KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Bola.net
Mungkin ini hanya sebuah hal kecil, namun hal kecil ini dapat memberi motivasi bagi seluruh penggiat seni di Jogja khususnya musik dan pertunjukan. Bagaimana tidak, pemimpinnya tanpa malu dan gengsi ikut bergabung bersama penggiat musik dari Jogja di atas panggung. Apalagi dengan syair yang pada intinya bicara tentang Jogja sebagai sebuah kota di mana seni budaya tumbuh dan berkembang, sebuah arena bagi siapa saja yang ada di dalamnya. Sesuai dengan konteks ke-Jogja-an yang juga diangkat dalam Locstock Fest.
Pada kesempatan yang sama, Pak Wali, masih bersama Jaduk Ferianto, juga Ifan dari Seventeen, dan segenap hadirin menyanyikan lagu Satu Nusa Satu Bangsa dengan khidmat. Dilanjutkan dengan acara melepaskan balon ke udara secara serempak, sebagai simbol akan harapan terhadap musik Jogja yang membumbung tinggi. Acara pelepasan balon secara bersama-sama ini sekaligus pula menandai dibukanya Sprite Sensasi Plong Locstock Fest 2009, Yogyakarta Biggest Annual Music Exhibition: Harmonic Integration.
Pada hari pertama yang digelar tiga hari berturut-turut, Jumat (13/11), suasana Stadion Kridosono memang masih terasa agak sepi. Namun demikian hal ini sama sekali tidak mengurangi kemeriahan Locstock Fest. Tiga panggung dengan sound yang terbukti tidak saling bertabrakan, booth-booth komunitas yang menarik, serta fasilitas-fasilitas lain yang tersedia di sini menjamin kenyamanan para pengunjung yang datang.
Sabtu (14/11) kemarin, Locstock semakin lengkap lagi dengan adanya workshop Survival Guide in National Music Industry bersama Wendi Putranto (Rolling Stone Indonesia), Andy 'Memet' Zulfan (Senior Band Manajer), Wok The Rock (Yes No Wave Net Label). Workshop menarik ini terbuka untuk umum, dan tidak menarik biaya apapun selain dari tiket masuk seharga Rp6.000 dengan bonus 1 cup Sprite. Hingga berakhir pada Minggu (15/11), Lockstock Fest terbilang sukses besar.
Perhelatan akbar ini menampilkan lebih dari 100 band/kelompok/musisi Jogja dari berbagai macam genre, label (major label, indie label), dan pilihan jalur dalam hidup bermusik, dengan dikurasi oleh sejumlah pengamat, penikmat, dan pelaku musik yang hidup dalam ranah musik Jogja itu sendiri. Sebagai sebuah program tahunan yang merangkum berbagai bentuk potensi musik di Jogja tersebut, maka tentu saja Locstock Fest dapat menjadi indikator perkembangan dan apresiasi musik Jogja yang valid.
Diharapkan juga, Locstock Fest dapat memberikan kontribusi nyata bagi semua pihak. Bagi para musisi, Locstock Fest bisa menjadi ajang gathering guna merumuskan formula yang tepat untuk menjadi musisi yang berkarakter dan menemukan strategi yang jelas untuk mempresentasikan produk/karyanya, juga bagi semua komponen yang selama ini ikut menggerakkan kehidupan musik Jogja agar bisa berkembang dan saling menyejahterakan. (kpl/prl/boo)

Ifan memilih karir sebagai anak band dan membiarkan kuliahnya terbengkalai. Dengan pemikiran tak mau berada di jalur mainstream, pria ini memutuskan dengan mantap berada di dunia nyanyi. "Gue kembar dan waktu itu kita satu band tapi dia sudah cabut dari band. Gue ngelanjutin ke akademis dan waktu itu gue juga sempat mikir apa harus berhenti ngeband juga?" kilah Ifan saat ditemui di Studio Penta, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Rabu (11/11).
"Gue mikir kalau gue hidup bukan di jalur yang mainstream, jadi lahir, sekolah, kuliah, nikah, mati. Bukan yang seperti itu tapi lebih ke jalur sedikit beda dari orang lain. Dan gue berani menentukan hidup kalau bukan ambil jalan yang mainstream, bukan berarti baik kuliah ditinggalkan cuma belum diselesaikan saja," tambahnya.
Ditanya apa tidak ada penyesalan telah meninggalkan kuliah, Ifan mengaku sama sekali tidak menyesal. "Enggak lah, sebisa mungkin ga boleh menyesal buat pilihan hidup yang kita ambil. Cuma yang pasti bagaimana caranya gue ngejalanin semaksimal mungkin dengan apa yang telah gue ambil ini," terang pria ini. (kpl/gum/erl)

Bicara soal karir musiknya, Ifan mengaku masih banyak yang belum diraihnya. Namun dia tidak memasang target untuk mengejar impiannya. "Insya Allah, belum sih (mencapai apa yang diinginkan). Masih banyak yang belum gue lakukan dalam hal bermusik, jadi song writter, arranger. Sekarang sih alhamdulillah gue baru memproduseri sebuah band. Tergantung sampai berapa umur gue, nggak ada target lah. Setua apa pun gue akan tetap bermusik," ungkap Ifan yang ditemui di Studio Penta, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Rabu (11/11).
Menanggapi soal anggapan vokalis band identik dengan playboy, Ifan menepisnya. Menurutnya, semua orang bisa saja jadi playboy. "Sebenarnya nggak juga, kalau memang sudah playboy ya playboy. Playboy itu kan salah satu sifat cowok yang suka gonta-ganti cewek ya. Di pekerjaan apa pun, kebetulan vokalis itu paling depan, dan itu yang membuat vokalis jadi lebih terlihat menarik dibanding posisi lainnya," tambahnya. (kpl/gum/erl)

