KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Bola.net
Helmy Yahya yang ditemui dalam peluncuran Helmy Yahya Broadcasting Academy (HBA) Narotama Surabaya, di Surabaya, Minggu (15/11) lalu, mengungkapkan banyak presenter yang tidak memiliki modal lebih, dalam hal postur tubuh atau pun yang lain. Namun kenyataannya mereka mampu eksis di dunia entertainment di Tanah Air.
"Presenter itu juga ternyata tidak perlu keren, pintar, tinggi, atau cantik. Taufik Savalas itu tidak keren bener, Tukul juga tidak terlalu pinter dalam Bahasa Inggris, Adul juga tidak tinggi, dan Okky Lukman juga tidak cantik, tapi semuanya sukses menjadi presenter," ujarnya mencontohkan.
"Jadi, rumus sukses itu bukan cantik, tinggi, atau apa, tapi ciri khas atau potensi apa di dalam diri dan sejauh mana ciri khas atau potensi itu mampu dioptimalkan," simpul Helmy.
Helmy selaku pemilik rumah produksi PT. Triwarsana itu bersama sebuah perguruan tinggi swasta di Surabaya mendirikan akademi kepenyiaran. Ini merupakan cabang kedua, setelah HBA cabang Bandung. Direncanakan akan menyusul cabang-cabang yang lain. (ant/dar)

"Ini adalah sitkom kedua saya. Sebelumnya saya bermain di sitkom bareng almarhum Taufik Savalas, REPUBLIK BBM. Ternyata lucu juga," katanya saat ditemui di kantor Fremantle Media, Jl Barito II/3, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (6/5) lalu.
Walaupun memang jarang memainkan peran komedi, namun Sophie mengaku tertarik bermain dalam sitkom ini bersama Lukman Sardi.
"Kalau peran komedi memang jarang aku ambil. Aku lebih milih-milih karena belum tentu yang ngajak main itu orangnya asyik. Gue pikir Lukman orangnya serius, tapi ternyata geblek juga orangnya," selorohnya.
Lalu, apa menurut Sophie dirinya sudah cukup lucu? "Aku sih menilainya lumayan, nggak malu-maluin. Emang sih sudah banyak menghibur. Lagian, menurut aku kelucuan itu tidak bisa dilatih ya, tapi berdasarkan jam terbang. Yang gue tahu sampai saat ini belum ada sekolah untuk melawak," pungkasnya. (kpl/mai/npy)