< >

BLOG RIEKE DYAH PITALOKA


Rieke Dyah Pitaloka: Tidak Mudah Patenkan Budaya

Kapanlagi.com - Setelah bertubi-tubi dibuat resah oleh Malaysia yang gemar melakukan klaim terhadap budaya nasional, pemerintah memang sedang getol-getolnya mematenkan produk-produk budaya nasional. Namun, bagi selebriti sekaligus anggota parlemen Rieke Dyah Pitaloka, semua usaha pemerintah tersebut tak mudah dan masih perlu proses.

"Buat saya masih banyak yang harus beradaptasi. Dan kerja keras lagi. Ini kan suatu pekerjaan rumah buat pemerintah juga," tegasnya saat ditanya soal batik yang dipatenkan.

Ditemui KapanLagi.com di gedung MPR, Jakarta Pusat, Kamis (1/10), wanita asal Garut tersebut lantas juga mengaku jika sebenarnya masalah terkait bukanlah soal kebanggaan, namun ia juga berujar untuk jangan melupakan proses.

"Kalau dibilang bangga, saya bukan bicara bangga atau tidak, tapi ini bicara soal tanggung jawab besar. Yang harus dipegang teguh, mengingat tidak mudah mematenkan budaya kita di mata dunia. Dan itu perlu proses," tegasnya.     (kpl/hen/bar)


Lihat profil: Rieke Dyah Pitaloka
Komentar : 1 komentar
Diposting oleh: Editor | Kamis, 01-10-2009 |

Rieke: Budaya Nasional Harus Dipatenkan

Kapanlagi.com - Sudah bukan rahasia lagi jika klaim yang dilakukan Malaysia terhadap beberapa kebudayaan nasional telah membuat pemerintah lebih antisipatif untuk melindungi seni dan budaya bangsa. Hal tersebut ternyata juga diiyakan oleh selebriti sekaligus anggota DPR RI Rieke Dyah Pitaloka.

"Yang kemarin itu (klaim Malaysia, red) peringatan buat negara kita, untuk lebih peduli lagi pada kebudayaan atau milik negara sendiri," ujar wanita berusia 35 tahun tersebut.

Ditemui KapanLagi.com di gedung MPR, Jakarta Pusat, Kamis (1/10), wanita yang juga jago menulis tersebut lebih jauh menyikapi tentang hak paten untuk batik, yang dinilainya penting untuk menjaga budaya bangsa.

"Kalau bisa jangan hanya batik, kalau bisa yang lainnya pun harus dipatenkan, biar negara lain tidak sembarangan mengklaim budaya-budaya kita," tegas pemilik nama lengkap Rieke Dyah Pitaloka Intan Permatasari tersebut.   (kpl/hen/bar)


Lihat profil: Rieke Dyah Pitaloka
Komentar : 1 komentar
Diposting oleh: Editor | Kamis, 01-10-2009 |

Saat Gempa Rieke Khawatirkan Keluarga di Garut

Kapanlagi.com - Pada kerumunan korban gempa, bintang akting Rieke Dyah Pitaloka menceritakan jika dirinya merasa ketakutan ketika gempa 7,3 skala richter pada Rabu pukul 14.55 WIB itu terjadi. Karena pemeran Oneng ini, saat itu berada di dalam sebuah gedung di Jakarta.

"Saya merasa ketakutan hingga spontan berlari ke luar gedung untuk menyelamatkan diri," katanya bercerita pada korban gempa di Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya, Jumat (4/9). "Saya rasakan gempa, langsung saja saya lari keluar," katanya menambahkan.

Setelah itu segera dirinya mengontak keluarga di kampung halaman di Kabupaten Garut, menyusul pemberitaan di media yang menceritakan banyaknya korban dan kerusakan. Dirinya sempat berpikir macam-macam, melihat dampak gempa yang begitu luar biasa.

"Langsung saja saya kontak keluarga saya di Garut, karena saya khawatir terjadi apa-apa," kata wanita asal Garut itu dengan logat Sunda.

Sementara itu Kecamatan Cigalontang, yang dikunjungi Rieke, mengalami kerusakan cukup parah hingga ribuan warganya harus mengungsi. Cigalontang sendiri merupakan kawasan pegunungan berjarak sekitar 50 km dari pusat kota Tasikmalaya.    (kpl/dar)


Lihat profil: Rieke Dyah Pitaloka
Komentar : 3 komentar
Diposting oleh: Editor | Sabtu, 05-09-2009 |

Rieke Dyah Pitaloka Kunjungi Korban Gempa

Kapanlagi.com - Rieke Dyah Pitaloka alias Oneng, Jumat (4/9), mengunjungi korban gempa bumi di Kecamatan Cigalontang, yang mengalami kerusakan rumah dalam jumlah terbesar di Kabupaten Tasikmalaya.

