< >

ARTIKEL RALPH FIENNES


'THE HURT LOCKER', Batas Tipis Antara Keberanian dan Kebodohan

KapanLagi.com - Pemain: Jeremy Renner, Ralph Fiennes, Guy Pearce, Anthony Mackie, Brian Geraghty, Christian Camargo, David Morse, Evangeline Lilly

Oleh: Fatchur Rochim

J.T. Sanborn (Anthony Mackie) dan Owen Eldridge (Brian Geraghty) adalah dua orang tentara dari kesatuan tim gegana yang bertugas di Irak pada tahun 2004. Mereka berdua bertugas menyisir area yang akan dilewati tentara Amerika untuk mencari ranjau yang kemungkinan ditanam oleh tentara Irak.

THE HURT LOCKER

Tugas tim ini bukanlah tugas yang mudah. Sanborn dan Eldrige tak boleh membuat kesalahan sekecil apa pun atau nyawa orang lain yang akan jadi korban. Itu terbukti ketika atasan mereka jadi korban dalam salah satu misi yang mereka lakukan. Namun kesadaran akan pentingnya ketelitian itu dengan segera menjadi sesuatu yang tak lagi diperlukan ketika tim ini mendapat pimpinan baru.

Tak seperti atasan sebelumnya, Sersan William James (Jeremy Renner) adalah seorang tentara yang 'tak biasa'. James selalu melakukan tindakan yang menurut aturan standar militer adalah tindakan yang ceroboh dan tak bertanggung jawab. James tak suka menggunakan robot untuk melumpuhkan ranjau dan lebih suka terjun langsung ke medan ranjau dan melumpuhkannya dengan tangan kosong. Sebagai bawahan, Sanborn dan Eldridge tak bisa berbuat apa-apa selain mengikuti perintah atasan.

THE HURT LOCKER

Bersama Mark Boal yang sempat menjadi penulis naskah film IN THE VALLEY OF ELAH Kathryn Bigelow, sang sutradara, mencoba mengungkap sisi lain dari perang dengan film berjudul THE HURT LOCKER ini. Mereka berdua mencoba melihat perang sebagai sesuatu yang adiktif dan bisa membuat orang kecanduan. Di sisi lain, Bigelow juga mempertontonkan bahwa dalam kondisi perang, kadang motivasi awal saat berangkat ke medan pertempuran sudah tak lagi jadi masalah. Yang ada hanya satu hal saja: bertahan hidup.

Struktur alur cerita film ini memerlukan konsentrasi tinggi karena nyaris tak ada plot yang jelas. Malahan bisa dibilang film ini adalah sekumpulan adegan yang menyorot para tokoh sentral dalam film ini. Tak ada jalan cerita yang jelas. Yang ada hanyalah pesan yang terselip di antara tiap-tiap adegan yang ditampilkan oleh film berdurasi 130 menit ini.

THE HURT LOCKER

Bigelow juga mencoba tak berpihak pada salah satu kubu yang bertempur. Ia hanya berusaha menggambarkan kondisi para tokoh sentral film ini tanpa harus menjadikan film ini sebuah analisa psikologis. Ia hanya menggambarkan keadaan yang dialami sang karakter saat itu tanpa harus mundur ke belakang dan menyorot masa lalu tiap karakter.

Intinya, THE HURT LOCKER ini bukan sebuah hiburan santai. Aksi laga dan pertempuran hanya ada karena itu memang harus ada dan bukan sebuah adegan utama. Untuk menyebutnya sebuah hiburan pun agaknya kurang tepat. Jadi jika Anda tak benar-benar ingin melihat lebih dekat apa yang dialami para serdadu saat berada di medan perang, bisa jadi film lain akan lebih menarik untuk ditonton.
(kpl/roc)


Lihat Galeri Foto:






