KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Bola.net
Acara ini sengaja digelar untuk menghibur prajurit TNI yang sudah hampir sembilan bulan bertugas di Lebanon Selatan, sebagai bentuk perhatian pimpinan TNI kepada prajuritnya yang sedang melaksanakan misi perdamaian di bawah bendera PBB.
Tarsan yang dalam penampilannya didampingi oleh Marwoto dan Nia Carina, benar-benar memberikan hiburan yang menyegarkan dan mampu mengocok perut para peacekeeper selama hampir dua jam.
Apalagi dengan seragam PBB dan pangkat Kopral Kepala yang disandangnya, Tarsan mampu berinteraksi dengan seluruh prajurit secara leluasa dan saling mengisi joke-joke yang dilontarkan.
Perwira Penerangan Satgas Konga XXIII-C, Letkol Arh Hari Mulyanto, menyatakan bahwa kedatangan Tarsan ke Lebanon untuk menghibur para prajurit sangat tepat, mengingat selama penugasan, prajurit TNI yang sedang berada di perbatasan Lebanon - Israel sedang haus hiburan.
Hal ini terlihat dengan antusiasme para prajurit yang menyaksikan acara ini. Mereka tidak beranjak dari tempat sejak awal hingga akhir dan bahkan mereka rela berdiri karena tidak mendapatkan tempat sehubungan dengan keterbatasan ruangan dan kursi yang tersedia.
Maklum yang hadir pada acara ini bukan hanya prajurit Indobatt saja, tetapi juga dari rekan-rekan satgas Konga lain yang berada di Naquora dan Marjayoun, yaitu Indo FHQSU (Konga XXVI-A) dan Indo MP (Konga XXV-A), termasuk staf Kedutaan Besar RI di Beirut.
Pada acara panggung hiburan prajurit Garuda bersama Tarsan tersebut, juga dihadiri dua orang tamu VVIP dari Beirut, yaitu Bapak Bagas Hapsoro, Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Lebanon, yang pada kesempatan tersebut menyerahkan kenang-kenangan kepada prajurit Indobatt berupa alat olah raga Treadmill, serta Presiden Direktur American University of Culture and Education Beirut, Mr. Naboulsi, beserta istri dan rombongan yang sengaja hadir untuk menyematkan Medali dan Sertifikat Penghargaan kepada 11 karateka prajurit Indobatt, Kapten Inf Viliala Romadhon dan kawan-kawan, atas partisipasinya dalam International Sport Nation Festival yang diselenggarakan oleh American University beberapa waktu yang lalu di Beirut. (kpl/puspen/bun)

Menurutnya juga, Mbah Surip dikenal sebagai orang yang dermawan kepada fakir miskin. "Dia belum sempat menikmati hasil kerjanya karena sebagian disumbangkan kepada fakir miskin," ujarnya ketika melayat jenazah di kediaman pelawak Mamiek Prakoso, Jl. Kerta Bhakti RT.02/RW.04, Kelurahan Makassar, Kecamatan Makassar, Jakarta Timur, Selasa (4/8).
Jaja mengaku selalu mengingat sosok Mbah Surip karena almarhum merupakan sosok yang paling mudah diingat karena tawanya.
Pelawak Srimulat Tarsan juga mengatakan, Mbah Surip pantas menjadi contoh teladan bagi bangsa karena jiwanya yang idealis dan suka menolong orang lain.
Sementara itu pelawak Tukul Arwana mengaku prihatin dengan keputusan Manajemen Kampung Artis menyatakan akan menarik mobil dan rumah Mbah Surip. "Saya kaget, baru saja meninggal kok sudah diambil keputusan itu," katanya.
Tukul meminta ada sikap kemanusiaan dari pihak manajemen, mengingat ada anak Mbah Surip yang bisa menjadi ahli waris.
Sebelumnya, Dirut Manajemen Kampung Artis, Sugama Trisnadi, mengatakan, pihaknya terpaksa menarik kembali mobil dan rumah yang digunakan Mbah Surip. Menurutnya, kontrak antara Manajemen Kampung Artis dengan Mbah Surip untuk selama tiga tahun, sementara kontrak itu sendiri baru ditandatangani pada 1 Juli 2009. Dengan demikian akhir masa kontrak masih jauh dari kesepakatan.
Sugama mengatakan, aset berupa mobil dan rumah yang telah digunakan beberapa waktu oleh Mbah Surip tidak bisa diwariskan kepada ahli waris artis berambut gimbal itu.
Karena, katanya, sepekan setelah penandatanganan kontrak Mbah Surip sempat meminta rumah dan mobil diatasnamakan kepada anaknya, namun manajemen menolak dan kini akan menarik kembali aset itu.
Pada bagian lain, Tukul menilai sosok Mbah Surip sebagai orang yang konsisten terhadap apa yang diperjuangkan. "Kita sesama artis belajar dari konsistensi Mbah Surip dalam memperjuangkan sesuatu yang diinginkan," katanya. (kpl/dar)

