KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Bola.net
"Seminggu aku belajar mempersiapkan diri untuk ujian. Ya, belajarnya dibantuin mama, jago banget," terang Itamar saat ditemui SDN 05/07 Komplek Kostrad Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Kamis (19/11).
Kendati Itamar sudah mempersiapkan diri untuk tes Paket A tersebut, namun Itamar terlihat kesulitan mengerjakan soal-soal pelajaran IPS. Ketika dimintai keterangan komentarnya tentang tes tersebut, Itamar mengaku kesulitan dalam mengerjakan soal peta sampai ia terlihat menggaruk-garuk kepala.
"Ada satu yang susah, soal peta mikirin letaknya di mana," ujar Itamar polos.
Dari kelima mata pelajaran yang diujikan kepada Itamar, mata pelajaran matematika lah yang paling susah untuknya. "Emang dari dulu gak bakat, tapi bisalah. Soal pecahan gitu susah, gitu kalau belajar juga susah buat aku pusing," tutur Itamar. (kpl/buj/npy)

Menurut pengawas ujian, Zul Fahri, Al sendiri saat ini, mengulang ujian Paket A yang sebelumnya diselenggarakan pada bulan Juli tahun lalu.
"Ujian berlangsung 3 hari. Tahun lalu seingat saya dia pernah ikut di bulan Juli, cuma tempat tes berbeda, kemarin di SD 01," terang Zul Fahri.
"Tidak ada batasan sampai kapan dia mengulang. Rangking kita tidak bisa melihat tapi Kanwil yang bisa melihat. Kalau masalah Al sendiri belum saatnya lulus, makanya dia harus mengulang," sambungnya saat ditemui di SDN 05/07 Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Kamis (19/11).
Sebagai murid home schooling Kak Seto, Al wajib mengikut ujian Paket A untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia, IPS, PPKn, Matematika dan IPA.
"Ujian Bahasa Indonesia dan IPS, kemarin PPKn sama IPA. Ya ini berasal home schooling Kak Seto dan sudah setahun 6 bulan," terang Zul. (kpl/buj/npy)

"Pencerahan pada anak-anak pasca gempa perlu dilakukan lebih cepat agar anak bisa pulih dari traumanya dan kembali bisa belajar dengan baik," kata Kak Seto ketika menghibur sekitar 70-an anak di SD 01 Sawahan Kecamatan Padang Timur, kota Padang.
Kota Padang merupakan salah satu kota terparah diguncang gempa berkekuatan 7,6 SR pada 30 September 2009 pukul 17.18 WIB. Sumber gempa di lokasi 0,84 Lintang Selatan dan 99,65 Bujur Timur. Kedalaman gempa 57,5 km barat daya kota Pariaman, dan 52,5 km barat laut kota Padang.
Menurut Kak Seto yang juga berasal dari Komnas Perlindungan Anak, Trauma Center Pondok Ceria itu akan dibangun di dua SD, dua panti dan lainnya juga di Pariaman serta di Sekolah Luar Biasa.
"Kami akan mengembangkan lagi bagi 250 SD di kota Padang menjadi wilayah terparah diguncang gempa," katanya yang telah memantau enam unit sekolah SMP yang rusak, enam unit SMA dan 17 unit SD.
Untuk melanjutkan pencerahan bagi anak-anak dalam trauma center itu, Kak Seto juga akan melatih sebanyak 45 relawan Padang guna meneruskan program yang sama.
Sejumlah anggota Himpunan Psikolog Anak Indonesia akan turut bergabung juga memberikan pencerahan pada anak-anak di Padang dan termasuk juga di Pariaman.
"Seluruh upaya intervensi psikologis terhadap anak sangat diperlukan agar mereka dapat segera kembali ceria," katanya yang berjanji akan memberikan trauma counseling selama dua minggu.
Ia mengatakan pemulihan psikis anak pasca gempa diyakini akan bisa dicapai selama enam bulan dan untuk hal ini LSM yang dipimpinnya akan terus memantau perkembangan mereka.
Untuk mendukung pemulihan trauma anak, mereka diajak bermain mengekspresikan perasaannya dengan bernyanyi keras.
Kegiatan tersebut, katanya lagi, diyakini akan berfungsi memberikan terapi pada anak, meledakkan emosinya yang dibalut dengan aneka permainan.
"Saya akan balik ke Jakarta Jumat (09/10) ini, dan Minggu (11/10) akan kembali ke Sumbar dan memantau pula kondisi anak di Kota Pariaman," katanya saat itu. (kpl/npy)

Bersama anak-anak korban gempa, Kak Seto bernyanyi, bergembira dan berdialog, di SD 01 Sawahan Kecamatan Padang Timur Kota Padang. Usai beramah tamah, pria berkaca mata ini diserbu anak-anak yang juga diikuti para ibu meminta untuk berfoto bersama.
Sejumlah ibu dan anak-anak juga memegang telepon genggam berkamera, berusaha mendapatkan gambar Kak Seto. Mereka berusaha membidik dari saat masih di dalam kelas hingga di halaman sekolah, saat hendak meninggalkan lokasi.
Kak Seto akan membangun Trauma Center Pondok Ceria di Kota Padang, Provinsi Sumbar, pada tujuh titik untuk memberikan pencerahan pada anak-anak pasca gempa berkekuatan 7,6 SR mengguncang kota itu. Kini segalanya tengah dalam proses persiapan.
Kota Padang, merupakan salah satu kota terparah diguncang gempa berkekuatan 7,6 SR pada 30 September 2009 pukul 17.18 WIB. Tidak hanya orang dewasa yang menjadi korban, namun akibat gempa ini anak-anak juga mengalami trauma. (kpl/dar)

