KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Bola.net
Para Ambassador Nike ditugaskan untuk membuat tim dan merekrut pelari Nike+ sebanyak mungkin dan akan dinilai secara akumulasi. Dalam tantangan ini Sigi Wimala berhasil merekrut 27 pelari dan P-Double hanya 18 pelari.
Nilai total Nike+ Virtual Human Race untuk timnya Sigi mencetak lari sejauh 1.198,98 km sedangkan timnya Paul Palele alias P-Double mencetak jarak 1.032,98 km.
"Nike+ Challenge membuat lari jadi lebih menyenangkan. Kalau dulu lari tidak ada tujuan dan membosankan sekarang bisa mendapatkan banyak teman walaupun secara fisik kita tidak lari bersama sama. Saya bersyukur karena didukung oleh orang orang yang mempunyai kesungguhan dalam berlari yang membuat saya bisa mengalahkan Paul," terang Sigi, saat menyaksikan P-Double lari di kawasan SCBD beberapa waktu lalu.
"Mungkin karena aku cewek akhirnya banyak yang membantu. Kalau saya sendiri lari cuma dapat 38km karena sibuk dengan kerjaan serta syuting dan promo film. Tapi kalau Paul lari tiap hari, kayaknya kerjanya tiap hari lari. Untung aku disupport teman teman yang larinya kuat," tambah Sigi.
Celana kulit adalah fashion yang paling dibenci oleh P-Double karena kalah dalam tantangan akhirnya P-Double menjalani hukuman bagi yang kalah dengan berlari mengelilingi kawasan SCBD pada jam padat, telanjang dada dan hanya mengenakan celana kulit.
"Tentunya pada setiap tantangan ada yang menang juga ada yang kalah. Layaknya lelaki sejati aku akan membayar kekalahan dalam tantangan kali ini, tapi tunggu saja Sigi dan tim aku akan menantang kalian lagi," pungkas P-Double seorang MC, DJ serta rapper. (kpl/wwn/bun)

"Ini film horornya gila banget. Mungkin kalau nggak disensor mungkin nggak tahu ekspresinya bagaimana, karena orang-orang Korea yang pernah nonton bilang film ini sadis banget. Orang-orang pecinta horor pasti kaget banget. Kok bisa ya orang Indonesia bisa buat film seperti ini dengan budget yang nggak masuk akal gitu," tutur Sigi saat ditemui di premiere film MACABRE di Blitzmegaplex, Grand Indonesia, Jakpus, Jumat (13/11).
Namun begitu, LSF diakui Sigi sebagai badan yang amat bijak. Pasalnya, LSF mengerti bagian mana yang perlu disensor dan mana yang tidak.
"Soalnya film ini ada jalan ceritanya. Penonton kita yang 18 tahun juga sudah bisa membedakan film horor gitu," tambah Sigi yang baru saja menikah ini.
Lalu, apakah Sigi sendiri maniak dengan film horor? "Sekarang, sejak main di MACABRE, saya sangat suka film horor. Lama-lama jadi ketagihan gitu, ada lagi nggak ya main film horor," ungkap Sigi.
"Film horor itu ternyata bukan hanya sekedar tiba-tiba menakutkan atau dengan musik yang menyeramkan," pungkasnya. (kpl/buj/npy)

"Kalau ada waktu pasti gue temenin dan sekarang lebih banyak di studio, kenapa tidak gue temenin. Gue lagi di Bandung cuma lagi ada acara di Jakarta," terangnya.
Ariel pun menolak saat ditanya intensitasnya mendampingi Luna, dan mengajak para wartawan untuk bicara tentang film yang disutradarai oleh pacarnya itu.
"Kayaknya tidak perlu dibicarakan dan hubungan gue baik-baik saja. Mendingan kalian bicarakan tentang film saja," tegasnya menolak berkomentar. "Kita normal-normal saja dan tidak ada kurang dan santai-santai saja," tambahnya menegaskan.
Ayah satu anak ini juga membantah anggapan bahwa dirinya mulai berani tampil di depan umum bersama Luna Maya. Padahal sebelumnya, tidak pernah berani berjalan bersama di depan publik.
"Dari dulu (berani, red), dari pertama kali jalan bareng. Gue jarang keluar cuma di rumah aja," tegasnya membantah.
Empat artis masing-masing Luna Maya, Lukman Sardi, Desta dan Sigi Wimala dipercaya menjadi sutradara film pendek. Secara berurutan mereka menyutradarai film independen berjudul SUCI AND THE CITY, SANG PENJAHIT, DI BURGER BACEM dan GAY/TIDAK. (kpl/adt/dar)

"Kalo nikah ke depannya kan untuk keluarga, kenapa gak sekarang nikah. Aku sudah belajar dulu pacaran terlalu lama juga malah sakit, putus," kata Sigi di Blitzmegaplex, Grand Indonesia, Jakarta, Selasa (10/11).
Bahkan jauh-jauh hari Sigi telah menyusun rencana agar bisa langsung hidup mandiri bersama dengan sang calon suami.
"Kita sudah memikirkan nanti punya rumah gimana, nanti yang bayar ini itu gimana. Dia hebat banget, aku belum nemu orang kayak dia. Untuk tampang yang slenge'an dan underestimate, ternyata dia sudah plan out, memikirkan ke depan," paparnya.
Sementara, ditanya soal rencana bulan madu dan punya anak, Sigi tak terlalu kaku. Baginya, ia ingin semuanya mengalir seperti apa adanya.
"Masalah anak kita gak nunda, semua harus jalan. Honeymoon belum terpikirkan, kita nyari duit aja. Anak gak ingin banyak-banyak, dua aja sudah maksimal," tegasnya.
Dan soal kesan diam-diam dalam pernikahannya, Sigi menjawab enteng, "Nikah diam-diam biasanya konotasi jelek, jadi banyak yang pesimis. Jadi alasan gue nikah emang gue suka sama dia. Kalau rumor begitu bodoh banget, aku murni ingin jadi istri dia." (kpl/adt/bun)

