KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Bola.net
"Semua bidang olahraga aku seneng. Tapi kalau bisa tinju seru juga kali ya," ujarnya disusul dengan tawanya yang langsung meledak.
"Aku salut sama perempuan yang bisa berolahraga tinju, itukan olahraga dominan laki laki, jadi kalau aku jalan sendiri nggak ada yang macam-macam," tambahnya.
Ditemui KapanLagi.com di acara launching video klip Sang Juara Duo Maia di Wisma Mulia, Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa (3/11), perempuan yang akan segera mengakhiri masa lajangnya itu lantas bertutur soal kesibukannya di dunia hiburan yang menurutnya perlu juga refreshing.
"Entertain buat aku kayak lapangan seperti petinju pada ring, pelari dan lapangannya. Aku kalau lagi pergi lama juga suka kangen pengen shooting lagi," pungkasnya. (kpl/hen/bar)

"Sebenarnya pengen (melakoni profesi lain) tapi karena Tuhan berkehendak lain. Tapi saya sendiri nggak ada niat juga untuk jadi entertainer. Cita-cita pengen jadi dokter ahli bedah, pengen ngebedah perut orang, pengen tahu dalemnya, tapi sekarang pengen jadi psikolog," tuturnya panjang lebar.
Selanjutnya, perempuan yang akan segera mengakhiri masa lajangnya tersebut mengutarakan alasannya untuk menjadi seorang psikolog profesional.
"Serius pengen jadi psikolog, karena pekerjaan saya di entertain kita nggak pernah tahu ke depan kayak apa. Terus kalau berumah tangga saya akan punya kapasitas, otak saya nggak cuma baca naskah, tapi otak saya pengen diisi dengan sesuatu yang interest buat saya," terangnya.
Ditemui KapanLagi.com di acara launching video klip Sang Juara Duo Maia di Wisma Mulia, Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa (3/11), Virnie kemudian mengaku sudah mempraktekkan keinginannya itu, meski masih dalam tataran non-profesional.
"Buka praktek udah tapi masih ilegal, karena belum sah, hanya sebatas teman-temen aja. Kan itung-itung ibadah juga mendengar dan membantu cari solusinya," pungkasnya. (kpl/hen/bar)

"Rencana (menikah) ada, tapi harus dibarengi dengan keyakinan yang penuh bahwa inikah langkahku, karena buat aku pacaran aja sakral aku nggak mau coba-coba. Jaman sekarang pernikahan itu udah nggak sakral," ujarnya.
"Buat aku pernikahan itu sekali seumur hidup, kekurangan dan kelebihan disyukurin. Sekarang aku sudah merasa, waah menikah, punya anak, enak nggak sih, mikirnya yakin nih, sudah siap belum nih," ungkapnya buru-buru menambahkan.
Ditemui KapanLagi.com di acara launching video klip Sang Juara Duo Maia di Wisma Mulia, Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa (3/11), Virnie memang mengaku sedang mempersiapkan segalanya untuk menuju pelaminan.
"Buat aku menikah itu bukan cuma persiapan lahiriah dan batin. Bukan Cuma komitmen hanya berdua tapi dua keluarga. Dan buat aku nikah itu ibadah," tandasnya mantap. (kpl/hen/bar)

"Buat aku pernikahan bukan cuma tanggal berapa, pakai baju apa, adat apa, tapi pemikiran berdua yang mantap, banyak-banyak puasa Senin - Kamis," ujarnya.
"Sejauh ini tanggalnya sudah ada, di awal tahun 2010," imbuh aktris yang namanya mulai melejit saat bergabung di acara komedi Extravaganza pada tahun 2004 tersebut.
Selanjutnya, Virnie yang ditemui KapanLagi.com di acara launching video klip Sang Juara Duo Maia di Wisma Mulia, Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa (3/11), juga menuturkan tanggapannya atas banyaknya kasus perceraian yang menimpa selebriti tanah air.
"Namanya keributan anggap aja bumbu, kalau dijadikan bumerang terus salah-salahan, cari penyebabnya terus bercerai nggak gitu juga," tuturnya.
"Aku kan masih di tahap awal, belum masuk ke pintu dalamnya. Tapi mungkin banyak hal yang nggak aku tahu juga," tambah komedian yang dekat dengan imej sexy itu. (kpl/hen/bar)

