KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Bola.net
"Ini di luar kemampuan saya, tidak mudah menyanyi dangdut. Jadi saya sekarang lebih menghargai penyanyi dangdut," akunya saat ditemui di acara launching film JANDA KEMBANG di Planet Hollywood, Rabu (6/5).
Sita yang berperan sebagai Ibu Ida dalam film besutan sutradara Lakonde itu, mengaku kesulitan dalam menyanyi dangdut, selain cengkoknya juga goyangnya. "Menyanyi sembari goyang ternyata sangat sulit," akunya.
Sementara, dalam film ini yang paling mudah bagi Sita adalah memerankan Ibu Ida yang telmi itu. “Karena pada dasarnya aku ini juga telmi, jadi tinggal mengeluarkan ketelmianku sedikit saja selesai," pungkasnya. (kpl/wwn/dar)

"Nilai plus itu adalah lebih mengenal karakter siswa. Saya kan juga bisa banyak belajar dari mereka," katanya saat ditemui di Gedung Graha Pena, Jakarta, baru-baru ini.
Saat disinggung soal pembagian waktunya dengan keluarganya, Rida yang gemar melukis ini mengatakan jika waktu untuk keluarga adalah segala-galanya. Terlebih lagi, anaknya yang bernama Kiko masih berusia 10 tahun.
"Makanya sekarang sedang sibuk-sibuknya bersekolah dan belajar. Untungnya, suami mendukung semua aktvitas yang saya lakukan. Termasuk ketika mengeluarkan album solo ini," ujar Rida yang gemar makan sayuran ini.
Warna biru yang terdapat di dalam albumnya tersebut, sengaja dilakukan oleh pihak label. Hal itu dilakukan untuk menyesuaikan dengan pakaian yang pada saat pemotretan dikenakan oleh Rida.
"Kalau warna kesenangan saya adalah hitam, putih dan merah. Mengenai warna biru disesuaikan dengan pakaian saya," ujarnya.
Soal promo albumnya sendiri yang sudah pasti akan mengganggu waktunya bersama keluarga, Rida mengaku tidak tahu kapan akan melakukan promo dan membuat video klip.
"Semuanya yang mengatur agenda pembuatan video klip dan promo adalah pihak label. Aku kurang tahu pasti. Namun, yang jelas promo dulu baru membuat video klip," pungkasnya. (kpl/mai/npy)

"Nggak jauh-jauh memang. Saya tetap eksis di dunia musik dengan mengajar olah vokal," katanya saat ditemui di Gedung Graha Pena, Jakarta, baru-baru ini.
Selain mengajar menyanyi, Rida juga aktif menjadi presenter acara PEREMPUAN DAN DOKTER yang tayang di stasiun TV lokal, STV Bandung. Namun, di awal tahun 2009 ini Rida mengeluarkan solo album dengan musik racikan Adjie Soetama dan kawan-kawan. Suara Rida yang manis membawakan lagu-lagu baru dan beberapa lagu lama.
Kembali ke aktivitas Rida, wanita kelahiran Cimahi, Jawa Barat, 9 Oktober 1971, ini mengatakan meskipun dirinya aktif di dunia musik, sang suami selalu mendukung apapun yang dilakukannya. Dunianya yang baru setelahnya RSD bubar sangat menyenangkan. Rida juga merasa bangga menjadi guru olah vokal di sekolah musik Purwacaraka Cimahi Bandung.
"Mengajar olah vokal kepada siswanya merupakan sebuah kebanggaan tersendiri. Apalagi jika siswa tersebut bisa berhasil menjadi penyanyi," ungkapnya bangga.
Rida yang memiliki cita-cita sebagai sekretaris ini menceritakan, jika siswa yang diajarinya olah vokal tidak hanya sebatas anak-anak kecil. Namun, orang tua yang berusia 40-an juga menjadi siswanya. "Jadi kalau mengajar mereka lucu-lucu. Usia tertua murid saya ada yang berusia 52 tahun," ujarnya. (kpl/mai/npy)

