KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Bola.net
"Mungkin mereka memang sudah pantas menjadi bagian dari provinsi kita. Kasihan kan mereka memang ingin sekali gabung dengan kita kelihatannya. Tapi kasihan sekali mereka karena hanya mengakui tanpa memiliki dasar kebudayaan yang jelas sekali," kata Tio saat ditemui di Planet Hollywood, Jakarta, Sabtu (29/8) malam.
Namun meski begitu, aktor yang sudah banyak makan asam garam dalam bermain film ini meminta agar masyarakat Indonesia tidak emosi menanggapi kasus antar dua negara ini. Apalagi saat ini masyarakat sedang menjalani bulan Ramadhan.
"Sebagai memandang persoalan negara, sebaiknya sih sabar dulu karena ini bulan puasa. Tapi kalau lama-lama terus-terusan muncul, ya nyusahin juga. Makanya Indonesia harus memikirkan langkah yang terbaik," kata Tio. (kpl/mai/npy)

Bahkan, usai nonton bareng dengan Meneg Pemberdayaan Perempuan, Meutia Hatta, serta beberapa istri para menteri lainnya, Adhyaksa berharap film ini mampu bersaing dengan film-film lainnya di ajang Festival Film Indonesia (FFI).
"Saya yakin sekali film ini akan mampu bersaing dengan film-film lainnya di ajang FFI. Film ini bagus sekali, bahkan saya sampai nonton dua kali," kata Adhyaksa saat ditemui di Planet Hollywood, Jakarta, Sabtu (29/8) malam.
Adhyaksa pun sangat mengapresiasi film yang dimainkan aktor senior Tio Pakusadewo ini. Menurutnya, dari jalan ceritanya, meski setiap orang memiliki masalah namun jangan terus-terusan menyendiri dengan masalah tersebut.
"Kayak di film itu, ada yang berolahraga. Intinya memang harus melakukan kegiatan-kegiatan yang positif. Jangan hanya terjebak dalam persoalan yang kita alami," ujarnya. (kpl/npy)

Yang spesial, nonton film KATA MAAF TERAKHIR yang kedua kalinya itu mereka lakukan secara bersamaan dengan anggota organisasi perempuan dan kepemudaan, di Planet Hollywood Jakarta, Sabtu (29/8).
"Bahkan Ibu Meutia baru saja pulang dari luar negeri dan langsung datang nonton lagi," kata Adhyaksa Dault, didampingi Meutia sebelum menonton film yang menceritakan seorang ayah yang berupaya meminta maaf dari istri dan kedua anaknya itu.
Sebelumnya, kedua menteri tersebut mengaku menonton film sendiri-sendiri. Namun setelah melihat film yang banyak menguras air mata penonton tersebut, mereka lantas memutuskan untuk nonton bareng dengan anggota organisasi-organisasi perempuan dan kepemudaan serta wartawan.
Adhyaksa mengharapkan, setelah menonton film tersebut, masyarakat dapat membina rumah tangga yang harmonis dan serasi. Film tersebut mengajarkan agar membina keluarga yang baik sejak awal agar tidak menyesal di kemudian hari.
Sementara itu, Meutia Hatta mengatakan, setelah menonton film tersebut penonton diharapkan berupaya untuk membentuk keluarga yang harmonis dan membina anak-anak dengan baik.
Film tersebut adalah sebuah film drama rumah tangga, lengkap dengan pengkhianatan cinta dan persahabatan, yang merupakan kekejian psikis yang sukar dilupakan. Dalam film itu, kata "maaf" bukan sebuah kata yang mudah diucapkan. (kpl/bar)

"Kalau judulnya sih belum pasti, masih bisa berubah, saat ini baru jalani lima episode," terangnya saat dijumpai di Atrium Senen (23/8) di sela-sela acara Ngabuburit Bareng Artis KATA MAAF TERAKHIR.
Andai pun Amanda tambah laris pun wajar. Aktingnya di KATA MAAF TERAKHIR arahan sutradara Maruli Ara dinilai bagus. Dia bisa mengimbangi akting aktor senior Tio Pakusadewo. Bahkan Tio sendiri terkagum-kagum.
Sebaliknya Amanda memuji Tio sebagai aktor yang enak diajak main. "Mungkin awalnya segen ya, karena om Tio senior, tapi ternyata dia funky banget dan fun banget, jadi mainnya enak saja," tuturnya.
Tentunya Amanda tak bakal seperti sekarang ini kalau tidak didukung penuh oleh orang-orang terdekat, seperti keluarga misalnya. "Padahal dari keluarga tidak ada yang terjun ke dunia entertaint, baru aku saja, tapi mereka sering kasih-kasih masukan walau pada awalnya buta sama sekali dengan dunia akting," pungkasnya. (kpl/wwn/erl)

