< >

ARTIKEL USHER


Desainer Perhiasan Seleb Dunia

KapanLagi.com - Perhiasan yang dikenakan oleh seseorang sangat menentukan kualitas penampilan orang tersebut. Oleh karena itu, Anda harus pandai memilih aksesoris yang akan Anda pakai. Berikut ada beberapa desainer yang karya ciptanya dipercaya oleh para selebritis dunia. Mari kita simak bersama.

Jamie Wolf

Desainer perhiasan, Jamie Wolf, mengaku menyukai perhiasan yang feminim dengan pola yang sedikit rumit. Wolf percaya bahwa hal yang berbau feminim akan tetap laku sepanjang masa. Sebelum menjadi desainer perhiasan bagi selebriti dunia seperti Jessica Alba, Jessica Biel, Penelope Cruz, dan Hayden Panettiere, Wolf adalah seorang balerina. Jika Anda tertarik pada karya-karyanya, klik jamiewolf.com

Kwiat

Halle Berry, Jennifer Hudson, Natalie Portman, dan Hilary Swank dengan bangga mengenakan perhiasan buatan Kwiat saat menghadiri even-even penting mereka. Berdiri sejak 1907 silam, Kwiat selalu melengkapi koleksinya dengan ragam perhiasan berkelas mulai dari kalung, cincin, hingga aksesoris bagi kaum Adam. Informasi lengkapnya, klik kwiat.com

Ippolita

Desainer muda ini lahir di Florence, Italia. Ippolita menyukai bunyi gemerincing dari perhiasan ketika dikenakan. "Bunyinya seindah bentuknya." ujarnya. Ippolita menciptakan aneka perhiasan dengan bentuk asimetris yang indah serta tambahan seni pahat unik dalam tiap desainnya. Dia juga menambahkan sentuhan berlian dan batu-batuan berharga lainnya ketika mendesain perhiasan bagi Kate Hudson, Halle Berry, dan Jennifer Lopez. Informasi lengkapnya, klik ippolita.com

Lorraine Schwartz

"Kami selalu menggarap perhiasan dengan begitu rupa sehingga sinarnya dapat terpancar keluar." komentar Lorraine Schwartz tentang perhiasan hasil karyanya yang dibumbui dengan berlian dan permata. Beyonce Knowles, Jennifer Lopez and Cate Blanchett adalah klien setia Lorraine Schwartz.

L Frank

Liseanne Frankfurt telah berhasil mempesona Demi Moore, Cindy Crawford, dan Christine Taylor dengan desain perhiasannya. Liseanne berkarya menggunakan bahan-bahan seperti jamrut, turmalin, dan mutiara. Dia merangkai bahan-bahan yang dipakainya menjadi perhiasan dengan tampilan sealami mungkin. "Saya tidak suka jika batu-batuan terlalu mendominasi sebuah perhiasan." ujarnya. Informasi lengkapnya, klik lfrankjewelry.com

Cartier

Sejak dibuka satu setengah abad silam di kota romantis Paris, Cartier boleh dibilang selalu menghasilkan karya-karya perhiasan yang bermutu. Permata-permata mewahnya yang dirangkai apik dengan berlian mempercantik selebritis-selebritis seperti Fergie, Debra Messing, dan Halle Berry. Koleksi Le Baiser du Dragon dibuat dari rangkaian batu-batu rubi, onyx hitam, serta berlian. Akhir-akhir ini Cartier juga bekerja sama dengan beberapa selebritis dunia seperti Sarah Jessica Parker, Rihanna, dan Usher dalam mendesain gelang Love Charity mereka. Informasi lengkapnya, klik cartier.com

House of Warisu

Waris Ahluwalia, sang desainer, mengaku sangat terpengaruh dengan romantisme dan kisah sejarah yang ada di Italia dan India. Waris jatuh cinta pada Italia saat pembuatan film Wes Anderson yang berlangsung di Roma beberapa waktu lalu. Hal ini menyebabkan mantan aktor ini memutuskan untuk menjadi desainer perhiasan. Cate Blanchett, Lauren Hutton, dan Chloe Sevigny adalah beberapa selebritis yang mengenakan karyanya. Informasi lengkapnya, klik houseofwaris.com (msn/meg)


Lihat profil: Penelope Cruz, Natalie Portman, Halle Berry, Jennifer Lopez, Usher, Cate Blanchett
Diposting oleh: Editor | Kamis, 31-07-2008 |

Usher: 'HERE I STAND', Pendewasaan Yang Tak Mudah Dicerna

KapanLagi.com - Pertama mendengar album ini, ada kesan kejenuhan yang cukup mengganggu. Nuansa dari lagu ke lagu terkesan sama dan tak ada perbedaan yang terlalu mencolok walaupun ada beberapa lagu yang kelihatan menonjol bila dibanding lagu yang lain.

Menurut Jermaine Dupri salah satu produser album ini, HERE I STAND adalah titik di mana seorang lelaki harus menjadi dewasa. Titik di mana seorang lelaki harus menghormati wanita yang ada dalam hidupnya. Bisa jadi album ini memang adalah titik di mana Usher telah menjadi dewasa.

Kebanyakan lirik dalam album ini berbicara tentang wanita dan seks. Topik yang selalu bisa dinikmati siapa pun. Sayangnya tema itu jadi terasa seolah dipaksakan dan malah membuat album ini terasa membosankan.

Walaupun begitu, beberapa lagu seperti Love in This Club, Moving Mountains, Best Thing, What's Your Name, Appetite, His Mistakes, dan Before I Met You punya cukup potensi untuk menjadi hits.

Masalahnya mungkin bukan dari kualitas vokal Usher namun lebih pada materi yang kurang punya denyut. Tidak ada track yang cukup kuat untuk digali lebih dalam lagi. Production yang kurang bagus mungkin jadi masalah berikutnya. Dengan mixing yang lebih bagus, bisa jadi album ini bisa tampil lebih baik.

Sebenarnya sayang bila kualitas vokal Usher yang cemerlang seolah jadi tenggelam akibat kesalahan penggarapan lagu. Namun dengan mencoba mendengar album ini lagi, bisa jadi album ini mulai terbiasa di kuping kita. Dan siapa tahu album ini jadi lebih bisa dinikmati. (kpl/roc)


Lihat profil: Usher
Diposting oleh: Editor | Rabu, 04-06-2008 |

«1»