< >

BLOG TARSAN


Tarsan dan Marwoto Menghibur Pasukan TNI di Lebanon

Kapanlagi.com - Prajurit TNI yang sedang melaksanakan tugas perdamaian dunia pada misi UNIFIL (United Nations Interim Force In Lebanon) di Lebanon Selatan, mendapatkan hiburan dari Tarsan dan kawan-kawan, di Rubb Hall Markas Batalyon Indonesia (Indobatt), Konga XXIII-C, UN POSN 7-1 Adshit al Qusayr, Kamis (13/8).

Acara ini sengaja digelar untuk menghibur prajurit TNI yang sudah hampir sembilan bulan bertugas di Lebanon Selatan, sebagai bentuk perhatian pimpinan TNI kepada prajuritnya yang sedang melaksanakan misi perdamaian di bawah bendera PBB.

Tarsan yang dalam penampilannya didampingi oleh Marwoto dan Nia Carina, benar-benar memberikan hiburan yang menyegarkan dan mampu mengocok perut para peacekeeper selama hampir dua jam.

Apalagi dengan seragam PBB dan pangkat Kopral Kepala yang disandangnya, Tarsan mampu berinteraksi dengan seluruh prajurit secara leluasa dan saling mengisi joke-joke yang dilontarkan.

Perwira Penerangan Satgas Konga XXIII-C, Letkol Arh Hari Mulyanto, menyatakan bahwa kedatangan Tarsan ke Lebanon untuk menghibur para prajurit sangat tepat, mengingat selama penugasan, prajurit TNI yang sedang berada di perbatasan Lebanon - Israel sedang haus hiburan.

Hal ini terlihat dengan antusiasme para prajurit yang menyaksikan acara ini. Mereka tidak beranjak dari tempat sejak awal hingga akhir dan bahkan mereka rela berdiri karena tidak mendapatkan tempat sehubungan dengan keterbatasan ruangan dan kursi yang tersedia.

Maklum yang hadir pada acara ini bukan hanya prajurit Indobatt saja, tetapi juga dari rekan-rekan satgas Konga lain yang berada di Naquora dan Marjayoun, yaitu Indo FHQSU (Konga XXVI-A) dan Indo MP (Konga XXV-A), termasuk staf Kedutaan Besar RI di Beirut.

Pada acara panggung hiburan prajurit Garuda bersama Tarsan tersebut, juga dihadiri dua orang tamu VVIP dari Beirut, yaitu Bapak Bagas Hapsoro, Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Lebanon, yang pada kesempatan tersebut menyerahkan kenang-kenangan kepada prajurit Indobatt berupa alat olah raga Treadmill, serta Presiden Direktur American University of Culture and Education Beirut, Mr. Naboulsi, beserta istri dan rombongan yang sengaja hadir untuk menyematkan Medali dan Sertifikat Penghargaan kepada 11 karateka prajurit Indobatt, Kapten Inf Viliala Romadhon dan kawan-kawan, atas partisipasinya dalam International Sport Nation Festival yang diselenggarakan oleh American University beberapa waktu yang lalu di Beirut.    (kpl/puspen/bun)


Lihat profil: Tarsan
Komentar : 1 komentar
Diposting oleh: Editor | Jumat, 14-08-2009 |

Tukul Arwana Prihatin Dengan Penarikan Mobil Mbah Surip

Kapanlagi.com - Artis dan penyanyi dangdut Jaja Miharja menilai, sosok almarhum Mbah Surip sebagai figur sahabat yang suka menolong dan tidak pernah marah. Sehingga tidak heran jika saat meninggalnya mendapat perhatian luar biasa.

Menurutnya juga, Mbah Surip dikenal sebagai orang yang dermawan kepada fakir miskin. "Dia belum sempat menikmati hasil kerjanya karena sebagian disumbangkan kepada fakir miskin," ujarnya ketika melayat jenazah di kediaman pelawak Mamiek Prakoso, Jl. Kerta Bhakti RT.02/RW.04, Kelurahan Makassar, Kecamatan Makassar, Jakarta Timur, Selasa (4/8).

Jaja mengaku selalu mengingat sosok Mbah Surip karena almarhum merupakan sosok yang paling mudah diingat karena tawanya.

