< >

ARTIKEL RYAN REYNOLDS


'THE PROPOSAL', Pura-Pura Menikah Demi Karir

KapanLagi.com - Pemain: Sandra Bullock, Ryan Reynolds, Malin Akerman, Mary Steenburgen, Craig T. Nelson, Oscar Nuņez, Aasif Mandvi, Betty White

Oleh: Fatchur Rochim

Margaret Tate (Sandra Bullock) adalah tipe wanita 'berkuasa' yang tak segan-segan menindas para pria di kantor tempatnya bila hasil pekerjaan mereka tak sesuai dengan apa yang Margaret inginkan. Margaret tak pernah menyadari bahwa cepat atau lambat ia pasti 'memerlukan' bantuan anak buahnya.

Suatu hari, Margaret menghadapi masalah dengan petugas imigrasi dan wanita yang bekerja sebagai editor buku ini terancam dideportasi kembali ke Canada. Terlanjur menikmati kehidupannya di Amerika dan tak ingin karirnya berantakan, Margaret lalu mengaku bahwa ia akan menikah dengan Andrew Paxton (Ryan Reynolds), salah seorang anak buahnya.

'Pasangan mendadak' ini pun lantas berpura-pura bahwa mereka akan segera melangsungkan pernikahan dan memutuskan untuk berlibur di rumah Andrew agar semua tipu daya itu terlihat meyakinkan. Awalnya Andrew merasa keberatan namun karena Margaret memaksa, mau tak mau Andrew setuju meski ia juga mengajukan beberapa syarat untuk bantuannya itu.

Semuanya berjalan lancar sesuai dengan skenario Margaret. Keluarga Andrew sepertinya tak keberatan Andrew menikah dengan Margaret. Celakanya, di saat seharusnya mereka menikah, kesadaran dalam diri Margaret membuatnya memutuskan untuk membatalkan semua rencana gila itu.

Sebenarnya, dari sebuah ide kecil yang tak masuk akal sekalipun, seorang sutradara yang baik akan bisa membuat sebuah kisah menarik yang menghibur sekaligus bisa menjadi cermin buat para penonton. Untuk film berjudul THE PROPOSAL ini, Anne Fletcher, sang sutradara mencoba mengangkat tema standar yang banyak ditemukan pada film-film komedi romantis dan menjadikannya sebuah tontonan berdurasi 108 menit yang cukup menghibur.

Tak ada hal baru dalam film ini. Ide yang sama juga ditawarkan film A WALK IN THE CLOUDS yang mengangkat tema dasar 'pura-pura menikah' atau mungkin lebih tepat disebut 'pura-pura jadi sungguhan'. Sebenarnya itu sah-sah saja asal tak terjebak pada suguhan akhir yang juga terasa klasik. Soal yang satu ini, Anne banyak terbantu oleh dua pemeran utamanya yang cukup mumpuni. Sandra Bullock cukup efektif memerankan seorang wanita bertangan besi sementara Ryan Reynolds pun cukup meyakinkan tampil sebagai pria lugu yang tertindas.

Ini cukup mampu membuat THE PROPOSAL ini jadi suguhan yang menarik karena dengan pola standar, penonton pasti sudah tahu bagaimana akhir kisah, jadi tak ada gunanya membuat alur cerita jadi berbelit-belit yang akhirnya malah merusak kenikmatan menonton film ini. Sayangnya, naskah sepertinya kurang mampu membuat seluruh porsi jadi cukup meyakinkan. Buktinya di akhir cerita, ada kesan bahwa cerita jadi terburu-buru mengejar ending.

