KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Bola.net
"Kalau dapat izin dari istri nggak masalah. Asal tidak menyakiti orang lain," ungkap Tukul dengan mimik wajah serius.
Namun dirinya hingga kini belum memiliki keinginan untuk menikahi lebih dari satu. Susiana, sang istri dan dua anak di rumahnya, merupakan sesuatu yang utama dalam hidupnya. Kebahagiaan bersama keluarga yang dinikmatinya saat ini perlu perjuangan untuk dipertahankan.
"Kalau saya sih ngalir saja, tapi pemikiran ke arah sana nggak ada. Saya nurut sama anak dan istri, keluarga bagi saya nomer satu. Kalau misalkan nanti kejadian poligami berarti dia nggak bisa nyenengin saya dong," tegasnya setengah balik bertanya.
Seperti tak tak ingin meneruskan komentarnya tentang poligami, Tukul yang ditemui di acara Christmas in the Tropics di Euphoria Cafe Menara Prima, Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (11/11) itu pun meninggalkan para wartawan.
"Emang nggak ada pertanyaan lain ya? Masih banyak yang harus dipikirin daripada sekedar poligami," pungkasnya sambil berjalan. (kpl/ato/dar)

Dengan predikat sebagai presenter termahal, suami Susiana itu akhirnya dapat mengubah hidup. Secara materi, beberapa keinginan pun akhirnya dapat diraih dalam hidupnya.
"Biasa aja, orang-orang saja yang bentuk image aku seperti itu (presenter termahal, red). Tapi lumayan lah, bisa beli sesuatu, bangun kontrakan, beli tanah daripada uang dibuang. Mubazir," ungkapnya dengan nada merendah.
Meski demikian Tukul yang ditemui di acara Christmas in the Tropics di Euphoria Cafe Menara Prima, Mega Kuningan Jakarta Selatan, Rabu (11/11) itu, mengungkapkan bayaran yang diperolehnya selalu diserahkan pada sang istri. Sepenuhnya perempuan berdarah Padang itu yang akan mengaturnya.
"Abis kerja dapet uang pasti, uang aku kasih ke istri, tapi kalau off air bisa bohong-bohong dikit," pungkasnya dengan tawa lepas. (kpl/ato/dar)

"Saya dikabari jam setengah 5 pagi, ada SMS ke saya. Saya lansung ke rumah duka, sempat kaget Pak Meggy meninggal dunia," ungkap Tukul Arwana di sela proses pemakaman, di TPU Cilangkap, Jakarta, Kamis (22/10).
Di mata Tukul, Meggy seorang pria yang penuh canda dan bersemangat tinggi, terbukti karya-karyanya yang hingga kini dikenal luas. Beberapa lagu presenter BUKAN EMPAT MATA ini kerap membawakannya, meski dengan suara yang pas-pasan.
"Orangnya enak, kalau ketemu kita sering bercanda. Sosok yang patut ditiru, semangat juangnya. Dia menciptakan lagu-lagu sampai dikenal. Seperti lagu Air Mata Cinta dan Jatuh Bangun lagunya saya hapalin soalnya enak dan cowok banget," ungkap Tukul sembari menyanyikan salah satu lagu tersebut.
"Gaya dan ciri khasnya santai. Dia selalu pesan ke saya jaga kesehatan," tambahnya menegaskan.
Tukul sendiri mengenal Meggy Z sekitar 15 tahun lalu, di mana saat itu dirinya masih merasa senior diundang bersama di acara kampanye sebuah partai politik. "Kenal sejak 15 tahun lalu, waktu sama-sama mengisi acara kampanye sebuah partai," tegasnya. (kpl/buj/dar)

Zainabun, istri penyanyi ini tak kuat menahan kesedihan saat jenazah dikebumikan di TPU Cilangkap, Kamis (22/10). Sang istri yang didampingi keluarga, terlihat hampir pingsan saat jenazah dimasukkan ke liang lahat.
Setelah dimandikan di rumah duka di Jln Anggur, Cipayung, Jakarta Timur, jenazah Meggy dibawa ke masjid Al Islam, Cipayung untuk di sholatkan. Sekitar pukul 10.45 jenazah dibawa ke TPU Cilangkap untuk dimakamkan.
Nampak rekan-rekan pedangdut ini seperti, Rhoma Irama, Jaja Miharja, Mandra, Tukul Arwana dan beberapa yang lainnya mengiringi kepergian pedangdut senior ini dan mengucapkan selamat jalan untuk selamanya. (kpl/buj/erl)

Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Kalimantan Selatan, Suripto Sumas pada acara pertemuan Badan Koordinasi Humas (Bakohumas) Kalsel di Banjarmasin, Kamis (20/8), mengatakan kekhawatiran penonton tersebut disampaikan dalam bentuk surat pos, email dan telepon.
Selama Januari hingga Maret 2009 sudah diterima 2101 pengaduan, di mana 354 di antaranya berisi tentang kekhawatiran terhadap penayangan sinetron mistik. Banyak sinetron atau tontonan bernuansa religi tetapi dibumbui dengan hal-hal berbau mistik yang dikhawatirkan bisa merusak akidah umat.
Sementara itu, 850 pengaduan ditujukan kepada tayangan yang dinilai melanggar kaidah jurnalistik, 316 pengaduan bersifat umum sehingga tidak bisa dimasukkan dalam kategori apa pun, 247 pengaduan karena mengandung kekerasan dan kata-kata kasar.
Selain itu, terdapat 118 pengaduan karena tontonan yang dinilai pornografi dan tiga pengaduan karena plagiat terutama pada sinetron seri dan FTV.
Tayangan yang mendapatkan kritikan dari masyarakat di antaranya, sinetron MUSLIMAH dan HAREEM karena dinilai mengandung kekerasan fisik serta dinilai melecehkan agama Islam. Begitu juga dengan tayangan KASIH DAN ASMARA juga mengandung kekerasan.
Tontonan lainnya yaitu acara TERMEHEK-MEHEK dinilai tidak mendidik dan mengandung kebohongan publik. Begitu pun dengan acara ME VS MOM dan sinetron SUAMI-SUAMI TAKUT ISTRI.
Sinetron CINTA FITRI SEASON TIGA, juga banyak mendapatkan kritikan karena tidak memberikan pendidikan, dan lebih menonjolkan intrik-intrik kejahatan.
Acara BUKAN EMPAT MATA yang dibawakan Tukul Arwana juga kembali mendapatkan kritik dan teguran dari KPI, karena sudah melanggar ketentuan Undang-Undang Penyiaran.
Sementara sinetron TA'ARUF kendati bertema religi namun dinilai telah menyesatkan, karena artisnya Julia Perez selalu menggunakan pakaian yang mengumbar keseksian.
Begitu pun untuk pemberitaan, APA KABAR INDONESIA yang ditayangkan di TV One dinilai terlalu memihak. Dan acara komedi seksi ABDEL DAN TEMON berikut TAWA SUTRA tidak memberi pendidikan, konyol dan vulgar.
Menindaklanjuti pengaduan tersebut, kata Suripno, pihaknya telah melayangkan sebanyak 70 buah surat teguran kepada seluruh stasiun televisi.
"Seperti tayangan BUKAN EMPAT MATA, juga telah kita berikan teguran. Bila sampai teguran tiga kali tidak berubah, penayangan akan kembali kita stop, dan akan berganti nama," kata Suripno. (kpl/dar)

Menurutnya juga, Mbah Surip dikenal sebagai orang yang dermawan kepada fakir miskin. "Dia belum sempat menikmati hasil kerjanya karena sebagian disumbangkan kepada fakir miskin," ujarnya ketika melayat jenazah di kediaman pelawak Mamiek Prakoso, Jl. Kerta Bhakti RT.02/RW.04, Kelurahan Makassar, Kecamatan Makassar, Jakarta Timur, Selasa (4/8).
Jaja mengaku selalu mengingat sosok Mbah Surip karena almarhum merupakan sosok yang paling mudah diingat karena tawanya.
Pelawak Srimulat Tarsan juga mengatakan, Mbah Surip pantas menjadi contoh teladan bagi bangsa karena jiwanya yang idealis dan suka menolong orang lain.
Sementara itu pelawak Tukul Arwana mengaku prihatin dengan keputusan Manajemen Kampung Artis menyatakan akan menarik mobil dan rumah Mbah Surip. "Saya kaget, baru saja meninggal kok sudah diambil keputusan itu," katanya.
Tukul meminta ada sikap kemanusiaan dari pihak manajemen, mengingat ada anak Mbah Surip yang bisa menjadi ahli waris.
Sebelumnya, Dirut Manajemen Kampung Artis, Sugama Trisnadi, mengatakan, pihaknya terpaksa menarik kembali mobil dan rumah yang digunakan Mbah Surip. Menurutnya, kontrak antara Manajemen Kampung Artis dengan Mbah Surip untuk selama tiga tahun, sementara kontrak itu sendiri baru ditandatangani pada 1 Juli 2009. Dengan demikian akhir masa kontrak masih jauh dari kesepakatan.
Sugama mengatakan, aset berupa mobil dan rumah yang telah digunakan beberapa waktu oleh Mbah Surip tidak bisa diwariskan kepada ahli waris artis berambut gimbal itu.
Karena, katanya, sepekan setelah penandatanganan kontrak Mbah Surip sempat meminta rumah dan mobil diatasnamakan kepada anaknya, namun manajemen menolak dan kini akan menarik kembali aset itu.
Pada bagian lain, Tukul menilai sosok Mbah Surip sebagai orang yang konsisten terhadap apa yang diperjuangkan. "Kita sesama artis belajar dari konsistensi Mbah Surip dalam memperjuangkan sesuatu yang diinginkan," katanya. (kpl/dar)

Tukul menyatakan rasa kehilangan dan ikut mendoakan supaya keluarga merasa tabah. "Semoga keluarga tabah, sebagai seniman dan mewakili semua seniman yang lain, saya ngerasa kehilangan," ungkap Tukul yang ditemui di kediaman Mamiek Prakoso, Jl Kerja Bakti 1, Kampung Makassar, Jakarta Timur, Selasa (4/8).
Bagi Tukul, Mbah Surip memang tokoh yang fenomenal. Sebagai kenalan lama mereka kerap kali melewatkan waktu bersama untuk sekedar minum kopi bareng. "Kita sering minum kopi dan ngerokok bareng. Kenal pertama itu tahun 80-an, terakhir ketemu sebulan lalu saat Mbah Surip jadi bintang tamu di acara BUKAN EMPAT MATA. Dia itu sosok yang fenomenal, baik, apa adanya dan nggak macem-macem," kilah Tukul. (kpl/ant/erl)