KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Bola.net
"Hari ini syuting klip video klip ketiga kita judulnya Tak Akan Rela, terus tadi pagi kita juga sudah membuat klip yang judulnya Pesona. Memang dari produser, langsung bikin video klip karena beliau menganggap single pertamanya cukup mendapat sambutan dari teman-teman semua. Kebetulan Tantra juga sedang mengandung 3-4 bulan, jadi takutnya nanti keburu kelihatan jadi langsung bikin video klip dua langsung," ujar Mhala yang ditemui di MP Book, Kemang, Jakarta Selatan, Jumat (16/10).
Pembuatan video klip sekaligus ini selain karena salah satu personilnya, Tantra sedang hamil, juga mempertimbangkan lagu-lagu yang cukup dikenal. "Salah satunya itu juga. Kita percaya pihak produser percaya kita bikin dua aja, karena kita survei dari RBT juga sih, lagu yang ketiga ini cukup mendapat sambutan dan yang kedua cukup lumayan. Single pertama judul Begini Begitu, single kedua judul Pesona dan ketiga Tak Akan Rela," ujarnya.
Sedang pemilihan model di video klip ini, Soraya Larasati lantaran bintang ini adalah teman mereka. "Laras teman yang cukup baik untuk Numata dan teman lama banget, terus kita juga butuh ambience (suasana, red) Korea-Korea gitu dalam video klip ini," tambah Mhala. (kpl/buj/erl)

Gadis keturunan Batak, Sunda dan China ini mengaku bakat aktingnya dipupuk melalui banyak hal. "Aku sih totalitas banyak baca, nonton juga minimal bisa menambah basic aku lah. Walaupun mungkin aku gak sekolah akting, tapi aku terus menambah referensi," tuturnya.
Mengaku sebagai sosok moody dan plin plan, ternyata Laras cenderung menyukai peran antagonis. "Karakter yang paling berkesan saat berperan antagonis di FTV, aku berperan sebagai pemeran utamanya, jadi anak suka mabuk dan ngerjain cewek baru sampai akhirnya meninggal," dan di dalam film tersebut, Laras memang sukses mendalami perannya yang suka merokok dan menjadi sosok anak berandalan yang nakal.
"Menurut aku karakter di dalam cerita itu hanya di dalam cerita saja, dengan kemampuan kita, kita berusaha menjadi orang itu, tetapi bukan berarti kita harus jadi orang tersebut," tutupnya. (kpl/buj/bee)

Pun demikian, gadis yang sedang menyelesaikan kuliahnya di Universitas Pelita Harapan ini menampik disebut artis yang sedang naik daun. "Kalau dibilang naik daun sih nggak kali ya, kebetulan saja akhir-akhir ini bertepatan tayangnya semua, jadi kelihatan intens gitu."
Namun Laras, demikian ia biasa dipanggil, tak memungkiri sedang mengembangkan karirnya dan ingin terus berprestasi. Usahanya ini semata-mata demi mengumpulkan modal untuk membuka restoran, seperti yang diidam-idamkannya selama ini.
"Kalau aku sudah punya pundi-pundi aku bisa bikin restoran, target aku sih mungkin 5 atau 10 tahun lagi," ungkapnya.
Bagi Laras usaha restoran ini sangat menjanjikan, dengan dana yang tak terlalu besar namun keuntungan yang diraih cukup besar sehingga lebih mudah balik modal. (kpl/buj/bee)

"Kuliah sekarang sudah mau selesai, sudah semester 8 tapi belum ngambil skripsi karena SKS belum mencukupi," ungkap model yang ditemui dalam pembuatan video klip milik Numata, di MP Book, Kemang, Jakarta Selatan, Jumat (16/10).
Tak bingung mengatur jadwal kuliah, Laras yang sempat cuti kuliah satu tahun ini sekarang berusaha lebih keras untuk menyelesaikan kuliahnya. "Aku kuliah pagi biar gak ganggu kerjaan, dan kerjanya siang sampai malam," lanjutnya.
Vegetarian cantik, kelahiran Jakarta 10 Juli 1986 ini menganggap kuliah dan kerjanya sebagai kegiatan yang menyenangkan. Menurutnya mengisi waktu dengan bekerja di sela kuliahnya memberi keuntungan yang besar, apalagi ia bukan orang yang betah diam dan suka keluyuran.
"Aku sudah terbiasa tidur cuma 2-3 jam per hari, aku colong-colong tidur ajalah, seperti di lokasi syuting, di mobil. Itu sih resikonya mumpung masih muda dan masih aktif, yang penting jaga kesehatan aja." (kpl/buj/bee)

