Trie Utami

Iie
Trie Utami Sari
Perempuan
Bandung, Jawa Barat, 08 Januari 1968
Lihat Lirik Lagu Trie Utami
Biografi :
Trie Utami Sari lahir di Bandung, 8 Januari 1968, dari pasangan Soedjono Atmotenojo dan Soerjani Oesoep. Putri bungsu dari tiga bersaudara ini biasa dipanggil Iie. Kedua kakaknya bernama Purwa Tjaraka dan Thea Ika Ratna.
Meski sejak bayi sudah akrab dengan musik, Iie baru benar-benar mengenal musik saat duduk di SD. Bersama kedua kakaknya, sejak tahun 1972 - 1986, ia mengikuti les piano.
Selain dilatih oleh Alfons Becalel, seorang pria asal Hongaria, Iie juga belajar piano kepada Rhinno dan Linda dari YPPM (Yayasan Pusat Pendidikan Musik) Bandung. Tahun 1978, Iie mengikuti pendidikan musik di Bina Musika Bandung.
Meski tidak belajar vokal secara khusus, diam-diam Iie juga pintar menyanyi. Karena kemampuan menyanyi dan main piano, pihak sekolah memercayai Iie untuk memimpin drum band sekolah sebagai mayoret.
Pada tahun 1977, untuk pertama kalinya Iie tampil di layar TVRI bersama Bu Mul dalam acara Ayo Menyanyi, semacam kompetisi menyanyi yang diikuti anak-anak usia SD dan disiarkan langsung di televisi. Beberapa tahun kemudian Iie mengikuti lomba menyanyi lagu-lagu perjuangan di Bandung dan berhasil meraih juara kedua.
Saat SMA Iie terus mengasah kemampuan bermusiknya. Ia belajar main keyboard, saksofon, dan berlatih membuat aransemen lagu di kelompok drum band GWDC (Genta Winaya Drum Corps) Bandung.
Setelah lulus SMA dan tidak mampu melanjutkan sekolah di Amerika, Iie memilih untuk tetap melakukan kegiatannya semasa SMA yaitu menjadi penyiar di Radio OZ 103 FM di Bandung, menjadi lead vocal band Kahitna, dan terus berlatih musik.
Tahun 1986, bersama band Krakatau, Iie membuat rekaman pertamanya. Namun, namanya mulai dikenal publik setelah ia berhasil mengantar lagu Keraguan, karya Edwin Saladin dan Adelansyah, sebagai pemenang Lomba Cipta Lagu Remaja Prambors (1987). Bahkan, albumnya itu berhasil meraih meraih BSAF Award sebagai album terlaris 1987.
Namanya benar-benar mulai melambung saat Iie berhasil menjuarai Festival Penyanyi Lagu Populer Indonesia, tahun 1989 dan sebagai runner up dalam ABU (Asia Pasific Broadcasting Union) Golden Kite World Song Festival di Kuala Lumpur, sebagai Best Performer on TV, dan BASF Award Winner.
Pada 1991, Iie meraih Grand Prix Winner di ajang The Golden Stag International Singing Contest di Brasov, Rumania. Ia juga dinobatkan sebagai pemenang dalam ABU International Anthem di Bangkok (2000), serta terpilih sebagai Penyanyi Jazz Wanita Terbaik versi News Music. Pada tahun 2004, sebagai pencipta lagu, ia pun pernah terpilih sebagai komposer terbaik untuk lagu anak-anak versi AMI (Anugerah Musik Indonesia).
Sejumlah lagunya juga sempat menjadi hit, antara lain Kau Datang, Untuk Ayah dan Ibu (ciptaannya sendiri), serta Nurlela 1 dan Nurlela 2. Yang terakhir ini dinyanyikannya berempat bareng Vina Panduwinata, Atiek CB, dan Malida, yang tergabung dalam kelompok Rumpies. Pada saat itu, tahun 1988, Rumpies sempat melejit, dan sering diundang manggung ke berbagai daerah.
Iie juga menyanyi untuk soundtrack sejumlah film, antara lain ELEGI BUAT NANA, PERISAI KASIH YANG TERKOYAK, dan KEMBANG ILALANG.
Tahun 1991, Iie menikah dengan Viva Permadi, akrab dipanggil Wiwie GV, seorang musisi. Sayangnya pernikahan tersebut tidak berlangsung lama dan bercerai tahun 1992.
Tiga tahun kemudian Iie menikah lagi dengan Andi Analta Baso Amir, putra dari Andi Baso Amir, seorang tokoh masyarakat Sulawesi Selatan. Setelah enam bulan saling mengenal, nyaris tanpa pacaran, keduanya pun menikah pada 23 November 1995.
Pernikahan inipun kandas setelah 10 tahun bertahan. Setelah bercerai Iie menanggalkan jilbab yang mulai dikenakannya sejak tahun 1998.
