KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Bola.net
Ditanya mengenai keterlibatannya di film HEART-BREAK.COM, Ramon menambahkan bahwa ini film yang proses syutingnya sangat menyenangkan. Karena ada wajah baru yang sudah tidak asing lagi di layar kaca, Omesh. "Wah, sumpah Omesh itu komedian. Titik. Comedic timing-nya selalu tepat. Kebayang betapa susahnya harus jaga mood sedih gue dengan lawan main sekocak Omesh," puji Ramon terhadap lawan mainnya ini. Ditambahkan oleh aktor asal Surabaya ini, "Di HEART-BREAK.COM ini gue jadi Agus yang patah hati dan sedih berat di kira-kira hampir lebih dari setengah film, dan semua scene gue ada Omesh-nya. Ini syuting terberat gue lah."
Jika di banyak filmnya Ramon lebih sering tanpa tandem, kali ini ia harus pandai-pandai menjaga karakternya sebagai Agus yang mellow dan kadang lugu. "Affandi, sebagai sutradara jago banget memotivasi emosi gue untuk bisa ngedapetin karakter Agus yang sweet, romantis dan cinta mati sama Nayla. Nggak gue banget sih. Tapi itu kan asyiknya akting," lanjutnya. Berbeda dengan karakter Agus, karakter yang diperankan oleh Omesh, Wawan adalah karakter yang ceplas-ceplos, sedikit oportunis tapi sangat sayang teman.
Di HEART-BREAK.COM diceritakan Agus dan Wawan yang satu kos-kosan adalah dua sahabat yang saling bantu. Wawan (Omesh) yang gemas melihat hancurnya Agus (Ramon) setelah diputusin oleh Nayla (Raihaanun Soeriaatmadja) langsung menyemangati Agus untuk menyewa jasa biro intelijen bernama Heart-Break.Com yang khusus menangani kasus-kasus patah hati karena orang ketiga dan sebagainya. Misi mereka cuma satu, merebut Nayla kembali dari tangan si orang ketiga: Kevin (Gary Iskak).
Ramon mengaku kadang dirinya suka terkejut mengikuti improvisasi Omesh saat berdialog, namun berkat proses reading dan workshop yang cukup intensif sebelum syuting memperkuat chemistry antara dirinya dan Omesh, sehingga betul-betul seperti sahabat senasib sepenanggungan yang sudah berkawan sangat lama dan ketika syuting berlangsung Omesh tiba-tiba melakukan improvisasi, Ramon bisa cepat menimpali tanpa kehilangan esensi dari si karakter dan pesan yang ingin disampaikan lewat dialognya.
Seperti Ramon yang mengawali debut layar lebarnya lewat film remaja, sepertinya film HEART-BREAK.COM akan menjadi awal yang menarik bagi Omesh di layar lebar. (kpl/prl/riz)

Menghadiri sidang pertama di PA Jakarta Utara, Kamis (15/10), Rifat menolak sama sekali memberikan keterangan soal penyebab perceraiannya. "Ini masalah pribadi. Tadi itu sidang tertutup jadi nggak perlu dipublikasikan. Ya ini masalah keluarga, tidak perlu dipublikasikan," ungkap Rifat.
Rifat yang mengajukan gugatan pada 14 September lalu sudah yakin dengan jalan yang ditempuhnya. "Ya saya yang mengajukan ke Pengadilan Agama Jakarta Utara. Saya sudah yakin cerai dan hari ini sidang pertama, agenda masih mediasi. Belum ada hasil apa-apa. Sebagai warga negara yang baik, saya datang memenuhi panggilan pengadilan," tegas mantan kekasih Sissy Priscillia. (kpl/hen/erl)

Sissy mengakui kalau dia gemar olahraga diving dan sekarang sedang suka bungee jumping. "Suka diving tapi kemarin lagi coba bungee jumping rasanya kaya ketinggalan nyawa di atas tapi menyenangkan," terang Sissy yang ditemui di Restoran Sing! FX plasa, Jakarta Selatan, Selasa (14/7).
Namun meski melakukan olahraga menantang, Sissy membantah dirinya penggemar olahraga ekstrim semacam ini. "Nggak suka olahraga ekstrim tapi lagi menikmati pacuan adrenalin dan rasa deg-degannya itu. Ini ada hubungannya dengan syuting film di Bali, karena ada adegan harus melakukan bungee jumping. Saat syuting saya nggak berani tapi setelah selesai saya coba," tambahnya. (kpl/gum/erl)

