KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Bola.net
KapanLagi.com - Pemain: Antonio Banderas, Meg Ryan, Colin Hanks, Selma Blair
Oleh: Fatchur Rochim
Satu yang selalu menjadi cita-cita Henry Durand (Colin Hanks) adalah menjadi penegak keadilan dan bergabung dengan FBI adalah jalan yang ia pilih. Tiga tahun Henry menghabiskan waktu untuk mengejar karir yang selalu menjadi mimpinya ini. Dan ketika ia pulang ke rumahnya setelah tiga tahun berlalu, Henry disambut kejutan yang sama sekali tak pernah ia perkirakan.
Selama Henry tak pulang, Marty (Meg Ryan), ibu Henry, ternyata telah berubah menjadi seorang wanita cantik yang gila pesta. Marty tak lagi gemuk seperti saat Henry meninggalkan rumah. Dan yang lebih mengejutkan lagi, Marty ternyata sudah punya seorang kekasih yang bernama Tommy (Antonio Banderas). Menurut pengakuannya, Tommy adalah seorang konsultan namun ada sesuatu dari diri Tommy yang membuat Henry curiga.
Dengan bantuan Emily (Selma Blair), kekasihnya yang juga seorang anggota FBI, Henry kemudian menyelidiki siapa sebenarnya Tommy. Dari penyelidikan didapat informasi bahwa Tommy sebenarnya adalah seorang pencuri profesional yang berencana mencuri patung Mother and Son karya Bernin. Henry tak mungkin begitu saja menceritakan hasil temuannya pada ibunya tapi di sisi lain Henry juga tak ingin ibunya jadi korban pencuri profesional ini.
Menggabungkan dua konsep cerita yang berbeda jauh, itulah yang dilakukan George Gallo, sutradara yang juga merangkap sebagai penulis naskah film ini. Di satu sisi, Gallo ingin berkisah tentang kecemburuan seorang anak karena mendapati ibunya sudah memiliki kekasih baru yang mau tak mau menjadi saingan dari image sang ayah di mata si anak. Artinya, kisah ini akan lebih menyorot psikologi Henry sebagai sang anak yang merasa cemburu.
Di sisi lain, Gallo mencoba bercerita tentang petualangan Tommy, sang maestro pencurian, yang berusaha mengambil karya agung Bernin dengan segala macam cara sementara Henry sebagai agen FBI berusaha menggagalkan rencana jahat ini. Di sini kisah film ini jadi mirip film ENTRAPMENT yang dibintangi Sean Connery dan akan lebih menyorot usaha Tommy versus usaha Henry.
Celakanya tak satupun dari dua kisah itu yang benar-benar terasa digarap dengan matang. Akhirnya, nama-nama besar seperti Antonio Banderas, Meg Ryan, Colin Hanks, dan Selma Blair terasa jadi sia-sia. Memang ada kekonyolan yang terjadi di sela-sela dua alur kisah yang sebenarnya terpisah ini namun tetap saja tak mampu mengangkat pamor film ini jadi lebih tinggi. (kpl/roc)

KapanLagi.com - Pemain: Morgan Freeman, Selma Blair, Greg Kinnear, Toby Hemingway, Radha Mitchell, Stana Katic, Fred Ward
Cinta memang adalah sebuah fenomena yang tak pernah bisa diduga perwujudannya. Ada yang mewujudkan cinta dengan keindahan dan kasih sayang sementara tak jarang pula yang menganggapnya tak lebih dari sekedar penderitaan yang menyakitkan. Dan itulah yang ingin disampaikan oleh film ini.
Diana (Radha Mitchell) adalah seorang agen real estate yang menjalin hubungan asmara dengan Bradley (Greg Kinnear) yang memiliki sebuah coffee house di kota Oregon. Hubungan asmara Bradley sebelumnya dengan seorang wanita bernama Kathryn (Selma Blair) berakhir dengan kegagalan.
Sayangnya kali ini Bradley masih belum beruntung karena Diana juga menjalin hubungan dengan seorang pria bernama David (Billy Burke). Diana kemudian meninggalkan Bradley untuk David, pria yang dicintainya. Bradley yang merasa hancur kemudian dekat dengan Margaret (Erika Marozsan).
Di sisi lain, Harry (Morgan Freeman), Chloe (Alexa Davalos), dan Oscar (Toby Hemingway) masing-masing juga memiliki masalah dengan hubungan asmara mereka. Dari sekelompok kecil manusia yang dipersatukan lingkungan yang sama ini terlihat begitu rumitnya permasalahan asmara yang mereka hadapi dan tak bisa mereka tolak.
Film drama cinta ini diangkat dari sebuah novel karya Charles Baxter dengan judul yang sama. Dan ini bukanlah sesuatu yang mudah karena novelnya sendiri punya tingkat kesulitan yang cukup tinggi untuk divisualisasikan. Masalahnya, novel ini memiliki banyak karakter yang punya bobot hampir sama dan alur ceritanya sendiri selalu berubah-ubah sudut pandang.
Untungnya, Allison Burnett yang dipercaya mengerjakan naskahnya cukup mampu mengambil 'roh' dari novel ini meski tak bisa sepenuhnya dibilang taat pada sumber aslinya. Setidaknya karakter dan plot cerita masih bisa dialihkan dengan baik meski tak bisa sepenuhnya mengadaptasi seluruh alur cerita dengan sempurna.
Kasus yang sering muncul pada film hasil adaptasi novel adalah batasan durasi yang membuatnya jadi sulit untuk benar-benar mewakili sebuah deskripsi yang tergambar pada novelnya. Dan film FEAST OF LOVE ini juga bukan pengecualian. Ada beberapa proses yang terasa berjalan terlalu cepat dan sulit untuk diterima. Akibatnya memang agak sulit terlibat secara emosional dengan beberapa sudut dari film yang punya banyak alur ini. Untungnya para aktor dan aktris pendukungnya cukup mampu menghayati peran yang mereka bawakan dan memberikan 'jiwa' pada karakter yang mereka mainkan.
Secara umum. FEAST OF LOVE ini memang bukan tontonan ringan karena ide ceritanya sendiri sudah cukup berat. Dan yang jelas ini bukan tontonan untuk anak kecil lantaran banyak adegan seks meski semuanya diperlihatkan dengan sentuhan seni dan sama sekali tak terkesan erotis. (kpl/roc)