"Dia orang yang baik pada sesama. Tak heran meninggalnya Mbah Surip mendapat perhatian dari orang banyak," ujar salah satu sahabatnya, Jaja Miharja, yang ikut mengantarkan Mbah Surip ke peristirahatannya yang terakhir.
Melejitnya single Tak Gendong pun membuat rezeki penyanyi kelahiran 1949 ini berlimpah. Kabarnya dari hasil RBT saja, ia sudah mengantongi royalti sampai 4,5 miliar. Namun, tak ada yang berubah sikap Mbah Surip. Ia tetap hidup bersahaja. Malah sebagian hasil keringatnya ia sumbangkan kepada fakir miskin. Hal ini juga dilatarbelakangi kehidupan ketika ia masih muda, ketika hanya menjadi tukang sobek karcis di sebuah bioskop di Mojokerto.
Menurut Tarsan, salah satu sahabatnya juga, sosok Mbah Surip harusnya jadi teladan bagi bangsa Indonesia. Hal ini karena sosok kakek empat cucu ini adalah orang yang idealis dan suka menolong orang lain.
Ringgo, salah satu artis yang membintangi video klip Tak Gendong bahkan mendapatkan pelajaran berharga dari Mbah Surip. Menurutnya hal yang bisa kita tiru dari sosok almarhum adalah konsisten melakukan hal apa yang kita sukai. Meski banyak orang yang mencibir, selama kita suka melakukan pekerjaan itu, tetap saja konsisten, karena suatu saat akan membuahkan hasil yang manis. (kpl/riz)

Dirut Manajemen Kampung Artis, lembaga yang membantu artis-artis yang sedang 'naik daun' untuk mengelola bisnisnya, Sujama Trisnadi di rumah Mamiek Prakoso di Jakarta, Selasa (4/8), mengatakan, pihaknya terpaksa menarik kembali mobil dan rumah yang digunakan Mbah Surip.
Menurutnya, kontrak antara Manajemen Kampung Artis dengan Mbah Surip untuk selama tiga tahun, sementara kontrak itu sendiri baru ditandatangani pada 1 Juli 2009. Dengan demikian akhir masa kontrak masih jauh dari kesepakatan.
Dengan demikian, lanjut Sujama, aset berupa mobil dan rumah yang telah digunakan beberapa waktu oleh Mbah Surip tidak bisa diwariskan kepada ahli waris artis berambut gimbal itu.
Menurut Sujama, sepekan setelah penandatanganan kontrak Mbah Surip sempat meminta rumah dan mobil diatasnamakan kepada anaknya, namun manajemen menolak dan menarik kembali aset itu.
Soal itu, ia mengatakan, pihaknya tidak bisa berbuat banyak, apalagi kegiatan Mbah Surip seperti bernyanyi dan lain-lain hanya lima persen saja yang dilaporkan kepada manajemen.
Menurut dia, banyak dari kegiatan Mbah Surip, merupakan kegiatannya sendiri bersama teman-temannya yang bukan komersial dan sekedar menyenangkan masyarakat.
Sejumlah artis dan seniman seperti pelawak Doyok, Tarzan, penyanyi dangdut Mansyur S, serta seniman Slamet Jenggo menjenguk di kediaman Mamiek Prakoso. Termasuk juga artis yang baru saja meroket, Manohara Odelia Pinot ada di sana.
Manohara yang mengaku penggemar Mbah Surip yang datang dengan blus coklat dan rok hijau menyatakan terkejut dan sedih mendengar Mbah Surip meninggal dunia secara mendadak. (kpl/dar)

