KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Bola.net
"Sedang menyiapkan single religi buat Ramadhan juga, judulnya masih rahasia, nanti aja," ungkap Titi yang ditemui usai tampil di Studio Penta, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Kamis (23/7).
Namun sebagai bocoran, single barunya itu ditulis oleh Piyu Padi, yang sekaligus akan menjadi produsernya. Namun lagi-lagi, Titi menolak untuk bercerita lebih jauh tetang albumnya tersebut.
Pengalaman di dua album sebelumnya, membuat Titi tidak menemukan banyak kesulitan dalam penggarapan album ini. Meski demikian perasaan grogi dan kurang percaya diri, masih kerap datang dalam perasaannya, dan saat itu Piyu berperan memberi saran.
"Nggak terlalu susah, karena aku sudah beberapa kali taking vokal, natural aja tinggal dipoles-poles, biasanya untuk menghilangkan grogi aku disarankan oleh Mas Piyu. Sarannya 'anggap saja lagi berdoa'. Jadi aku ngerasakannya lagi berdoa, karena ini juga album religi," terang Titi yang akan menjalani umroh bersama keluarga itu.
Selain itu, Titi saat ini juga sedang disibukkan dengan produksi sinetron stripping. Sinetron religi berjudul KIRAN itu direncanakan akan dirilis menyambut kedatangan Ramadhan. (kpl/mai/dar)

"Permintaan terhadap gitar custom masih berdatangan dari berbagai daerah di Indonesia," kata Gilles de Neve, pemilik AGL guitar custom shop di Kompleks Graha Puspa Bandung, Kamis (9/7).
Maknya produk gitar lokal yang berlisensi merek terkenal luar negeri, ternyata tidak mempengaruhi peminat gitar-gitar custom. Bahkan, beberapa orang lebih memilih membuat di custom shop daripada membeli gitar pabrikan berlisensi.
Gitar cumtom bisa lebih memuaskan konsumen dibanding gitar pabrikan yang berlisensi, karena konsumen bisa menentukan model, jenis kayu, hard ware, dan elektroniknya sendiri sesuai dengan keinginan konsumen.
Gitar hasil custom kualitasnya ternyata tidak kalah dengan gitar-gitar pabrikan. Bahkan, di beberapa hal gitar custom bisa lebih detail. Hanya saja gitar custom tidak semua menggunakan merk.
"Semirip apapun dan sebagus apapun gitar yang saya buat tidak diberi merek, karena itu merupakan suatu pembajakan, jadi pendek kata saya tidak pernah membuat gitar palsu," ucap Gilles.
Saat ini, banyak beredar gitar custom dengan pembajakan merek yang diproduksi masal, sehingga banyak konsumen gitar yang 'gila' merek tertipu. Paten-paten yang hanya dimiliki oleh suatu merek gitar, kini sudah bisa dibajak oleh pengrajin gitar yang tidak bertanggung jawab.
Disamping itu, pengerjaannya yang manual dan produksinya yang terbatas, membuat harga gitar custom bisa lebih mahal dibanding gitar pabrikan. Selain custom gitar, yang membuat costom shop ini bertahan adalah jasa servis yang tersedia.
Tak jarang musisi indonesia seperti Ariel Peterpan, Baron, Kibil The Cangcuters, Jikun /rif, Piyu Padi, dan yang lainnya datang untuk membuat gitar custom, ataupun sekedar service gitar.
Selain masyarakat lokal peminta gitar custom juga bisa berasal dari Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, bahkan beberapa negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura. (kpl/bar)

