KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Bola.net
"Kadang-kadang sama-sama lupa kalau istri lagi hamil karena lagi asyik dengan anak pertama. Justru kita ada kekhawatiran kalau anak kedua lahir, anak pertama dilupakan," terang Dwi saat ditemui di press screening XXL di Planet Hollywood, Gatot Subroto, Jaksel, Senin (23/11).
Dituturkannya lagi jika kehamilan kedua ini sikap sang istri sudah cukup berbeda. Jika yang pertama dulu Widi tak terlalu banyak bertanya, sekarang jadi lebih banyak ingin tahu.
"Mungkin karena pengalaman yang pertama, jadi yang sekarang lebih banyak tahu," tambah Dwi.
Dwi dan Widi sendiri sudah melakukan USG kehamilan berusia tiga bulan tersebut. Dan yang sudah terlihat adalah jari-jari sang jabang bayi.
"Sudah kelihatan jarinya, panjangnya 3,5 cm dan memang sudah terlihat tangannya sedikit demi sedikit," tutur Dwi sambil menambahkan jika sang istri suka ngidam rujak. (kpl/hen/npy)

"Memang sudah di-planning dan tidak mau terlalu jauh sama anak pertama dan niat pengen menyusui selama dua tahun. Aku tidak mau ngasih susu formula," tutur Dwi saat ditemui di press screening film XXL di Planet Hollywood, Gatot Subroto, Jaksel, Senin (23/11).
Dwi menuturkan jika dirinya selalu mengantarkan sang istri saat periksa ke Dokter. Dan dia menganggap itu adalah sebuah kewajiban dan peran suami yang penting.
"Buat aku, peran suami sangat penting apalagi di masa-masa kehamilan usianya masih muda dan aku memang selalu meluangkan waktu untuk mengantarnya. Pokoknya setiap check up aku harus ada sama istri. Bukannya tidak percaya, hati yang berbicara dan laki-laki bukan cuma menaruh benih saja. Kasihan kalau tidak menemani," terang Dwi panjang lebar.
Dengan dekatnya usia anak pertama dan calon anak keduanya, Dwi mengaku tidak akan merasa kerepotan. Bahkan dia merasa senang karena harapannya terkabul.
"Buat aku justru lebih enak karena bisa dibilang berbarengan merawatnya. Pengennya kelahiran kali ini normal dan pengen perempuan supaya berimbang," pungkasnya. (kpl/hen/npy)

Sekarang mereka bangkit untuk kembali menyatukan bakat dan semangat yang mereka miliki untuk tetap berkarya dengan formasi tetap bertiga.
Berlokasi di Cafe Au Lait di kawasan jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat pada Minggu (08/11) mereka bertiga pun terlibat pembuatan video klip single terbaru mereka Cinta Sampai Mati ciptaan Shafick bekerja sama dengan digital label dr.m. Dengan menggaet Angga yang dipercaya untuk menyutradarai video klip terbaru ini, mereka sekaligus menunjukkan awal kebangkitan mereka bertiga.
Lewat single Cinta Sampai Mati, Be3 (atau dibaca bi tri) ingin membuktikan bahwa mereka masih mampu memikat penikmat musik tanah air di tengah arus dominasi grup band yang tengah menjamur. Apalagi dengan kualitas vokal dan aksi panggung yang telah teruji lewat ajang festival ASIA BAGUS dan telah solid menjadi grup dan berkarya selama lima belas tahun di industri musik Indonesia, maka mereka bertiga pun pede kembali melangkah. (kpl/bbm/npy)

"Be3 adalah hasil rembukan kita bertiga, merupakan perwujudan solid dari becoming 3 alias kami bertiga seutuhnya, setelah sebelumnya kami kurang PD dan selalu merasa kesuksesan yang diraih adalah berkat peranan founding fathers, Be3. Nah sekarang kami bangkit untuk merayakan bakat yang kami miliki dan menyatukan semangat untuk tetap berkarya, bertiga," ungkap Widi yang ditemui di pembuatan video klip Cinta Sampai Mati di Cafe AU Lait, Cikini, Jakpus, Minggu (8/11).
Untuk single baru mereka, lebih menonjolkan cinta romantis. "Judul lagunya Cinta Sampai Mati, dengan benang merah pop romantis. Dan menceritakan suatu arti cinta, konsep mengartikan cinta di uji dengan lama tapi akhirnya Lebih santai tanpa model," tambah Widi
"Lagu ini bercerita tentang bagaimana menghargai arti cinta, yang harus dijaga dalam keadaan apapun. Jangan gampang mengakhiri hubungan padahal masih sama-sama cinta," tambah Nola.
Perubahan yang dihadapi Be3 ini bukan berarti tanpa halangan sama sekali. "Kami baru berubah juga dengan namanya, memang selalu ada halangan, entah itu dari materi yang belum bisa direalisasikan, dan dari manajemen," terang Nola.
Sedang Chintya berpendapat kalau single mereka ini membuktikan keberadaan grup ini belum lah mati. "Single ini bisa jadi satu bukti juga kalau kita masih eksis setelah menjalani proses dan cobaan yang kita hadapi. Kalau kita pakai doa dan cinta mudah-mudahan dilancarkan. Fans dan masyarakat juga membuat kita optimis," tambah Chintya. (kpl/ato/erl)

