KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Bola.net
Sekitar seratus orang yang terdiri dari kerabat dan tetangga terdekat berjejalan di dekat jasad Mbah Surip yang sedang dimandikan. Jasad Mbah Surip tengah dimandikan keluarga dan rekan dekat, di rumah pelawak Srimulat, Mamiek Prakoso, Jl Kerja Bakti 1, Kampung Makassar, Jakarta Timur.
Persiapan pemandian jenazah pun sudah dilakukan di samping rumah Mamiek di area kebun kecil dan disaksikan sekitar seratus orang lebih yang mulai memadati rumah Mamiek.
Jasad penyanyi nyentrik berambut gimbal ini diselimuti kain batik berwarna cokelat dengan rambut gimbalnya diangkat ke atas, dan kain kafan mengelilingi pipi Mbah Surip.
Saat prosesi pemandian, tampak pelawak Tessy Srimulat dan Meggy Z baru datang dan langsung bergabung dengan para warga dan pelayat yang hadir. (kpl/dna/rit)

"Aku tuh maniak sepatu kalau suka aku beli, ga terpengaruh harga. Gelang-gelang selalu dipake terus dari dulu. Kalau cincin, lagi baru seneng pake cincin, ini terinspirasi dari Tessy, Kebanyakan ini aku beli dari Bali," ungkapnya sambil tertawa dengan bergaya ala pelawak yang kerap tampil laiknya perempuan itu.
Nadila yang ditemui di Resto Foodism, FX Sudirman, Jakarta Selatan, dalam acara premiere film HANTU RUMAH AMPERA, Rabu (1/7) itu, mengaku tertarik mengenakan cincin lebih karena faktor kebiasaan saja, di samping juga persoalan mode. "Nggak tau, habis kalau lihat tangannya kosong kaya ga enak dilihatnya lebih seneng rame," tegasnya.
Dengan banyak aksesoris di tangannya itu, Nadila mengaku sudah terbiasa, dan tidak terganggu, lantaran kebiasaan itu sudah dijalani sejak masih duduk di bangku SMP. "Aku dari SMP sudah koleksi aksesoris," tegasnya menambahkan.
Nadila sendiri yang beberapa kali membintangi film bertema horor, mengaku percaya kalau ada cincin yang bertuah, memiliki penghuni yang berkekuatan. Meski masih ada keraguan di dalam hatinya. "Kalau mistik percaya nggak percaya," tambahnya.
Namun penampilan Nadila yang penuh aksesoris itu pun tidak pernah mengundang komentar atau protes dari pasangannya, Eno. Pria yang pernah pacaran dengan Cathy Sharon itu, selalu memberi kebebasan penampilan.
"Dia nggak pernah comment, aku mau kaya gimana juga bebas. Soal penampilan aku ngga ada kriteria khusus," ungkap Nadila perempuan yang rajin ke salon di kawasan Bintaro itu. (kpl/gum/dar)

"Film ini lucu, ya aku sendiri kayak main di EXTRAVAGANZA aja. Menurut saya sih ini lebih bisa dibilang film komedi dari pada film horor. Film ini adalah film hiburan murni jauh dari kesan serius. Pokoknya penuh guyonan," ungkap Indra saat ditemui di acara prefiew film THE MALINGS KUBURAN di Blok M Plasa, Minggu (28/6).
Kekonyolan Indra juga ditunjukkan saat ditanya soal akting memeluk penyanyi Syahrini, yang menjadi lawan mainnya. "Ya empuk banget," katanya sambil disusul tawa lebar.
Sementara Syahrini yang berdiri di sampingnya justru menambahkan, kalau pelukan Indra berlangsung cukup lama, meski kemudian ditambahkan, kalau semuanya adalah sekedar tuntutan akting.
"Itu take-nya agak lama lho. Tapi ya nggak papa, itukan tuntutan film. Buat saya bisa main di film itu suatu kebanggaan," terang Syahrini yang mengaku perdana bermain film.
Selain Indra Birowo dan Syahrini, turut membintangi film THE MALINGS KUBURAN di antaranya penyanyi Donita, Yton Club Eighties, Tessy Srimulat dan Heri Savalas. Berperan sebagai pengarah, sutradara muda Dwi Ilalang. (kpl/ant/dar)

