< >

BLOG TEDDY SOERIAATMADJA


Ir. Soekarno Pun Muncul di 'RUMA MAIDA'

Kapanlagi.com - Film garapan sutradara Teddy Soeriaatmadja, RUMA MAIDA berkisah sebuah kondisi masyarakat pinggiran di Jakarta, dengan kisah set back pada kehidupan zaman pergerakan. Sehingga tokoh Ir. Soekarno atau Bung Karno pun muncul dalam perjalanan kisah berbau asmara di masa peperangan itu.

Menurut Teddy film ini merupakan film fiksi sejarah, dengan didukung sebuah survey cukup panjang. Sebuah tim riset disiapkan untuk membangun kisah cerita yang seolah terjadi di masa pergerakan.

"Cerita ini hanya fiksi, nggak ada niat mengecilkan tokoh sejarah. Untuk bikin film ini kita juga membentuk tim riset, konsultasi dengan ahli sejarah, dan juga yayasan Bung Karno," terangnya saat ditemui di Pers Screening di Blitzmegaplex Grand Indonesia, Rabu (21/10).

Karena berdasar sebuah kisah fiksi, sejumlah tokoh pun dimunculkan untuk mendukung jalan cerita. Termasuk lagu sountrack Pulau Tenggara yang dibuat dengan semangat perjuangan kaum muda.

"Itu (Pulau Tenggara, red) juga fiksi karangan Ayu Utami. Begitu juga karakter Ishak Pahing dan Nani Kudus," tegasnya.

Film RUMA MAIDA diperkirakan akan menelan dana produksi antara Rp4,5 milyar - Rp5 milyar. Dalam produksinya melibatkan sejumlah artis berbakat, yaitu Atiqah Hasiholan (Maida), Yama Carlos (Sakera), Davina Veronica (Ratu), Nino Fernandez (Ishak Pahing), Wulan Guritno (Bertha). Sementara tokoh Ir. Soekarno diperankan aktor pendatang baru Imam Wibowo.  (kpl/ant/dar)


Lihat profil: Teddy Soeriaatmadja, Davina Veronica, Atiqah Hasiholan, Yama Carlos, Nino Fernandez, Wulan Guritno
Komentar : 1 komentar
Diposting oleh: Editor | Jumat, 23-10-2009 |

Nino Fernandez Ketagihan Berbagi Rezeki

Kapanlagi.com - Guna mendukung aktingnya dalam film RUMA MAIDA, aktor Nino Fernandez harus melakukan observasi tentang kehidupan anak jalanan, dan kehidupan masyarakat pinggiran. Namun di balik itu pemeran Ishak Pahing dalam film garapan sutradara Teddy Soeriaatmadja itu, ada sebuah kenikmatan yang dirasakan.

"Seminggu sekali sama teman-teman ngasih Sembako kepada orang yang kurang mampu. Kemarin yang terakhir ngasih di Tanjung Priok," terangnya saat ditemui di Pers Screening di Blitzmegaplex Grand Indonesia, Rabu (21/10).

Menurutnya banyak penduduk miskin di Jakarta, yang selalu dipinggirkan oleh keadaan. Dibutuhkan uluran tangan para dermawan untuk peduli pada mereka, lebih utama oleh pemerintah.

"Awalnya saya nggak mau, kayaknya kok sok mulia banget. Namun dipikir-pikir kan saya punya fans, kalau saya berbuat yang baik diharapkan mereka pada ngikutin. Saya bukan orang yang sempurna, namanya juga kan manusia," terangnya.

"Ternyata setelah sekali nyobain kok terasa enak, jadi keterusan. Ya senang aja sih melihat mereka senang, kadang kita juga bikin hiburan, ngajak makan bareng, bahkan ngajak badut datang juga," tambahnya.

Bahkan beberapa kali kesempatan Nino juga mengajak teman-teman sesama artis artis untuk ikut serta. Namun rata-rata mereka memiliki kesibukan masing-masing, dan sedikit sekali yang peduli.