"Setiap pekerjaan tidak pernah saya anggap enteng. Saya selalu sungguh-sungguh," ujar Tio mengawali pembicaraan saat disambangi di Planet Hollywood, Kamis (20/8).
Seperti film teranyar yang dibintanginya, KATA MAAF TERAKHIR, Tio tetap berlaku profesional di sela-sela keterbatasan waktu. Maklum saat ini Tio memang disibukkan dengan banyak film. Sebelum premier KATA MAAF TERAKHIR, film Tio yang lain, IDENTITAS, juga telah dirilis ke pasar.
"Jadi kalau saya bisa bagus di sela-sela keterbatasan waktu, itu adalah prestasi," tutur aktor kelahiran Jakarta, 2 September 1963 ini.
Bagi Tio, yang terpenting dalam setiap film yang ia mainkan, dia dapat membawa orang masuk dalam cerita. "Itu berarti saya sukses," tandasnya.
Makanya Tio tidak mau disebut aktor antagonis. "Itu hanya persepsi orang saja. Lalu mana film saya yang jahat?" ujarnya bertanya balik. (kpl/wwn/npy)

Dibintangi Maia Estianty (Dania), Tio Pakusadewo (Dharma), Amanda (Lara), Ade Surya Akbar (Reza), Dwi Sasono (dr Ray), dan Kinaryosih (Alina), film yang tampaknya memang dipersiapkan untuk menyambut Ramadhan dan Idul Fitri ini cukup sukses menguras air mata penonton.
Film ini bercerita tentang keinginan terakhir seorang Darma (Tio) untuk meminta maaf kepada mantan istrinya, Dania (Maia), juga kepada putra dan putrinya, Reza (Ade Surya Akbar), dan Lara (Amanda). Darma merasa bersalah karena telah meninggalkan dan melukai keluarganya dan ingin meminta maaf kepada mereka sebelum ajal menjemputnya.
Akting Tio harus diakui menjadi tonggak yang mampu menghidupkan film drama keluarga ini. "Sebelum main, saya mencari referensi ke RS Paru dan ketemu orang-orang yang sudah sampai ke stadium 4," papar Tio kala ditemui di Planet Hollywood, Jakarta Selatan, Kamis (20/8). Totalitas Tio patut diacungi jempol.
"Film ini membuat kita berpikir kembali untuk bercerai. Perceraian membuat luka batin dan trauma," jelas Maia pemeran tokoh Dania istri Darma (Tio) tersebut.
Terlepas kekurangan yang ada dalam film ini, film yang diproduseri Leo Sutanto ini layak menjadi tontonan keluarga. Diputar mulai 27 Agustus 2009, film ini mengingatkan penonton agar menjaga keutuhan keluarga sebelum 'nasi menjadi bubur'. (kpl/wwn/boo)

"Saya sangat memuji penampilan Mbak Maia yang baru pertama kalinya main film. Peran Mbak Maia di film ini sangat berkarakter, dan dia memerankan sangat bagus meskipun baru pertama kali," kata Adhyaksa usai gala premiere KATA MAAF TERAKHIR di Planet Hollywood, Jakarta Selatan, Kamis (20/8) malam.
Dituturkan Adhyaksa, film besutan Maruli Ara tersebut penuh dengan nilai edukasi yang cukup tinggi. Film itu mengajarkan banyak hal, khususnya bagi seorang ayah. "Di film ini ada rasa kebencian seorang anak karena kurang kasih sayang, tapi berakhir dengan rasa sayang yang sangat dahsyat," ujarnya.
Dan lagi, ada satu dialog yang membuat Adhyaksa terpukau. Dialog itu meluncur dari mulut Dania, karakter wanita broken home yang diperankan Maia.
"Ada satu dialog dari Mbak Maia yang mengatakan, 'Kau boleh kecewa dan benci pada ayahmu, tapi kau tidak berhak menghukumnya'. Itu sangat dahsyat," puji Adhyaksa yang langsung membuat Maia tersipu. (kpl/hen/boo)