"Baru selesai homeschooling-nya, sekarang lagi ngambil kursus bahasa Inggris. Namun di-pending dulu kuliahnya, mau fokus ke album dulu. Pengen kolaborasi sama Didi Cazli dari Singapura," ungkap Gisel yang ditemui usai mengisi KONSER AKBAR 20 TAHUN RCTI di Hall D Gedung PRJ, Kemayoran, Jakarta, Senin (24/8) malam.
Nantinya setelah album berhasil dirampungkan, baru kekasih Desta Club Eighties ini konsentrasi di dunia pendidikan. Tempat kuliah pun sudah ditentukan yakni di London School dan mengambil jurusan Komunikasi. "Makanya aku berharap tahun ini album cepat kelar biar cepat kuliah juga," ujarnya.
Di album yang masih belum diberi tajuk itu, Gisel masih mengandalkan lagu-lagu pop yang tidak terlalu berat. Sedangkan musisi lainnya yang terlibat adalah Seventeen. Ada lagu mereka yang berjudul Mengapa Harus Mengalah yang di-recycle Gisel. "Lumayan kan? Lagu mereka kan lumayan jadi hits juga," katanya.
Pemilihan lagu ini, diakui Gisel, karena ia masih kurang percaya diri menyanyikan lagunya sendiri. Ia masih merasa lagu-lagu ciptaan sendiri masih kurang bagus. "Jadi ya masih kesulitan nyari lagu yang pas dengan karakter aku. Pernah aku nyiptain beberapa buah lagu tapi kok kerasa aneh. Mungkin belum terbiasa aja," pungkasnya. (kpl/ant/boo)

D Gank sendiri terdiri dari Irang Arkad (vokal) – eks BIP, Ully Dalimunthe (drum) – eks DeBrur, Doni (bass) – eks vokalis Seventeen, Mamoko (keyboard), dan Iwan Sukma (gitar) – additional Peterpan. Mereka sama sekali bukan orang baru lagi. Jadi, secara musikalitas dan performance D Gank tak bisa diragukan lagi.
"Proses kreatif kami berawal dari sebuah kegelisahan. Terasa klise memang. Tapi di sini kami menemukan apa yang tidak kami temukan di band–band lama kami. Dan bagi kami, semuanya sudah masa lalu," ujar Doni saat preskon di Prost Cafe, Jakarta, Rabu (17/6).
Kalau pun band–band yang sempat mereka singgahi kini tumbuh besar, bukan berarti menjadi beban bagi D Gank.
"Rasa takut seperti itu tidak pernah ada. Kami hanya mengutamakan pada sisi karya saja. Mungkin dapat dibilang kami telah melakukan 'kekhilafan' di band terdahulu. Dan sekarang hidup kami ada di sini," kilah Doni lagi
Terbukti, D Gank secara berani mengeluarkan debut dalam bentuk full album berisi 11 lagu sebagai wujud totalitas mereka bermusik. Dari sebelas lagu tersebut, D Gank memasang lagu Rival Cinta yang dinyanyikan secara apik oleh Irang dan Doni sebagai single hit pertama.
Disusul kemudian lagu Good Morning sebagai single hit kedua. Secara visual video klip dua lagu tersebut juga ciamik digarap Video Robber dari Gong Pictures. Dua jempol untuk D Gank. (kpl/wwn/npy)

Hal tersebut dikatakan M Feri Sumbayak dari Anak Medan Production yang didampingi Hafiz Irfan selaku Promotion Officer Sales Marketing PT.Bentoel Prima, Rabu (3/6), kepada wartawan di Hotel Soechi. Naff sendiri akan hadir dalam rangka pagelaran musik yang bertajuk X Mild Noize Rock The Beat. Tidak hanya Naff, beberapa band juga akan tampil dengan jadwal berbeda.
"Hadirnya Naff sebagai bentuk apresiasi untuk memberikan hiburan kepada para penikmat musik khususnya di kota Medan. Karena seperti diketahui, Naff telah lama tidak tampil di Medan jadi dapat dikatakan ini sebagai rasa pengobat kerinduan para penikmat musik atau pun fans Naff di Medan," katanya.
"Untuk Medan ini pertama kalinya kami gelar kegiatan musik dengan kehadiran band-band berbeda pada lokasi berbeda, tapi dilaksanakan tiap Jumat," jelas Hafiz Irfan.
Band yang akan tampil perdana di tanggal 5 Juni adalah Seventeen, menyusul tanggal 19 Juni Rolling Stone Night With Black & Blue Band feat Kaka Slank dan juga Steven and The Coconut Treez. (kpl/rom/npy)

Saat ditemui di even biliar di Plaza EX Sudirman, Jakarta, Rabu (15/4), Ifan mengakui kalau biliar sudah lama jadi hobinya. Tapi sama sekali tidak terpikirkan untuk menjadikannya profesi. "Itu hobi gue sejak SMA. Gue nyadar diri dengan kemampuan gue. Gue main biliar buat seneng-seneng aja," terang penyanyi ini.
Sejak gabung dengan Seventeen, Ifan sudah jarang melakukan hobi-nya ini. Pasalnya rekan-rekan se-bandnya jarang yang gemar melakukan permainan ini. "Sudah nggak pernah lagi (main biliar). Sekitar 4 bulan. Ya itu karena kerjaan. Anak-anak Seventeen jarang yang suka biliar," kilahnya.
Dengan hobinya ini, Ifan juga pernah taruhan kecil-kecilan, hanya sebagai permainan. "Dulu pernah waktu masih SMA (taruhan uang). Tapi pas menang, duitnya nggak pernah gue ambil. Gue kasih lagi, kalau nggak, ya buat makan-makan," tambahnya. (kpl/hen/erl)