Advertisement
 
Selebriti:  Indonesia  Hollywood  Bollywood  Asia 

Riri Reza
Riri Reza
Reza
Muhammad Rivai Riza
Laki-Laki
Islam
Makasar, 02 Oktober 1970


Biografi :

Riri Riza lahir di Makassar, 2 Oktober 1970, memiliki nama panjang Muhammad Rivai Riza. Ia adalah salah seorang sutradara muda berbakat, selain juga sebagai penulis naskah, penata audio dan juga produser film. Karya-karyanya meliputi film dokumenter, film layar lebar, video klip, dan juga iklan.

Debut film layar lebarnya berjudul KULDESAK (1998), yang digarapnya bersama sahabatnya Mira Lesmana, Nan T. Achnas dan Rizal Mantovani. Keberhasilan film ini, mengukuhkan dirinya masuk dalam daftar sutradara berbakat nasional.

Riri kemudian memproduksi film ELIANA, ELIANA (2002), GIE (2005), UNTUK RENA (2005) dan TIGA HARI UNTUK SELAMANYA (2007). Selain Riri juga pernah menjadi produser film ADA APA DENGAN CINTA? dan RUMAH KETUJUH.

Riri juga pernah dipercaya untuk mengarap klip album bintang cilik populer Sherina Munaf, bertajuk Andai Aku Besar Nanti. Video klip inilah yang menjadi cikal munculnya film kedua karyanya bertajuk, PETUALANGAN SHERINA (2000). Film bertema anak-anak yang melibatkan bintang senior Didi Petet dan Butet Kertaradjasa.

Sebagai sutradara film dukumenter, karya pria berkacamata ini di antaranya telah memproduksi ANAK SERIBU PULAU untuk episode SIULAN BAMBU TORAJA dan KUPU-KUPU DI ATAS BATIKKU. Karyanya berjudul SONATA KAMPUNG BATA (1993), merupakan film ujian kelulusannya di Fakultas Film dan Televisi Institut Kesenian Jakarta.

Sebagai insan film, Riri tidak sekedar berkarya dan memproduksi film berbobot. Sosok idealisnya sebagai sineas film ditunjukan saat dirinya bersama puluhan teman sineas lainnya memprotes hasil FFI 2006. Menurut dirinya dan rekan-rekan film lainnya, dunia film Indonesia perlu perombakan sistem dan birokrasinya.



Arsip Berita Foto:
Riri Reza
Riri Reza
Riri Reza



Apa kata fans tentang Riri Reza :
malam k reza, saya dari sma gandhi ancol, saya dan teman" merupakan anggota dari tim ID, sebuah organisasi drai media indonesia untuk berlatih menjadi jurnalis dan fotografi. laporan kami bertema tentang perfilman di Indonesia, sebagai seorang yg berkecimpung dalam perfilman, kami hendak mewawancarai k Reza tentang perfilman di Indonesia. mungkin kakak bisa menyisihkan waktu beberapa menit untuk kami mewawancarai kakak. laporan kami nantinya akan di cetak di koran media indonesia. mohon balasannya. kami akan sangat senang jika kakak bisa menyisihkan waktu kakak untuk kami sebentar. terima kasih. Jbu


leonita (22-08-2008 22:03:05)
Saya Fia dari malang, saya punya beberapa karya berupa cerpen. Saya sangat berharap anda bersedia menfilmkan karya saya. Jika anda sedang mencari karya untuk difilmkan mungkin cerpen saya bisa jadi pertimbangan. Sekian.


Ana Rinda Musthofia (25-03-2008 11:58:36)
saia abis ikutan work shop ms Riri Reza,,dr situ saia jdy tmbah sng aja sama dunia film. nah saia pengen belajar film ke ms Riri bisa tak? ato klo ms Riri buka skola sutradara, saia pgen ikutan tuwh!ada tak??


dAra (21-12-2007 08:56:10)


Berita Riri Reza:
.

 
Film 3 HARI UNTUK SELAMANYA (3HUS) yang produksinya disponsori salah satu perusahaan rokok terbesar di Indonesia, Sampoerna A Mild, menelan dana sekitar Rp3,8 miliar dengan proses syuting selama 22 hari. Hal itu diungkapkan Mira Lesmana, produser 3HUS pada jumpa pers yang digelar di Black Canyon Cafe, Mari Mall, Makassar, Sabtu (16/6).

 
 
2007-06-18 23:12:00


.