"Ya gue pikir sekarang Padi sudah nggak usah gue urusin lagi secara detail, karena Padi sudah nggak seperti dulu. Mungkin orang nggak kenal Padi kalau dulu, orang nganggapnya itu beras atau makanan kali ya, tapi kalau sekarang orang menyebut padi, itu pasti sebuah band dan itu sudah kita dapat," jelasnya.
Dijumpai usai mengisi acara musik PLAYLIST di Studio Penta, Kebun Jeruk, Jakarta Barat, semalam (Rabu, 22/4), Piyu membocorkan sedikit rencana Padi di masa akan datang. Adalah sebuah konser internasional yang ingin digarapnya.
"Ini masih dalam wacana, tapi kita menginginkan satu konser cukup panjang di Eropa. Itu yang lagi kita siapkan," kata gitaris asal Surabaya ini.
Sebagai musisi, Piyu juga menampik pendapat bahwa untuk go-international bisa terkendala bahasa. Menurutnya, bahasa internasional atau bahasa Inggris tidak harus dikuasainya. "Kalau di musik sekarang nggak bisa bilang go-international harus bisa bahasa Inggris, nggak perlu. Karena di sini yang bicara adalah bahasa musik. Itu yang mewakili kita," tukasnya. (kpl/hen/boo)

"Kalau bersolo karir nggak ya, tapi ini memang kerjaan di luar Padi. Artinya gue sekarang sudah masuk ke babak baru. Jadi sekarang nggak di studio aja bikin lagu, tapi bagaimana caranya mencari talent baru," jelasnya kala ditemui di Studio Penta, Kebun Jeruk, Jakarta Barat, Rabu (22/4).
Dituturkan Piyu, niatnya mencari bakat baru karena ingin membuktikan kepada dunia musik Indonesia bahwa masih banyak band-band yang punya talenta tinggi seperti Padi. "Gue pengen cari talent, ya karena gue pengen ada the next Superman, seperti Padi," ujarnya.
Pencarian bakat ini pun diakuinya sebagai antisipasi jika suatu saat bandnya mulai redup. Piyu ingin serius menurunkan bakatnya dan menegaskan bahwa bukan materi yang jadi tujuannya.
"Ya antisipasi itu pasti dan itu memang perlu. Dari SMA pun gue sudah memikirkan itu, nanti di umur 30 tahun gue mau ngapain. Ini sudah dipersiapkan sejak dini. Sekarang waktunya gue berbagi sama yang baru. Jadi ini suatu proses, Padi yang dulu bukan siapa-siapa, sekarang sudah jadi siapa. Dan sebenarnya bukannya duit yang gue cari, tapi kesenangan aja," pungkas Piyu. (kpl/hen/boo)

Mantan kekasih Randy Pangalila tersebut merasa lega, karena di tengah kesibukan syuting stripping yang dijalaninya, ia berhasil menyelesaikan video klip dari salah satu lagu yang terdapat dalam albumnya itu.
"Seneng banget. Kalau materi album sih udah kelar dari Desember. Tapi karena sibuk syuting stripping, video klip baru bisa dibikin sekarang," kata Donita saat ditemui di sela syuting video klipnya di Perumahan Paso Inspira, Cilandak, Jakarta Selatan, Senin (23/3).
"Ya, ada kepuasan tersendiri. Akhirnya setelah kemarin-kemarin menjadi model video klip, sekarang jadi penyanyinya," imbuhnya.
Tema yang diangkat dalam video klip tersebut adalah tentang cinta yang bertepuk sebelah tangan, sesuai tema lagunya yaitu Menanti Sebuah Jawaban milik grup Padi yang didaur ulang. Kenapa memilih single hit tersebut?
"Gue suka banget lagu ini sejak SMA, bangga banget pokoknya. Apalagi lagu ini sudah terkenal. Dari 10 lagu di album gue, lagu Menanti Sebuah Jawaban ini paling sulit take vocal-nya, sampai 12 jam," tandasnya.
"Karena Mas Piyu orangnya perfeksionis, apalagi lagu ini kan semua orang sudah tau. Dia selalu kasih masukan, kalau mau nyanyi harus beda dengan orang lain. Namun dia menyerahkan semuanya ke gue, makanya gue jadi lebih mikir. Alhamdulillah semuanya berjalan dengan baik. Gue akan belajar dan terus belajar, makanya sampai sekarang gue masih les vokal. Biar bisa lebih baik lagi. Dulu satu minggu dua kali, tapi sekarang karena sibuk jadi satu kali satu minggu," paparnya.
Di tengah padatnya jadwal syutingnya, Donita ternyata mampu merampungkan video klipnya. Lalu, apa yang ia lakukan agar staminanya tetap terjaga?
"Bisa manfaatin waktu luang untuk istirahat. Tadi aja gue datang langsung tidur. Make up juga tadi sambil tidur, karena semalam syuting sampai pagi, belum tidur jadinya. Tadi saya juga mengira syutingnya di indoor, ternyata ada sesi ngambil gambar itu di luar. Jadi panas banget lah. Apalagi kulit gue itu alergi terhadap suhu. Kalau kedinginan kulit gue jadi bintik-bintik biru, tapi kalau panas selalu muncul bintik merah, gatel dan perih. Pokoknya sampe sakit. Makanya tadi cuma bisa berdoa supaya kuat," pungkasnya. (kpl/ant/bun)