"Enakan cari duit, (karena) kalau kuliah ujung-ujungnya duit juga. (Kuliah) penting juga, tapi kuliah bisa kapan aja, kalau sekarang gue cari duit dulu sama link-link jika gue selesai kuliah nanti gampang lah gue cari kerja di broadcast," ujar Laras saat ditemui di FX Mall, Senayan, Jakarta Selatan, Jumat (13/2).
Untuk memuluskan jalannya di dunia entertainment, Laras yang sudah duduk di semester 7 fakultas Komunikasi, jurusan Broadcast ini harus rela mengalahkan study dengan mengambil cuti.
Laras mengungkapkan, awalnya ia bercita-cita ingin menjadi pembawa acara berita. Namun lama-kelamaan ia tak sanggup karena pekerjaan tersebut dirasa sangat berat untuk wanita keturunan Tionghoa, Batak, dan Sunda ini. Selain itu, Laras juga merasa dirinya salah masuk jurusan Broadcast karena terlalu spesifik ke Jurnalistik.
"Sebenarnya gue pengen jurusan Broadcast karena di situ kan broadcast-nya lengkap banget, tapi gak tahunya di situ broadcast-nya jurnalisme gitu," terang Laras.
"Ya cita-cita sih pengen menjadi pembawa berita tapi kayaknya susah. Orang bikin tugas aja susah, mati-matian ngerjainnya," imbuhnya. (kpl/buj/boo)

Menurut Laras demikian Soraya Larasati ini disapa, dirinya sudah tidak pernah merayakan valentine sejak lulus SMA tahun 2004. Walaupun sejak saat itu, Laras memiliki pasangan tapi wanita keturunan Tionghoa ini, tak mau merayakannya.
"Setelah lulus SMA tahun 2004, gue nggak pernah ngerayain valentine sama cowok gue. Walaupun sama teman gue juga gak pernah, ya bagi cokelat gitu, tuker-tukeran kado gitu," ujar Laras.
"Karena nggak ada moment yang bersejarah atau apakan kalau ulang tahun kan bersejarah, hari jadi bersejarah, tahun baru kan kita resolusi sama-sama berdoa. Tapi kalau valentine gak penting gitu. Mungkin gue tercuek kali ya tapi memang begitu kenyataannya. " sambung Laras saat di temui di FX Mall, Senayan, Jakarta Selatan (13/2).
Tidak merayakan valentine dengan kekasih DJ Miko tersebut, tapi tak membuat Laras jadi otoriter terhadap sang kekasih. Laras mengaku kalau dirinya dan Miko sudah membicarakannya terlebih dahulu kalau mantan pacar Thomas Nawillis ini, tidak mau merayakan valentine bersama Miko.
"Nggak ngerayain walaupun pertama soalnya kita dah pernah ngomongin dan kebenaran kita dapat tawaran kerja jadi mendingan kita kerja," jelas Laras. (kpl/buj/erl)

Menurut Laras, dirinya ingin membuat album tapi kalau untuk saat ini belum siap lantaran dia merasa masih kurang PD dengan kemampuannya menyanyi.
"Keinginan sih ada cuma ntar dulu nanti kalau benar-benar dah matang baru deh. Sayang kan kalau cuma 1 album terus udahan, sayang duitnya, sayang waktu. Sekarang bener mau fokus dulu sama presenter dan sinetron dulu," ungkap Laras
"Gue masih ragu dengan kemampuan gue dan momentnya juga belum pas karena penyanyi sekarang semuanya ada kemiripan. Nggak ada bedanya. Kalau di Indonesia kan trend-trend kalau gue pengennya beda dengan yang ada," tambah Laras saat ditemui di FX Mall Senayan, Jakarta Selatan, (13/2).
Lebih lanjut Laras menargetkan, 1 atau 2 tahun lagi, artis keturunan Batak, Sunda, dan Tionghoa tersebut baru berani mengeluarkan albumnya yang bergenre Jazz Pop. "1 atau 2 tahun lagi lah aku mau mengeluarkan album, sambil nunggu nama aku cukup dikenal sama orang sama lagi nyari-nyari genre yang pas buat aku. Aku pengennya sih Jazz Pop gitu," jelas Laras. (kpl/buj/erl)