Tessy yang mengenakan kacamata hitam dan kemeja hijau tampak kurang nyaman dengan situasi kala itu. Usai nonton dan makan-makan yang diiringi ngobrol dengan para pemain lainnya, ia tak banyak bicara. Dan pada saat preskon hendak dimulai, Tessy malah menggandeng istrinya lalu pergi.
Tim KapanLagi.com sempat menanyai Tessy soal kemesraannya dengan sang istri. Tapi ia tak menjawab banyak. "Ah, biasa saja. Dulu sama sekarang biasa saja. Udah, jangan ngomongin tentang keluarga," ujarnya.
Tanpa ba-bi-bu lagi, selebriti bernama asli Kabul Basuki itu langsung ngeloyor meninggalkan Blok M Plaza bersama istrinya. Ia juga dengan tegas tidak mau diambil fotonya. (kpl/ant/boo)

"Maaf, atas permintaan Pak Tessy, dia ingin istirahat total. Nggak mau diganggu. Ini permintaan Pak Tessy langsung," kata sekuriti yang mencegat para pewarta saat akan masuk ke RS tersebut, Selasa (14/04).
Menurut petugas keamanan tersebut, Tessy telah masuk rumah sakit sejak Senin (13/04) kemarin. Ditambahkannya, hanya ada satu keluarga Tessy yang diperbolehkan masuk dan menungguinya di kamar.
Saat KapanLagi.com mencoba menghubungi nomor telepon Tessy, seorang wanita yang mengaku istri Tessy mengangkatnya. Dituturkannya bahwa Tessy telah mulai dirawat sejak tiga hari yang lalu.
"Sakitnya nggak berat kok, bukan sakit yang berat. Sakitnya sakit typhus. Mungkin karena faktor kelelahan," tuturnya.
Lalu secepatnya wanita tersebut menyudahi telepon itu. "Udah ya Mas, saya nggak enak karena semuanya harus sepengetahuan Bapak," pungkasnya.
Tessy sendiri diketahui dirawat di kamar 7.11 di rumah sakit tersebut. (kpl/hen/npy)

"Pesan moral dari film ini ialah kalau mau menentukan pilihan itu harus diteliti dulu dengan baik, sebelum mencontreng tanggal 9 April nanti," kata Tora Sudiro saat acara meet and greet Film Wakil Rakyat, di Bandung Indah Plasa (BIP), Sabtu (04/4).
Menurutnya, usai berakting dalam dalam film WAKIL RAKYAT tersebut, dia mengaku mendapatkan pengalaman berharga tentang dunia politik.
"Dulu sebelum main film ini, gue ngak tahu sama sekali tentang dunia politik tapi setelah main di film ini, ada sedikit pembelajaran politik yang gue dapat," kata aktor yang sekujur tubuhnya dipenuhi tato itu.
Ketika ditanyakan apakah dirinya tertarik dan bersedia jika ada Parpol yang meminang dirinya untuk menjadi wakil rakyat yang sesungguhnya, Tora akan menolak ajakan tersebut. "Nggak lah, belum ada pikiran ke arah situ, masa wakil rakyat bertato," katanya dengan nada bercanda.
Selain dibintangi oleh Tora Sudiro, Revalina S Temat, Wiwid Gunawan dan Vincent Club Eighties, film WAKIL RAKYAT juga memasang para eks pemain Srimulat seperti Tarzan, Nunung, Yati Pesek, dan Tessy. (kpl/bar)

"Pada tahun '97-an aku baru datang ke Jakarta, aku bingung cari kerja. Tapi pas aku minta sama mas Timbul, aku dikasih kerjaan sama dia. Mas Timbul adalah salah satu orang yang mengajak aku terjun ke komedi," kata Tessy saat melayat ke rumah duka, Jl Cendrawasih VIII No 13, Slipi, Jakarta Barat.
Menurut Tessy, ia dan Tukul (Arwana) masih sempat membesuk Timbul di rumah sakit, bahkan sempat juga bercanda dengan pelawak senior tanah air itu.
"Terakhir membesuk ke rumah sakit kondisinya sudah begitu. Makan susah, cuma 7 sendok saja. Aku datang dengan Mas Tukul sampai akhirnya dia bangun dan ketawa. Kita senang dan bahagia, tapi yang seketika itu kita dibuat sedih, mas Timbul ngomong ke istri membisiki dan istrinya ngomong ke kita kalau mas Timbul meminta maaf sebesar-besarnya kepada mas Tessy dan mas Tukul," ujarnya terharu.
Bagi Tessy, Timbul telah berjasa besar dalam memberikan sumbangsih pada perkembangan dunia komedi tanah air pada umumnya, dan di tubuh Srimulat pada khususnya. Selain itu, masih ada beberapa keinginan Timbul yang masih belum terlaksana.
"Mas Timbul ingin mengembalikan ketoprak humor seperti masa-masa jayanya dulu dan itu belum tercapai. Ya, mungkin satu persatu pemain Srimulat atau ketoprak humor pergi. akan timbul regenerasi baru yang lain," pungkasnya. (kpl/buj/bun)