KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Bola.net
Menghadiri konser classic Chrisye a Night to Remember, Thomas terkenang kembali dengan almarhum. "Sangat bagus banget, dari awal sampai akhir. Saya pribadi sangat setuju dengan konser tribute untuk dia. Saya deket ama dia, sering tampil bareng pula. Dia itu orangnya gak pernah ngerasa senior, meski dia hebat banget, dia orangnya nyantai," ungkap Thomas yang ditemui di Ballroom Ritz-Carlton, Pacific Place, Jakarta, Senin (12/10).
Satu kenangan yang tak terlupakan bagi penyanyi ini adalah soal nama panggilan untuknya. "Dia selalu panggil saya dengan nama kecil saya, Dul. Nggak pernah mau panggil saya Thomas,"ujarnya.
Chrisye juga jadi inspirasi bagi Thomas. Dia pun ingin mendapat kesempatan untuk menyanyikan lagu sang legendaris ini. "Pastinya, dan semua orang pasti menjadikan dia sebagai inspirasi dalam berkarya. Mungkin dia nggak ngerasa seperti itu. Tapi kita bisa melihat pasti semua orang tuh suka dan pengen seperti dia. Aku dari SMP sudah seneng banget sama lagu-lagunya. Waktu SMA adalah waktu yang sangat nggak mungkin aku lupain, di mana gue nari dengan lagu Chrisye, Hip Hip Hura," ujar penyanyi/bintang sinetron ini.
"Saya sih pengen banget nyanyiin lagu-lagu Chrisye di panggung. Lagu apa aja, asal lagunya," tambahnya. (kpl/ant/erl)

"Tercetusnya pembukaan resto, karena saya tak ingin uang yang saya peroleh terbuang sia-sia dengan membeli barang-barang," ujar Tommy di sela-sela syuting sinetron INAYAH di Cirendeu, Jumat (25/09) malam. Ia membuka restoran waralaba tersebut, karena sudah mengenal pemegang lisensinya.
Ditambah lagi, makanan Jepang sangat nyambung dengan penduduk Indonesia. Penyuka makanan Jepang shabu-shabu ini pun, mencari lokasi yang tepat. Pilihan jatuh di Mall Taman Anggrek dengan menu andalan Takigawa dan Chicken Roll. Menurut Tommy, lokasi Mall Taman Anggrek sangat strategis. Sebab, bisa menjadi pilihan masyarakat untuk bersantap.
Apalagi, bila jalanan macet sehingga lokasi sangat pas menjadi pilihan setiap orang. Modal awal membuka resto seluas 280 meter, membutuhkan dana sebesar 2,7 miliar. Dana itu, tak hanya Tommy yang mengeluarkan. Melainkan, dibagi rata bersama ketujuh rekannya.
Meski di bagi rata, Tommy mengakui, modal awal yang mengalir sangat besar. Sampai-sampai, ia harus merelakan usaha bisnis air minum dan bengkel motornya dijual untuk mendanai restoran tersebut. Padahal, kedua bisnis itu sudah Tommy dirintis sejak dua tahun silam. Keuntungannya pun sangat lumayan.
Berhubung Tommy ingin memiliki bisnis besar dan mendapatkan untung besar. Ia pun menjual usahanya tersebut. "Dengan alasan itu, saya menjual kedua bisnis saya agar ada perputaran uang," imbuh Tommy bijak. Kini, bisnis restonya sudah memasuki bulan kelima. (kpl/adt/riz)

"Ya tapi lihat nanti aja. Ini masih proses, akting juga masih. Nanti juga mau syuting buat Ramadhan, mulai minggu depan," kata Sultan yang ditemui di Studio Penta, Jakarta, Senin (8/6).
Di band barunya nanti yang akan dibuat lebih ke religi, Sultan bakal menempati posisi sebagai vokalis. Padahal selama ini, adik kandung Thomas Djorghi tersebut belum pernah terdengar gaungnya sebagai penyanyi. Pun begitu, ia tetap percaya diri.
"Kalau nyanyi, gue harus dari awal, karena kan gue bukan penyanyi. Memang sih dari kecil hobi gue nyanyi, tapi nggak pede. Baru kemarin aja ada yang support," kata aktor yang sudah satu tahun latihan vokal dan sudah take beberapa lagu ini.
Lalu, bagaimana dengan persaingan di ranah musik tanah air? Soal ini Sultan punya keyakinan yang teguh. Ia menyerahkan semuanya kepada Yang Maha Kuasa. "Rezeki kan sudah ada yang ngatur, jadi kita jalani aja," pungkasnya berfilsafat. (kpl/buj/boo)

