KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Bola.net
"Lagi buat album perempuan. Itu semua tentang perempuan dan bukan untuk komersil," tutur Oppie saat ditemui di Istora Senayan, Sabtu (07/11) kemarin.
"Ada program peduli perempuan dan ada 7 LSM perempuan tergabung di sana dan membutuhkan dana. Saya ditunjuk sebagai duta dan itu bentuk kepedulian saya yang nantinya dijual murah," terang Oppie mengenai proyek album perempuannya itu.
Dan Oppie tidak sendiri dalam proyek ini. Rencananya, dia akan menggandeng musisi-musisi perempuan lainnya seperti Tere, Rika Roeslan, dan Melanie Subono.
"Sebenarnya yang duta itu saya dan Melanie dan ini ide saya. Jarang punya lagu perempuan yang memberikan motivasi apalagi inspirasi. Banyak perempuan-perempuan yang tidak punya mimpi dan kesempatan. Intinya, lagu itu memberikan semangat buat perempuan-perempuan," kata Oppie bersemangat.
Proses album itu sendiri masih terus berjalan, apalagi, Oppie baru saja mendapatkan sponsornya saat ini walaupun seharusnya album itu selesai bulan Desember mendatang.
"Tidak ada yang mau mendanai karena ini bukan untuk komersil. Cukup sulit mencari dana untuk hal ini dan benar-benar niat untuk sosial. Ini biaya kita sendiri," tambah Oppie mengenai album berjudul SEPERTI KARTINI itu.
Hasil penjualan album berisi enam lagu itu pun tidak akan masuk ke kantong Oppie dan kawan-kawan. Semuanya disumbangkan untuk LSM perempuan.
"Di sini saya nggak dapat royalti karena akan disumbangkan semua untuk LSM perempuan," pungkasnya. (kpl/gum/npy)

Para artis yang menyampaikan komitmen mereka sebagai anggota DPR RI di ruang wartawan DPR Jakarta, Rabu (14/10) itu adalah Tantowi Yahya (FPG), Teti Kadi (FPG) dan Theresia EE Pardede atau Tere (FPD).
Menurut Tantowi, predikat selebriti dan keartisan itu hanya sebagai pintu masuk ke lembaga parlemen dan setelah itu tugas serta tanggung jawab tidak berbeda dengan anggota DPR dengan beragam profesi lainnya.
"Memang untuk memasuki lingkungan yang baru (dunia politik) bukan sesuatu yang mudah, tetapi dengan komitmen yang kuat untuk memperjuangkan aspirasi rakyat semuanya akan bisa dilalui," ujar Tantowi.
Tantowi yang dikenal sebagai pembawa acara berbagai kuis itu berharap keberadaan kalangan artis di parlemen akan memberi warna tersendiri dalam kinerja dan prestasi DPR lima tahun mendatang. Bagaimana pun, katanya, kerja di DPR merupakan kerja kolektif untuk memperjuangkan berbagai aspirasi stakeholders dan konstituen yang diwakilinya.
Sedianya kalangan anggota DPR yang juga selebritis dan berencana hadir namun berhalangan di antaranya Eko Patrio, Primus Yustisio dan Rachel Maryam dan Jamal Mirdad (Gerindra). Hingga saat ini tidak ada klarifikasi ketidakhadiran mereka. (kpl/dar)

Penyanyi bertubuh kecil ini malah tidak akan melakukan syukuran apa pun atas terpilihnya di DPR. Ia beranggapan rasa syukur justru harus dirayakan pada akhir masa jabatan.
"Terpilihnya saya ini kan perjuangan dan akan terus berjuang membela kepentingan masyarakat. Saya sendiri lebih afdol jika secara pribadi mensyukuri pada akhir jabatan nanti. Itu yang semestinya kita syukuri bukan awal-awal menjadi anggota. Kalau awal seperti ini saya hanya banyak istighfar saja," katanya di Hotel Borobudur, Selasa kemarin (29/9).
Kendati sudah terpilih namun penempatan tugas ketika berada di DPR nanti belum diperoleh. Sebab penentuan tugas masih menunggu putusan partai.
"Masih tunggu keputusan partai tapi saya diberikan opsi prevensi, ada dua pilihan. Salah satunya komisi 10. Saya ingin memberikan sumbangsih terhadap dunia pendidikan negeri ini. Jika bertugas di sini saya berusaha menjalankan tugas sebaiknya. Karena ini kan tugas bukan pekerjaan," urainya lagi lalu berpamit istirahat sambil menggamit sejumlah kertas. (kpl/dis/boo)

"Seharusnya pemerintah kita tetap waspada dan memberikan penghargaan serta apresiasi terhadap kinerja kepolisian dalam mencari pelaku teroris. Tidak mudah dalam menangkap mereka, perlu waktu hingga tahunan," ungkap Tere saat ditemui di ajang Java Rockin' Land di Pantai Karnaval Ancol, Sabtu (08/08) malam.
"Teroris itu sudah mencoreng negara kita di mana dunia, khususnya keamanan. Saya berharap mudah-mudahan para pelaku bisa ditangkap agar negara kita aman dan tenteram selalu," lanjut musisi yang sempat mencalonkan diri jadi anggota dewan ini.
Namun begitu, Tere mengingatkan jika keamanan Indonesia pun tak bisa lantas dipastikan telah pulih kembali. "Kita semua harus tetap waspada. Kematian Noordin bukan berarti 100% menjadi aman," katanya.
"Kita jaga bersama negeri kita tercinta," pungkas Tere. (kpl/ant/npy)

