KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Bola.net
Seorang sumber yang dekat dengan kalangan Tamara menceritakan jika pernikahan aktris ini dilakukan secara diam-diam.
"Ada pertimbangan tertentu kenapa mereka tidak mau menceritakannya ke publik. Selidiki saja, yang pasti mereka berdua sangat intim. Soal apakah mereka menikah secara siri atau resmi, saya kurang begitu tahu," kata sumber tersebut.
Namun berita ini dibantah, saat dikonfirmasi melalui manajernya. Lisa menyebut sampai saat ini Tamara masih tinggal bersama kedua orang tuanya.
"Itu kan masa lalu dan berita lama. Secara pribadi, saya menganggap kalau isu itu tidak benar. Tamara masih tinggal bersama orang tuanya kok," ujar Lisa. (kpl/adt/erl)

"Dengan latihan dan persiapan singkat mudah-mudah berjalan baik. Soalnya baru hari ini kita latihan bersama-sama," harapnya kepada KapanLagi.com.
Dengan wajah dipenuhi make up sesuai dengan sajak yang dibawakan, Tamara mengaku sebagai bagian interpretasi diri sehingga apa pun akan dilakukan demi kelancaran pentas.
"Kebetulan karyanya panitia yang pilihkan, jadi kita ikuti saja. Sebenarnya banyak karya dia yang saya sukai," sambungnya lagi.
Disinggung mengenai ketertarikan atas karya Rendra, mantan istri Teuku Rafli Pasya ini mengatakan bahwa sosok Rendra dapat dijadikan panutan terutama dalam berkesenian.
"Wow, saya gemetaran begitu dengar nama dia. Dia guru saya. Dia ajarkan banyak hal seperti kebebasan berkarya. Ya, walau karyanya cukup sulit saya berusaha bisa untuk menghayati. Makanya vokal kembali saya latih," pungkasnya lalu menuju ruang rias. (kpl/dis/npy)

"Itu nggak bener, itu fitnah, demi Allah itu nggak bener," ujar Daisy saat dihubungi KapanLagi.com melalui ponselnya, Rabu (7/10).
Lebih lanjut, Daisy menerangkan kehadiran Manohara di Munas Golkar di Pekanbaru bukan karena kedekatannya dengan Tommy. Namun lantaran Mano diundang oleh pihak panitia penyelenggara.
"Itu dalam rangka diundang oleh panitia dan pengen lihat kondisi organisasi kita aja," terang Daisy.
Sementara itu, di sela-sela waktu senggangnya saat mengikuti Munas Golkar, Mano sempat menjadi sukarelawan untuk gempa Padang dengan turun ke jalan meminta sumbangan dari pengendara jalan raya.
"Di waktu senggangnya, Manohara mau menjadi sukarelawan dengan turun ke jalan bawa kardus untuk bantuan dana korban Padang," tutup Daisy. (kpl/buj/npy)

"Geng itu terbentuk karena kita sering ngumpul. Makanya Melly bikin lagu Hai Ladies. Lagunya intinya mengajak cewek-cewek biar nggak ditipu terus. Bikin lagu buat seru-seruan, biar jadi cewek itu nggak cuma bisa nangis," papar Rossa pada KapanLagi.com di Studio Penta, Jakarta Barat, Jumat (4/9).
Soal kesamaan 'nasib' para anggotanya, yang sebagian besar berstatus janda, hal itu menurut Rossa hanyalah sebuah kebetulan saja dan bukan menjadi alasan mereka untuk bersatu.
"Bukan kesamaan nasib yang mempersatukan kita, jangan dibesar-besarkan. Karena awalnya kan kita punya pasangan yang lengkap. Tapi karena nasib yang sama secara alami aja, saya rasa perceraian itu bisa terjadi di semua kalangan. Nggak cuma di artis aja," sergahnya.
Apalagi soal anggapan bahwa status janda kini makin ngetren karena banyaknya pasangan yang cerai, dibantah keras oleh mantan istri drummer Padi ini. Baginya, itu hanyalah sebuah kegagalan dan bukan untuk dibanggakan.
"Harusnya nggak gitu, mungkin sekarang zamannya udah beda, udah banyak pergeseran dari etika maupun norma. Jadi kalau perceraian terjadi nggak bisa disalahin salah satunya. Dua-duanya salah, saya sendiri benci jadi janda. Karena itu bukan hal yang baik. Itu benar-benar suatu kegagalan," papar Rossa.
"Dan saya benci jadi orang yang gagal. Tapi karena mungkin banyak pertimbangan ya saya putuskan untuk menjadi janda. Lagu Hai Ladies itu bener-bener sebuah lagu, sebagai apresiasi. Nggak semua perempuan itu bener dan nggak semua perempuan salah juga, yang pasti kita sih saling mendukung siapa yang terkena musibah," pungkasnya. (kpl/ant/bun)