"Saya merasa prihatin melihat langsung kondisi para korban gempa bumi yang berada di dalam tenda darurat, bahkan merasa ngeri melihat kondisi rumah warga yang sebagian besar hancur," katanya.

Rieke merasa prihatin melihat masyarakat harus tidur kedinginan di dalam tenda, apalagi melihat kondisi rumah warga yang ambruk.

Warga korban gempa perlu mendapatkan perhatian khusus selama di pengungsian hingga kembali ke rumah masing-masing yang sudah dibangun dan laik dihuni, kata wanita yang berkiprah di panggung politik itu.

Kedatangan Rieke di Lapangan Cigalontang, di mana dipasang tenda besar di posko utama bagi pengungsi disambut baik oleh para korban gempa karena sebagian besar mengenal perempuan pemeran Oneng di serial komedi televisi itu.    (kpl/dar)


Lihat profil: Rieke Dyah Pitaloka
Komentar : 2 komentar
Diposting oleh: Editor | Sabtu, 05-09-2009 |

Mega Kalah, Rieke Masuk UGD

Kapanlagi.com - Rieke Dyah Pitaloka seharusnya menjadi pembicara, tapi ternyata dirinya tak datang. Oleh karena itu, panitia akhirnya meminta Nadine Chandrawinata untuk menggantikannya pada jam 12.00 WIB dini hari atau 12 jam sebelum acara dimulai. Asisten Rieke, Rini, saat ditelepon mengatakan semalam Rieke langsung masuk UGD karena demam.

"Dirawat RS Graha Permata Depok, dua kali periksa di sana. Kemarin malam dan tadi pagi. Pas malam masuk UGD sekitar jam 11 malam. Faktor kecapaian sih penyebabnya. Sebenarnya sempat di rumah beberapa hari nggak enak badan, dipaksain akhirnya badan nge-drop," di Gedung Dewan Pers, Kebun Sirih, Rabu (15/7).

Rini menyebut Rieke divonis gejala sakit typhus oleh dokter. "Tapi alhamdulillah hari ini udah bisa dibawa ke rumah. Bukan dirawat, hanya dicek saja," imbuhnya.

Rini menuturkan, Rieke mungkin sakit karena banyak kepikiran dan pada malam harinya nggak bisa tidur. Apalagi selepas adanya pilpres ini.

"Nah, sebelum pilpres atau kampanye tidurnya normal, tapi sekarang karena mendekati pilpres jadi mikirin partai terus, tidurnya cuma dua jam sehari. Dokter menyuruhnya istirahat tiga hari karena gejala typhus. Panasnya sampai 40 derajat," jelasnya.

Apakah kekalahan Megawati dan PDIP, partai tempat Rieke memperjuangkan aspirasinya, yang membuatnya sakit? Rini tidak mau berkomentar lebih jauh. "Doain lekas sembuh ya," pintanya.

Rieke menolak dirawat di rumah sakit karena dia masih memberikan ASI ekslusif untuk bayinya. "Jadi nggak tega ninggalin bayi. Apalagi kan anak pertama yang ditunggu-tunggu. Jadi sama dokter dikasih obat yang aman untuk bayi. Karena masih menyusui," paparnya.

Gara-gara sakit, kerjaan Rieke jadi terganggu dong? "Awalnya kan baik-baik saja, tapi pas hari-H kerjaan sakit," jelasnya. (kpl/ant/bun)


Lihat profil: Rieke Dyah Pitaloka
Komentar : 1 komentar
Diposting oleh: Editor | Rabu, 15-07-2009 |

Film Kedua Tetralogi 'LASKAR PELANGI' Diluncurkan

Kapanlagi.com - Novel mega best seller karya Andrea Hirata berjudul SANG PEMIMPI diangkat ke layar lebar oleh sutradara muda Riri Riza, dengan produser Mira Lesmana.

"Film SANG PEMIMPI mengambil beberapa lokasi syuting di Belitung Timor, tepatnya Kota Manggar, Tanjung Pandan, Jakarta dan Bogor," kata Riri di Jakarta, Kamis (25/6).

Pengambilan gambar sekuel film SANG PEMIMPI dimulai di Belitung pada 1 Juli 2009 dan dijadwalkan selesai pada 21 Agustus 2009. Film tersebut merupakan adaptasi dari novel kedua tetralogi karya Andrea Hirata.

"Jika LASKAR PELANGI bercerita tentang Ikal dan kawan-kawannya semasa SD, maka SANG PEMIMPI berkisah tentang Ikal dan saudara sepupunya, Arai, serta sahabatnya Jimbron," sambung Riri.

Novel SANG PEMIMPI merupakan novel yang memiliki dimensi berbeda, di mana menokohkan seorang anak remaja yang mencari identitas diri dan seksualitas, pada usia 17 tahun.

