KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Bola.net
"Untuk tawaran sinetron Tasya memang ada yang menawarkan, tapi rasanya belum pas saja. Karena Tasya masih mikir belajar dulu," kata Tasya.
Pemilik nama Shafa Tasya Kamila ini mengaku belum menemukan kecocokan akan cerita yang ditawarkan.
"Ada beberapa rumah produksi yang sudah menawari, tapi Tasya lihat semuanya belum cocok dengan keinginan, makanya masih mikir dulu untuk ke layar kaca," ungkap Tasya.
Tapi di balik tawaran itu sendiri, Tasya lebih memilih untuk mengisi acara kegiatan off air dengan melakukan langkah sosialisasi.
"Lebih baik mengisi acara off air saja, bisa keliling kota terus dapat memberikan sebuah inspirasi kepada masyarakat luas. Tapi tetap saja belajar tidak akan ditinggalkan," tukas Tasya.
Menurut dara kelahiran Jakarta, 22 November 1992, ini dengan kegiatan yang dilakukan tidak membuat konsentrasi belajar terganggu.
"Takutnya kalau menerima tawaran main sinetron atau film akan mengganggu dan menyita waktu. Kalau dengan kegiatan off air tentunya masih ingat untuk belajar," ungkapnya. (kpl/rom/bun)

"Untuk saat ini Tasya lagi sibuk sekolah, dan acara off air keliling. Tasya juga lagi sibuk menyiapkan album musik yang beraliran pop," katanya.
Album ini dikatakan Tasya kini tengah dalam proses produksi di studio. Diperkirakan akan ada 5 atau 6 hits single dengan materi lagu bernuansakan cinta. Ini sekaligus membuktikan bahwa dirinya telah meninggalkan dunia anak-anak yang selama ini sudah melekat.
"Jadi Tasya sudah mengalihkan aliran musik dulu untuk anak-anak sekarang ke dewasa, ke arah cinta," tegasnya.
Namun saat ditanya rencana rilis albumnya, Tasya yang pemilik album LIBUR TELAH TIBA itu mengaku masih belum tahu. Begitu pun dengan lagu-lagunya, dia meminta penggemarnya untuk bersabar sementara.
"Belum tahu kapan selesainya, ditunggu saja pasti akan hadir. Untuk hitsnya masih rahasia entar pasti tahu sendiri," kata gadis kelahiran Jakarta, 22 November 1992 ini.
Dalam album ini Tasya mengaku juga ikut menciptakan sebuah single, di samping beberapa lagu ciptaan para musisi terkenal. Namun lagi-lagi Tasya memilih merahasiakan lagu karya itu. (kpl/rom/dar)

Melihat dan merasakan dampak positif dari makan bersama keluarga, mantan penyanyi cilik Tasya menyarankan kepada keluarga Indonesia untuk selalu membiasakan makan bersama keluarganya.
"Jangan pernah lewatkan makan bersama, karena sangat penting untuk keakraban keluarga itu sendiri dan sebagai media komunikasi yang tepat untuk keluarga," demikian tegas Tasya saat ditemui di acara gerakan Ayo Makan Bersama! di Restoran Bunga Rampai, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (19/8).
Tasya juga mengungkapkan kebiasaan mamanya yang suka memasak untuk menyiapkan acara makan bersama. Menambah keakraban karena Tasya sendiri mengaku suka membantu aktivitas mamanya itu.
"Oh kalau itu mama yang biasanya suka masak. Aku seneng banget dan aku juga suka bantuin mama masak dan bantuin ngerecokin hehehee...," ungkapnya sambil tertawa kecil.
Bahkan dari kebiasaan keluarga makan bersama itu, bukan tidak mungkin Tasya akan kampanye ini dengan sebuah lagu ciptaannya. "Ini tidak menutup kemungkinan selama masih ada kesempatan aku mau, apalagi kalau sampai ada sponsor yang mau mendukung itu lebih baik," pungkasnya. (kpl/gum/dar)

"Ritual makan bersama keluarga masih jalan dan itu pagi-pagi sekali, kalau orang-orang makan bersama biasanya malam," demikian ungkapnya.
Pemilik nama Shafa Tasya Kamila yang ditemui di acara peluncuran gerakan Ayo Makan Bersama! di Restoran Bunga Rampai, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (19/8) itu mengungkapkan pilihan waktu pagi hari, lebih pada persoalan aktivitas anggota keluarganya. Masing-masing memiliki kesibukan, sebelum berangkat menyempatkan ketemu di meja makan.
"Pagi hari kita itu banyak kegiatan dan memulai waktu bersama di pagi hari itu lebih banyak. Karena semua sibuk di siang hari dan malam. Papa kerja, kakak baru diterima kerja dan aku sendiri masih sekolah. Jadi kalau kami kebersamaan diawali di pagi hari," terangnya.
Selama makan bersama, ungkap Tasya bersama keluarga membicarakan banyak hal, termasuk persoalan keluarga dipecahkan di sana. Bahkan pelantun lagu Libur Telah Tiba yang kini menginjak remaja itu, juga curhat masalah pada keluarga, di sana keluarga nanti memberi masukan yang terbaik.
"Biasanya kalau remaja agak malu-malu, agak gengsi sebenarnya remaja itu ingin mengutarakan apapun dengan keluarganya. Keluarga tidak akan menjerumuskan para remaja, jadi makan bersama itu penting banget karena aku bisa tahu papa kegiatannya apa aja, sama-sama diskusi rencana ke depan," urai Tasya. (kpl/gum/dar)

