KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Bola.net
KapanLagi.com - Oleh: Noppy
Walaupun sebelumnya sukses mengisi soundtrack MENDADAK DANGDUT dengan 'berubah' menjadi seorang penyanyi dangdut, namun Tikam alias Titi Kamal nampaknya ogah membiarkan image dangdut menempel pada dirinya. Sebagai pembuktian, istri Christian Sugiono ini akhirnya menelurkan album solo pop perdananya yang bertajuk LEBIH BAIK SENDIRI.
Terlihat jelas kerja keras Titi untuk melunturkan image Petris yang kadung melekat pada dirinya. Apalagi lagu-lagu pop ringan yang dibawakannya kadang masih mengingatkan kita pada Jablai dan Mars Pembantu, seperti misalnya track tiga yang jadi single perdana, Lebih Baik Sendiri, dan track lima, Kau Bilang.
Olah vokal Titi pun masih jauh dari kata piawai jika mendengarkan seluruh lagu dari album ini. Bisa dibilang, jangkauan nada Titi yang pendek dan datar menjadi ciri khas dalam album perdananya ini. Dari tujuh lagu yang disajikan, cuma beberapa yang terasa gregetnya. Salah satunya lagu Resah Tanpamu yang dijadikan single kedua Titi.
Sebenarnya yang terasa mengesankan dari lagu tersebut adalah keberanian Titi untuk berduet dengan pentolan band top tanah air, Anji Drive. Walaupun sempat terdengar 'jomplang' pada awal lagu, namun Titi berhasil menyelesaikan lagu tersebut dengan apik. Mungkin karena teringat pengalamannya di masa lalu bersama sang kekasih. "Sayang, aku mau. Jangan pernah kau meragu. Walau aku jauh, hatiku untukmu..."
Secara keseluruhan, album ini memang bisa dibilang sebagai sebuah bentuk pembuktian dari Titi Kamal. Namun Titi harus berlatih dan berusaha lebih keras lagi untuk bisa terus eksis di dunia tarik suara. (kpl/npy)

KapanLagi.com - Pemain: Aming, Titi Kamal, Ramzi, Dedi Sutomo, Nani Wijaya, Jojon, Zaskia Adya Mecca, Cici Tegal, Cahya Kamila
Usai menyutradarai film yang sukses besar, AYAT-AYAT CINTA, Hanung Bramantyo pernah berujar untuk berhenti dari dunia film. Karena dalam pembuatan film AYAT-AYAT CINTA, Hanung mengaku telah mengerahkan segala kemampuannya. Namun beberapa bulan kemudian, Hanung menjilat ludahnya sendiri dan merilis film baru berjudul DOA YANG MENGANCAM.
Film ini dibintangi oleh pemain Extravaganza, Aming. Karena dibintangi oleh pelawak, film ini pun bergenre komedi, tapi dengan sentuhan religi. Dalam film ini, Aming berperan sebagai Madrim, kuli angkut yang merasa nasibnya paling malang di dunia. Kemiskinan yang menjeratnya, membuat sang istri Leha (Titi Kamal) pergi meninggalkannya. Penderitaannya belum berakhir karena Madrim diusir dari kontrakan karena tak mampu membayar.
Seorang kawannya, Kadir, penjaga mushola menyarankan agar Madrim rajin sholat. Meski telah menuruti saran Kadir, nasib Madrim tak kunjung berubah. Diilhami oleh sebuah peristiwa perampokan, Madrim berdoa dengan mengancam Tuhan jika dalam tiga hari doanya tak terkabul, dia akan berpaling pada setan.
Pada hari ketiga, Madrim jatuh pingsan setelah disambar petir. Ia pun ditolong penduduk desa. Setelah sadar, Madrim tiba-tiba dapat mengetahui keberadaan seseorang hanya dengan melihat fotonya.
Kemampuan baru Madrim dimanfaatkan polisi untuk melacak keberadaan buronan mereka. Atas petunjuk Madrim, puluhan buronan tertangkap. Dalam waktu singkat, Madrim dilimpahi kekayaan.
Saat 'kemampuan melihat' yang dimilikinya mulai merampas kebahagiaan hidupnya, Madrim lagi-lagi mengancam Tuhan agar mencabut 'kelebihan' yang diberikan padanya. Kadir menduga bahwa kemampuan itu adalah pemberian setan, bukan Tuhan. Madrim pun menggugat setan.
Madrim lagi-lagi koma. Kemampuannya tak hilang, justru bertambah. Kini, Madrim juga bisa melihat gambaran masa depan. Kekayaan Madrim meningkat pesat dalam waktu singkat. Kekayaan melimpah tak juga membuat Madrim bahagia. Kebahagiaan yang didambanya tak kunjung diraih.
Apa yang sebenarnya bisa membuat Madrim bahagia?
Film berdurasi 115 menit yang diangkat dari cerpen karangan Jujur Prananto dan termasuk dalam Buku Kumpulan Cerpen Terbaik Kompas 2002 ini berisi kisah satir dengan sentuhan komedi dan religi. Penasaran dengan film serius perdana Aming? Film ini mulai hadir di bioskop mulai 9 Oktober 2008. (kpl/lin)