"Sama sekali tidak tersinggung. 24 tahun di dunia hiburan aku anggap biasa saja. Gak usah didengerin," tuturnya saat ditemui di Snow Bay TMII, Jumat (5/6).
Pasalnya sampai saat ini Thomas masih sendiri saja. Kakak Sultan Djorghi ini mengaku merasa enjoy. Apalagi orang tua tidak menuntut.
"Orang tua saya punya pola pikir maju banget, pokoknya nikmati saja," tandasnya.
"Tak perlu buktikan apa–apa, terserah orang mau ngomong apa yang penting bahagia dan enjoy," tambahnya.
Malahan sekarang ia fokus pada bisnis baru. Dia buka resto buat investasi masa depan. "Paling tidak manfaatin momen, dunia entertain tentu tidak selamanya," pungkasnya (kpl/wwn/npy)

"Saya selalu kepingin banget bikin usaha, apa pun bentuknya. Nah, dari awal itu ribet banget mau usaha apa, terus ada teman-teman yang ngajakin," ujar Thomas yang ditemui kala pembukaan Restoran Takigawa miliknya di Mall Taman Anggrek, Jakarta Barat, Sabtu (18/4).
Untuk bisnisnya kali ini, mantan model yang banting setir jadi pedangdut ini lebih memilih jaringan franchise. Menurutnya, franchise justru lebih gampang dalam pengelolaannya. Tak perlu mulai dari awal, tinggal memenuhi setoran saja. Selain itu, alasan memilih Takigawa karena ia memang hobi makan makanan Jepang dan suka nongkrong.
"Soalnya ini kan makanan sehat. Saya berharap semoga usaha ini bisa lebih besar. Bisa melebar bikin franchise ini ke mana-mana," katanya.
Sedangkan saat ditanyakan tentang modal awal, Thomas tidak mau memberikan detailnya. Pastinya, budget yang keluarkan tidak sedikit. "Ada lah. Sekitar 5,4 miliar, itu untuk tempat. furniture, dan interior," tukasnya. (kpl/ant/boo)

Saat dikerubuti wartawan, istri muda Bambang Trihatmodjo ini langsung berkelit. "Udah ya, saya kan datang ke sini kan diundang. Nggak enak soalnya," kilah Mayang menghindar dan berbisik pada Thomas Djorghi yang juga hadir. "Tuh kan mereka pasti datang kalau ada saya," ujarnya.
Mayang mengaku kalau dirinya tidak perlu diwawancara, pasalnya beritanya sudah menyebar ke mana-mana. "Kalian mau nanya apa lagi? Tanpa mencari saya, beritanya udah ada di mana-mana. Buat apa wawancara saya. Kalian kan lebih hebat daripada saya," kilah penyanyi yang tenar di era 90-an ini. (kpl/ant/erl)

"Saya sangat optimis dengan perkembangan musik dangdut. Kehadiran Arreal akan memberikan warna baru. Tapi yang utama adalah dukungan dari dalam negeri dulu," ujarnya di MU Café, Jakarta, Selasa (3/2).
Di Amerika sendiri, seperti dikatakan Thomas, sebenarnya banyak komunitas pecinta musik dangdut, terutama di kalangan orang Indonesia sendiri yang tinggal di Amerika.
"Saya adalah penyanyi dangdut pertama yang nyanyi di Amerika atas undangan Mbak Ira (Rissa Asnan – red), menghibur masyarakat Indonesia yang tinggal di Amerika. Kebanyakan dari telah lama tinggal di sana, dengan musik dangdut kita mencoba mengobati rasa rindu mereka akan kampung halaman," tutur Thomas.
Tetapi menyanyi dangdut di hadapan masyarakat sendiri di sana ternyata tidaklah mudah. Ternyata audience di sana adalah orang–orang yang telah lama menetap selama belasan tahun. "Jadi untuk memperkenalkan musik dangdut yang sekarang ini cukup menemui kesulitan, walau pada akhirnya mereka menerima dan menyukainya," ungkap model yang beralih profesi menjadi pedangdut ini. (kpl/wwn/boo)