KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Bola.net
"Sebenarnya hemat listrik kan bagus menjaga keseimbangan alam juga, meredam global warming juga kalau misalkan nggak ada AC," ujarnya.
"Masyarakat Jakarta itu manja sekali, hidupnya sudah seperti di rumah kaca. Kalau dipikir, udara yang kita hirup dari AC nggak bagus jadi sekali-sekali jendela harus dibuka juga," tambahnya.
Selanjutnya, ditanya soal apakah ia sempat mengeluh saat tak ada pasokan listrik dari PLN, Ayu yang ditemui KapanLagi.com lantas menceritakan pengalamannya.
"Kebetulan aku tinggal di apartemen dan di sana sempet ngerasain sebentar (mati lampu), terus hidup lagi karena kan ada generatornya," terangnya.
"Tapi aku dengar dari Sarah (Azhari) yang tinggal di perumahan dan ngerasa kepanasan. Aku sih Alhamdulillah nggak terlalu, tapi bagus juga kan nggak pakai AC," pungkasnya. (kpl/gum/bar)

"Anak saya sudah tahu dengan internet, dan dia sudah berumur 6 tahun. Sudah lihat saya ngeklik internet dan saya suka buka Google," ujarnya menerangkan.
Selanjutnya, ibu dari Albany Ray itu nampaknya juga tak mau dampak buruk menjelajahi dunia maya ikut dirasakan oleh buah hatinya. Buktinya, ia mengaku mengajari sang anak bagaimana cara berinternet dengan sehat dan aman.
"Apalagi anak zaman sekarang pemikiran mereka sudah maju. Saya sudah mengajarkan dia (Albany) main internet dengan sehat dan aman," lanjutnya.
Lihat Koleksi Lainnya
Ditemui KapanLagi.com di JHCC, Senayan (7/11) malam, Sarah juga menuturkan jika internet sudah merupakan sebuah hal yang tak bisa dipisahkan dari kehidupan sehari-hari.
"Internet sudah jadi bagian hidup, dan internet dengan mudah kita gunakan setiap hari," tandas aktris sekaligus penyanyi yang baru saja merilis album itu. (kpl/adt/bar)

"Buat saya anak nomor satu, karena anak butuh pengertian, bimbingan dari orangtua. Karena anak saya masih perlu banyak bimbingan dari orangtuanya dalam perkembangannya," tegasnya.
Selanjutnya, perempuan berusia 32 tahun itu memberikan contoh ketika ia harus memilih jalan hidupnya, meski akhirnya tak jadi mengambil waktu untuk kembali menjalani studi, namun Sarah tetap santai karena menurutnya anaknya memang lebih butuh perhatian besar darinya.
"Saya pengen ambil gelar master, tapi tidak dulu karena anak saya butuh perhatian khusus. Dan saya tidak mau terlalu sibuk dan egois, pokoknya pengen jadi ibu yang baik," terangnya.
Lihat Koleksi Lainnya
Ditemui KapanLagi.com di JHCC, Senayan (7/11) malam, Sarah lantas mengutarakan jika sebenarnya ia telah banyak mendapatkan tawaran dalam berkarir, namun lagi-lagi pertimbangannya dalam mengasuh anak membuatnya harus mengurungkan niat.
"Secara jujur banyak organisasi yang menawarkan saya (profesi), tapi saya tidak mau, karena saya punya anak dan saya tidak mau jauh dari anak," tandasnya. (kpl/adt/bar)

"Lucu juga, dan saya punya teman yang seperti itu, berawal dari kenalan di dunia maya," ujarnya saat ditanya apakah ia berminat mencari jodoh sembari menyalurkan hobi barunya menulis blog.
"Dan kalau jodoh saya lewat internet kenapa tidak? Tapi saya tidak punya niat untuk itu," tambahnya menegaskan.
Ditemui KapanLagi.com di JHCC, Senayan (7/11) malam, Sarah lantas mengungkap, jika ia sebenarnya kerap mendapatkan ajakan kencan via internet.
"Ada juga yang ngajak saya kencan, tapi saya anggap becanda dan kita harus anggap siapa pun dengan baik dan sopan," ungkapnya.
Lihat Koleksi Lainnya
Selanjutnya, biduanita yang telah merilis dua album tersebut nampaknya juga punya cara pandang sendiri menyoal kontroversi yang kerap dirasakannya, saat berurusan dengan kasus di dunia maya.
"Kita lihat sifatnya merugikan atau tidak, buat saya berinternet harus sehat aja dan harus kita konsultasikan sama pihak hukum," tandasnya. (kpl/adt/bar)

"Internet sudah menjadi gaya hidup dan ada untung dan ruginya, internet sangat merugikan apalagi kalau ada sesuatu yang merugikan dan kita harus hati-hati," ujarnya.
"Bicara teknologi sangat bahaya dan menggunakan teknologi dengan hati nurani aja. dan harus berhati-hati dan saya percaya saja," imbuhnya.
Ditemui KapanLagi.com di JHCC, Senayan (7/11) malam, Sarah nampaknya memang sedang hobi mengakrabi dunia maya, buktinya ia sempat mempromosikan blognya kepada para pemburu berita.
"Agak susah untuk dihindari dan kita berinternet dengan sehat saja dan pasti ada foto saya, teman-teman wartawan kalau tidak bisa ketemu saya tinggal masuk di blog saya," terangnya.
Lihat Koleksi Lainnya
Sementara itu, Sarah juga tak memungkiri, jika dirinya memang merasa masih sering dirugikan oleh pengguna internet yang kurang bertanggung jawab.
"Sampai sekarang masih dikecewakan, dan ada positif dan negatifnya serta ada ruginya," tandasnya. (kpl/adt/bar)

"Nge-blog itu sudah menjadi bagian hidup dan tanpa teknologi kita tidak bisa ngapa-ngapain. Sampai belanja aja bisa lewat teknologi dan kita perlu belajar, karena saya tidak jago dalam menggunakan teknologi," tuturnya.
Selanjutnya, adik Ayu Azhari itu turut mengakui, jika dirinya memang masih kesulitan dalam mempelajari seluk beluk dan cara berinternet.
"Kesulitan pasti, karena saya bukan penulis, apalagi ngetik tapi saya mau belajar dan punya blog untuk say hay sama fans," ujarnya.
Lihat Koleksi Lainnya
Ditemui KapanLagi.com di JHCC, Senayan, Sabtu (7/11) malam, Sarah nampaknya juga masih merasa asing dengan teknologi internet, meski namanya kerap menghiasi dunia maya lengkap dengan segala kontroversinya.
"Dulu saya tidak minat untuk teknologi dan saya ditawarkan makanya saya tertarik. Kalau bicara untung itu tergantung," ungkapnya. (kpl/adt/bar)

Di rumah duka di Jl. Batu 1 No. 11, Pasar Minggu, Jaksel, pun banyak pelayat yang datang untuk menunjukkan rasa bela sungkawa mereka. Sementara itu, keluarga besar dan kerabat Azhari juga berkumpul di situ.
Namun ada kejadian mengejutkan saat para wartawan akan meninggalkan rumah duka, Minggu (18/10) kemarin. Tiba-tiba saja terdengar Rahma berteriak keras.
"Tolong dong hargai! Ibu saya baru meninggaaalll!!!" teriaknya sambil menahan tangis.
Rupanya terjadi keributan kecil di dalam rumah. Sarah tampak menengahi sementara Rahma yang tak bisa menahan emosinya. Hingga sekarang masih belum diketahui apa penyebab keributan tersebut. (kpl/ant/npy)