THE HURT LOCKERTHE HURT LOCKERTHE HURT LOCKER


Lihat profil: Ralph Fiennes, Guy Pearce, Evangeline Lilly
Diposting oleh: Editor | Sabtu, 20-06-2009 |

'THE READER', Aib Yang Tak Mungkin Diungkap

KapanLagi.com - Pemain: Kate Winslet, Ralph Fiennes, David Kross, Alexandra Maria Lara, Lena Olin

Oleh: Fatchur Rochim

Pertemuan antara Michael Berg (David Kross) dan Hanna (Kate Winslet) memang tak pernah direncanakan. Mereka berdua bertemu saat Hanna menolong Michael yang jatuh sakit saat pulang dari sekolah. Setelah cukup sehat Michael kembali pulang namun ia kemudian datang lagi untuk mengucapkan terima kasih.

Berawal dari pertemuan ini Michael dan Hanna mulai menjalin hubungan yang lebih jauh meski usia Hanna sebenarnya jauh lebih tua dari Michael. Saat itu Hanna sudah berusia tiga puluhan sementara Michael baru berusia lima belas tahun. Michael sering membacakan cerita buat Hanna dan di sini pula ia pertama kali mengenal seks. Namun hubungan ini tak berjalan lama karena tiba-tiba saja Hanna menghilang tanpa memberitahu Michael.

Delapan tahun berlalu dan Michael kemudian menikah sementara ia mengambil kuliah hukum. Suatu ketika, Michael yang mendalami kasus peradilan para penjahat perang (Nazi) bertemu Hanna lagi. Yang agak mengejutkan adalah bahwa Hanna kali ini sedang diadili atas pembantaian tiga ratus orang dalam kamp konsentrasi di mana ia bekerja.

Meski terancam hukuman yang berat namun Hanna menolak membela diri dan Michael akhirnya sadar bahwa wanita yang pertama kali mengenalkannya pada cinta ini menyembunyikan satu rahasia besar yang tak mungkin diungkapkannya. Meskipun rahasia itu bisa saja membebaskannya dari ancaman hukuman.

Film hasil arahan sutradara Stephen Daldry ini adalah sebuah adaptasi dari novel karya Bernhard Schlink dengan judul yang sama. Beberapa kota di Jerman diambil sebagai lokasi pengambilan gambar untuk membuat suasana pasca perang di Jerman terlihat lebih realistis.

Belakangan ini banyak film yang berkisah seputar Nazi. Sebut saja INGLOURIOUS BASTERDS dan VALKYRIE yang juga mencoba mengungkap sejarah kelam ini. Ada satu hal yang membedakan THE READER ini dari film-film Nazi yang lain, film ini mencoba mengungkap sisi 'manusiawi' dari kisah dalam sejarah yang mungkin sama sekali tak manusiawi ini.

Memang ide cerita yang diusung film ini cukup kontroversial. Sulit rasanya membayangkan untuk bersimpati pada seorang pelaku pembantaian seperti yang ditawarkan oleh film ini. Namun terlepas dari itu, film ini digarap dengan sangat baik dan menjadikan film drama yang penuh dengan flash back dan bertempo lamban ini jadi cukup memanjakan mata.

Tiga pemeran kunci dalam film ini (Kate Winslet, Ralph Fiennes dan David Kross) pun bermain dengan sangat bagus dan meyakinkan meski mungkin sulit juga membayangkan kondisi emosional yang dirasakan orang pasca pembantaian Nazi ini. Satu lagi yang mungkin layak dijadikan renungan adalah kenyataan bahwa dalam hidup orang sering kali tak berani mengatakan 'tidak' pada sebuah masyarakat yang mayoritas mengatakan 'ya'. Atau mungkin itu juga yang ingin disampaikan film ini dan bukannya sekedar film tentang Nazi semata. (kpl/roc)


Lihat profil: Kate Winslet, Ralph Fiennes
Diposting oleh: Editor | Sabtu, 30-05-2009 |

«12345»