KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Bola.net
"Pertunjukan ini merupakan yang kesembilan kalinya digelar dan Bali menjadi tuan rumah untuk keempat kalinya. Even ini tidak hanya menjadi kebanggaan, namun harapan kami para musisi dapat menunjukkan penampilan terbaiknya untuk perkembangan musik Indonesia," kata Manager Humas PT HM Sampoerna, Agustine Leony, kepada wartawan di Kuta, Jumat (13/11).
Sejumlah musikus Bali kenamaan akan tampil, di antaranya Balawan, Ardo & Delights, Nanoe Biru, Kotak, Saint Loco dan Kanan Lima. Sedangkan grup-grup papan atas juga bakal menghibur para penggemar musik, di antaranya Slank, Superman Is Dead (SID), The Changcuters, Mulan Jameela, Ari Lasso, The Virgin, Naif dan lainnya.
Pihak penyelenggara sebelumnya juga telah melakukan seleksi terhadap para penggemar musik di 22 kota besar di Indonesia. Mereka diminta memainkan musik dengan peralatan seadanya seperti perabotan rumah tangga atau bengel, untuk menciptakan irama musik yang indah.
Hasilnya, 300 orang musik mania terpilih dan diajak pergi ke Bali guna melihat festival musik Soundrenalin 2009 di Bali. "Mereka bisa berinteraksi langsung dengan para musisi yang tampil," ujar Leony didampingi Koko dari Deteksi Production.
Dalam pertunjukan ini, akan terbagi dalam tiga lokasi panggung yang berada di kawasan GWK, yakni di Festival Park Area, Amphi Teather Area dam Lotus Pons Area. Para musisi dan artis ini bakal tampil bersamaan di tiga lokasi dimulai pukul 15.00 wita dan berakhir pukul 23.30 wita.
Bagi masyarakat yang ingin menikmati musik itu bisa melihat sesuai jenis yang diinginkan. Di Lotus Ponds Area misalnya lebih banyak menampilkan musik beraliran pop progresif. Di Amphi Teather akan menyuguhkan musik bernuansa jazz, sedang di Festival Park Area mengusung aliran rock.
Salah satu musisi yang akan tampil, Balawan mengatakan, akan memainkan musik etnik jazz untuk menginspirasi lagu-lagu rock klasik yang akan diaransemen dengan gamelan. "Para penyanyi dan penonton dapat berbaur bersama sehingga bisa lebih interaktif," ujarnya.
Para penonton, kata Balawan, akan diajak bersama musisi memainkan peralatan musik seadanya, misalnya kaleng air minum ataupun botol-botol minuman, sedemikian rupa sehingga menghasilkan harmonisasi dan menciptakan irama-irama musik yang indah.
Jika pada pertunjukan sebelumnya, dilibatkan musisi asing, untuk sekarang, penyelenggara sengaja tidak menghadirkan mereka. Alasannya, kata Koko, pihaknya ingin memberi ruang terbuka bagi para musisi Indonesia untuk tampil.
"Ini kesempatan bagi para musisi Indonesia, termasuk musisi lokal Bali untuk tampil mengekspresikan potensinya," kata Koko.
Dia mengatakan, dalam ajang ini pihaknya ingin menunjukkan pada publik bahwa musik adalah bahasa universal. Kata dia, setiap orang tidak harus suka musik rock atau dangdut, untuk menontonnya. Yang penting mereka bisa merasa enjoy dan suka dengan musik untuk menghibur jiwanya.
Tantri dari grup Kotak yang akan manggung di Festival Park Area, mengaku sudah tiga kali tampil dalam ajang ini. "Kami harapkan ini bisa mempersatukan semua jenis musik. Kami sendiri akan lebih mengeksplor sisi elektronik, mudah-mudahan penggemar musik bisa terhibur," katanya. (ant/bun)