Bila sebelumnya Bullock dan Reynolds sudah tampil maksimal, saat mendekati ending justru mereka seolah tak mampu menghasilkan penampilan yang memuaskan. Karena naskah memang tak memungkinkan, chemistry yang semula sudah terbangun jadi berantakan. Tak ada cukup momen untuk membalikkan hubungan antara Bullock dan Reynolds sehingga akhir cerita malah terasa sedikit hambar. (kpl/roc)


Lihat profil: Sandra Bullock, Ryan Reynolds
Diposting oleh: Editor | Kamis, 20-08-2009 |

'FIREFLIES IN THE GARDEN', Saat Tragedi Menjadi Ujian Berat

KapanLagi.com - Pemain: Julia Roberts, Ryan Reynolds, Willem Dafoe, Emily Watson, Carrie-Anne Moss, Hayden Panettiere, Ioan Gruffudd, Cayden Boyd

Charles Waechter (Willem Dafoe) adalah seorang suami dan ayah yang tegas. Ketegasan Charles yang cenderung semena-mena membuat hubungan pria ini dengan istri dan anak-anaknya jadi sedikit renggang.

Michael (Ryan Reynolds), putra Charles, menyimpan kenangan masa lalu yang buruk mengenai hubungannya dengan ayahnya. Charles memiliki banyak aturan yang harus dipatuhi oleh Michael dan ibunya, Lisa (Julia Roberts). Peraturan yang sama juga berlaku untuk Jane (Emily Watson) yang tinggal di rumah itu.

Dua puluh tahun kemudian, Charles dan Lisa mengalami kecelakaan yang menyebabkan Lisa meninggal. Dalam kesedihan dan 'dendam' pada masa lalu yang kelam, keluarga ini harus menghadapi ujian berat yang bisa mengakibatkan perpecahan. Mampukah cinta menyatukan keluarga yang telah lama tercerai berai ini?

Film drama keluarga yang memasang sederet nama beken ini disutradarai oleh Dennis Lee dan mengambil lokasi shooting di Texas. Film ini pertama kali diputar dalam acara Berlin International Film Festival tahun 2008 ini.

Film FIREFLIES IN THE GARDEN ini bisa dikategorikan film yang 'berat' untuk dicerna tak cocok buat mereka yang ingin mencari hiburan segar. Kisah drama keluarga memang punya potensi untuk menjadi 'berat' bila tak hati-hati dalam menggarapnya.

Sebenarnya tak banyak yang ingin disampaikan film ini. Hanya sebuah perenungan bahwa dalam sebuah keluarga, tak ada untungnya memaksakan sebuah kehendak pada anggota keluarga yang lain. Untuk sebuah film layar lebar, ide film ini malah lebih cocok untuk sebuah drama televisi atau sinetron.

Sebenarnya film ini masih punya potensi menjadi tontonan yang bagus namun sayangnya ada beberapa hal yang akhirnya malah membuat film ini jadi terasa sedikit membosankan. Misalnya saja masalah pengambilan gambar yang cenderung 'polos' mirip pada film-film drama jaman dulu. Pencahayaan pun seolah tak benar-benar digarap sehingga adegan demi adegan jadi terasa datar dan tak menghibur mata.

Masalah lain adalah Willem Dafoe yang terasa kurang pas membawakan sosok yang 'mendominasi' sementara karakter Lisa Taylor yang diperankan oleh Julia Roberts justru seolah tenggelam. Kemampuan akting Carrie-Anne Moss dan Emily Watson pun seolah jadi sia-sia di sini. Tampaknya film ini memang agak kedodoran dalam masalah naskah yang kebetulan juga ditulis oleh sang sutradara, Dennis Lee. Kabarnya naskah ini sempat beredar di Hollywood cukup lama sebelum akhirnya Senator Entertainment setuju untuk mendanai film ini.

Satu lagi yang mungkin terasa cukup mengganggu adalah flashback yang beberapa kali terjadi tanpa ada tanda-tanda yang jelas agak mengganggu proses pemahaman film ini. Masalahnya adalah tak ada yang jelas menunjukkan beda antara waktu lampau dan saat kini kecuali dari bentuk kendaraan yang ada dalam adegan itu. Kostum dan production design tak memberikan gambaran yang jelas adegan tersebut ada di waktu yang mana. (kpl/roc)


Lihat profil: Julia Roberts, Ryan Reynolds
Diposting oleh: Editor | Minggu, 19-10-2008 |

«12»