Tarsan yang ditemui di kediaman Mamiek Prakoso di Jalan Kerja Bakti I, Kampung Makassar, Jakarta Timur, Selasa (04/08) siang selepas pemandian Mbah Surip menuturkan jika seniman berambut gimbal itu akan disemayamkan di Aula Rendra di Pancoran Mas, Depok.
Namun, Tarsan masih belum bisa memastikan di mana pelantun Bangun Tidur itu bakal diistirahatkan di tempat terakhirnya. Nampaknya, kepastian itu baru akan didapatkan saat musyawarah dengan keluarga Mbah Surip di Mojokerto diselesaikan. (kpl/ant/npy)

Jenazah pelantun Tak Gendong ini dimandikan pada pukul 13.45 di kediaman Mamiek Prakoso di Jl Kerja Bakti 1, Kampung Makassar, Jakarta Timur. Proses memandikan jenazah ini disaksikan ratusan orang yang ingin melihat penyanyi nyentrik ini.
Menurut Tarsan, yang ikut hadir di rumah duka, Mbah Surip akan dimakamkan di daerah Bogor, namun saat ini masih menunggu musyawarah dari keluarga di Mojokerto. "Dimandiin dulu, trus mau disemayamkan. Belum pasti disemayamkan di mana soalnya masih menunggu musyawarah dengan keluarga yang di Mojokerto. Tapi yang saya tahu akan dimakamkan di Citayeum, Bogor," terang pelawak anggota Srimulat ini.
Tarsan juga memberi keterangan kalau jenazah Mbah Surip akan disemayamkan di aula Rendra, milik W.S Rendra untuk menunggu keputusan di mana akan dimakamkan. "Jenazah dibawa ke mushola terdekat untuk disholatkan dan setelah itu akan dibawa ke aula Rendra, di sana akan disemayamkan untuk dikebumikan. Belum tahu kapan, menunggu keluarganya," ungkap Tarzan.
Mbah Surip meninggal dunia sekitar pukul 10.30 siang tadi sesaat dalam perjalanan ke Rumah Sakit Pusat Pendidikan Kesehatan TNI AD (Pusdikkes), Jakarta Timur. Penyebab kematiannya diperkirakan karena gagal jantung. (kpl/ant/erl)

Tarsan yang ditemui di rumah duka di kediaman Mamiek di Jalan Kerja Bakti I, Makassar, Jakarta Timur, Selasa (4/8), menuturkan bahwa wajah Mbah Surip hanya kelihatan pucat, seperti orang sakit biasanya. Ia juga mengaku tidak tahu penyakit yang diderita musisi yang hobi keramas dengan sampo kucing tersebut.
"Yang saya tahu dia cuma kecapekan. Mbah Surip mau dikuburin di keluarga W.S Rendra atau di Kampung Artis. Tapi ya mau di mana saja asalkan di bumi Indonesia," kata Tarsan yang masih berduka.
Menurut Tarsan, sosok Mbah Surip begitu istimewa. Meski sudah meraih kesuksesan, penyanyi yang lahir pada 5 Mei 1949 itu tak pernah neko-neko dan tetap sederhana.
"Kami bangga Indonesia punya sosok seperti Mbah Surip. Semua kaget dan mungkin malaikat aja kaget. Ini ujian bagi keluarga, pokoknya kami merasa kehilangan. Kalau presiden punya wakil, tapi Mbah Surip nggak," sambung personel Srimulat ini. (kpl/ant/boo)