Meski sejak bayi sudah akrab dengan musik, Iie baru benar-benar mengenal musik saat duduk di SD. Bersama kedua kakaknya, sejak tahun 1972 - 1986, ia mengikuti les piano.
Selain dilatih oleh Alfons Becalel, seorang pria asal Hongaria, Iie juga belajar piano kepada Rhinno dan Linda dari YPPM (Yayasan Pusat Pendidikan Musik) Bandung. Tahun 1978, Iie mengikuti pendidikan musik di Bina Musika Bandung.
Meski tidak belajar vokal secara khusus, diam-diam Iie juga pintar menyanyi. Karena kemampuan menyanyi dan main piano, pihak sekolah memercayai Iie untuk memimpin drum band sekolah sebagai mayoret.
Pada tahun 1977, untuk pertama kalinya Iie tampil di layar TVRI bersama Bu Mul dalam acara Ayo Menyanyi, semacam kompetisi menyanyi yang diikuti anak-anak usia SD dan disiarkan langsung di televisi. Beberapa tahun kemudian Iie mengikuti lomba menyanyi lagu-lagu perjuangan di Bandung dan berhasil meraih juara kedua.
Saat SMA Iie terus mengasah kemampuan bermusiknya. Ia belajar main keyboard, saksofon, dan berlatih membuat aransemen lagu di kelompok drum band GWDC (Genta Winaya Drum Corps) Bandung.
Setelah lulus SMA dan tidak mampu melanjutkan sekolah di Amerika, Iie memilih untuk tetap melakukan kegiatannya semasa SMA yaitu menjadi penyiar di Radio OZ 103 FM di Bandung, menjadi lead vocal band Kahitna, dan terus berlatih musik.
Tahun 1986, bersama band Krakatau, Iie membuat rekaman pertamanya. Namun, namanya mulai dikenal publik setelah ia berhasil mengantar lagu Keraguan, karya Edwin Saladin dan Adelansyah, sebagai pemenang Lomba Cipta Lagu Remaja Prambors (1987). Bahkan, albumnya itu berhasil meraih meraih BSAF Award sebagai album terlaris 1987.
Namanya benar-benar mulai melambung saat Iie berhasil menjuarai Festival Penyanyi Lagu Populer Indonesia, tahun 1989 dan sebagai runner up dalam ABU (Asia Pasific Broadcasting Union) Golden Kite World Song Festival di Kuala Lumpur, sebagai Best Performer on TV, dan BASF Award Winner.
Pada 1991, Iie meraih Grand Prix Winner di ajang The Golden Stag International Singing Contest di Brasov, Rumania. Ia juga dinobatkan sebagai pemenang dalam ABU International Anthem di Bangkok (2000), serta terpilih sebagai Penyanyi Jazz Wanita Terbaik versi News Music. Pada tahun 2004, sebagai pencipta lagu, ia pun pernah terpilih sebagai komposer terbaik untuk lagu anak-anak versi AMI (Anugerah Musik Indonesia).
Sejumlah lagunya juga sempat menjadi hit, antara lain Kau Datang, Untuk Ayah dan Ibu (ciptaannya sendiri), serta Nurlela 1 dan Nurlela 2. Yang terakhir ini dinyanyikannya berempat bareng Vina Panduwinata, Atiek CB, dan Malida, yang tergabung dalam kelompok Rumpies. Pada saat itu, tahun 1988, Rumpies sempat melejit, dan sering diundang manggung ke berbagai daerah.
Iie juga menyanyi untuk soundtrack sejumlah film, antara lain ELEGI BUAT NANA, PERISAI KASIH YANG TERKOYAK, dan KEMBANG ILALANG.
Tahun 1991, Iie menikah dengan Viva Permadi, akrab dipanggil Wiwie GV, seorang musisi. Sayangnya pernikahan tersebut tidak berlangsung lama dan bercerai tahun 1992.
Tiga tahun kemudian Iie menikah lagi dengan Andi Analta Baso Amir, putra dari Andi Baso Amir, seorang tokoh masyarakat Sulawesi Selatan. Setelah enam bulan saling mengenal, nyaris tanpa pacaran, keduanya pun menikah pada 23 November 1995.
Pernikahan inipun kandas setelah 10 tahun bertahan. Setelah bercerai Iie menanggalkan jilbab yang mulai dikenakannya sejak tahun 1998.
Lihat Lirik Lagu Trie Utami
Apa kata fans tentang Trie Utami :
Gue suka Iie kalo bawain lagu yg nge jazz, bahkan yg berat sekalipun, karena karakter suara nya yg berat sangat cocok dg musik jazz. Gue masih tunggu Iie buat album yg purely jazz. Gue masih belum liat penyanyi lain yg sekomplit Iie dalam tehnik vokal. To Iie .. let's make a jazz recording with great jazz musians ...!! Lv
Rury Ilham
(21-05-2008 12:30:15)
Mbak trie saya kagum dengan ketelitian mbak dalam menilai vokal seseorang. saya merekam suara saya dengan nyanyi sebuah lagu, tetapi saya nggak bisa menilai suara saya itu. bisa nggak mbak trie menilai? nanti saya kirim rekamannya lewat email mbak trie bisa nggak? terima kasih...
