Pinkan terlalu sibuk anak nggak ada yang ngurus," ujarnya.
"Nggak banyak nyanyi, kalau banyak nyanyi Pinkan nggak ngurusin anak," imbuhnya kala ditemui KapanLagi.com di Pengadilan Agama Depok, Rabu (7/10).
Namun, ketika ditanya apakah penyebab perceraiannya adalah soal materi. Pinkan nampaknya tak menampik alasan itu, meski ia juga tak mengakuinya secara terang-terangan.
"Itu sudah dalam bentuk materi. Tapi bukan materi seratus persen, bukan karena hal itu lho," pungkas biduanita berdarah Manado, Sulawesi Utara tersebut. (kpl/buj/bar)