Pelawak Srimulat Tarsan juga mengatakan, Mbah Surip pantas menjadi contoh teladan bagi bangsa karena jiwanya yang idealis dan suka menolong orang lain.

Sementara itu pelawak Tukul Arwana mengaku prihatin dengan keputusan Manajemen Kampung Artis menyatakan akan menarik mobil dan rumah Mbah Surip. "Saya kaget, baru saja meninggal kok sudah diambil keputusan itu," katanya.

Tukul meminta ada sikap kemanusiaan dari pihak manajemen, mengingat ada anak Mbah Surip yang bisa menjadi ahli waris.

Sebelumnya, Dirut Manajemen Kampung Artis, Sugama Trisnadi, mengatakan, pihaknya terpaksa menarik kembali mobil dan rumah yang digunakan Mbah Surip. Menurutnya, kontrak antara Manajemen Kampung Artis dengan Mbah Surip untuk selama tiga tahun, sementara kontrak itu sendiri baru ditandatangani pada 1 Juli 2009. Dengan demikian akhir masa kontrak masih jauh dari kesepakatan.

Sugama mengatakan, aset berupa mobil dan rumah yang telah digunakan beberapa waktu oleh Mbah Surip tidak bisa diwariskan kepada ahli waris artis berambut gimbal itu.

Karena, katanya, sepekan setelah penandatanganan kontrak Mbah Surip sempat meminta rumah dan mobil diatasnamakan kepada anaknya, namun manajemen menolak dan kini akan menarik kembali aset itu.

Pada bagian lain, Tukul menilai sosok Mbah Surip sebagai orang yang konsisten terhadap apa yang diperjuangkan. "Kita sesama artis belajar dari konsistensi Mbah Surip dalam memperjuangkan sesuatu yang diinginkan," katanya.    (kpl/dar)


Lihat profil: Tukul Arwana, Jaja Miharja, Tarsan, Mbah Surip
Tag: Kematian Selebritis, Mobil Selebritis
Komentar : 3 komentar
Diposting oleh: Editor | Kamis, 06-08-2009 |

Kenangan Mbah Surip di Mata Para Sahabat

Kapanlagi.com - Seperti kata pepatah, gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, dan manusia mati meninggalkan nama. Sama dengan sosok Mbah Surip yang telah meninggal pada Selasa (4/8) pagi, namun sosoknya masih melekat di hati orang-orang terdekatnya. Di mata para sahabatnya, seniman yang selalu tampil nyentrik ini adalah figur sahabat yang suka menolong dan tidak pernah marah.

"Dia orang yang baik pada sesama. Tak heran meninggalnya Mbah Surip mendapat perhatian dari orang banyak," ujar salah satu sahabatnya, Jaja Miharja, yang ikut mengantarkan Mbah Surip ke peristirahatannya yang terakhir.

Melejitnya single Tak Gendong pun membuat rezeki penyanyi kelahiran 1949 ini berlimpah. Kabarnya dari hasil RBT saja, ia sudah mengantongi royalti sampai 4,5 miliar. Namun, tak ada yang berubah sikap Mbah Surip. Ia tetap hidup bersahaja. Malah sebagian hasil keringatnya ia sumbangkan kepada fakir miskin. Hal ini juga dilatarbelakangi kehidupan ketika ia masih muda, ketika hanya menjadi tukang sobek karcis di sebuah bioskop di Mojokerto.

Menurut Tarsan, salah satu sahabatnya juga, sosok Mbah Surip harusnya jadi teladan bagi bangsa Indonesia. Hal ini karena sosok kakek empat cucu ini adalah orang yang idealis dan suka menolong orang lain.

Ringgo, salah satu artis yang membintangi video klip Tak Gendong bahkan mendapatkan pelajaran berharga dari Mbah Surip. Menurutnya hal yang bisa kita tiru dari sosok almarhum adalah konsisten melakukan hal apa yang kita sukai. Meski banyak orang yang mencibir, selama kita suka melakukan pekerjaan itu, tetap saja konsisten, karena suatu saat akan membuahkan hasil yang manis.   (kpl/riz)


Lihat profil: Jaja Miharja, Ringgo Agus Rahman, Tarsan, Mbah Surip
Tag: Kematian Selebritis
Komentar : 1 komentar
Diposting oleh: Editor | Rabu, 05-08-2009 |

Rumah dan Mobil Mbah Surip Bakal Ditarik

Kapanlagi.com - Belum lama menikmati popularitasnya, mobil dan rumah yang sempat dinikmati Mbah Surip selama beberapa pekan, bakal ditarik kembali oleh manajemen Kampung Artis.