"Banyak sih yang sudah saya ajak, tapi ya namanya mereka punya kesibukan masing-masing, jadi banyak yang belum sempat," pungkasnya.   (kpl/ant/dar)


Lihat profil: Nino Fernandez, Teddy Soeriaatmadja
Komentar : 0 komentar
Diposting oleh: Editor | Jumat, 23-10-2009 |

Wulan Guritno, Bangga Hidup Bersama Soekarno

Kapanlagi.com - Artis Wulan Guritno mengaku bangga dapat hidup berhadapan dengan Bung Karno, meski hanya sebatas dalam film RUMA MAIDA garapan sutradara Teddy Soeriaatmadja. Di film ini dirinya hidup bersama sosok Soekarno yang lebih manusiawi, jauh dari kacamata kehidupan politik.

"Film ini menggambarkan Bung Karno yang lebih manusiawi. Sosok dia dalam kehidupan sehari-hari bukan dari sisi politik. Saya senang bisa berhadapan dengan Soekarno meskipun di dalam film, karena dari skenario dan juga tokoh yang memerankan itu mirip banget. Cara ngomongnya itu mirip," ungkap pemeran tokoh Bertha itu.

Senada dengan Wulan, aktor Hengky Sulaiman yang memerankan tokoh Kuan itu dalam film ini, juga bangga dapat mengenang kembali sang Proklamator dalam sebuah akting film.

"Mungkin saya nggak kenal sama Soekarno, tapi saya hidup cukup lama di abad Soekarno. Saat beliau masih memerintah. Saya sangat senang, bisa mengenang zaman dulu. Dari suasananya, bagaimana Bung Karno berpidato, dan lain-lain," ungkapnya saat saat ditemui di Pers Screening di Blitzmegaplex, Grand Indonesia, Rabu (21/10).

Film RUMA MAIDA diperkirakan akan menelan dana produksi antara Rp4,5 milyar - Rp5 milyar. Dalam produksinya melibatkan sejumlah artis berbakat, yaitu Atiqah Hasiholan (Maida), Yama Carlos (Sakera), Davina Veronica (Ratu), Nino Fernandez (Ishak Pahing), Wulan Guritno (Bertha). Sementara tokoh Ir. Soekarno diperankan aktor pendatang baru Imam Wibowo.   (kpl/ant/dar)


Lihat profil: Wulan Guritno, Teddy Soeriaatmadja
Komentar : 0 komentar
Diposting oleh: Editor | Jumat, 23-10-2009 |

Wulan Guritno Rela Gemuk Demi 'RUMA MAIDA'

Kapanlagi.com - Demi tuntutan peran tak jarang para aktris rela mengubah penampilan dan berat badan. Setidaknya demikianlah hal yang dijalani oleh Wulan Guritno yang mengaku menaikkan berat badan demi film terbarunya RUMA MAIDA.

"Demi film ini gue naikin berat badan hingga lima kilogram," ujar Wulan yang ditemui KapanLagi.com di Pers Screening RUMA MAIDA di Blitzmegaplex Grand Indonesia, Rabu (21/10).

"Ya makan banyak aja. Alhamdulillah gue juga bisa cepat nuruninnya. Karena kebetulan gue suka olahraga," tambahnya sambil tertawa.

Selanjutnya, perempuan kelahiran London 29 tahun silam itu lantas menceritakan perannya dalam film arahan Teddy Soeriaatmadja tersebut.

"Di film ini menceritakan soal Sumpah Pemuda. Set lokasi syutingnya keren abis. Saat syuting saya sering telepon teman-teman, pamer dan cerita kalau set lokasi syutingnya bagus. Mereka pada datang juga. Di sini gue sering dapat adegan yang jarang pakai dialog," terangnya.

Sementara itu, soal pengertian dari sang suami, istri dari Adilla Dimitri tersebut mengaku tak ada masalah. Bahkan sang suaminya pun kerap mengunjunginya kala sedang dalam proses syuting.

