KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Bola.net
"Lagu ini bercerita soal memuja seorang makhluk Tuhan yang paling cantik," ujar Ian menjelaskan.
"Menurutku cantik itu bukan hanya dilihat dari fisik, tapi dari inner beauty juga," tambahnya menegaskan.
Ditemui KapanLagi.com di lokasi syuting di rumah susun kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (11/11), Ian yang ditemani oleh personel Radja lainnya, lantas mengutarakan pendapatnya soal sosok tercantik dalam hidupnya.
"Buat aku wanita paling cantik itu adalah ibu. Seorang ibu tidak hanya cantik dari luar, tapi di dalam juga," tandas pria kelahiran Banjarmasin tersebut. (kpl/adt/bar)

"Saat ini memang momen yang paling tepat untuk kita ngeluarin single kedua dalam album the best ini," ujar Ian, saat ditanya soal waktu rilis single yang cukup dekat satu sama lain.
Selanjutnya, vokalis yang selalu akrab dengan kaca mata hitam tersebut juga mengutarakan animo fans yang cukup besar, hingga Radja pun memutuskan untuk membuat video klip baru.
"Sejauh ini respon masyarakat terhadap lagu-lagu kita cukup baik. Oleh karena itu kita membuat video klipnya sekarang," terangnya.
Ditemui KapanLagi.com dalam pembuatan video klip single Cantik yang diambil dari kantong album the best mereka SELALU ADA, Ian dkk sengaja memilih rumah susun di daerah Tanah Abang, Jakarta Pusat dan mengambil gambar saat suasana Rabu (11/11) sore mulai menjelang. (kpl/adt/bar)

"Karena tempatnya sesuai dengan konsep yang kita inginkan. Nanti kita syuting di roof top juga," ujar sang frontman Ian Kasela.
Ditemui KapanLagi.com dalam pembuatan video klip single Cantik yang diambil dari kantong album the best mereka SELALU ADA, Ian dkk juga mengakui, jika tak ada alasan khusus terkait dengan budget, yang membuat mereka memilih rumah susun sebagai lokasinya.
"Nggak lah (masalah budget), kita memang sempat kepengen di hotel, tapi kayaknya terlalu mewah," lanjut Ian seraya tersenyum.
Sementara itu, Ian Kasela dkk memilih lokasi rumah susun di daerah Tanah Abang, Jakarta Pusat dan mengambil gambar saat suasana sore, Rabu (11/11) mulai menjelang. (kpl/adt/bar)

Direktur Sportindo Production selaku pelaksana kegiatan, Edisyah, di Palembang Jumat (4/9) mengatakan, panitia telah menyelesaikan pembayaran awal (DP) kepada kedua grup band ini.
"Acara launching ini akan dibuat spektakuler, sehingga grup band yang ditampilkan juga grup band yang dikenal masyarakat Palembang," kata dia.
Dia mengungkapkan, sebelum menampilkan sajian musik dari kedua grup band ini, acara peluncuran akan diisi dengan memperkenalkan pemain dan ofisial tim, serta manajemen SFC di hadapan para fans atau supporter SFC.
Dia menambahkan, setelah menggelar launching tim ini, pada keesokan harinya, SFC akan digelar partai uji coba dengan salah satu klub Liga Super, Pelita Jaya.
Manajer SFC, Hendri Zainuddin, manajemen Pelita Jaya telah menyatakan kesediaan untuk menjadi lawan tanding SFC yang di gelar di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Sumatra Selatan (Sumsel), 27 September 2009.
"Sejak semula manajemen berencana menggelar partai uji coba dengan salah satu klub liga super yang akan dimasukkan dalam rangkaian acara launching tim SFC. Pada awalnya, kami berencana menggelar partai uji coba dengan Persib, namun belakangan mereka menolak dan bidikan pun dialihkan ke Pelita Jaya," kata Hendri.
Menurut dia, peluncuran tim dan partai uji coba ini dimaksudkan manajemen SFC untuk menandai musim kompetisi 2009-2010 yang akan bergulir 11 Oktober 2009.
"Agenda ini lebih kepada acara tim untuk para suporter dan masyarakat Sumsel yang telah memberikan dukungan kepada SFC, untuk itu dikemas dalam dua acara yang berbeda, hiburan pada malam harinya dan pertandingan sepak bola keesokan harinya," kata dia pula. (kpl/dar)