Dirut Manajemen Kampung Artis, lembaga yang membantu artis-artis yang sedang 'naik daun' untuk mengelola bisnisnya, Sujama Trisnadi di rumah Mamiek Prakoso di Jakarta, Selasa (4/8), mengatakan, pihaknya terpaksa menarik kembali mobil dan rumah yang digunakan Mbah Surip.

Menurutnya, kontrak antara Manajemen Kampung Artis dengan Mbah Surip untuk selama tiga tahun, sementara kontrak itu sendiri baru ditandatangani pada 1 Juli 2009. Dengan demikian akhir masa kontrak masih jauh dari kesepakatan.

Dengan demikian, lanjut Sujama, aset berupa mobil dan rumah yang telah digunakan beberapa waktu oleh Mbah Surip tidak bisa diwariskan kepada ahli waris artis berambut gimbal itu.

Menurut Sujama, sepekan setelah penandatanganan kontrak Mbah Surip sempat meminta rumah dan mobil diatasnamakan kepada anaknya, namun manajemen menolak dan menarik kembali aset itu.

Soal itu, ia mengatakan, pihaknya tidak bisa berbuat banyak, apalagi kegiatan Mbah Surip seperti bernyanyi dan lain-lain hanya lima persen saja yang dilaporkan kepada manajemen.

Menurut dia, banyak dari kegiatan Mbah Surip, merupakan kegiatannya sendiri bersama teman-temannya yang bukan komersial dan sekedar menyenangkan masyarakat.

Sejumlah artis dan seniman seperti pelawak Doyok, Tarzan, penyanyi dangdut Mansyur S, serta seniman Slamet Jenggo menjenguk di kediaman Mamiek Prakoso. Termasuk juga artis yang baru saja meroket, Manohara Odelia Pinot ada di sana.

Manohara yang mengaku penggemar Mbah Surip yang datang dengan blus coklat dan rok hijau menyatakan terkejut dan sedih mendengar Mbah Surip meninggal dunia secara mendadak.      (kpl/dar)


Lihat profil: Mbah Surip, Manohara Odelia Pinot, Tarsan, Doyok Sudarmadji, Mansyur S, Mamiek Prakoso
Tag: Kematian Selebritis, Mobil Selebritis
Komentar : 18 komentar
Diposting oleh: Editor | Selasa, 04-08-2009 |

Mbah Surip Bakal Disemayamkan di Aula Rendra

Kapanlagi.com - Setelah sebelumnya sempat memberikan informasi bahwa Mbah Surip bakal dimakamkan di Citayeum, Bogor, akhirnya Tarsan mengklarifikasi kabar tersebut. Diungkapkannya bahwa hingga saat ini, tempat pemakaman Mbah Surip masih belum bisa dipastikan.

Tarsan yang ditemui di kediaman Mamiek Prakoso di Jalan Kerja Bakti I, Kampung Makassar, Jakarta Timur, Selasa (04/08) siang selepas pemandian Mbah Surip menuturkan jika seniman berambut gimbal itu akan disemayamkan di Aula Rendra di Pancoran Mas, Depok.

Namun, Tarsan masih belum bisa memastikan di mana pelantun Bangun Tidur itu bakal diistirahatkan di tempat terakhirnya. Nampaknya, kepastian itu baru akan didapatkan saat musyawarah dengan keluarga Mbah Surip di Mojokerto diselesaikan.   (kpl/ant/npy)


Lihat profil: Mbah Surip, Tarsan, Mamiek Prakoso
Tag: Kematian Selebritis
Komentar : 2 komentar
Diposting oleh: Editor | Selasa, 04-08-2009 |

Mbah Surip Akan Dimakamkan di Citayeum

Kapanlagi.com - Kematian Mbah Surip yang tak terduga mengejutkan anak, teman dan penggemarnya. Begitu juga dengan anaknya, Farid, yang selama ini juga bertindak sebagai manajer. Karena masih shock, Farid belum bisa memberikan keterangan apapun tentang kepergian ayahnya. Sedang salah satu temannya, Tarsan memberi keterangan kalau nantinya Mbah Surip akan dimakamkan di Citayeum, Bogor.

