Riri Riza

Riri
Muhammad Rivai Riza
Laki-Laki
Islam
Makasar, 02 Oktober 1970
Biografi :
Riri Riza merupakan salah satu nama populer dalam deretan sutradara film Indonesia. Berkat karya berbobotnya dan sambutan pasar film, dia dianggap sabagai salah satu 'energi' perfilman Indonesia, setelah sebelumnya terpuruk.
Karya film yang diproduksinya meliputi film dokumenter, video klip, iklan layanan masyarakat dan film layar lebar.
Film layar lebar pertama yang disutradarainya berjudul Kuldesak, yang mulai diproduksi pada 1996 dan dirilis 1998. Riri bekerjasama dengan Mira Lesmana, Nan T. Achnas dan Rizal Mantovani sebagai penulis naskah skenarionya.
Selain itu, Riri pernah terlibat dalam produksi film Internasional, sebagai asisten sutradara Mark Peploe, seorang sutradara Inggris dalam film Victory.
Sementara karya film dokumenter hasil penyutradaraanya berjudul Anak Seribu Pulau, untuk judul Siulan Bambu Toraja dan Kupu-Kupu di Atas Batikku. Disusul Buku Catatanku, film televisi yang khusus diputar di RCTI untuk memperingati Hari anak-anak Internasional 1997, yang mengantarkannya bersama Mira Lesmana memperoleh nominasi Festival Sinetron Indonesia 1998 untuk Penulisan Cerita Terbaik.
Pria yang pernah mengarap film Petualangan Sherina, berikutnya mengarap film-film sukses, termasuk di antaranya Eliana, Eliana, Gie, Untuk Rena, Ada Apa dengan Cinta, Rumah ke Tujuh dan film terbarunya, 3 Hari untuk Selamanya (2007).
Karya film yang diproduksinya meliputi film dokumenter, video klip, iklan layanan masyarakat dan film layar lebar.
Film layar lebar pertama yang disutradarainya berjudul Kuldesak, yang mulai diproduksi pada 1996 dan dirilis 1998. Riri bekerjasama dengan Mira Lesmana, Nan T. Achnas dan Rizal Mantovani sebagai penulis naskah skenarionya.
Selain itu, Riri pernah terlibat dalam produksi film Internasional, sebagai asisten sutradara Mark Peploe, seorang sutradara Inggris dalam film Victory.
Sementara karya film dokumenter hasil penyutradaraanya berjudul Anak Seribu Pulau, untuk judul Siulan Bambu Toraja dan Kupu-Kupu di Atas Batikku. Disusul Buku Catatanku, film televisi yang khusus diputar di RCTI untuk memperingati Hari anak-anak Internasional 1997, yang mengantarkannya bersama Mira Lesmana memperoleh nominasi Festival Sinetron Indonesia 1998 untuk Penulisan Cerita Terbaik.
Pria yang pernah mengarap film Petualangan Sherina, berikutnya mengarap film-film sukses, termasuk di antaranya Eliana, Eliana, Gie, Untuk Rena, Ada Apa dengan Cinta, Rumah ke Tujuh dan film terbarunya, 3 Hari untuk Selamanya (2007).
Apa kata fans tentang Riri Riza :
Pak Reza, saya sangat setuju dengan penetrasi anda ke Lembaga sensor Indonesia. Salam dashyat.
Noto Aksoro
(18-05-2008 09:49:00)
Riri Riza generasi muda perusak bangsa, yg mengotori generasi penerus bangsa ini dgn kemaksiatan yg mengatasnamakan kebebasan dan seni.
fredy
(14-05-2008 22:35:03)
saya termasuk penggemarnya mas riri riza.apa sih resepnya menjadi sutradara terbaik seperti mas riri riza??soalnya saat ini sy msk jurusan komunikasi.DAN SETERUSNYA SY PENGEN belajar gmn caranya buat film.dan ternyata susah juga ya..mohon bantuannya...
febri
(14-05-2008 15:34:41)
Berita Riri Riza:
.