"Ada empat film pendek yang disutradarai oleh artis Indonesia," kata produser keempat film pendek tersebut yakni sutradara Garin Nugroho di Jakarta, Selasa (10/11).
Garin menjelaskan, naskah keempat film pendek yang dibuat para artis tersebut merupakan hasil lomba penulisan cerita pendek pada April 2009. Menurut Garin, keempat artis yang didaulat menjadi sutradara memang tertarik untuk bergerak di belakang layar.
"Itu alasan saya memilih mereka untuk menjadi sutradara dalam empat film independen ini," katanya.
Sementara itu, artis Luna Maya mengatakan ia sangat tertarik menjadi sutradara dan dia lebih menyukai bekerja di belakang layar dibanding menjadi pemain.
Senada dengan Luna, Sigi Wimala juga mengaku lebih menikmati pekerjaan sebagai sutradara dibandingkan jadi pemain karena menjadi sutradara memiliki tantangan yang lebih besar.
Sedangkan Dedi Mahendra Desta yang juga terkenal sebagai pembawa acara di televisi maupun radio tersebut mengaku menyukai keduanya, baik menjadi pemain ataupun sutradara.
Lukman Sardi juga mengaku bingung memilih apakah lebih tertarik menjadi sutradara atau pemain, yang pasti ia mengaku sempat merasa grogi dengan pekerjaan pertamanya di balik layar.
Dalam kegiatan itu, keempat artis tersebut menjadi sutradara dalam empat film berbeda yang masing-masing berdurasi sekitar sepuluh menit. Luna Maya menyutradarai film independen berjudul SUCI AND THE CITY, Lukman Sardi dengan film SANG PENJAHIT, Dedi Mahendra Desta dengan film DI BURGER BACEM dan Sigi Wimala dalam film GAY/TIDAK. (ant/bun)

"Dari dulu aku mau nyari suami sama arsitek dan sutradara, keren, cerdas, dan pintar. Buat aku itu nilai plus banget, karena mereka egonya tinggi," kata Sigi saat ditemui di Blitzmegaplex, Grand Indonesia, Jakarta Selatan, Selasa (10/11).
Sigi melanjutkan, dirinya sudah merasa cocok sejak awal pacaran dan tak mau lagi menunda-nunda untuk segera menikah.
"Dari pertama kali ketemu dia saya tau dia bisa melindungi aku dan akan menjadi suami yang baik. Jadi gak pakai pikir panjang, selama pacaran aku sudah mikir married. Pacaran sudah 1 tahun lebih. Dia orangnya mandiri, aku juga terbiasa dilatih untuk mandiri. Keluargaku melihat dia cool banget, mereka percaya dan sayang sama Timo. Acara sungkeman sudah kayak sama anaknya sendiri. Saya tahu saya akan bahagia dengan dia," tutur Sigi.
Pernikahan Sigi telah dilangsungkan di Gereja Bonaventura, Pulomas, Jakarta, Minggu (8/11) kemarin. Dan kabarnya, pernikahan mereka itu sengaja dilakukan dengan tanpa publikasi dan hanya mengundang kerabat dekat saja. Mengapa?
"Perkawinan itu gak gampang, lihat aja teman-teman kita, jadi gak boleh macem-macem. Kenapa nikah diem-diem, kita yang penting happy. Mendingan duitnya disimpen untuk ke depan, jadi aku buat simple dan wise aja," paparnya.
"Dari kemarin pas wedding aja aku masih memikirkan film ini, pernikahannya simple hanya pemberkatan dan makan-makan aja. Saudara-saudara deket dan temen, yang dateng gak terlalu banyak," imbuhnya. (kpl/adt/bun)

"Buat MACABRE saya sebagai co-producer, dan untuk film pendek saya sebagai sutradara judulnya GAY ATAU TIDAK," kata Sigi soal kesibukannya belakangan ini.
Dijumpai di Nike Indonesia Tower 2 BEJ, Rabu (14/10) kemarin, Sigi mengungkapkan bahwa saat ini ia sudah merasa menemukan arah karir yang jelas. Ia mengaku nyaman dengan profesinya sebagai sutradara.
"Sudah dari dulu saya ingin menjadi sutradara. Pengen menjadi anak muda Indonesia yang dapat menghasilkan sesuatu yang positif. Intinya mencoba memberikan kontribusi yang nyata untuk bangsa ini," tukasnya.
Pun begitu meski sudah bisa membesut film, Sigi tidak mau sembarangan. Ia lebih memilih film yang dianggapnya baik. Tapi, jika ada film karya orang lain yang hanya mengandung kontroversi, ia berusaha bijaksana.
"Setiap orang pasti punya satu hal yang berbeda. Kalau aku cuek saja," ujar cewek yang mengakui kecantikan Maria Ozawa alias Miyabi ini. (kpl/wwn/boo)