KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Bola.net
"Tapi dia tidak tahu tahun depannya kapan dan sama siapa. Tapi yang terpenting bagi saya, dia adalah sosok yang penuh dengan wish, pengharapan. Energi itulah yang menular pada saya," tutur Tamara saat disambangi di Pasific Palace, Rabu (21/10).
Sebaliknya Maia memuji kesetiaan Tamara sebagai sahabat yang dianggap seperti malaikat yang berani melakukan apa pun untuk membela yang benar walau harus kena teror.
"Tapi yang aku gedhek sama dia (Maia), orangnya tidak bisa dibilangin, dia sosok yang terlalu mencintai baik untuk seni maupun yang lainnya, dia mempertaruhkan semuanya 100%. Sempat aku bilang 'Kalau loe capek bilang,' tapi dia tidak. Banyak energi positif yang aku dapat dari dia. Dan saya bahagia pertemanan kami banyak menimbulkan inspirasi," celoteh Tamara.
Sejatinya sebelum akrab dengan Maia, Tamara kenal duluan sama Ahmad Dhani. Mungkin karena habitatnya sebagai perempuan lebih klik dengan perempuan. Pun begitu, konflik bukan tak pernah ada di antara mereka. "Kami ini tipenya terbuka, kalau ada apa-apa ngomong, terus mental, tapi kita tak pernah goyang karena konflik," pungkasnya. (kpl/wwn/erl)

Penampilan rambut Maia yang menarik dan terus berubah-ubah, tak lain karena dunia kerjanya menuntut seperti itu.
"Saya harus jadi bunglon, kalau tidak, bisa buat orang bosan," tuturnya, "Apalagi saya seharian bekerja di studio, jadi jarang bergaul, untuk rambut dan semua penampilan kerap nanya sama temen."
Untuk urusan tanya menanya, terutama soal rambut, Maia selalu berkonsultasi pada sahabatnya, Tamara Geraldine, yang disebutnya sebagai Sisterhood sejati. "Gaya dan warna atas rekomendasi dia," aku Maia. Tak heran keduanya nyaris mirip saat duduk bersama.
"Ya sejak Maia turun di dunia entertain, dia tergolong sosok yang cepat untuk bertransformasi, dia berubah dengan cepat," puji Tamara.
Tamara sendiri mengaku bangga sahabatnya ini didapuk sebagai Brand Ambassador dari sebuah produk terkenal di Indonesia, bahkan dunia itu. "Dia adalah sosok wanita yang kuat dan tegar, saya bangga dengan dia." (kpl/wwn/bun)

"Kalau orang baru beli tiket sekarang, saya sudah nyari tiketnya dari bulan Mei awal, terus saya termasuk beruntung karena saya bisa beli tiketnya yang saya mau, kan tiket itu laris kayak kacang goreng," ujar presenter berusia 35 tahun itu.
Selanjutnya Tamara yang mengaku supporter setia MU, mengaku berkeinginan untuk berfoto bersama bintang-bintang asuhan Sir Alex Ferguson tersebut.
"MU itu is my blood, jadi kalau darah saya di belek itu kan merah, itu MU, jadi saya senang MU memang dari dulu, kalau dulu saya sudah pernah wawancara Ronaldo dan Park Ji Sung, sekarang saya pengen lihat live itu Giggs sebenarnya, sekarang saya juga kepengen foto sama Rio Ferdinand yang lainnya nggak," paparnya panjang lebar.
Tamara yang ditemui KapanLagi.com di cafe milik Yuni Shara, My Pancake, Citos, Cilandak, Jakarta Selatan, (17/6) itu juga kekeuh untuk membela MU, dan menolak jika tim kesayangannya tersebut sudah kehilangan pamor.
"Kalau karena kalah di final Champions MU dibilang pamornya turun buat saya itu gak benar, karena saya termasuk yang mencintai MU, buat kita MU menang," pungkasnya sambil tersenyum. (kpl/buj/bar)

"Tanpa mendiskreditkan siapa pun, pernikahan itu harusnya mutual understanding antara suami dan istri," katanya kala ditemui usai menjadi pembawa acara di My Pancake, Citos, Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu (17/6).
Dijelaskan Tamara, kedewasaan itu penting dan wajib dalam berumah tangga dan laki-laki yang baik itu tidak akan terpancing dengan perempuan. "Saya tidak percaya tidak ada kecocokan dalam rumah tangga. (Tapi) saya juga nggak cocok dengan suami, saya lebih cocok dengan teman-teman," ujarnya.
Ditanya apakah ia yakin Cici mengalami KDRT, istri pengusaha asal Vietnam, Tien Think Pham ini tidak mau berkomentar. Namun, ia menegaskan bahwa tindakan KDRT sama sekali tidak bisa dibenarkan. "Saya nggak ngerti, saya juga nggak mau ikut campur urusan orang lain. Janji yang tidak bisa diingkari itu adalah janji di hadapan Tuhan, itu menurut agama saya," katanya.
Tamara juga mengaku apa yang mungkin dialami Cici sama sekali tak membuatnya trauma dalam membina rumah tangga. Ia sama sekali tidak was-was jika Tien akan menyakitinya secara fisik. "Kebetulan suami dari Vietnam, ya kalau suamiku tipenya tergantung siapa yang ada di sebelahnya," pungkas ibu satu anak ini. (kpl/buj/boo)