"Ini bagus, artinya bahwa transportasi kereta api ini adalah salah satu yang bisa mengangkut penumpang secara massal. Sementara kita adalah band yang hubungannya dengan massa yang cukup luas," kata Ian saat ditemui di Stasiun Kereta Api Senen, Senin (31/08) kemarin.
Lalu, apa sebenarnya kepentingan bagi Radja sehingga mau menerima tawaran iklan layanan masyarakat ini?
"Sebenarnya kepentingan tersendiri dari Radja adalah iklan mudiknya. Paling tidak kita memberikan satu pesan bahwa kita bisa mengimbau massa agar masyarakat tetap berhati-hati pada saat di jalan pada saat mudik nanti. Ini menemani mereka, kepentingannya itu," terang Ian.
Alasan memilih alat transportasi kereta api sendiri dilatarbelakangi oleh banyaknya masyarakat yang tidak mengerti tata cara mudik yang aman dengan menggunakan kereta api.
"Masyarakat itu kadang nggak ngerti bahwa ini kereta orang. Jadi, kita sering lihat kadang mereka membawa barang sebanyak mungkin yang nggak perlu. Karena 15 tahun lalu aku juga sekereta dengan orang-orang seperti itu, ada yang bawa ayam lah, bawa TV. Harusnya sih di tempat itu bisa diisi apa kan," lanjut Ian bersemangat.
Lima belas tahun yang lalu memang Ian berangkat dari Surabaya ke ibu kota dengan menggunakan kereta api. Saat itu, Ian masih bermodal nekat dan hanya membawa uang Rp11 ribu rupiah saja. Apa Ian tidak membawa apa-apa lagi selain uang tersebut?
"Gue bawa diri. Belum punya modal!" pungkasnya. (kpl/gum/npy)

"Pokoknya ini benar-benar mengingatkan saya akan sejarah. Ketika dibilang sama temen-temen di PH bahwa kita akan syuting di Senen, saya bilang ini seperti lima belas tahun yang lalu di sini. Tentunya ini seperti mengenang sejarah karena saat itu saya ke Jakarta hanya dengan duit Rp11 ribu dari Surabaya," kisah Ian selepas syuting bersama grup bandnya, Radja.
Diungkapkan Ian, lima belas tahun yang lalu saat Indonesia belum mengalami krisis moneter, uang sebesar itu masih bisa digunakan untuk bepergian dari Surabaya ke Jakarta. Apalagi, dengan naik kereta api, biaya yang dikeluarkan Ian pun tak begitu mahal.
"Dulu dari Pasar Turi ke sini cuman Rp11 ribu. Sebenarnya, enjoy juga dan nggak macet. Itu intinya, murah dan bebas macet. Orang ngalah buat kita (penumpang kereta api -red)," tuturnya.
Namun begitu, Ian sekarang sudah tak pernah lagi naik kereta api lewat Stasiun Senen. Pasalnya, rute yang dilewatinya sekarang tak pernah melalui stasiun tersebut.
"Tapi kalau Gambir iya, kalau misalnya kami ke Bandung kan lewat," katanya. (kpl/gum/npy)

"Kalau sahur kita Alhamdulillah selalu bareng kebetulan biasanya kita ngisi di acara sahur atau ngumpul di studio," ungkap vokalis grup band Radja ini saat ditemui usai syuting SBY, SAMBIL BUKA YUK, di Studio Cawang, Kamis (27/8).
Urusan kerja menurut Ian, tahun ini tidak berbeda jauh dengan tahun-tahun sebelumnya. Bahkan kecenderungan lebih banyak tahun ini. "Nggak berbeda jauh, masih sama. Kalau orang bisnis bilang nutup lah," tegasnya.
Dengan jadwal yang sibuk, pria yang selalu mengenakan kacamata hitam itu berharap dapat menyelesaikan kewajiban puasanya. Bahkan secara khusus, ayah dua anak ini memiliki target selama Ramadhan.
"Pengen menjadi lelaki yang lebih bener buat keluarga dan orang lain," tegas pria penyuka minuman kolak ini. (kpl/gum/dar)