KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Bola.net
KapanLagi.com - Pemain: Nadine Chandrawinata, Yama Carlos, Keith Foo, Mirasih Tyas Endah.
Kisah berawal dari Abel (Nadine Chandrawinata) yang akan menikah dengan kekasihnya, Wisnu (Yama Carlos). Namun menjelang hari pernikahannya, muncul seorang wanita yang mengaku mengandung anak dari Wisnu. Wanita tersebut juga mengancam akan mengacaukan pernikahan Abel dan Wisnu, jika mereka tetap berencana menikah.
Sontak mendengar kabar tersebut, membuat Abel kecewa luar biasa. Abel yang tak mampu membendung kekecewaannya, memutuskan mengakhiri hidupnya sendiri. Beruntung, nyawanya masih bisa diselamatkan, meski harus koma selama beberapa waktu.
Namun sejak saat itu, hidup Abel tak lagi sama. Ia mengalami berbagai hal aneh dan mengancam hidupnya. Satu-satunya cara Abel mempertahankan hidupnya hanyalah jika Abel memilih untuk mati sekali lagi.
Meski telah banyak film-film horor yang di pasaran, tidak membuat sang sutradara, Rizal Mantovani gentar untuk membesut film horor. Dengan memberikan setting yang lebih 'gelap' dari film-film horor yang pernah dibuatnya, MATI SURI yang rilis pada 8 Maret 2009 ini mampu membuat penonton bergidik.
Seperti film-film horor Rizal sebelumnya, JELANGKUNG dan KUNTILANAK, di MATI SURI dapat ditemukan ciri khas film besutannya. Rizal masih setia membuat akhir film yang menggantung. Rizal sendiri menyebutnya akhir film yang terbuka, mengajak penonton untuk mendiskusikan setelah menonton film produksi Maxima ini. (kpl/riz)

KapanLagi.com - Pemain: Nia Ramadhani, Andhika Pratama, Shareefa Daanish
Film produksi MD Entertainment ini berkisah tentang dua sahabat dekat, Felina (Nia Ramadhani) dan Alin (Shareefa Daanish). Mereka berdua baru saja masuk perguruan tinggi dan sedang menjalani Ospek (orientasi studi dan pengenalan kampus). Saat Ospek itulah Felina jatuh cinta pada Marik (Andhika Pratama), senior yang sering melindungi mereka dari hukuman.
Saat melakukan Ospek Lanjutan di luar kampus, tepatnya di Hutan Kayu Mati yang terkenal angker, Alin kesurupan. Hal ini bermula saat Alin dan teman-temannya mengikuti jurik malam, mereka tersesat ke sebuah lubang besar. Di sana Alin mengambil boneka yang terlihat mengerikan.
Kesurupan Alin rupanya tak biasa. Alin kemasukan 3 roh yang bergentayangan di hutan kayu mati tersebut. Setelah sempat disembuhkan oleh Rusman, laki-laki bisu dan ompong yang tinggal di sekitar hutan tersebut, Alin pun dibawa pulang.
Sayangnya begitu tiba di Jakarta, Alin kembali kesurupan. Wajah Alin berubah menjadi kakek-kakek, kemudian menjadi perempuan desa, dan berubah lagi menjadi anak kecil. Sontak hal ini membuat panik Maya, ibu Alin, dan juga Felina serta Marik.
Kondisi Alin semakin parah. Sesaat ia terlihat biasa, saat berikutnya ia berubah menjadi mengerikan dan membahayakan orang-orang di sekitarnya. Bahkan suatu malam, Alin tiba-tiba menghilang, dan muncul di sebuah diskotik lalu meneror lelaki hidung belang yang hendak menyetubuhinya.
Seiring kondisi Alin yang memburuk, hubungan Felina dan Marik pun diwarnai pertengkaran. Namun pertengkaran tersebut membawa mereka berdua ke hubungan yang lebih dekat.
Atas anjuran 'orang pintar', mereka harus kembali ke hutan kayu mati itu untuk mengembalikan boneka tersebut, supaya roh yang ada di tubuh Alin keluar. Namun saat di hutan, mereka kembali bertemu dengan Rusman yang didampingi Rusli, juru bicaranya, mengatakan bahwa Alin bisa disembuhkan dengan satu syarat, mereka harus mengitari Hutan Kayu Mati tepat pukul 12 malam agar 3 setan penunggu yang mengganggu roh Alin dapat keluar.
Setelah melalui berbagai peristiwa yang membahayakan, syarat tersebut berhasil mereka penuhi. Semua telah selesai, mereka pun berpelukan. Tiba-tiba suara Alin kembali berubah. Apakah masih ada roh tersisa di tubuhnya? Roh siapa lagi kali ini?
Seperti umumnya film horor Indonesia, film garapan Rizal Mantovani ini menyajikan banyak teriakan yang mungkin memang berhasil menakuti dan mengageti beberapa orang. Sayang teriakan tersebut tak didukung kemampuan akting bintang-bintang muda.
Meski begitu, Rizal berhasil membangun ketegangan demi ketegangan sepanjang film. Mau ikut berteriak? Saksikan di bioskop mulai 27 Maret 2008! (kpl/lin)