"Kebetulan memang kita lagi tidak ada waktu untuk bareng dan untuk bicara atau kumpul. Ya, meskipun kita masih ketemuan tapi itu pun tidak lengkap. Kebanyakan jadwal kita masing-masing berbenturan jadi tidak fokus pada Ten 2 Five," katanya.
Dijumpai saat nonton Java Rockin' Land, Pantai Carnaval Ancol, Minggu (9/8) malam, Imel mengungkapkan jika keputusan Ten 2 Five untuk break adalah keputusan bersama. Oleh karena itu, ketimbang juga ikutan vakum di dunia musik, Imel memilih bergabung dengan penyanyi lain dalam Tribute to Immortal Legends - gabungan penyanyi perempuan seperti Sherina, Titi Sjuman, Tere, dan Kikan Cokelat.
"Itu salah satu alasan kenapa saya bergabung di Tribute to Immortal Legends kemarin (manggung Sabtu di Java Rockin' Land, Red)," ujar cewek bernama asli Imela Sari Kuswantini ini.
Terlepas dari itu, pastinya Imel merasa menyesal Ten 2 Five harus vakum. Apalagi sudah banyak pecinta musik yang menerima lagu-lagu mereka. "Para penggemar sudah pada nanyain tentang keberadaan Ten 2 Five. Tidak malas juga, cuma pada intinya kita sedang dalam masa kebingungan mengikuti pasaran lagu-lagu yang sedang booming seperti sekarang ini," katanya beralasan. (kpl/ant/boo)

Band ini merupakan gabungan dari beberapa musisi perempuan seperti Titi Sjuman, Sherina, Kikan Cokelat, Sashi, dan Imel Ten 2 Five. Mereka lebur menjadi satu dan membawakan lagu-lagu yang menjadi legenda dari karya masing-masing legendaris itu sendiri. Dan tak ingin ketinggalan, Tere pun ikutan terjun ke dalamnya.
"Buat saya ini idealisme. Selama ini musisi perempuan belum ada wadahnya. Kebetulan kita semua ngobrol sama Sashi untuk membuat konsep ini dan ditawarkan untuk main di Java Rockin' Land ini, dan semua personelnya adalah perempuan," kata Tere.
Dijumpai di sela penampilannya di Pantai Carnaval Ancol, Sabtu (8/8) malam, Tere mengaku tidak ikut terlibat langsung membentuk Tribute to Immortal Legends. Namun, ia merasa tersanjung bisa terlibat dengan musisi-musisi perempuan lainnya.
"Kebetulan chemistry-nya langsung dapat dan tidak hanya saya saja yang tergabung di Immortal ini, tetapi ada Sherina, Kikan Cokelat, dan Imel Ten 2 Five. Dan di sini saya membawakan lagu dari Nirvana berjudul Smells Like Teen Spirit," tutur Tere.
Diakui Tere, penggabungan bersama musisi perempuan adalah hal baru baginya. Tapi ia tidak memerlukan waktu terlalu lama untuk membangun chemistry. "Sekitar 2 bulan. Buat saya ini seru-seru aja, jadi pengalaman baru dan bisa bersinergi," pungkasnya. (kpl/ant/boo)

"Perlu dibentuk Komisi Perlindungan Hak Seniman, karena selama ini karya seni terutama musik selalu dibajak sehingga merugikan para seniman," katanya pada sebuah diskusi di Pekan Produksi Kreatif Indonesia di Jakarta Convention Center (JCC), Jumat (26/6).
Ia mengatakan, Indonesia sudah mempunyai Undang-Undang Perlindungan Hak Cipta, tetapi penerapannya belum maksimal.
"Undang-undangnya sudah bagus, hanya implementasinya yang tidak baik. Kalau implementasi UU itu tidak berjalan baik maka pembajakan akan tetap marak," katanya.
Alfin dari Komunitas Penggemar Musik Indonesia (KPMI) menilai tidak ada kesungguhan pemerintah untuk meminimalkan pembajakan. Padahal, katanya, pembajakan tersebut muncul karena lemahnya penegakan hukum.
Menurut dia, kalau ada ketegasan dari pemerintah tentu pembajakan karya seni musik di Indonesia tidak separah ini. "Kalau perlu untuk pembajak itu diperlakukan seperti teroris maka tidak akan ada pembajakan di Indonesia," katanya.
Sementara, penyanyi Tere mengatakan, belum ada kesungguhan pihak penegak hukum terhadap pengendalian pembajakan. Menurutnya, maraknya pembajakan di Indonesia juga terkait dengan mental bangsa maka perlu gebrakan untuk memperbaiki kondisi tersebut. (kpl/bun)