Belum lama berselang, perempuan cantik itu telah menjalani syuting sebuah film layar lebar di sebuah pulau di Kepulauan Seribu, Jakarta Utara. Lebih kurang sepuluh hari ia bergiat di sana sekaligus beradaptasi. Hasilnya, warna kulit putih mulusnya berubah menjadi cokelat kehitaman. Namun kenyataan ini ia terima.
"Karena ini pengalaman baru, di mana saya harus melihat alam yang masih banyak ular berbisa dan binatang liar lain maka saya pun mesti total berakting di sini," katanya di Jakarta, belum lama ini.
Dilanjutkan Tamara, untuk memulihkan kulit seperti sebelumnya, ia sempat mengambil waktu untuk istirahat dari syuting hingga jelang puasa. Saat disinggung ketakutan akan tuntutan dari produsen sabun mengingat ia masih menjadi salah satu bintang iklan, ia malah menggeleng.
"Saya nggak takut. Walau kelihatan gosong tapi tetap cokelat dan yang penting kulit sehat," pungkasnya lalu tersenyum. (kpl/dis/boo)

Ibu satu anak ini ternyata tak terpantang dengan makanan. Padahal ia tengah menjalankan diet karbohidrat untuk menjaga keseimbangan berat badan. Hal tersebut terlihat beberapa waktu lalu di pembukaan sebuah resto di kawasan KH Mas Mansyur, Jakarta Pusat.
Bahkan sebelum melahap habis makanan yang ada di hadapannya, Tamara sempat berpose kepada KapanLagi.com sambil memegang segelas wine. Setelah itu perlahan namun pasti, ia mengunyah makanan sambil sesekali berbincang dengan koleganya.
"Sebenarnya saya sedang diet karbohidrat di mana pada jam tertentu saya tidak mengkonsumsi makanan yang berkarbohidrat. Tapi khusus untuk malam ini tidak, habis makanannya enak banget. Jadinya saya makan semua," ujarnya enteng.
Alasan mantan istri Teuku Rafli Pasya ini ternyata benar. Belum juga enam puluh menit berlalu, makanan di piring hampir terlihat licin. (kpl/dis/boo)

"Buset! Nggak lah. Kalau gue operasi plastik muka gue sudah kayak Tamara Bleszynski dong. Lagian juga sudah nggak sakit. Kalau gue sih harus nyari uang dulu kalau misalkan mau operasi plastik," ujarnya saat ditemui usai preskon SCTV Award 2009 di Raja's Cafe, Senayan City, Jakarta Selatan, Jumat (31/7).
Untuk bekas luka diakui Dinda memang butuh waktu yang cukup lama, tapi semua itu diterima saja dengan lapang dada. Dan untung saja luka itu juga tidak mengganggu aktivitasnya. "Ya, udah nasib. Mungkin bekasnya lama hilangnya, nggak cukup satu sampai dua bulan. Nggak sampai mengganggu kerja, karena kalau syuting kah tertutup make up," ujarnya.
"Gue tuh orangnya memang bandel dari kecil. Waktu kecil naik sepeda giginya rompak, masuk danau, telinga bengkak. Terus main airsoft gun, betisnya robek. Jadi ya sudah biasa," sambungnya sambil tersenyum.
Disinggung soal biaya yang ditelan senilai ratusan juta juga dibantah oleh Dinda, yang kini lebih perhatian terhadap perawatan wajahnya. "Ah nggak ah, nggak sampai segitu. Puluhan juga nggak. Tapi pokoknya nggak sampai bikin gue miskin. Mendingan gue beli apa gitu kalau sampai ratusan juta," tukasnya. (kpl/ant/boo)