KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Bola.net
Jero Wacik sendiri mengungkapkan, jika ia sangat terkesan dengan karya-karya almarhum Rendra. Ia bahkan berniat untuk meneruskan pesan dari seniman besar tersebut.
"Saya teringat pesan dari Pak Rendra. Perfilman di Indonesia sudah maju, begitu pun dengan dunia musik Indonesia juga sudah maju. Tapi hanya dunia teater yang belum maju, padahal cikal bakal dari dunia perfilman adalah teater," ungkap Jero Wacik yang dijumpai di Bengkel Teater Rendra, Jumat (7/8).
"Ya, buat Mas Rendra, saya akan meneruskan amanah dari Mas Rendra dan mudah-mudahan itu bisa tercapai," sambungnya.
Hal itu juga didukung oleh Emha Ainun Nadjib. Dituturkan suami Novia Kolopaking ini, sudah ada pembicaraan dengan Menteri Komunikasi dan Informasi tentang pengembangan karya Rendra.
"Kita berencana mengadakan tribute untuk Mas Rendra yang Insya Allah akan diselenggarakan tepat tanggal 17 Agustus dan kita akan membicarakan lebih lanjut untuk tempat dan di mananya acara itu digelar. Yang pasti karya-karya dari Mas Rendra akan ditampilkan dalam acara itu," ungkap Emha Ainun Nadjib. (kpl/hen/boo)

"Baca puisi ini baru yang pertama kali, aku harus belajar dulu, sempat deg-degan saat di panggung tapi Alhamdulillah kalau semua pihak bisa puas dengan penampilanku," ungkap Asti belum lama ini.
Baginya membaca puisi merupakan tantangan baru, karena selama ini dirinya jauh dari dunia olah kata itu. Ia mengaku salut kepada H. Andi Burhanuddin Solong (Ketua DPRD II Kota Balikpapan, Kaltim), selaku pengundang yang mengaku telah menulis puisi sejak usia belasan tahun.
"Baca puisi ini menjadi tantangan yang baru buat aku, karena ini job yang pertama kali buat saya dan saya tidak menyangka ternyata Pak Burhan selain sebagai Ketua Dewan tapi luar biasa bentuk kecintaannya terhadap sastra, dan kabarnya pak Burhan ini telah membuat puisi sejak usia 16 tahun, luar biasa, karena puisi itu kembali lagi bentuk apresiasi hati yang tertuang dalam tulisan dengan balutan kejujuran, luar biasa salut," tuturnya.
Kesempatan pertama itu menjadi cambuk semangat untuk belajar, dan Asti berterima kasih mendapat kepercayaan itu. Padahal awal bulan lalu, dirinya juga telah mengunjungi Kota Balikpapan untuk acara yang berbeda.
"Alhamdulillah aku bisa dipercaya lagi sama kota Balikpapan, karena sebelumnya tanggal 1 Februari saya datang ke Balikpapan untuk acara LSM Koalisi Perempuan, eh... di akhir bulan aku diundang lagi, bener benar bulan penuh cinta, diawali di Balikpapan dan diakhiri juga di Balikpapan," tegasnya. (kpl/wwn/dar)

Putu sempat tidak percaya kalau rekannya ini mencalonkan diri jadi presiden. Namun baginya itu sah-sah saja. "Aku pikir main-main ketika ada SMS masuk tentang pencalonan Deddy, karena aku itu selalu ledek-ledekan sama Deddy. Ketika SMS masuk aku tidak meledek Dedy, cuma aku balas 'Why Not?' dan Deddy balas 'ha..ha..ha..,' dan kemarin waktu di airport aku baca di koran Deddy masuk bursa..untung banget aku tidak meledek Deddy waktu itu," ungkap Putu yang dijumpai di hotel Nuansa Indah – Balikpapan – Kaltim, Minggu ( 01/03 ).
Sutradara kondang ini juga menegaskan kalau siapa saja berhak jadi pimpinan negara ini. "Ini negeri antah berantah yang siapa saja bisa menjadi pimpinan, jadi bisa saja sekarang itu petruk menjadi raja. Mungkin ada something wrong di negeri ini yang boleh saja menjadi motivasi buat Deddy untuk membuat menjadi benar negara ini melalui jalur demokrasi. Asal nanti kalau menang jangan jelek-jelekin yang kalah dan yang kalah jangan ngerecoki yang menang, harus belajar menang dan kalah," terangnya.
Setelah lama mengenal Deddy di panggung perfilman, Putu cukup kenal karakter rekannya ini. Menurutnya Deddy termasuk sosok yang cerdas. "Dulu waktu Deddy di IKJ aku pernah jadi dosennya, tapi kalau hubungan kerja dia jadi produserku. Secara pribadi Deddy itu orangnya cerdas, pikirannya luas dan nampaknya punya basic agama tapi moderat serta Deddy itu orangnya sudah matang," ujar sutradara yang pernah jadi guru tamu di sebuah universitas Amerika ini.
Dalam pencalonan sebagai presiden ini, Putu memang memberikan dukungan namun dia tidak menjanjikan akan ikut memilih. "Saya pikir bukan pantas atau tidak, tapi sekarang masanya berani atau tidak karena ini negeri yang merdeka dan demokratis. Sampai sekarang dukungan moral pasti, dukungan politik atau memilih lihat saja nanti, karena milih orang harus lihat programnya dan kepentingannya untuk apa? Karena sekarang yang bisa memimpin Indonesia tidak hanya cukup pinter tapi juga harus lihat tapi siapapun yang menang akan aku dukung," tambahnya. (kpl/wwn/erl)