 
Riri Riza punya cara sendiri untuk mengungkapkan simpati dengan korban gempa Yogyakarta. Sutradara berbakat itu mengabadikan peristiwa paling mengenaskan itu dalam film terbarunya, "3 HARI UNTUK SELAMANYA (3HUS).

 
2007-06-17 10:07:00


.

 
Artis cantik Dian Sastrowardoyo bersama Masyarakat Film Indonesia (MFI) mengadu ke Mahkamah Konstitusi, Selasa kemarin. Bersama Dian, ikut pula insan film lainnya seperti Riri Riza, Nia Dinata, dan beberapa aktivis MFI lainnya untuk menemui Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Asshidiqqie.

 
 
2007-05-09 15:12:00


.

 
Masyarakat Film Indonesia (MFI) melakukan aksi damai di Bundaran HI, Jakarta, Jumat (30/3) sore untuk memperingati Hari Film Nasional. Puluhan aktor, aktris, sutradara, dan pekerja film lainnya membagi-bagikan buklet kecil bersampul hitam yang berjudul 'Saya Peduli Film Indonesia' kepada para pengguna jalan yang melintas sore itu. Tujuan kegiatan itu, menurut salah satu juru bicara MFI, aktor Nicholas Saputra, adalah untuk menggugah masyarakat untuk lebih peduli terhadap produk film dalam negeri.

 
 
2007-03-31 05:11:00


.

 
Gagalnya dialog Citra Perfiman Nasional yang digagas PWI di Pusat Perfilman Haji Ustmar Ismail (11/1), gara-gara kelompok yang berkompeten urung hadir, bukannya tanpa alasan. Riri Reza, salah satu presidium dari Masyarakat Film Indonesia, memberikan alasan ketidakdatangannya via SMS. Dalam konfirmasinya tersebut, Riri mengatakan bahwa Masyarakat Film Indonesia tidak bersedia bertemu dengan BP2N.

 
 
2007-01-11 22:01:00


.

 
Masyarakat Film Indonesia (MFI) yang terdiri atas para pembuat film akhirnya menuntut agar Departemen Kebudayaan dan Pariwisata (Depbudpar) untuk mencabut Piala Citra bagi 'Film Terbaik 2006', EKSKUL. Pernyataan tersebut disampaikan bersamaan dengan dikembalikannya 30 Piala Citra dari FFI 2004-2006 kepada Menteri Kebudayaan dan Pariwisata (Menbudpar), Jero Wacik, di Jakarta, Selasa (9/1).

 
 
2007-01-09 18:03:00


.

 
Masyarakat film Indonesia (MFI), Selasa (9/1), pagi, menyerahkan 30 piala Citra kepada Menteri Kebudayaan dan Parawisata, Ir. Jero Wacik, di gedung kementrian JL. Thamrin Jakarta Pusat. Pertemuan tersebut diikuti sejumlah artis yang menerima piala FFI Diantaranya, Nia Zulkarnaen, Nirina Zubir, Nicholas Saputra, Marcela Zalianty, Riri Reza, Hanung dan Dedy Mizwar.

 
 
2007-01-09 15:45:00


.

 
Masyarakat Film Indonesia (MFI) menyerahkan 30 Piala Citra dari Festival Film Indonesia (FFI) 2004-2006 kepada Menteri Kebudayaan dan Pariwisata. Menurut Riri, penyerahan piala adalah salah satu proses kebangkitan film yang tidak ada hubungannya dengan dikotomi usia.

 
 
2007-01-09 13:45:00


.

 
Menteri Kebudayaan dan Pariwisata (Menbudpar) Jero Wacik mengatakan, semua pihak yang terkait dengan permasalahan pengembalian Piala Citra harus duduk bersama untuk mencari penyelesaian. Menurut dia, pihaknya siap "membuka semua pintu" karena ia meyakini bahwa jalan keluar atau penyelesaian bisa datang dari mana saja.

 
 
2007-01-05 08:45:00


.

 
Awal tahun 2007 merupakan puncak kekesalan insan film, khususnya para sutradara yang tergabung dalam Masyarakat Film Indonesia, Rabu (3/1), di Taman Ismail Marzuki, mereka di antaranya Riri Reza, Mira Lesmana, Rudi Soedjarwo, dan Hanung, menyatakan protes sekaligus prihatin dengan Festival Film Indonesia yang belum lama berlangsung. Pasalnya penjurian dalam festival tersebut terasa janggal dan penuh ketertutupan.

 
 
2007-01-03 17:35:00



 
Halaman: 1 / 3
 
 

Selebriti:  Indonesia  Hollywood  Bollywood  Asia 


 

©2003-2008 KapanLagi.com