Sebagai seorang ibu Tamara ingin mengajarkan kebaikan pada anaknya. "Ya aku kasih pengertian ke dia. Aku pengin dia tahu arti berbagi dengan sesama. Aku punya motto untuk melibatkan kebahagiaan yaitu dengan berbagi. Awalnya sih dia merasa keberatan. Tapi sekarang anak-anak malah ikut membantu. Malah ada barang dia yang belum laku, ditanyain kenapa nggak laku-laku," ungkap Tamara yang ditemui di acara Garage Sale Tamara Geraldine’s Collections, Jl Patiunus, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (14/6).
Namun meski bertekad untuk berbagi, ada barang-barang yang tetap akan disimpan Tamara. "Ya enggaklah, ada barang-barang yang enggak dibagi seperti kaos bola. Saya koleksi kaos-kaos pemain Inggris. Di kaos itu ada tanda tangan pemain itu. Dan beberapa bola yang pernah digunakan untuk bermain di sepak bola itu juga saya simpan. Kalau semua bisa disosialkan, nanti suami aku ikut aku bagi dong?" tambahnya sambil bercanda. (kpl/ant/erl)

Tamara kini melakukan penjualan cuci gudang secara rutin. Keuntungan dari penjualan ini disumbangkannya. "Acara ini rutin tiga bulan sekali, setiap weekend. Kalau di Amerika disebut garage sale. Jadi barang-barang yang tidak kepakai dilelang di bazaar dengan harga yang murah. Kalau di sini istilahnya cuci gudang. Hasil dari penjualan ini akan saya sumbangkan," terang Tamara yang ditemui acara Garage Sale Tamara Geraldine’s Collections, Jl Patiunus, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (14/6).
Kegiatan semacam ini, sebenarnya sudah dilakukannya sejak dulu, hanya untuk saat ini tujuannya yang telah berubah. "Kalau garage sale sudah saya lakukan sejak SMA. Tapi kalau SMA dulu hasilnya untuk jajan. Soalnya daripada minta duit sama mama papa terus. Tapi karena sekarang aku sudah punya kerja ya aku alokasikan untuk social. Kemarin-kemarin juga sempat aku alokasikan untuk Situ Gintung," ungkapnya.
Bukan hanya menjual barang sendiri, Tamara juga menjualkan barang orang lain. "Ini sebagian besar barang saya, tapi misalkan temen mau nitip barang juga. Harga penjualannya itu 40 persen untuk sosial," tambahnya. (kpl/ant/erl)

"Ya saya sih berharap ketika Key nanti sekolah SD, Panda (panggilan sayang Tien, red) tidak mau kerja sama orang lain. Ya saya harap itu kesungguhan dia dan dia memang kepingin permanen kerja di Indonesia. Key pengen orang tuanya ngumpul bareng," kata Tamara di sela perayaan ultahnya ke-35 di kediaman orang tuanya di Jl. Pati Unus, Bulungan, Jakarta Selatan, Kamis (21/5) malam.
"Saya nggak peduli kalau saya yang harus ikut ke Vietnam atau dia yang ke Indonesia," lanjut wanita yang dikenal sebagai presenter ini.
Dituturkan Tamara, selama ini ia punya cara khusus untuk mengantisipasi Long Distance Relationship alias hubungan jarak jauh dengan suaminya yang beda negara, yakni dengan mengadakan video conference setiap malam. "Tapi lama-kelamaan Key kelihatannya nggak puas dengan hanya itu. Dia pengen kita berdua ada di samping dia," ujarnya.
Sementara saat disinggung soal tambah momongan di usianya yang tidak muda lagi, ia mengaku tidak terlalu mengharapkannya meski keinginan itu tetap ada.
"Saya juga kebayang kalau nanti Panda umurnya 50 tahun, terus baru punya anak. Kasihan nanti sama anaknya. Baru dewasa papanya sudah opung-opung. Yang penting sekarang targetnya nggak usah nambah anak, tapi mengantar Key ke altar pernikahan," kata Tamara dengan raut sedih. (kpl/hen/boo)