< >

ARTIKEL TIO PAKUSADEWO


'PINTU TERLARANG', Pesan Misterius Pembawa Petaka

KapanLagi.com - Pemain: Fachri Albar, Marsha Timothy, Ario Bayu, Tio Pakusodewo

Gambir (Fachri Albar) adalah seorang seniman pematung yang sukses, hidup bersama istrinya yang cantik, Talyda (Marsha Timothy). Semula hidupnya baik-baik saja, hingga suatu saat ia menerima pesan-pesan misterius.

Di dalam pesan tersebut, ada seseorang yang meminta bantuannya. Secara kebetulan, dari tayangan TV ilegal yang menempatkan kamera-kamera tersembunyi di suatu rumah, ia akhirnya mengetahui pengirim pesan tersebut.

Adalah seorang anak laki-laki berusia 7 tahun yang ternyata disiksa dan disekap di suatu ruangan khusus. Gambir yang tidak tega melihat penderitaan bocah sekecil itu, berusaha mencari anak misterius itu. Dan pencarian itu berujung pada kecurigaan sang istri, Talyda, terlibat di dalamnya misteri ini.

Pada akhirnya, Gambir harus memilih, menyelamatkan bocah laki-laki itu atau ia akan kehilangan hidup dan semua miliknya selama ini. Apa pun yang ia pilih, semuanya memiliki resiko yang mengerikan.

PINTU TERLARANG diadaptasi dari novel karya Sekar Ayu Asmara berjudul sama, mampu ditampilkan di layar lebar dengan apik oleh Joko Anwar. Tak hanya sukses di dalam negeri, film ini sukses meraih penghargaan di dunia perfilman internasional, seperti Best of Puchon di Puchon International Fantastic Film Festival di Korea serta menjadi nominasi ajang Golden Kinnaree Award Southeast Asian Competition di Bangkok International Film Festival. (kpl/riz)


Lihat profil: Fachri Albar, Marsha Timothy, Ario Bayu, Tio Pakusadewo, Sekar Ayu Asmara, Joko Anwar
Diposting oleh: Editor | Senin, 02-11-2009 |

'KATA MAAF TERAKHIR', Ketika Maaf Tak Sekedar Kata

KapanLagi.com - Pemain: Tio Pakusadewo, Maia Estianty, Ade Surya Akbar, Rachel Amanda, Kinaryosih, Dwi Sasono.

Apa arti kata maaf? Sekedar ucapan yang mudah meluncur dari mulut setiap kita melakukan kesalahan, atau satu penyesalan mendalam atas kesalahan yang harus kita tunaikan dengan ikhlas?

Tema itulah yang kali ini diangkat dalam film layar lebar terbaru Sinemart yang berjudul KATA MAAF TERAKHIR. Sebuah film drama keluarga, lengkap dengan pengkhianatan cinta dan persahabatan, yang merupakan kekerasan psikologi yang sukar dilupakan. Di mana pada akhirnya, maaf bukan sebuah kata yang mudah diucapkan. Bagaimana juga maaf adalah sesuatu yang penting dinyatakan dengan tulus, bukan hanya sebagai upacara ritual tahunan pada hari Lebaran, tetapi juga sebagai penyembuh jiwa.

Darma (Tio Pakusadewo) sedang menjalani bulan terakhir kehidupannya. Oleh karenanya ia membuat daftar hal-hal yang harus dilakukannya. Salah satu keinginannya yang paling sulit adalah memperoleh maaf dari ibu anak-anaknya, Dania (Maia Estianty), putra sulungnya, Reza (Ade Surya Akbar) dan putrinya, Lara (Rachel Amanda). Darma tahu, dia telah melukai mereka sedemikian dalamnya, hingga rasanya tak mungkin mereka akan bisa memaafkannya. Enam tahun yang lalu, Darma meninggalkan Dania, istrinya dan kedua anaknya, Reza dan Lara, karena menghamili Alina (Kinaryosih), sahabat Dania.

Darma tahu bahwa keluarganya sangatlah terpukul akan kejadian tersebut. Oleh karena itu selama ini, setiap Lebaran, dia tak pernah mencoba untuk datang menemui mereka. Darma tidak sanggup jika harus menghadapi kemarahan keluarganya.

Hingga suatu saat secara tak sengaja Darma bertemu dengan Lara. Ia berusaha keras mendekati Lara. Lara yang awalnya bimbang akhirnya luluh akan keinginan ayahnya. Karena jauh di dalam hatinya ia sangat merindukan peristiwa ini, di mana ia bisa bercengkrama kembali dengan ayahnya. Darma pun menyampaikan kondisi yang sedang dihadapinya. Lara pun mengalami dilema, karena di dalam hatinya ia ingin memenuhi keinginan ayahnya.

Film yang berdurasi 98 menit ini juga menggambarkan sosok wanita yang tegar dan mandiri, yang berhasil bangkit berdiri di atas kakinya sendiri setelah ditinggalkan suaminya, di mana ia dan kedua anaknya berjuang untuk berdamai dengan hati mereka masing-masing untuk dapat memberi sebuah kata maaf pada seorang suami dan ayah yang telah meninggalkan luka yang dalam di hati mereka.

Film yang juga dibintangi oleh Kinaryosih dan Dwi Sasono ini merupakan kolaborasi kedua antara sutradara Maruli Ara, dengan penulis skenario Leila S Chudori, di mana sebelumnya mereka telah sukses dalam serial televisi DUNIA TANPA KOMA. Di sini adalah debut mereka berdua dalam menggarap sebuah film.

Film yang bakal diputar serentak pada 27 Agustus mendatang menjadi debut Maia di layar lebar. Maia yang sebelumnya sudah pernah menjadi pemain di acara EXTRAVAGANZA, tentunya tak menemui kesulitan berarti ketika berakting di sini. Mungkin hanya adegan menangis yang ia anggap sulit, hal ini bisa dimaklumi karena cerita ini ada kemiripan dengan kisahnya di kehidupan nyata.

Tio Pakusadewo patut diacungi jempol, karena ia mampu 'menghidupkan' film yang mengambil lokasi syuting di daerah Jakarta, Anyer, Puncak, Cibodas, Cibubur dan Cibinong ini. KATA MAAF TERAKHIR ingin menyampaikan kepada penonton, hendaknya menjaga keutuhan keluarga, sebelum semuanya terlambat dan hanya sesal yang tertinggal. (kpl/prl/riz)


Lihat profil: Tio Pakusadewo, Maia Estianty, Rachel Amanda, Kinaryosih, Dwi Sasono, Ade Surya Akbar
Diposting oleh: Editor | Rabu, 26-08-2009 |

«12345»