Riri menjelaskan, untuk mencari tempat untuk pengambilan gambar, dia membutuhkan lokasi yang dapat mewakili tahun 80-an. Beberapa bintang artis terkenal serta pemain artis film pendatang baru asli Belitung akan mewarnai film arahan Riri yang diproduksi MILES Films dan Mizan Production.

Zulfani (Ikal kecil), Mathias Muchus (Ayah Ikal), Rieke Dyah Pitaloka (Ibu Ikal), Lukman Sardi (Ikal dewasa), untuk peran Ikal, Arai dan Jimbron saat remaja akan dimainkan oleh pendatang baru asli Belitung, yaitu Vikri Septiawan, Ahmad Syaifullah dan Azwir Fitrianto.

"Pada film SANG PEMIMPI menghadirkan pula Sandy Pranatha, juga anak asli Belitung sebagai Arai kecil, selain itu dua vokalis terkenal ikut mewarnai film SANG PEMIMPI, yakni Ariel Peterpan sebagai Arai dewasa, serta Nugie sebagai Pak Balia seorang guru muda yang inspiratif dan bersemangat," papar Riri.

Aktor watak Landung Simatupang memerankan Pak Mustar (kepala sekolah yang keras dan galak), Maudy Ayunda sebagai Zakiah Nurmala (gadis Melayu nan cantik), Yayu Unru sebagai Bang Rokib (pelaut Melayu yang berpengalaman) dan Jay Widjajanto sebagai Bang Zaitun (pemusik Melayu lokal yang lihai soal asmara).

"SANG PEMIMPI adalah petualangan pembuatan film baru bagi saya, cerita tentang anak-anak muda merangsek mimpi, dengan latar belakang kota pelabuhan bernama Manggar di Belitung Timur, sebuah cerita penuh drama, kegairahan dan pertentangan nilai," kata Riri, memaparkan.

Sementara itu produser SANG PEMIMPI, Mira Lesmana mengatakan bahwa pembuatan film ini membutuhkan dana sekitar Rp11 miliar, dengan durasi film dua jam.

"Untuk soundtrack film, baru dua lagu yang sudah siap dengan nuansa Melayu karya Said Effendi," kata Mira.     (kpl/bun)


Lihat profil: Andrea Hirata, Riri Riza, Mira Lesmana, Mathias Muchus, Zulfani, Rieke Dyah Pitaloka
Komentar : 1 komentar
Diposting oleh: Editor | Kamis, 25-06-2009 |

Donny Kesuma Tak Tertarik Ikut Berpolitik

Kapanlagi.com - Donny Kesuma mengaku tak mau ikut-ikutan masuk dunia politik seperti artis lainnya. Donny hanya berpatokan ingin menjadi contoh warga negara Indonesia yang baik.

"Saya tidak mau ikutan berpolitik. Saya belum siap," kata Donny yang menjadi ikon iklan Kuku Bima dalam acara temu wicara Prabowo dengan Laskar Mandiri di PT Sido Muncul Semarang, Senin (22/6).

Donny hadir dalam acara tersebut bersama dengan bintang iklan Kuku Bima lainnya, seperti Ade Rai dan Rieke Dyah Pitaloka.

Berbeda dengan artis yang lain, Donny mengaku tidak banyak job pada Pilpres 2009. "Tidak banyak job, karena saya tidak ikut berpolitik," katanya.

Sebelumnya, Donny pernah mengatakan bahwa dirinya tak tertarik dengan tawaran mendukung kampanye tiga pasangan capres/cawapres, meski tim sukses masing-masing calon menawarinya untuk bergabung.

"Saya tidak ingin menggiring masyarakat memilih satu pasangan calon yang saya kampanyekan. Biarkan mereka memilih sesuai hati nurani dan wawasan yang dimiliki terhadap kredibilitas ketiga calon tersebut," ujar Donny, Jumat (19/6).

Donny mengatakan, bila seorang calon presiden yang dikampanyekannya memang dan setelah menjabat keluar dari koridor visi, misi dan program ketika disampaikan kepada rakyat saat kampanye, ia akan merasa sangat berdosa telah ikut mengarahkan seseorang memilih calon tertentu.

"Siapa yang menjadi presiden ke depan juga harus yang terbaik," jawab Donny ketika ditanya soal siapa capres dan cawapres yang ia inginkan. (kpl/bun)


Lihat profil: Donny Kesuma, Ade Rai, Rieke Dyah Pitaloka
Komentar : 1 komentar
Diposting oleh: Editor | Selasa, 23-06-2009 |

«1234»

LIHAT ARSIP BERITA RIEKE DYAH PITALOKA TAHUN 2008
LIHAT ARSIP BERITA RIEKE DYAH PITALOKA TAHUN 2007
LIHAT ARSIP BERITA RIEKE DYAH PITALOKA TAHUN 2006
LIHAT ARSIP BERITA RIEKE DYAH PITALOKA TAHUN 2005
LIHAT ARSIP BERITA RIEKE DYAH PITALOKA TAHUN 2004