Bagian pundak dan pangkal paha pun sangat jelas terlihat. Padahal usia gadis bernama Juwita itu baru menginjak bangku kelas 2 SMP.
Penampilan dengan mengenakan busana dewasa tersebut seakan memaksakan usianya yang menjelang remaja 'menjadi' lebih dewasa. Saat KapanLagi.com secara diam-diam menanyakan perihal pakaian yang dikenakan itu, putri Memo Sanjaya dari pernikahannya dengan pedangdut Annisa Bahar itu mengaku tidak merasa nyaman.
Apalagi ketika berpasang mata pria menuju ke arah pundak dan pahanya. Namun dirinya tak bisa berbuat banyak, lantaran ini keinginan papanya. Benarkah begitu?
Mengenai kenyataan ini Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Seto Mulyadi yang dihubungi, Selasa (29/9), mengatakan bahwa ada kecenderungan orang tua mengeksploitasi anak tanpa sadar. Bahkan terkadang bukan untuk kebaikan si anak melainkan karena ambisi orang tua.
"Kejadian seperti itu ada dan kegiatan yang dasarnya untuk kebaikan anak malah dijadikan ambisi orang tua. Meski pun si anak melakukan itu bukan karena keinginan tetapi keterpaksaan. Untuk itu mohon kepada orang tua agar menghormati hak anak. Kalau nggak mau jangan dipaksa," katanya.
Dikatakan lagi, Komnas PA belum bisa campur tangan jika keadaan masih demikian. Pasalnya pihaknya masih merasakan adanya kemauan dari si anak. Hal berbeda bila anak menjalankan perintah orang tua dengan keterpaksaan.
"Kita harus lihat seberapa jauh yang dialami anak. Namun kalau tadi dikatakan secara bisik-bisik bukan berarti nggak setuju karena dia tetap melakukan. Tetapi akan beda bila dia bernyanyi dengan mimik muka cemberut atau tak suka. Jadi ini kami nilai ini masih abu-abu," sambungnya lagi.
Ditanya bila alasan orang tua pengenaan busana dewasa sebagai bagian performance, Seto tetap berharap orang tua menghormati hak anak. Salah satunya, hak berpartisipasi atau berpendapat. (kpl/dis/dar)

Home schooling yang direalisasikan itu memang diperuntukkan bagi anak-anak jalanan yang tinggal di bantaran rel dekat Stasiun Senen. Kurikulum telah disesuaikan sehingga mereka berhak memperoleh ijazah layaknya di sekolah umum. Perempuan bernama asli Caroline Gunawan ini juga tak segan memberikan hadiah bila ada anak yang berprestasi. Namun ia enggan menyebut bentuk hadiahnya.
"Aku kira pemberian hadiah untuk anak yang berprestasi nggak masalah. Asal hasilnya membuat mereka belajar. Dulu memang sempat aku pikir, kalau mereka itu suka dengan makanan. Maka, dengan adanya makanan mereka pasti datang ke home schooling. Mendingan begitu daripada mereka cari makan keleleran tiga jam nggak benar, sedangkan di sini ada makanan," ujarnya.
Kepada KapanLagi.com, Rabu (9/9), Alena pula membantah dengan pemberian hadiah menjadikan anak memiliki rasa ketergantungan. Sebab hadiah yang dikasihkan beragam dan tak berbentuk uang.
"Sampai sekarang masih kita pikirkan bentuknya apa. Bisa buku atau alat-alat tulis. Pokoknya bermanfaat. Bahkan kita juga nggak mau janjikan apa hadiahnya. Termasuk kapan hadiah diberikan. Jadi surprise-surprise dan nggak bisa ditebak kapan dikasihnya. Saya khawatir kalau diberi tahu kapannya mereka hanya menunggu. Lalu setelah dapat mereka tak mau belajar lagi," pungkasnya. (kpl/dis/npy)

Pasalnya setelah menyampaikan sanggahan di kantor Komnas Perlindungan Anak, pria berkacamata ini melapor balik Martina dengan tuduhan pencemaran nama baik. Tindakan tersebut cukup mencengangkan. Sebab kala menyampaikan bantahan, Kak Seto hanya menginginkan permintaan maaf dari Martina dan mencabut aduan dari polisi. Kiranya kesabaran Kak Seto sudah habis sehingga ia melaporkan balik Martina.
Tentang penghindaran dari media tertangkap jelas ketika Rabu (9/9) di Home Schooling Tanah Tinggi, Jakarta Pusat, Kak Seto langsung meninggalkan taman bermain sebelum insan pers tiba. Padahal menurut rencana, sore itu ada acara buka bersama dengan Alena. Hal ini diperkuat pernyataan Ida dari manajemen Alena.
"Maaf, Kak Seto-nya baru saja pergi. Dia masih belum mau ketemu media. Mungkin khawatir disinggung masalahnya," katanya.
Di tempat yang sama, Alena mengaku memahami persoalan yang tengah dihadapi Kak Seto sehingga enggan diganggu dulu oleh pemburu berita. (kpl/dis/boo)