Nama White Shoes & The Couples Company di kalangan pecinta musik Indonesia sejatinya adalah band yang berkualitas, terutama di komunitas indie. Tak heran bila karya–karya mereka dilirik Minty Fresh, sebuah label indie di Amerika.
Nama White Shoes & The Couples Company bisa jadi adalah fenomena di scene musik tanah air. Di saat musik Indonesia semakin carut marut dengan aransemen melayu, Sari dan kawan-kawan tetap konsisten di jalurnya. Hebatnya, mereka pun mencatatkan rekor karenanya. Namun bagaimana dengan album selanjutnya? Apakah mereka tetap setia dengan musik yang mereka mainkan?
White Shoes & The Couples Company berhasil mencatatkan diri dalam daftar Museum Rekor Indonesia (MURI) tahun ini. Mereka masuk MURI setelah menorehkan prestasi sebagai band Indonesia pertama, yang dikontrak perusahaan rekaman independen USA dan memperoleh penghargaan 'The 25 Best Bands in MySpace' dari Rolling-Stone.com.
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menggandeng 12 musisi tanah air untuk meluncurkan album kompilasi bertemakan bencana di Taman Pintar Yogyakarta, Sabtu (25/10), bersamaan dengan Pameran Nasional Siaga Bencana IV.
Grup band pop-retro, White Shoes & The Couples Company, untuk kedua kalinya mendapat undangan untuk tampil di Amerika Serikat, kali ini dalam festival musik bertajuk 'CMJ Music Marathon Festival 2008' pada 25 Oktober mendatang. Menurut Indra, manajer White Shoes & The Couples Company, pergi ke Amerika Serikat memerlukan biaya yang sangat besar. Para personil juga harus bekerja keras karena seluruh biaya yang dikeluarkan tidak sepenuhnya ditanggung pihak label.
Dalam situs resminya, White Shoes & The Couples Company mengaku sebagai band yang sedikit dipengaruhi oleh semangat akustik para musisi classic jazz di tahun 30-an. Dengan aransemen string klasik yang dibubuhi sedikit retro disco, easy listening accoustic ballads & sedikit sentuhan nada dari keyboard mainan anak-anak keluaran akhir 70-an. Grup band pop-retro tersebut, White Shoes & The Couples Company, untuk kedua kalinya mendapat undangan untuk tampil di Amerika Serikat, kali ini dalam festival musik bertajuk 'CMJ Music Marathon Festival 2008' pada 25 Oktober mendatang.
Setelah keluar dari hotel prodeo beberapa waktu lalu, musisi kenamaan Fariz RM menggelar konser tunggal pertamanya yang bertitlekan Anthology Live Concert, di Rolling Stone Live Stone, Jln. Ampera Raya No.16, Cilandak Timur, Jakarta Selatan, Jumat (25/07/08).
The S.I.G.I.T, grup band beraliran rock asal Bandung, tampil di stadion Kridosono, Yogyakarta Jumat malam (9/5), membawakan lagu-lagu beraliran rock. The S.I.G.I.T tampil dengan band pengiring lokal Jogja seperti Dub Youth, Anggisluka, Sandalaras, Jazz Kidding, Sri Redjeki, Dubyouth, Jahanam, dan Oh Nina! Beberapa lagu andalan di album kedua seperti Soul Sister dilantunkan.