KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Yang pasti saat ini Ponco tengah mempersiapkan segala kebutuhan pernikahannya termasuk juga memesan baju pengantin. Detailnya, lagi-lagi pria Cancer kelahiran Jakarta, 5 Juli 1972 ini memilih untuk merahasiakannya.
Mengenai pesta pernikahannya, Ponco mengaku akan unik. "Akan berbentuk sebuah cerita. Pokoknya mirip drama," ujar pendukung sinetron Wah … Cantiknya!!! dan juga Bayangan Adinda ini, "Akan ada alur ceritanya," jelas Ponco yang pada pernikahannya nanti akan berbusana bak seorang Demang, pejabat tinggi yang sangat disegani dari zaman kejayaan Betawi 'tempo doeloe'. Dipilihnya tokoh masyarakat tersebut, lantaran dirasa Ponco lebih merakyat. "Pokoknya tunggu saja undangannya," janjinya.
Ponco mengenal Dewi lewat perantaraan seorang temannya. Merasa cocok akhirnya mereka sepakat untuk melanjutkan hubungan lebih serius. Namun sejak awal Ponco menegaskan dirinya ingin mencari isteri bukan sekadar pacar belaka. Gayung bersambut, Dewi pun ternyata idem. Hubungan keduanya semakin lancar setelah kedua orangtua mereka sama-sama merestui. Yang pasti masih dalam tahun 2004 ini juga. (dst/erl)

Saat ditemui, Ponco sedikit banyak bercerita tentang rencana itu. Menurut dia, pesta pernikahannya akan berbentuk sebuah cerita, mirip drama. "Ada alur cerita," kata personel Coboy ini. Rencananya Ponco akan menjadi seorang demang.
Karena menurut Ponco, sosok demang lebih merakyat. "Raja kecil yang lebih merakyat," kata Ponco.
Konsep itu membuat desain baju Ponco mirip demang di masa penjajahan dulu. Ada pangkat segala. Sedangkan warna baju pengantinnya adalah ungu. Warna ini dipilih sesuai keinginan sang calon istri yang memang penggemar berat ungu. (stv/dar)

Rupanya bukan hanya cewek yang berburu diskon kalau sedang berbelanja, Ponco pun tergiur dengan harga diskon. Tanpa malu-malu Ponco akan melenggangkan kakinya ke Plaza Senayan dan Pondok Indah Mall, demi memburu baju yang sedang di-diskon harganya.
“Kalau enggak diskon ya gue nggak beli, sekarang kita realistis aja dan nggak usah gengsi. Memang kebutuhan kita kan banyak. Ngapain harus beli yang mahal cuma bisa dipakai sebulan atau dua bulan. Tapi kalau nunggu di-diskon, nggak rugi, 50 persen, misalnya,” jelas laki-laki yang suka dengan kaos dan kemeja ini.
Model kerah untuk kaos, Ponco suka dengan semua model baik V-neck maupun kerah bentuk bulat. Begitupun dengan lengan pendek maupun yang panjang disukainya. Berbeda dengan kemeja, ia mengaku menyenangi lengan pendek. Celana yang dimiliki Ponco yang berbahan jeans jumlahnya hampir sama dengan celana bahan.
Bagi Ponco, menjadi selebriti bukan berarti harus berpenampilan glamour dan bermerek. “Nggak juga, saya sering beli yang bermerek, enggak sampai setahun atau hanya beberapa bulan, warnanya sudah pudar,” ungkap cowok kelahiran Jakarta, 5 Juli 1972 ini. (mvp/erl)

Mantan personel kelompok vokal "Coboy" itu tak menduga kalau Rian akan menjadi gadis pilihannya yang terakhir. Maklum, pemain sinetron ini mengaku sering bertengkar dan berbeda pendapat. Tapi rupanya, Rian tetap mau menerima segala kejelekan Ponco. "Ternyata jeleknya saja dia mau terima. Apalagi yang baiknya," tutur Ponco.
Dalam lamaran, Ponco memberikan sebuah buku, yang sekaligus kado ulang tahun Rian. Kata Ponco, buku itu banyak maknanya buat seorang wanita. "Diharapkan dia jadi istri terbaik dan terakhir," jelas Ponco. (sct/erl)