"Saya mengenakan jilbab. Karena membuat album, maka saya menyiasatinya dengan mengenakan topi. Yang penting auratnya tetap tertutup. Saya sempat nggak percaya diri. Tapi bismillah saja," saat ditemui di Gedung Graha Pena, Jakarta, baru-baru ini.
Ketika disinggung mengenai albumnya yang berisikan genre pop jazz, ibu satu anak ini mengatakan jika suaranya tidak cocok atau tidak masuk apabila lagu yang ditawarkan bergenre pop melayu seperti yang sedang hits saat ini.
"Karakter suara kan beda-beda. Untuk saya lebih cocok dengan pop dan jazz," ujar istri dari musisi Jackie Djakaria SH.
Kendati demikian, Rida mengaku percaya diri jika albumnya ini bakalan hits. Pasalnya, selain memiliki penggemar sendiri yaitu RSD. Lagu-lagu yang dibawakannya merupakan lagu yang memiliki fans yang fanatik.
"Saya sempat survey terhadap anak-anak mengenai lagu-lagu yang terdapat di album solo ini. Kalau anak kelahiran 80-an ke atas memang tidak mengenal lagu ini. Jadi mereka pikir lagu yang saya bawakan adalah lagu baru," ujarnya.
Artinya, lanjut Rida, lagu ini sudah dinanti oleh pasar. Terlebih dalam waktu yang relatif pendek dan tanpa promo. Album solo Rida sudah berhasil terjual hingga 3 ribu copy. "Saya promo by Facebook. Alhamdulillah sudah lagu hingga 3 ribu copy," imbuhnya. (kpl/mai/bee)

Bagi Rida, jumlah album yang terjual sudah sangat lumayan. Apalagi, rasa rindunya terhadap dunia tarik suara membuat ibu satu anak ini memberanikan diri membuat sebuah album solo. "Dibantu dengan Adjie Soetama dan kawan-kawan akhirnya jadilah album solo ini," ujarnya saat ditemui di Gedung Graha Pena, Jakarta, baru-baru ini.
Album solo Rida terdiri dari lagu-lagu yang hits pada era 1980-an, 1990-an hingga lagu baru yang diciptakan oleh sejumlah musisi. Untuk single pertama dalam album ini, Rida memilih lagu berjudul Dua Anak Manusia yang diciptakan dan dipopulerkan oleh Vina Panduwinata.
"50% lagu 80-an, sisanya adalah lagu 90-an hingga lagu baru. Bisa dibilang aku juga sekalian nostalgia ya," ungkapnya, seraya mengatakan musisi bernama Rizal yang kebanyakan mengaransemen lagu-lagu yang sempat hits di eranya.
Selain lagu hits yang dibawakan oleh artis-artis senior, di dalam album itu ini juga terdapat sejumlah lagu hits RSD. Di antaranya adalah lagu Antara Kita dan Masih Ada. Namun, kedua lagu tersebut diaransemen ulang sehingga karakter RSD tidak ada di dalam lagu-lagu tersebut.
"Dalam album ini yang ingin ditimbulkan adalah karakter suara saya," ungkapnya, seraya mengatakan, jika dirinya juga telah meminta ijin kepada kedua kawannya Sita dan Dewi untuk memasukkan lagu tersebut.
Selain Vina, musisi senior lainnya adalah Andre Hehanusa, Adjie Soetama, Tetet Cahyati, Budhi Bidhun dan Irianti Erningpraja.
"Lagu terbaru dalam album ini terdiri dari tiga lagu, yaitu Saya Ingin, Katakan dan Sahabat," katanya menerangkan.
Kendati demikian, lagu yang ditawarkan kepada pendengar di dalam album ini tetap ringan dan enak didengar. Karena, lagu-lagu yang ditawarkan di dalam album yang bersampul biru tersebut bergenre pop jazz.
"Mengenai album yang mengatur adalah pihak label, yaitu Platinum," ungkapnya. (kpl/mai/bee)