KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Bola.net
Kepada ANTARA di Jakarta, Senin (13/7), Purwatjaraka mengatakan, dalam festival yang diadakan oleh Victorian Choral Academy tersebut paduan suara binaannya juga mendapatkan penghargaan Silver A Diploma pada kategori Folklore.
"Prestasi yang ditorehkan oleh anak-anak tentu membanggakan kami dan kiranya hal ini menjadi motivasi bagi mereka untuk lebih meningkatkan kemampuan dalam berlatih," kata Purwatjaraka yang juga musisi senior Indonesia itu.
Dijelaskan, Purwa Caraka Music Studio memberangkatkan dua kelompok paduan suara yaitu anak-anak dan remaja. Festival ini diikuti 44 paduan suara dari 10 negara, antara lain Inggris, Australia, Filipina, Taiwan, Hongkong, Malaysia, Makao dan Indonesia.
Kelompok Purwa Caraka Music Studio Children Choir yang terdiri dari 26 orang membawakan dua buah lagu yang berjudul My Name Is Music dan Naik Delman.
Sementara Purwa Caraka Music Studio Choir kategori Folklore yang terdiri dari 24 orang membawakan dua buah lagu daerah yaitu Sigulempong dari Sumatera Utara dan Janger dari Bali.
Menurut Purwa, kelompok paduan suara binaannya juga mendapatkan kehormatan tampil pada acara Friendship Concert (Konser Persahabatan). Kesempatan langka itu dimanfaatkan peserta untuk berinteraksi dan bertukar cinderamata dengan peserta dari berbagai negara lain.
Para peserta yang tampil dalam ajang festival di Penang, Malaysia tersebut merupakan para siswa yang saat ini berlatih pada berbagai sekolah musik Purwa Caraka Music Studio di kota Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) yang terpilih melalui proses audisi.
"Keikutsertaan kami dalam ajang ini merupakan bukti komitmen kami pada pembinaan siswa-siswi Purwa Caraka Music Studio, sekaligus demi kemajuan pendidikan musik anak-anak Indonesia pada umumnya," pungkas Purwa. (kpl/bun)

Branch Manager Purwa Caraka Musik BSD, Uki Suhendar, kepada ANTARA di Jakarta, Jumat (3/7), mengatakan, dalam festival yang berlangsung 4-7 Juli itu Purwa Caraka mengirim dua kelompok, yaitu tingkat anak-anak dan remaja.
"Kami tidak menargetkan juara, tapi berusaha memberikan yang terbaik bagi keharuman nama Indonesia di luar negeri," kata Uki.
Kontingen Purwa Caraka berangkat dari Jakarta, Jumat siang, dan direncanakan kembali ke Tanah Air pada 8 Juli mendatang. Sebelumnya, Lembaga Pendidikan Musik Purwa Caraka juga ikut serta dalam festival musik internasional di San Remo Italia, Mei 2008.
Dalam ajang tersebut, kelompok musik Purwa Caraka yang ikut dalam dua nomor yakni vocal group dan drum, menyabet medali emas.
Menurut Uki, ajang festival musik internasional sangat penting untuk menambah pengalaman sekaligus wawasan anak-anak. Apalagi sejak 2008 lembaga yang dipimpin langsung Purwatjaraka itu menyatakan go internasional.
Saat ini, Lembaga Pendidikan Musik Purwa Caraka BSD membina 650 peserta kursus, mulai tingkat TK hingga umum (dewasa). Peserta terbanyak yaitu tingkat SD yang mencapai 250 orang, disusul SMP dan SMA masing-masing 175 orang, TK 90 orang, mahasiswa 45 orang dan umum 30 orang.
Uki mengatakan, minat belajar musik anak-anak sangat tinggi karena mendukung pelajaran mereka di sekolah.
"Pendidikan musik saat ini berkembang pesat dan terus meningkat setiap tahun. Sekolah-sekolah pada umumnya menekankan pembelajaran musik," kata Uki yang sudah delapan tahun mengabdi di Lembaga Pendidikan Musik Purwa Caraka BSD.
Selama masa liburan sekolah, katanya, lembaganya menyediakan paket kursus musik holiday, khusus bagi peserta yang tidak bepergian ke luar kota. Kurikulum yang digunakan dirancang khusus sesuai dengan tingkat umur anak, dan mendapat lisensi dari Dinas Pendidikan Nasional.
"Kami punya slogan yaitu 'cerdas bersama musik'. Dengan dasar itu kita membuat anak-anak merasa senang ketika bermain musik. Kami juga mengombinasikan teori dan praktik, sejalan dengan pemberian kesempatan bagi peserta untuk mengikuti konser," ujar Uki.
Peserta kursus musik pada Lembaga Pendidikan Purwa Caraka sebagian besar berminat menekuni piano klasik, disusul olah vocal, drum, gitar klasik, gitar elektrik, keyboard, biola, piano pop dan gitar bas.
Saat ini Lembaga Pendidikan Musik Purwa Caraka memiliki 74 cabang di seluruh Indonesia, 44 di antaranya tersebar di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi. (kpl/bun)