"Jujur, mungkin banyak orang yang punya bidang sama, di entertainment dua-duanya, dipikir bisa berjalan beriringan. Ternyata itu tidak bisa menjamin juga sebenarnya, tergantung individunya," kata Virnie yang ditemui di perayaan ultahnya ke-30 di kediamannya, di Emerald Residence Blok E/18, Bintaro Jaya, Senin (24/8) kemarin.
Tapi untung saja, kekasih Virnie bisa mengerti hal itu. "Dia mengenal saya, memang jam kerja sudah nggak teratur, terkadang malam minggu nggak ada, syuting sampai nginep. Tapi itulah realita. Seandainya kita menikah, kita nggak sekedar everyday I love you, tapi kan kita akan punya anak, jadi ayah dan ibu. Itulah komitmen dan itu sudah saya jalani sejak pacaran," jelasnya tanpa mau mengungkapkan jati diri sang kekasih.
Pun begitu, Virnie juga tahu diri. Ia mengerti batasan-batasan sebagai seorang istri. Bahkan tanpa dilarang pun ia akan mengurangi tawaran kerja di dunia hiburan.
"Itu otomatis. Dari aku sendiri yang punya takaran, suatu saat aku overlap, kalau aku diingatkan aku terima. Tapi aku juga bukan perempuan yang mengutamakan karir nomor satu. Begitu masuk ke rumah tangga, yang namanya laki-laki tetap imam, berada di depan kita dan aku tetap makmumnya, selangkah di belakang dia," terang Virnie.
Punya banyak teman yang sudah menikah juga dimanfaatkan Virnie untuk menimba ilmu. Bintang yang melejit lewat EXTRAVAGANZA ini jadi tahu banyak hal dan mengambil hikmah dari apa yang dialami teman-temannya.
"Dalam rumah tangga itu tidak bisa ada dua leader, pokoknya harus satu leader. Dalam rumah tangga itu kita tidak bisa menjadi suami istri saja, harus berjalan beriringan. Bukan hanya ego tapi ada voting, jadi tidak ada keterpaksaan. Jadi bisa sadar diri, mawas diri karena kita tahu aturan. Cari yang nyaman-nyaman aja," katanya. (kpl/buj/boo)

"Menikah Insya Allah dalam waktu dekatlah nawaitunya (niatnya, red). Takutnya kalau kita ngomong bulan ini ternyata meleset, karena nggak se-simple itu ya. Kalau dibilang tahun ini nanti nggak jadi. Ya, biarlah pelan-pelan yang penting hasil maksimal," ungkap ibunda Virnie, Suparty Ismail.
Ditemui di perayaan ultahnya bersama ibu-ibu pengajian di daerah sekitar rumahnya di Emerald Residence Blok E/18, Bintaro Jaya, Tangerang, Virnie mengakui jika sebagai perempuan ia merasa belum sempurna jika belum menikah dan menjadi istri yang sholehah dan ibu untuk anak-anaknya. Ia juga merasa masih banyak kekurangan dan keinginan yang ingin dipenuhinya.
"Kalau ditanya soal keinginan aku untuk menikah, ya aku pengen. Tapi kan Tuhan yang berkehendak, kalau Tuhan kata sekarang, ya sekarang. Di usia ini pastinya punya pikiran pengen ke sana. Setelah syuting dari umur 16 tahun - dan ini sudah belasan tahun, memangnya pengen syuting terus? Nggak kan? Ya, untung masih ada Mama, masih ada orang tua yang ingin aku wujudkan keinginannya," kata Virnie.
Ibunda Virnie juga tak pernah henti-hentinya memberikan nasehat kepada putri tercintanya. Ia memberi petuah kepada Virnie agar bisa menerima kekurangan pasangannya, bukan hanya soal kelebihannya. "Di mana suaminya ada kekurangannya, untuk bisa diterima. Jadi yang bikin langgeng itu aja," ujar Suparty.
"Ya, jadi kalau ada komplain tentang kekurangannya, Mama pasti bilang, 'Lihat kekurangan kamu sendiri'. Jadi nggak ada alasan untuk selingkuh lah," sahut Virnie. (kpl/buj/boo)

"Mbah Surip, gone too soon. Seseorang yang memiliki kepribadian apa adanya. Seniman sejati, tetap berkarya tak pandang usia, salut. Semoga diterima disisiMu yaa Allah, amin," begitulah komentar Virnie Ismail kepada KapanLagi.com, melalui line telepon, Selasa (4/8).
Lain lagi dengan komentar dari VJ Marissa yang dihubungi KapanLagi.com via telepon, Selasa (4/8). "In my eyes, Mbah Surip was more than entertainer, a public character who made people smile and that's what we lost today. Someone who mad us cheer up through music," ujarnya.
Sementara itu, bagi presenter sekaligus aktor Joe Richard yang mengaku belum begitu dekat dengan sosok Mbah Surip, dirinya menganggap mendiang musisi itu adalah orang yang kreatif dalam berkarya.
"Joe memang belum sempat kenal secara pribadi dengan Beliau. Tapi Joe akrab banget dengan kalimat, 'Peace, i love you full ha..ha..ha..' yang selalu diucapkan beliau. Saat lagu Tak Gendong mulai meledak, Joe juga ikut menghafal lagu beliau," ujarnya.
"Joe kagum kegigihan beliau meraih mimpi menjadi orang besar. Perjuangan beliau memberikan inspirasi tersendiri. Guyonan dalam lirik lagunya juga sangat kreatif dan menggelitik. Saat mendengar kabar beliau dipanggil pulang ke rumah Tuhan, Joe sedang syuting di TPI. Joe sempat merenung sejenak, kita memang hanya manusia biasa. Kapan pun Tuhan panggil untuk pulang, mau tak mau harus pulang. Mungkin yang Joe rasa terharu, sedih, karena Tuhan justru memanggil beliau kembali ke pangkuanNya, sesaat setelah Tuhan mengabulkan semua impian dan dan harapan beliau," tandasnya saat dihubungi via telepon oleh KapanLagi.com, Selasa (4/8). (kpl/dna/bar)