Konser yang berdurasi 12 jam nonstop digelar di empat panggung yakni Black Stage dan Red Stage pada bagian luar area Istora, dan Green Stage dan Blue Stage pada bagian dalam gedung Istora.
Sebanyak 39 nama tercatat mengisi keempat panggung. Namun hanya dua panggung yang menjadi pusat konsentrasi penonton, yaitu Red Stage dengan suguhan aksi panggung dari Bondan Prakoso feat. Fade 2 Black, The Changcuters, The Dance Company, Stevie Item Family, Gigi, dan penampilan puncak Andi Rif feat. Abdee Slank dan John Paul Ivan.
Sementara dari Blue Stage, di dalam Istora, beberapa musisi blues kawakan dari mancanegara turut ambil bagian. Kara Grainger (Australia), Mike Wilgar (UK), dan Jan Akkerman (Belanda) tercatat mengisi panggung utama selain Gugun & Blues Shelter yang merupakan pentolan blues Indonesia hadir meramaikan panggung utama.
Secara keseluruhan konser yang kali kedua diselenggarakan Ina Blues (Indonesian Blues Association) dan Djarum Super selaku sponsor utama jauh terlihat lebih ramai dan cukup nyaman bagi para penonton. Bahkan banyak dari para penonton yang turut serta membawa anak-anak mereka untuk menyaksikan sebuah pesta bagi para musisi blues ini. (kpl/bbm/boo)

"Ini adalah pesta bertaraf internasional untuk para pecinta blues," katanya.
Acara bernama resmi Djarum Super Jakarta International Blues Festival itu akan digelar pada Sabtu (7/11) di Istora Senayan, Jakarta dengan tema Back To The Roots of All Music dan akan menampilkan sederetan musisi dan band blues yang jauh lebih banyak dan beragam dibanding tahun lalu.
Sejumlah artis yang akan mengisi acara tersebut di antaranya Gugun & Blues Shelter, Blues Train, Kiboud Maulana, Gigi, The Dance Company, The Changchuters. Ada juga penampilan khusus dari gitaris blues senior Yopie Item dengan dua anak kandungnya Audy dan Stevie Item, serta 'duel' Bondan Prakoso dengan ayahnya yang juga musisi, Sisco.
Acara tersebut juga akan diisi oleh penampilan Abdee Slank dengan John Paul Ivan dan vokalis Rif, Andi. Dari deretan mancanegara akan ada penampilan musisi dari Inggris, Amerika Serikat, Australia, Belanda, Irlandia, Thailand dan Singapura, di antaranya Jan Akkerman dan Mike Wilgar.
Para penonton yang hadir dalam konser musik tersebut akan dipuaskan dengan hadirnya empat panggung sekaligus. Para penonton akan diberi kesempatan untuk menyusuri empat panggung sekaligus dengan harga tiket Rp100 ribu.
Sementara itu, pihak Djarum Super sebagai sponsor utama menyatakan menyambut baik pergelaran musik tersebut. Handojo, perwakilan dari PT Djarum mengatakan pihaknya berharap perkembangan musik blues ditanah air akan berkembang maju seperti musik lainnya. (ant/bun)

"Nggak kenapa-kenapa, baik-baik aja kok, kita sama-sama kerja," tegas perempuan yang populer dengan nama Tyas Mirasih itu saat ditemui di acara PLAYLIST, di Studio Penta, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Rabu (28/10).
Tyas tidak membantah jika masing-masing penuh kesibukan untuk urusan kerja. Namun karena sudah berkomitmen, di tengah aktivitas itu masih berusaha untuk bertemu.
"Kita masih sempetin ketemu walaupun sibuk, nggak ngaruh sama jadwal kita yang padat," terangnya.
Namun giliran ditanya tentang rencana akhir tahun, mantan pacar Raffi Ahmad itu mengaku masih belum memiliki rencana. Selain memang tahun baru masih dua bulan lagi.
"Lho kok tahu sih (sibuk, red), yang pasti akhir tahun belum ada rencana," pungkasnya sambil tertawa. (kpl/gum/dar)