Jenazah pelantun Tak Gendong ini dimandikan pada pukul 13.45 di kediaman Mamiek Prakoso di Jl Kerja Bakti 1, Kampung Makassar, Jakarta Timur. Proses memandikan jenazah ini disaksikan ratusan orang yang ingin melihat penyanyi nyentrik ini.

Menurut Tarsan, yang ikut hadir di rumah duka, Mbah Surip akan dimakamkan di daerah Bogor, namun saat ini masih menunggu musyawarah dari keluarga di Mojokerto. "Dimandiin dulu, trus mau disemayamkan. Belum pasti disemayamkan di mana soalnya masih menunggu musyawarah dengan keluarga yang di Mojokerto. Tapi yang saya tahu akan dimakamkan di Citayeum, Bogor," terang pelawak anggota Srimulat ini.

Tarsan juga memberi keterangan kalau jenazah Mbah Surip akan disemayamkan di aula Rendra, milik W.S Rendra untuk menunggu keputusan di mana akan dimakamkan. "Jenazah dibawa ke mushola terdekat untuk disholatkan dan setelah itu akan dibawa ke aula Rendra, di sana akan disemayamkan untuk dikebumikan. Belum tahu kapan, menunggu keluarganya," ungkap Tarzan.

Mbah Surip meninggal dunia sekitar pukul 10.30 siang tadi sesaat dalam perjalanan ke Rumah Sakit Pusat Pendidikan Kesehatan TNI AD (Pusdikkes), Jakarta Timur. Penyebab kematiannya diperkirakan karena gagal jantung.     (kpl/ant/erl)


Lihat profil: Mbah Surip, Tarsan, W.S Rendra
Tag: Kematian Selebritis
Komentar : 2 komentar
Diposting oleh: Editor | Selasa, 04-08-2009 |

Mbah Surip Minta Dikubur di Kampung Artis

Kapanlagi.com - Walau asli kelahiran Mojokerto, Mbah Surip ternyata lebih cinta Jakarta. Buktinya, sebelum menghembuskan nafas terakhirnya pada Selasa (4/8), pelantun Tak Gendong itu sempat berpesan kepada salah satu sahabatnya, Tarsan, jika ia kepingin dikebumikan di ibukota saja.

Tarsan yang ditemui di rumah duka di kediaman Mamiek di Jalan Kerja Bakti I, Makassar, Jakarta Timur, Selasa (4/8), menuturkan bahwa wajah Mbah Surip hanya kelihatan pucat, seperti orang sakit biasanya. Ia juga mengaku tidak tahu penyakit yang diderita musisi yang hobi keramas dengan sampo kucing tersebut.

"Yang saya tahu dia cuma kecapekan. Mbah Surip mau dikuburin di keluarga W.S Rendra atau di Kampung Artis. Tapi ya mau di mana saja asalkan di bumi Indonesia," kata Tarsan yang masih berduka.

Menurut Tarsan, sosok Mbah Surip begitu istimewa. Meski sudah meraih kesuksesan, penyanyi yang lahir pada 5 Mei 1949 itu tak pernah neko-neko dan tetap sederhana.

"Kami bangga Indonesia punya sosok seperti Mbah Surip. Semua kaget dan mungkin malaikat aja kaget. Ini ujian bagi keluarga, pokoknya kami merasa kehilangan. Kalau presiden punya wakil, tapi Mbah Surip nggak," sambung personel Srimulat ini.    (kpl/ant/boo)


Lihat profil: Mbah Surip, Tarsan, W.S Rendra
Tag: Kematian Selebritis
Komentar : 5 komentar
Diposting oleh: Editor | Selasa, 04-08-2009 |

«12»

LIHAT ARSIP BERITA TARSAN TAHUN 2008
LIHAT ARSIP BERITA TARSAN TAHUN 2007
LIHAT ARSIP BERITA TARSAN TAHUN 2006
LIHAT ARSIP BERITA TARSAN TAHUN 2005
LIHAT ARSIP BERITA TARSAN TAHUN 2004