"Enggak kok, dia sempat main ke lokasi syuting. Saat itu saya lagi adegan nendang berputar, suami saya bilang 'waduh, kok bahaya banget' katanya," lanjut Wulan.

"Ya nggak apa-apa lah, kan adegan itu nggak aku praktekkan dalam kehidupan sehari-hari," pungkasnya.    (kpl/ant/bar)


Lihat profil: Wulan Guritno, Adilla Dimitri, Teddy Soeriaatmadja
Komentar : 2 komentar
Diposting oleh: Editor | Kamis, 22-10-2009 |

Atiqah Hasiholan, Tetap Wajib Ikut Casting Demi Peran

Kapanlagi.com - Meski menjadi putri seniman senior sekaliber Ratna Sarumpaet, namun tak menjadikan Atiqah Hasiholan lantas mendapatkan previlege dalam membintangi sebuah film layar lebar. Layaknya aktris lain, dara berusia 27 tahun itu mengaku juga ikut casting.

"Di sini saya juga ikut casting, Alhamdulillah saya bersyukur. Kalau dibandingkan dengan FTV memang cerita di film ini lebih berat untuk diperankan. Mungkin persiapan saya juga kurang ekstra, karena pembuatan film itu hanya satu bulan," tuturnya.

Ditemui KapanLagi.com di Pers Screening RUMA MAIDA di Blitzmegaplex Grand Indonesia, Rabu (21/10), Atiqah lantas mengaku jika ia belum merasa puas dengan kualitas aktingnya sebelum benar-benar mendapat komentar dari penonton.

"Saya merasa puas biasanya kalau udah dapat feedback dari yang udah nonton, kalau mereka suka dan happy itu baru saya puas. Percuma kan kalau saya puas dengan akting saya ternyata orang lain nggak suka," ujarnya.

Selanjutnya, Atiqah juga sempat menceritakan adegan yang paling berkesan buat dirinya saat membintangi film arahan Teddy Soeriaatmadja itu.

"Saat nyari bunker, itu kan harus senatural mungkin. Dan scene-nya juga panjang banget. Apalagi di situ kan sebelumnya harus menceritakan kisah-kisah di Al Kitab, sementara saya bukan penganut Kristen," terangnya.

Lantas adakah kesamaan dirinya dalam kehidupan sehari-hari dengan karakter yang diperankannya? "Ya mungkin ada kesamaan, saya orangnya peduli sama sosial. Tapi ya nggak secuek itu, sampai mukanya berminyak gitu," pungkasnya.   (kpl/ant/bar)


Lihat profil: Atiqah Hasiholan, Teddy Soeriaatmadja, Ratna Sarumpaet
Komentar : 4 komentar
Diposting oleh: Editor | Kamis, 22-10-2009 |

Main Film, Raihaanun Didukung Suami

Kapanlagi.com - Kembalinya artis cantik Raihaanun Nabila bermain film ternyata didukung oleh suaminya yang juga sutradara Teddy Soeriaatmadja. Menurutnya, selagi dirinya masih bisa mengurus keluarga, hal tersebut sangatlah mudah untuk dijalaninya.

"Suami aku nggak pernah melarang ya soal aku yang kembali ke film. Yang terpenting, aku harus bisa bagi waktu dengan keluarga, terutama dengan anakku yang masih kecil," kata Haanun saat syukuran film HEARTBREAK.COM di Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (1/7) kemarin.

Vakum selama dua tahun lamanya, Haanun memang lebih sering mengurus anaknya, Millan yang kini berusia 1,5 tahun. "Sekarang memang sedang senang-senangnya dan lucu-lucunya sama anak. Tapi aku masih bisa bagi waktu dengan dia. Untungnya, suami juga terkadang ikut membantu untuk menjaga anak," ujarnya.