Selain memerankan tokoh utama dalam film DRUPADI, Dian Sastrowardoyo sekaligus menjabat sebagai produser film tersebut. Bukan hal mudah, bekerja dengan dua posisi sekaligus, hingga akhirnya Dian mengaku banyak meninggalkan fungsinya sebagai produser.
2008-08-22 07:28:00
.
Sejak semula film DRUPADI disiapkan sebagai film festival, sehingga dibuat dalam bentuk film pendek dengan script dialog yang semi teater. Namun demikian bukan tidak mungkin bagi Riri Riza, selaku sutradara film ini, pada suatu saat untuk memproduksi versi full feature movie-nya (versi panjang).
2008-08-22 05:15:00
.
Sebuah film pendek, kolaborasi antara seni peran, musik dan tari diproduksi oleh CinemaArt, dengan menampilkan sejumlah tokoh muda perfilman Indonesia. Film dengan judul DRUPADI, diangkat oleh sutradara Riri Reza, sebagai karya idealis, syarat budaya yang siap untuk 'bertarung' di ajang festival.
2008-08-21 22:23:00
.
Udah lama absen dalam film layar lebar Butet Kartaredjasa mendatang akan tampil dalam dua film yakni OUTSIDERS garapan Herwin Novianto dan DRUPADI garapan Riri Riza. Butet yang sering berperan dalam pementasan teater Monolog ini tidak merasa istimewa bisa tampil kembali ke layar lebar.
2008-07-18 10:13:00
.
Film bagus belum tentu laris. Film laris belum tentu bagus. Tapi Riri Riza bisa melakukan keduanya. Paling tidak itu diamini oleh Andrea Hirata, novelis pencetak best seller LASKAR PELANGI. Setiap film Riri selalu sarat muatan edukasi. Semangat mendidiknya begitu besar sampai dia mengacuhkan pasar bahkan menentang arus. Itu pula yang membuat Andrea yakin dan rela karya sastranya dibakukan dalam layar lebar oleh Riri.
2008-05-21 12:22:00
.
Setelah sukses menjadi novel best seller dengan penjualan lebih dari 500.000 eksemplar. Kini LASKAR PELANGI siap diangkat ke layar lebar dan akan memasuki tahap syuting pada tanggal 25 Mei 2008.
2008-05-21 08:33:00
.
Setelah melalui rapat pengambilan putusan pada 14 April lalu, Mahkamah Konstitusi pada hari ini, Rabu (30/4), dengan mengacu pada pasal 56 ayat 5 UU no 24 tahun 2003 tentang MK, memutuskan menolak permohonan para pemohon (Masyarakat Film Indonesia). Namun putusan tersebut disambut puas oleh Mira Lesmana dan Riri Riza – perwakilan MFI.
2008-04-30 14:54:00
.
Garin Nugroho menyatakan tidak ingin terlibat dalam korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN), sehingga seorang anaknya pun harus mengikuti casting untuk mendapatkan peran dalam sebuah film garapannya, beberapa tahun lalu.
2008-04-25 20:40:00
.
Lembaga Sensor Film (LSF) bisa dimintai pertanggungjawaban pidana jika ternyata film yang telah dinyatakan lulus sensor terbukti melanggar ketentuan pidana, kata Mudzakir pakar hukum pidana Universitas Islam Indonesia di Yogyakarta.
2008-01-25 19:40:00
.
Sutradara film Nia Dinata dari Masyarakat Film Indonesia (MFI) mengungkapkan bahwa pihaknya akan memutar lima film yang digunting oleh Lembaga Sensor Film (LSF) dalam persidangan lanjutan Uji Materiil UU Perfilman Nomor 08 Tahun 1992 di Mahkamah Konstitusi, Jakarta, yang waktu pelaksanaannya diatur kemudian.
2008-01-24 20:40:00
:
Berita Foto
|
Selebriti
|
Celeb
|
Film
|
Musik
|
Televisi
|
Hollywood
|
Bollywood
|
Asian Star
|
Sinetron
©2003-2008 KapanLagi.com
Advertisement
Advertisement
Advertisement