Andi
(12-05-2008 19:34:10)
Berita Trie Utami:
.
Setelah empat tahun lamanya tidak tampil di depan publik Surabaya, Rika Roeslan mengobati kerinduannya dalam konser di Kota Pahlawan, Kamis Malam (28/8). Rika mengobati kerinduan pengemarnya, sekaligus menampilkan eksplorasi bermusiknya.
2008-08-29 06:27:00
.
Arreal Tilghman, pria berusia 22 tahun asal Amerika yang berguru dangdut pada Trie Utami, Rabu (26/08/08), unjuk kemampuan dengan membawakan sebuah lagu dangdut milik Rhoma Irama di Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, dalam acara launching Visit Toraja Mountain Eden 2008, Sulawesi Selatan Selasa (26/08/08).
2008-08-26 17:14:00
.
Siapa yang tak bangga kalau lagu dangdut akhirnya diminati dan dinyanyikan hingga ke manca negara. Itu pula yang diharapkan Trie Utami. Nampaknya harapan itu mulai sedikit berasa, di mana Trie diminta jadi pelatih vokal musik dangdut dari seorang penyanyi Amerika bernama Arreal Tilgman. Pria kulit hitam berusia 22 tahun ini belajar vokal pada Trie Utami untuk mengikuti audisi dangdut di Amerika, di kota Philadelpia, yang ternyata membawanya jadi juara pertama.
2008-08-26 15:46:00
.
Grup Kua Etnika Pimpinan Jaduk Ferianto dan Trie Utami berkolaborasi musik dengan Dwiki Dharmawan, Waljinah, dan Iga Mawarni, untuk menghibur peserta Munas III Asosiasi Perkumpulan wali kota Seluruh Indonesia (Apeksi) dalam acara wecome dinner di Taman Balaikambang Solo, Jateng, Selasa (22/7).
2008-07-22 12:10:00
.
Grup Kua Etnika Pimpinan Jaduk Ferianto dan Trie Utami berkolaborasi musik dengan Dwiki Dharmawan, Waljinah dan Iga Mawarni menghibur peserta Musyawarah Nasional III Asosiasi Perkumpulan Walikota Seluruh Indonesia (Apeksi) dalam acara wecome dinner di Taman Balaikambang Solo, Jateng, Selasa (22/7) besok.
2008-07-21 20:08:00
.
Putri Indonesia 2006 Agni Pratistha dan artis Mario Lawalata akan menghibur anak-anak panti asuhan dan anak-anak tidak mampu dalam pementasan Operet Bobo berjudul Konya Konya Lonya yang akan berlangsung di Plennary Hall, Balai Sidang Senayan Jakarta, Jumat (27/6).
2008-06-25 19:45:00
.
Dramawan Putu Wijaya akan tampil dalam teater monolog dengan rangkaian ceritera yang bertemakan 'Bali Shanti' (Bali Damai) di panggung terbuka Monumen Rakyat Bali di Lapangan Puputan Renon, Denpasar, 22 Juni mendatang.
2008-06-20 18:04:00
.
Kematian aktifis Munir ternyata menginspirasi untuk dijadikan sebuah album musik. Album tersebut juga dipakai sebagai kampanye untuk membuka sedikit celah siapa dalang pembunuh aktifis asal Malang itu. Album itu sendiri dibuat atas kerjasama Kantor Berita Radio (KBR) 68H serta Komite Solidaritas untuk Munir (KASUM).
2008-05-24 08:17:00
.
Konser Vina Panduwinata di Balai Sidang Jakarta, Sabtu (17/5) malam, dinilai kurang memiliki greget dibandingkan dengan konser-konser sebelumnya, demikian kata pengamat musik Denny Sakrie. Ia juga menyebut insiden tidak optimalnya mikrofon yang dipakai beberapa penyanyi.
2008-05-18 15:04:00
.
Penyanyi Vina Panduwinata membuka dan merentangan kedua tangan menyambut Trie Utami, Malida dan Atiek CB, di atas panggung Konser Vina di Balai Sidang Jakarta, Sabtu (17/5) malam.
2008-05-18 09:17:00
:
Berita Foto
|
Selebriti
|
Celeb
|
Film
|
Musik
|
Televisi
|
Hollywood
|
Bollywood
|
Asian Star
|
Sinetron
©2003-2008 KapanLagi.com
Advertisement
Advertisement
Advertisement












