< >

ARTIKEL ROBBY TUMEWU


'TULALIT', Semua Serba Salah Sambung

KapanLagi.com - Pemain: Shareefa Daanish, Arie Untung, Meriam Belina, Robby Tumewu, Edric Chandra, Kiwil, Budi Andung

Maxima Pictures, rumah produksi yang kerap menghadirkan film romantis dan horor kini ikut nimbrung di komedi. Film yang disutradarai oleh Saptadji ini mengisahkan perjuangan pemuda kocak yang berusaha membuktikan dirinya bukan gay.

Diceritakan, Edric (Edric Chandra), pemuda yang kocak, bersahabat dengan beberapa pemuda konyol macam Ari (Arie Untung), Budi (Budi Andung), dan Yadi (Yadi Sembako). Mama Edric, Mer (Meriam Belina), mengira anaknya gay, karena kerap memergoki Edric melakukan hal-hal aneh. Mer selalu berharap anaknya menjadi pria sejati dan menikahi seorang perempuan.

Tak ingin mengecewakan ibunya, Edric akhirnya mengaku kalau dia sudah punya pacar. Atas saran Ari, Edric mengambil foto seorang model dari majalah dan memperlihatkan pada Mer. Bangga anaknya mempunyai kekasih seorang model, Mer minta segera dipertemukan.

Cerita beralih ke Sarifah (Shareefa Daanish), seorang foto model yang dijodohkan ayahnya, Robby (Robby Tumewu) dengan saudagar kaya Daus Costner (Daus Sparo). Sayangnya, Daus telah memiliki istri (Pretty Asmara). Daus begitu ngebet ingin memperistri Sarifah.

Tanpa sengaja, Edric bertemu dengan Sarifah, hingga akhirnya mereka berteman. Beberapa kejadian membuat Mer salah sangka.

Penasaran dengan Sarifah, Mer berusaha mencari tahu sampai mendatangi rumahnya. Sial, Mer bertemu dengan Robby, musuhnya sejak dari SMA.

Bagaimana kisah akhir Edric dan Sarifah? Benarkah Edric memang gay?

Film yang diproduseri oleh Chandra Lie ini lumayan berhasil mencapai tujuannya, yaitu mengocok perut penonton. Sayang, pemeran tokoh utama, Edric Chandra malah tak berhasil membangun suasana kocak. Justru para pendukung seperti Kiwil, Daus, dan Meriam Belina yang berhasil membuat penonton terpingkal. Cerita yang berjalan lambat dan tidak adanya titik klimaks membuat film ini sedikit membosankan. (kpl/lin)


Lihat profil: Shareefa Daanish, Arie Untung, Meriam Belina, Robby Tumewu
Diposting oleh: Editor | Sabtu, 23-08-2008 |

'TRI MAS GETIR', Kisah Getir Tiga Mas-Mas

KapanLagi.com - Pemain: Tora Sudiro, Indra Birowo, Vincent Club Eighties, Titi Kamal, Robby Tumewu, Tino Saroengalo, Cut Mini, Emmy Lemu

Tora Sudiro kembali ke layar lebar, untuk film ketiganya tahun ini, setelah OTOMATIS ROMANTIS dan NAMAKU DICK. Masih bergenre sama, komedi 'esek-esek', yang sepertinya akan menjadi keahlian satu-satunya bagi Tora.

Kali ini, Tora berperan sebagai Ciang Pek, cucu pemilik perguruan wushu. Ciang Pek bersahabat dengan Sugeng (Indra Birowo) dan Ujang (Vincent Club 80’s), yang juga menimba ilmu di perguruan wushu milik engkongnya. Di sela-sela waktu, mereka nyambi menjadi figuran.

Sugeng telah menikah dengan wanita gemuk bernama Susi. Sedangkan Ujang adalah putra pemilik rumah makan yang sukses. Ujang terobsesi dengan Katrina Katrodipuro (Titi Kamal), bintang film terkenal dan cantik, dan ingin menikahinya.

Masalah datang saat Kakek Ciang Pek meninggal dunia. Di malam pemakamannya, datang Munar Sapawi (Tino Sarunggalo), gembong mafia yang ingin menagih utang Engkong sebesar Rp200 juta. Munar pun mengancam, apabila dalam seminggu utangnya tak dilunasi, perguruan wushu akan disita.

Di saat putus asa, Sugeng mengusulkan ide konyol, menculik Katrina. Untuk menjalankan rencananya, Sugeng kembali meminjam uang kepada Munar Sapawi untuk membeli peralatan-peralatan yang dibutuhkan.

Rencana penculikan pun dimulai. Mereka akan menculik Katrina ketika ada acara jumpa pers film terbarunya. Rencana pun dijalankan. Mereka mematikan lampu gedung dan menculik Katrina. Sayang seribu sayang, bukannya Katrina, mereka malah menculik Fatima (Cut Mini), aktris yang namanya mulai redup.

Mas-mas ini pun tak kalah akal. Mereka tetap minta tebusan ke produser Star Joni (Robby Tumewu). Karena Fatima dianggap artis tua yang tak laku, Star Joni menolak tebusan mereka, dan membiarkan Fatima disekap.

Fatima yang tersinggung dengan penolakan Star Joni, mengajak ketiga pemuda itu untuk berkomplot. Dia ingin memanfaatkan penculikan itu untuk menaikkan pamornya. Ia menduga penculikannya akan diliput oleh seluruh infotainment dan dia akan mendapat popularitasnya kembali.

Sayang, hal ini malah memicu Katrina (Titi Kamal) yang ingin tambah tenar. Mengikuti jejak Fatima, Katrina pun ingin ikut diculik.

Bagaimana kelanjutan kisah dua selebriti dan tiga mas-mas yang payah ini?

Sayang tak ada hal baru yang ditawarkan oleh film ini. Sindiran-sindiran terhadap kondisi masyarakat sekarang, terutama para selebriti, terkesan garing dan membosankan. Unsur komedi terkesan sangat dipaksakan. Penggunaan bahasa dan dialog vulgar membuat film ini terkesan murahan.

Akting para aktornya tak banyak membantu. Tora dan Indra telah kerap muncul bersama dalam sebuah variety show di televisi swasta. Kehadiran mereka memang lumayan lucu, tapi tak terlalu berbeda dengan kehadiran mereka tiap minggunya di layar kaca.

Meski demikian, bagi penggemar lelucon yang dibalut esek-esek, film ini benar-benar sesuai ditonton orang yang telah cukup umur (baca: dewasa). (kpl/lin)


Lihat profil: Tora Sudiro, Indra Birowo, Titi Kamal, Cut Mini, Robby Tumewu
Diposting oleh: Editor | Senin, 14-07-2008 |

«1»