"Mari kita lestarikan bumi dengan menanam pohon sebanyak-banyaknya, dan jadikan lingkungan kita hijau dan bersih," kata Ully, saat ikut dalam aksi tanam pohon bersama Menteri Negara Lingkungan Hidup, Rachmat Witoelar, di Palembang, Jumat (12/3) petang.
Rangkaian acara Menneg LH di Palembang untuk mengkampanyekan pelestarian lingkungan dan alam itu dalam rangka HUT Kota Palembang sekaligus peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2009, berlangsung hingga Sabtu (13/06) petang ini.
Ully mengingatkan bahwa menanam dan memelihara pohon merupakan salah satu cara untuk menjaga eksistensi bumi ini.
Penghijauan menjadi solusi bagi pengurangan dampak krisis lingkungan yang mampu meminimalisir pemanasan global. "Karena itu kita semua harus bersemangat untuk menanam pohon," kata saudara kandung artis Paramitha Rusady itu lagi.
Ia mengaku, semula tidak berniat datang ke Palembang, tetapi beberapa kali Pak Rachmat Witoelar mengajak dan menceritakan kalau Kota Pempek ini telah berubah menjadi hijau dan lingkungannya semakin terjaga dengan baik.
Kebetulan dia menerima undangan dari Wali Kota Palembang Eddy Santana Putra untuk menghadiri penanaman 5.000 pohon bersama Menneg Lingkungan Hidup RI, sehingga memutuskan datang ke Palembang. Padahal, menurut Ully lagi, dia dan personel band Nyanyian Alam lainnya mesti manggung di Siak, Riau, sehingga anggota lainnya bersama Paramitha Rusady sudah lebih dulu berangkat.
Sebagian personel bersama Ully harus datang dan bernyanyi di Palembang, kemudian menyusul ke Siak untuk tampil pula di sana, Jumat (12/6) malam.
"Luar biasa, ketika tiba di Palembang, kelihatan bahwa kecintaan masyarakat dan pemkot di sini terhadap pohon sangat tinggi, dengan penanaman pohon dan tercukupi areal penghijauan di kota ini," ujar dia lagi.
Dalam kesempatan tampil di Palembang ini, Ully bersama grupnya menyanyikan tiga buah lagu, antara lain Balada Sungai Musi dan Lestarilah Alamku. Lagu-lagu tersebut diakui Ully telah diciptakan dan dinyanyikan sejak puluhan tahun lalu.
Penanaman 5.000 pohon buah-buahan di Kota Palembang tersebut dilakukan untuk memeriahkan peringatan hari jadi Kota Palembang ke-1.326 tahun. Menneg LH, Rachmat Witoelar, pada acara ini menanam sebatang pohon kelengkeng secara simbolis.
Turut hadir dalam rangkaian HUT Palembang tersebut duta lingkungan, Tasya, mantan penyanyi cilik yang diberi kesempatan berkampanye melestarikan alam, dan membawakan sejumlah lagu yang dinyanyikannya ketika masih kecil. (kpl/npy)

"Aku terjun ke dunia entertainment dari kecil, nggak apa-apa kalau imej aku kayak gitu. Aku sendiri sampai sekarang masih sering dipanggil untuk acara anak-anak," ungkapnya saat ditemui di Gramedia, Grand Indonesia, Jakarta Selatan, Minggu (19/04).
Artis yang terkenal lewat lagu Libur Telah Tiba ini merasa kurang pantas kalau dirinya sampai sekarang masih disebut artis cilik
"Aku kan udah 16 tahun, udah masa pubertas, tapi kalau masih di panggil penyanyi cilik rasanya udah nggak pantas lagi," ujarnya. (kpl/ang/boo)

"Aku memang sempat diwawancarai di buku ini menjadi wakil dari generasi muda. Bangga juga bisa menjadi motivasi untuk adik–adik dan generasi saya," ungkapnya sumringah.
Sebenarnya, untuk soal global warming, Tasya sudah paham sejak diangkat sebagai salah satu Duta Lingkungan pada tahun 2006 lalu. Ia sudah berkampanye ke sana ke mari, kadang Tasya juga turun ke daerah bersama Menteri Lingkungan Hidup, Rachmat Witoelar.
"Salah satu cara yang paling sederhana aku lakukan adalah memberi contoh untuk tidak buang sampah sembarangan, hemat listrik, atau energi. Ini hal yang paling mudah untuk bisa dipahami adik–adik," tuturnya.
Sebagai contoh, katanya lebih lanjut, membuang sampah sembarangan adalah contoh buruk dari bangsa ini. "Dan untuk mengubahnya tidaklah mudah walau kelihatannya sepele," pungkasnya. (kpl/ang/boo)