"Saya tertarik karena ini hal yang baru, di mana sekarang lagi banyak hal-hal yang berbau politik (masa kampanye), di mana marak jargon-jargon politik. Menurut saya, film adalah pasar bebas banget. Terbukti dengan film ini ada investor dari Malaysia yang masuk. Saingan kita itu langsung head-to-head dengan film-film Hollywood. Dan industri film Indonesia sudah memang naik," kata Rako di Cafe Sing, FX Plaza, Senayan, Jakarta Selatan, Selasa (14/7).
Soal pilihan pemain yang jatuh ke tangan Tora Sudiro, sebenarnya dibalik itu semua ia ingin membuat trademark. Seperti Srimulat yang pemainnya itu-itu aja, tapi itu telah menjadi sebuah trademark. Di sini ia ingin membuat seperti itu.
Jadi ketika orang ingin mencari film komedi, Rako berharap orang mencari referensi orang-orang seperti Tora atau Vincent Rompies.
Lalu, bagaimana dengan pemain Malaysia?
"Mereka itu pemain nomor satu di KL (Kuala Lumpur). Salah satu dari mereka pernah main di film yang pernah box office di Malaysia. Tapi kendala kita, ketika mereka datang, ternyata birokrasi antara Malaysia dan kita benar-benar beda. Manajemennya beda. Ini jadi satu pembelajaran buat saya. Batasan-batasan bahasa juga, mereka yang Inggris ala Melayu juga menjadi pelajaran buat saya," papar Rako.
Skrip film ini tulisan aslinya dalam bahasa India, lalu di-translate ke Bahasa Indonesia secara harafiah. Di situ pihaknya mengalami kebingungan. Apakah ada satu bagian di mana apakah ini lucu atau tidak.
Film KRAZY, CRAZY, KREZY ini dibintangi oleh Tora Sudiro (Sony), Vincent Rompies (Tino), Piere Andre (Farid), Sigi Wimala (Kartika), Sissy Priscillia (Ratna) dan Julia Zegler (sebagai Melati).
"Batasan bahasa dalam film ini terjadi, itulah keunikan film ini. Dari sisi kita mungkin nggak masuk, tapi nanti kan film ini juga diputar di Malaysia dan juga di negara-negara lain, seperti Singapura atau Brunei. Jadi saya harus cari jalan tengahnya," tegasnya. (kpl/gum/bun)

"Ah, enggak ada siapa-siapa di Bali, cuma pekerjaan saya aja. Sendirian, kan gak setiap hari juga ke Bali (di Bali sekitar 2-3 minggu)," kata Sissy saat ditemui di Cafe Sing, FX Plaza, Senayan, Jakarta Selatan, Selasa (14/7).
"Karena saya butuh waktu untuk diri saya sendiri. Lagi males ngapa-ngapain karena gak ada waktu buat mikirin orang lain," imbuhnya.
Walau pergi ke pulau yang kaya akan potensi wisata, namun Sissy mengaku punya kesibukan lain, yakni membuat desain baju untuk temannya dan juga syuting untuk Trans TV. Lalu, apakah ia tak menyempatkan diri untuk cari pacar bule?
"Enggaklah, saya gak mau bicara soal itu. Sekarang saya sedang menikmati hari-hari saya," elaknya. (kpl/gum/bun)

"Seru sih soalnya. Dulu banget main sama Tora, tapi dia dulu nggak setolol ini. Terus ketemu lagi sama Tora dan Vincent, jadi berantakan semua," ujarnya bersemangat saat ditemui di launching film KRAZY, CRAZY, KREZY di Restoran Sing!, FX Sudirman, Jaksel, Selasa (14/07) kemarin.
"Tapi seru ketika ketemu Pierre sama Julia, ini yang beda karena ada perbedaan bahasa dan karakter bercandanya. Mereka kan dari Malaysia, ketika kita melucu, pasti yang ada diam karena nggak nyambung," tambah Sissy.
Dituturkannya pula jika dirinya sampai tidak merasakan rasa capek akibat syuting di siang hari yang terik. Pasalnya, tingkah laku semua pendukung film benar-benar lucu dan konyol.
"Selama syuting semuanya itu lucu. Jadi nggak berasa padahal harusnya capek karena panas. Lalu ada adegan lari-larian. Udah gitu nggak ganti baju waktu pertama kali take syuting. Tapi saya menikmati sekali. Memang agak sulit dijabarkan, liat aja kelakuan Tora. Belum lagi lucunya logat para pemain Malaysia ini," kisahnya.
Namun begitu, bukan berarti Sissy lupa untuk menjaga staminanya selama syuting film. "Minum vitamin pastinya, lebih ke nggak makan dan minum macem-macem juga, kayak minum es," pungkasnya. (kpl/gum/npy)

"Peran apa aja nggak ada masalah, yang penting bagaimana saya bisa mengeksplor diri untuk lebih baik lagi. Kalau saya, saya pengen banget punya peran bisu," ungkapnya.
Nampaknya, keinginannya itu berawal dari sebuah film yang pernah ditontonnya. Di situ, ada salah seorang aktrisnya yang berakting bisu. "Perempuan ini bisa membawakan semuanya. Tanpa harus ngomong, tapi penonton seolah tahu dia itu mau apa," tambah Sissy.
Namun begitu, walau dalam film terbarunya ini Sissy tidak menjadi seorang bisu, dia tetap berharap film ini bisa diterima secara antusias oleh masyarakat luas.
"Ini kembali kepada masyarakat yang nonton karena bukan hanya satu mata yang nonton. Karena kalau saya lihat, banyak kok sekarang film-film Indonesia horor yang dijiplak dari mana tapi penghasilannya juga nggak oke. Semoga antusiasme terhadap film ini bisa baik," pungkasnya. (kpl/gum/npy)