Ditemui dalam launching soundtrack film KAMBING JANTAN: THE MOVIE yang digelar di Planet Hollywood, Jakarta selatan, Kamis (19/3), Yoyo mengaku tertantang 'membidani' musik pengisi film tersebut.
"Ya ini project pertama di luar Padi. Ini satu pekerjaan yang banyak tantangannya, karena di sini saya dituntut untuk kreatif yang lebih ekstra, jadi kerjanya benar-benar sendiri, mulai dari menentukan materi lagu sampai menentukan penyanyi," ungkapnya.
Dalam album soundtrack yang menampilkan banyak penyanyi baru, drummer yang selalu tampil plontos itu diberikan kepercayaan penuh untuk menampilkan karya terbaiknya. "Ya karena di film ini semua pemerannya baru, jadi saya ingin bikin project yang semuanya itu dari nol," jelasnya.
Sementara itu ketika KapanLagi.com menanyakan soal anggapan orang yang menilai Yoyo mulai meninggalkan Padi, suami Rossa tersebut menegaskan statusnya.
"Saya bukannya meninggalkan Padi, saat menerima project ini pun, saya konsultasi dulu sama teman-teman di Padi, baik Piyu, Rindra maupun Adri, semuanya ikut andil dan membantu dalam project ini, jadi saya tetap di Padi," tandasnya panjang lebar. (kpl/hen/bar)

"Genrenya keseluruhan pop dance, karena sosok Titi Kamal itu bisa menebarkan energi positif. Apalagi lagu Lebih Baik Sendiri, pokoknya Titi Kamal banget," terang Piyu yang diamini istrinya, Anastasia Florin.
Bukan tanpa kesulitan, baik Titi maupun Piyu mengalami kesulitannya tersendiri. Pelantun lagu Jablay mengalami kesulitan lebih pada persoalan pembagian waktu kerja. Keduanya sulit bertemu, hingga harus meluangkan waktu pada dini hari, usai menyelesaikan syuting.
"Kesulitannya sih waktu, kadang aku bisa mas Piyu nggak bisa. Begitu pula sebaliknya. Jadi terkadang ketemunya malam, habis syuting. Ini merupakan perjuangan berat," terangnya.
Sementara Piyu mengaku lebih kesulitan dalam mengubah karakter vokal Titi yang sebelumnya dikenal sebagai penyanyi dangdut, agar lebih alami dan apa adanya.
"Setiap orang punya karakter spesifik, kita nggak membuat dia sebagai seorang diva yang wow, tapi membuat karakter dia apa adanya," tegas Piyu.
Senada dengan Piyu, Flo, panggilan untuk Anastasia Florin, menilai sahabatnya itu merupakan entertainment sejati, namun karena image dangdut yang sudah melekat sebelumnya, untuk diubah menjadi sosok Titi Kamal yang nge-pop.
"Tantangannya bagi kita selaku label, sebelumnya kan dia pernah menyanyikan lagu dangdut. Ada image yang muncul dia lebih cocok ke dangdut. Di sini kita merubah. Semua itu satu perjalanan. Di sini kita tampilkan image baru seorang Titi Kamal," pungkasnya. (kpl/ant/dar)