"Saya pingin nonton Kotak manggung, tapi tidak punya uang, terpaksa kami masuk tanpa bayar," kata seorang penonton bernama Beno yang mengaku berasal dari Cilaku, Cianjur itu.
Ratusan orang merusak pagar pembatas dari seng, dengan cara digoyang dan ditendang bersama-sama. Penonton illegal tersebut, bersorak riang ketika bisa memasuki areal konser band kesayangan mereka.
Melihat keadaan tersebut pihak keamanan mencoba mengantisipasi dengan menerjunkan satuan polisi dengan cara memblokade pagar yang sudah rusak, agar penonton tetap membeli tiket.
Namun para penonton tak bertiket ini semakin menggila dan beringas, sekalipun pagar dijaga barikade polisi tidak menyurutkan niat untuk bisa masuk ke arena konser. Pihak panitia pun akhirnya membuka pintu gerbang dan membebaskan penonton masuk tanpa tiket.
"Demi keamanan kami buka pintu gerbang, daripada terjadi keributan nanti repot," ungkap Leo, panitia dari PT Djarum Tobacco.
Setelah pintu masuk dibuka, ribuan orang penonton yang masih di luar mulai masuk ke dalam. Para pecinta musik tersebut semakin asyik menikmati hentakan irama musik, sambil berteriak dan berjoget. Walaupun sempat diguyur hujan deras, mereka pun tidak beranjak dari lapangan. (kpl/dar)

Acara pun tepat dimulai pukul 8 malam dengan kehadiran The Changcuters yang langsung disambut meriah oleh para penonton. Kehadiran Tria, Qibil, Alda, Dipa, dan Erick yang tampil seragam dengan kemeja putih dan celana pensil kotak-kotak sambil menyanyikan lagu-lagu hits mereka benar-benar memanaskan para penonton yang rela berdesak-desakan di Hall UMM Dome, Malang, Rabu (21/10) malam itu.
Suasana makin meriah ketika Giring Nidji ikut naik ke atas panggung dan menyanyikan lagu I Love You Bibeh bersama Tria dan kawan-kawan. Tak hanya itu, Giring pun bergoyang-goyang ala penyanyi dangdut lengkap dengan geolan pinggulnya.
Pukul 09.20 malam anak-anak The Changcuters masuk ke backstage. Sebelum disusul dengan penampilan Nidji yang rupanya paling ditunggu-tunggu, panitia menayangkan beberapa testimonial para penggemar yang juga menonton di situ.
Akhirnya pukul 09.30 malam, Giring dan kawan-kawan naik ke panggung dan disambut dengan sorakan khas Aremania. Penampilan mereka pun semakin membuat suasana makin panas dengan joget ala Giring.
Dalam kesempatan tersebut, Giring juga memamerkan kemampuannya untuk bersolo gitar di intro lagu Sang Mantan dan Hapus Aku. Sementara kemampuannya berduet juga dibuktikan bersama Nindy dalam lagu Sudah dan bersama Tria dalam lagu Biarlah.
Dan konser di mana para penonton juga diberikan kacamata 3D oleh panitia itu pun berakhir sekitar pukul 11 malam dengan kolaborasi dari The Changcuters, Nindy, dan Nidji. Mereka bersama-sama menyanyikan lagu yang sebelumnya dipopulerkan oleh grup Swami, Bongkar. Dengan aransemen yang berbeda, Bongkar sukses menutup konser dengan kesan semarak ini. (kpl/npy)

Acara ini akan dimeriahkan oleh Nidji, The Changcuters, dan juga penyanyi cantik Nindy. Uniknya, akan dibagikan juga kacamata 3D untuk para penonton.
Menurut Aldo dari Maestro Production, pihaknya optimis akan kelancaran acara ini. Dari 4.000 tiket yang dikeluarkan panitia, terhitung 3.000 lembar lebih yang sudah berada di tangan penggemar.
"Ya, pasti ramai banget ini. Ini aja masih banyak yang ngantri di ticket box," ujarnya saat ditemui KapanLagi.com di depan UMM Dome, Rabu (21/10).
Di antara calon penonton yang berjubel tersebut, banyak yang sudah berteriak tidak sabaran. Mereka takut kehabisan tiket seharga Rp20.000 tersebut dan malah terpaksa membeli lewat calo dengan harga berlipat-lipat. (kpl/boo/npy)