"Pada saat reading dia (Maia) cepet banget," puji Dwi di Planet Hollywood (20/8). Padahal film arahan sutradara Maruli Ara tersebut, tercatat sebagai film pertama Maia.
Dalam film tersebut Dwi dan Maia terlibat dalam satu scene. Dwi sebagai Dr. Ray dan Maia sebagai Dania. Dr. Ray terjebak dilema. Di satu sisi dia harus bersikap profesional sebagai dokter. Di sisi lain, dia mencintai Dania, istri dari mantan pasiennya.
"Saya sempat observasi, nyontek dokter beneran, biar bisa main sebagus mungkin," ungkap Dwi.
Salah satu scene yang paling mengena menurut Dwi, saat Dr. Ray dan Dania pergi makan malam bareng. Dalam perjalanan pulang mobil Ray mogok. Dan akhirnya diderek. Scene itu merupakan ide Dwi yang mengingatkan saat pertama kali dia pacaran dengan istrinya, Widi.
"Waktu itu malam minggu pertama aku bareng Widi. Mobil mogok karena aku suka mobil tua. Ngebel mobil derek. Akhirnya kami naik mobil derek itu. Dan itu pertama kali dicium Widi. Saya tidak tahu kalau Widi nonton nanti dia keinget nggak ya," ungkap bapak satu anak ini. (kpl/wwn/erl)

Namun semangat bermusik tidak sedikit pun mengalami surut. Mereka tetap menjaga persahabatan dan terus berkomunikasi. Dengan berganti bendera menjadi B Three sekaligus membuktikan perjalanan eksistensi ketiganya. Dalam waktu dekat mereka pun akan segera merilis sebuah album.
"Kami sudah selesaikan dua lagu, untuk single, RBT. Album bukan sekedar gebrakan, tetapi kami membuat ini sebagai kumpulan kisah kita, merekam dan mencetak perjalanan kita selama lima belas tahun bersama," demikian ungkap Widi yang ditemui di acara Olay 7 Wanita 7 Rahasia Dengan Hati di Restoran Kembang Goela, Jakarta Selatan, Selasa (18/8).
Menurut personel lainnya, Chintya Lamusu, album tersebut bakal dirilis setelah lebaran, meski tanggal pastinya masih belum ditentukan. "Jangka pendeknya, single tersebut bakal rilis setelah lebaran," tegasnya.
Album ini menurut Nola merupakan album gotong royong, karena secara biaya dipikul bersama. Hingga kini belum ada label yang menangani album ini, namun karena ingin tetap eksis ketiganya memilih patungan.
"Saat ini B Three belum memiliki label. Semua dikerjakan secara gotong royong. Pengerjaan album pelan-pelan, dibantu oleh suami dan kerabat," pungkasnya. (kpl/gum/dar)

Perubahan nama itu tidak hanya sebagai penyegaran semata, namun juga menunjukkan semangat persahabatan mereka yang selalu diperbaharui.
"Perbedaan pasti ada, tapi kita selalu menjaga karakter, ciri khas, dan rasa kita sebagai sebuah trio. Persahabatan kami penuh dengan kepolosan, cuek, tetapi sejauh yang saya pelajari menjadikan kami lebih komplit," kata Widi kepada KapanLagi.com, di acara Olay 7 Wanita 7 Rahasia Dengan Hati di Restoran Kembang Goela, Jakarta Selatan, Selasa (18/8).
"Kebersamaan ini membuat kita bisa saling menerima apa adanya. Juga menghormati. Jadi masih tetap ada batasan privasi di antara kita juga," tambah Chintya, istri dari Surya Saputra.
Lebih jauh, Nola mengibaratkan persahabatan mereka seperti kepompong dan tahan lama, sejak mereka berusia belia hingga dewasa dan berumah tangga.
"Persahabatan bagai kepompong, kita sudah sangat lama, dari muda dan lucu. Saling menutupi kelebihan dan kekurangan masing-masing," tandasnya. (kpl/gum/bun)