KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Bola.net
"Tapi yang paling susah diatur itu si Eno, karena proses musikalitas dia itu spontan. Dia itu enerjik banget, tapi dia juga paling lucu, nah yang paling santai itu si Ipang," ujar pria yang juga leader dari Baron Soulmate tersebut, mengomentari pria yang sejatinya drummer Netral itu.
"Ya pas latihan kita udah kayak kapal pecah, udah kayak neraka, tapi didiemin dulu biar pada capek semua," timpal Kin yang juga gitaris dari The Fly.
Ditemui KapanLagi.com dalam acara pre-launching album di Grand Indonesia, Kamis (9/7) siang, The Chemistry yang memang dimotori oleh muka-muka lama di industri musik tanah air tersebut, justru mengaku menginginkan promo lewat internet.
"Ya karena kita mau muncul di komunitas indie, makanya kita dimulai dari dunia maya," tutur sang vokalis, Ipang.
Sementara itu, The Chemistry mengaku akan segera merilis albumnya 28 Juli mendatang, dengan menampilkan karya yang disebut mereka sebagai pure rock music. (kpl/hen/bar)

"Yang kita tawarkan itu pure rock, yang kemudian kita punya satu pemikiran untuk mengimbangi musik-musik Indonesia yang sudah melayu banget," ungkap Ipang sebagai orang yang didapuk sebagai frontman The Chemistry.
Ditemui KapanLagi.com dalam acara pre-launching album di Grand Indonesia, Kamis (9/7) siang, The Chemistry yang juga digawangi oleh Kin, gitaris The Fly, juga mengungkap alasan mereka membentuk band tersebut.
"Di sini gue tertantang karena gue penasaran, kan kita udah punya band masing-masing dan kita tahu posisi kita di band kita. Jadi di sini bener-bener challenge, yang penting di sini kita rock and roll," ujar Kin.
Sementara untuk pemilihan nama, Kin mengutarakan, awalnya dari sebuah jalinan pertemanan, namun meski masing-masing karakter berbeda, namun ia mengakui jika ego masih bisa disatukan.
"Itu berawal dari pertemanan, nah kita punya karakter yang berbeda tapi tetep nyatu egonya, nah dari situ kita ambil nama chemistry," tandas gitaris yang kerap mengenakan kacamata hitam tersebut. (kpl/hen/bar)

"Nggak, gue nggak kecewa sama The Fly, gue bersolo karir, karena pengen eksis, terus ada momen dapat tawaran dan ini kesempatan langka, nggak bijak kalau gue tolak, tapi mereka menghargai keputusan gue karena memang seperti ini keadaannya," jelasnya.
Ditemui KapanLagi.com di Studio Penta, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Selasa (30/6), pria yang mengawali karirnya melalui acara talent search Indonesian Idol tersebut juga mengungkapkan, jika ia tak akan ikut-ikutan memainkan musik melayu, seperti yang tengah marak di industri musik tanah air.
"Lagi promo single pertama gue dari album gue, judul albumnya ANAK MELAYU, singlenya judulnya Kehilangan. Gue bukan metal (melayu total - red), gue tetap Firman, gue tetep suka rock, blues, jazz bahkan dangdut, tapi gue nggak bisa pungkiri gue orang melayu, jadi feel-feel melayunya keluar," kilahnya.
"Gue bikin sepuluh lagu di album baru nanti, ada Charlie juga di situ," pungkasnya memberikan sedikit bocoran. (kpl/buj/bar)

"Ya gue pengen ngeluarin album, tapi The Fly minta gue milih salah satu, sebenarnya gue pengen dua-duanya jalan," ujar Firman menceritakan ikhwal keluarnya ia dari The Fly, saat ditemui KapanLagi.com di Studio Penta, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Selasa (30/6).
Pria kelahiran Balige, Sumatera Utara tersebut juga menegaskan jika ia lebih memilih terus berkarya daripada harus menunggu, di saat The Fly memilih vakum terlebih dahulu.
"Gue tetep sayang sama The Fly, terus gue ada side job mumpung band ini vakum, gue pernah punya komitmen pada bulan Februari lalu The Fly mau ngeluarin karya terbarunya, tapi gue tunggu sampai April nggak keluar-keluar, karena personelnya sibuk sama proyek masing-masing, setelah diskusi dan berdebat gue mutusin untuk solo karir, tepatnya 3 April by phone dini hari," ungkap Firman. (kpl/buj/bar)