Bertempat di Erasmus Huis, Jl Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Jumat (26/6) malam, Andrea berduet dengan seorang penyanyi lainnya bernama Junio Fernandes membawakan lagu Heal The World, yang diiringi alunan musik dari Kang Purwa.
"Itu hanya suatu bentuk penghargaan karena banyak orang yang menyukai dia karena dia sebagai profesional 'King of Pop'. Makanya jadi spontanitas," ujar Kang Purwa usai acara.
Aksi penghormatan ini, lanjut kakak kandung Trie Utami itu, bukan hanya karena Michael adalah legenda musik dunia. Tapi ia sebenarnya lebih mengharapkan adanya aksi-aksi seperti ini untuk musisi lainnya.
"Ya, semua musisi layak kok dapat perlakuan seperti itu. Bukan hanya dia saja," pungkas pemimpin Purwa Caraka Music Studio ini. (kpl/hen/boo)

"Ya pasti bahagia karena ada yang meneruskan, apalagi di bidang musik. Ya, kalau saya pribadi tidak pernah memaksakan dia, tapi memang kebetulan dia suka sekali sama musik. Ya akhirnya sebagai seorang ayah, ya saya memfasilitasi," tutur Kang Purwa yang ditemui usai Pre-Competition Concert sebagai persiapan ke festival internasional di Penang awal Juli mendatang.
Dijelaskan musisi berkumis ini, memang tidak semua anaknya suka musik. Dari tiga bersaudara hanya Andrea saja yang mendapat bakat itu. "Yang pertama sukanya dengan broadcasting, yang kedua ya ini Andrea, dan yang ketiga arsitektur. Kalau saya sih terserah saja mereka mau ngambil ke mana, saya hanya men-support. Ya syukur-syukur masih ada satu yang nyangkut suka dengan musik," ujarnya.
Dan bukannya mentang-mentang Andrea suka musik, lanjut Purwa, ia jadi pilih kasih terhadap putrinya. Ia tetap memperlakukan dan mendukung mereka sama rata. Purwa mengungkapkan bahwa ia mengarahkan Andrea agar bisa menjadi orang yang profesional. Dan semua itu sudah dimulai dari sekarang.
"Dia karyawan di Purwa Caraka Music Studio. Ya, dia saya perlakukan profesional. Saya bayar jadi pegawai terendah, jadi biar dia tahu kalau nanti sudah meningkat nggak lupa dengan yang di bawah," tukas Purwa.
Andrea yang berada di samping ayahnya hanya senyum-senyum. Ia mengaku memang suka musik dan sedang menggarap album pop klasik bersama teman-temannya. Ia juga rela menimba ilmu ke Boston dan menjalani summer course selama enam minggu. "Jadi setelah balik dari sana, kita melanjutkan garap album lagi," ujarnya. (kpl/hen/boo)