Waktu Haanun memang sedikit agak lega. Kesibukannya kuliah saat ini sudah diaturnya sedemikian rupa agar tidak mengganggu aktivitasnya dan keluarganya. "Aku sekarang juga sedang cuti kuliah di kampus ku di Universitas Pelita Harapan," ujarnya.

Lama tak bermain film, apakah Haanun tak merasa canggung? "Nggak ah biasa aja. Memang sih banyak yang bilang kalau nikah muda itu dibilang bakal cerai, tapi hubungan kita baik-baik saja selama ini. Yang terpenting kita berdua harus bisa saling mengerti satu sama lain," tukasnya. "Mudah-mudahan rumah tangga ya sampai terus ke depan," tambahnya.    (kpl/mai/boo)


Lihat profil: Raihaanun Nabila, Teddy Soeriaatmadja
Komentar : 0 komentar
Diposting oleh: Editor | Kamis, 02-07-2009 |

Film 'BADAI PASTI BERLALU' Ditayangkan di Darwin

Kapanlagi.com - Film nasional BADAI PASTI BERLALU yang pernah populer tahun 2007 meramaikan program pelatihan guru bahasa Indonesia di Australia, kata Sekretaris II Fungsi Pensosbud Konsulat RI Darwin, Arvinanto Soeriaatmadja, Senin (12/1).

Film yang disutradarai Teddy Soeriatmadja itu akan ditayangkan di depan 27 orang guru peserta program 'Endeavor Language Teachers Fellowship' (ELTF) 2009 dan masyarakat Indonesia di kampus Universitas Charles Darwin (CDU), Darwin, Selasa (13/1) sore, katanya.

"Atas nama panitia ELTF 2009, kita mengundang masyarakat kita untuk turut menyaksikan film yang akan ditayangkan di 'Building Blue 1' kampus CDU hari Selasa pukul 17.30," katanya.

Acara nonton bareng yang diselenggarakan panitia program ELTF dan mendapat dukungan Konsulat RI Darwin itu akan dihadiri langsung Sutradara Teddy Soeriatmadja dan seorang pemainnya, Siti Hafar Raihaanun Nabila HM, katanya.

Film yang bercerita tentang kisah hidup Siska itu diangkat dari novel karya Marga T berjudul Badai Pasti Berlalu. Sebelum diproduksi kembali tahun 2007, film tersebut pernah disutradarai Teguh Karya pada tahun 1977.

Arvinanto mengatakan, Sutradara Teddy Soeriatmadja dan aktris Raihaanun Nabila akan mendampingi para guru menyaksikan pemutaran Film BADAI PASTI BERLALU sebagai bahan utama edukasi pengenalan budaya dan bahasa Indonesia, katanya.

"Konsulat RI Darwin berterima kasih dan menghargai kerja sama baik Kedubes Australia di Jakarta dan pihak-pihak terkait Australia lainnya dalam pengurusan visa Teddy dan Raihaanun Nabila, sehingga mereka dapat hadir sesuai jadwal," katanya.

Kehadiran keduanya merupakan bagian dari kerja sama program ELTF yang dikoordinir CDU dengan Konsulat RI Darwin, katanya. Program ELTF yang diikuti 27 orang guru SMA se-Australia berlangsung di kampus CDU dari 2 hingga 18 Januari, kata Arvinanto menambahkan.  (kpl/bun)


Lihat profil: Teddy Soeriaatmadja, Raihaanun Nabila
Komentar : 0 komentar
Diposting oleh: Editor | Selasa, 13-01-2009 |

«1»

LIHAT ARSIP BERITA TEDDY SOERIAATMADJA TAHUN 2008
LIHAT ARSIP BERITA TEDDY SOERIAATMADJA TAHUN 2007
LIHAT ARSIP BERITA TEDDY SOERIAATMADJA TAHUN 2006
LIHAT ARSIP BERITA TEDDY SOERIAATMADJA TAHUN 2005
LIHAT ARSIP BERITA TEDDY SOERIAATMADJA TAHUN 2004