"Ya ini pada dasarnya sejak dua tahun lalu kita sudah punya dream team. Kenapa saya bilang dream team, karena ini semua hasil seleksi dari cabang Jabodetabek. Untuk dream team ini memang baru pertama kali mengikuti festival yang berskala internasional," terang Kang Purwa di Gedung Kedutaan Belanda, Erasmus Huis, Jl. Rasuna Said, Kuningan, Jumat (26/6).
Untuk festival ini sendiri merupakan festival keempat yang digelar Victoria Choral Academy. Tentunya acara bergengsi ini tak mau dilewatkan begitu saja, makanya Kang Purwa sudah menyiapkan latihan intens sejak 6 bulan yang lalu. Soal hambatan dan kendala, ia mengaku pasti ada.
"Di jarak aja. Kan rumahnya pada jauh, tapi ini kita usahakan supaya mereka bisa latihan dan responya bagus," ujarnya.
Ditanya lagu apa yang dibawakan dream team-nya, kakak Trie Utami ini menjelaskan, kalau untuk Children Choir ada dua lagu yang diikutkan dalam kategori khusus anak-anak yaitu My Name is Music dan Naik Delman. Sedangkan untuk Purwa Caraka Music Studio Choir mengikuti kategori folklore. "Nah itu musik tradisional atau lagu rakyat. Akan dibawakan dua yaitu Si Gulempong dan Janger," jelasnya.
Lalu, negara manakah yang menjadi tantangan terbesar Kang Purwa? "Singapura. Karena wilayah dia cukup dekat dan mereka bisa membawa lebih banyak orang daripada kita karena biayanya lebih murah," tukas musisi kelas atas ini. (kpl/hen/boo)

"Sekolah harus punya guru seni sebagai syarat mendapatkan alat musiknya," kata Purwatjaraka kepada Antara yang dikutip KapanLagi.com saat ditemui dalam ajang kreasi seni di Sasono Langen Budoyo, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Kamis (21/5) malam.
Menyumbang alat musik, bagi Purwatjaraka, tak ubahnya sebagai ibadah. Kakak kandung penyanyi Trie Utami tersebut, mengungkapkan program ibadahnya tersebut harus bermanfaat bagi siswa-siswi sekolah yang memiliki potensi dan bakat di bidang kesenian.
Kang Purwa, biasa ia disapa, menyumbangkan alat musik seperti gendang tradisional khas sunda, angklung atau calung, gitar, dan kecapi kepada beberapa sekolah di daerah Jabar, antara lain Bandung, Lembang, Garut, serta Bogor.
"Sekolah sebagai salah satu media yang tepat untuk mengasah keterampilan seni bagi siswa," kata Purwatjaraka seraya menambahkan program menyumbang alat musik tersebut dijalankan sejak awal tahun 2009.
Pria yang lahir di Beograd (dulu ibukota Yugoslavia) itu menilai saat ini pemahaman guru dan orang tua murid terhadap pengembangan bakat siswa semakin maju karena melihat potensi seni dalam diri seorang anak dapat dioptimalkan menjadi sebuah keterampilan khusus.
Ia menjelaskan, masyarakat tidak lagi menganggap seorang anak yang pintar diukur dari kemampuannya mengerjakan soal matematika atau pelajaran berhitung lainnya, karena keterampilan bermain musik juga mencirikan kemampuan khusus.
Namun demikian, dia juga menekankan pemerintah pusat harus membuat regulasi yang tepat untuk pembinaan siswa terhadap bidang kesenian termasuk pemberian dana bantuan operasional sekolah (BOS) untuk seluruh mata pelajaran sekolah.
Lebih lanjut, pria kelahiran 31 Maret 1960 tersebut menuturkan perkembangan industri musik di Indonesia maju pesat karena negara ini memiliki talenta dan pangsa pasar yang besar dengan jumlah penduduk lebih dari 200 juta orang. (kpl/boo)