< >

ARTIKEL WINKY WIRYAWAN


'GARA-GARA BOLA', Kisah Lain di Balik Pertandingan Sepak Bola

KapanLagi.com - Pemain: Winky Wiryawan, Herjunot Ali, Aming, Tarsan, Aida Nurmala, Laura Basuki

Jika sebagian besar orang sangat menantikan pertandingan final Piala Dunia, tak demikian dengan Ahmad (Winky Wiryawan) dan Heru (Herjunot Ali). Mereka berdua malah keteteran dikejar penagih utang. Dua sahabat ini harus memutar otak, patungan demi melunasi utang.

Ahmad yang memiliki usaha desain T-shirt kecil-kecilan serta Heru, kasir di restoran franchise bakmi, dikejar oleh debt collector kiriman salah satu bandar judi bola terbesar di Jakarta setelah tim Jerman favorit mereka kalah. Mereka pun hanya diberi waktu hingga malam pertandingan final untuk melunasi utangnya.

Berbagai usaha mereka lakukan demi melunasi utang. Jalan terjal harus mereka tempuh. Heru dipecat oleh bosnya, Mieke (Aida Nurmala) dengan persetujuan ayahnya (Tarsan), sang pemilik restoran. Tak hanya itu, Ahmad dan Heru diusir dari kontrakan oleh ibu kos mereka (Aming), seorang waria yang disiplin menagih uang kos. Hidup Heru juga diperumit oleh kekasihnya yang masih SMA (Laura Basuki).

Bagaimana kisah dua sahabat ini menyelesaikan masalah demi masalah yang menerpa hidup mereka?

Film perdana garapan Agasyah Karim dan Khalid Kashogi ini diproduseri oleh Nia Dinata di bawah bendera Happy Ending Pictures, divisi Kalyana Shira Films. (kpl/lin)


Lihat profil: Winky Wiryawan, Junot, Tarsan, Aida Nurmala, Laura Basuki, Nia Daniati
Diposting oleh: Editor | Kamis, 23-10-2008 |

'BADAI PASTI BERLALU', Tatkala Hati Siska Kelabu

KapanLagi.com - Pemain : Raihannun,Vino G Bastian, Wingky Wiryawan

BADAI PASTI BERLALU awalnya adalah cerita bersambung yang dimuat di harian Kompas. Karena banyak peminat, cerbung ini oleh penulisnya Marga T diterbitkan menjadi sebuah novel.

Novel Badai Pasti Berlalu kali pertama terbit pada tahun Maret 1974. Begitu dirilis novel ini meledak di pasaran. Angka penjualan menembus 24.000 eksemplar. Ukuran yang sangat tinggi kala itu.

Tahun 1978 lahir film BADAI PASTI BERLALU. Seperti novelnya meraup sukses besar. Ia menjadi film terlaris 1978-1979. Dan, menjadi film terlaris kedua di Jakarta dengan jumlah penonton 212.551 orang.

Badai Pasti Berlalu memperoleh Piala Citra pada FFI 1978 di Ujung Pandang untuk kategori editing, fotografi, editing suara dan tata musik. Dan, meraih Piala Antemas FFI 1979 sebagai film terlaris.

Album soundtrack-nya yang dinyanyikan Chrisye juga menuai sukses. Kesuksesan ini tak pelak membuat para pemain yang terlibat dalam film garapan Teguh Karya dengan skenario ditulis Arifin C Noor ini, meroket ke puncak popularirtas. Seperti Christine Hakim, Slamet Rahardjo Djarot dan Roy Marten.

Tahun 2007, 29 tahun kemudian, Astral Pictures me-remake film ini. Teddy Soeriatmadja, semula menolak waktu ditawari menggarap film ini. Dia khawatir karyanya akan dibanding-bandingkan karya Teguh Karya. Namun kemudian Teddy berpikir dengan me-remake BADAI PASTI BERLALU dirinya ingin memberikan tribute untuk Teguh Karya yang dikaguminya.

Semula pengambilan gambar akan dilakukan di Malaysia. Namun karena tak cocok maka lokasi tetap di Jakarta. Seting waktunya pun mengambil waktu saat ini.
Jika pada garapan Teguh Karya, tokoh Siska yang dimainkan Christine Hakim, tatkala patah hati lari ke villa puncak Bogor, maka remake-nya, dimainkan Raihaanun. Pelariannya tidak lagi ke Puncak tapi ke Bali.

Pada BADAI PASTI BERLALU versi Teddy, Slamet Rahardjo Djarot kembali terlibat. Tapi tentu kali ini ia berperan sebagai seorang bapak. Karakter yang dimainkan Slamet kala itu, kini ditempati Wingky Wiryawan. Sementara tokoh Siska yang dulu diperani Christine Hakim, kali ini dimainkan pendatang baru, Raihaanun. Dan Vino G Bastian menempati peran yang dulu diisi Roy Marten.

Di sini Anda akan melihat akting Wingky Wiryawan memainkan karakter antagonis. Mungkin ini cukup surprise mengingat selama ini Wingky hanya bermain memerankan karakter protagonis. Remake BADAI PASTI BERLALU dipersiapkan beredar pada Februari 2007 bertepatan dengan momen Valentine Day.

Seperti novel dan karya Teguh Karya film ini berkisah tentang perasaan Siska yang patah hati. Tunangannya membatalkan perkawinan mereka dan menikah dengan gadis lain.

Ia kehilangan semangat hidup. Siska memutuskan keluar dari pekerjaannya dan hidup menyendiri. Leo – teman karib abang Siska – mendekatinya. Sebenarnya Leo yang dikenal sebagai 'Don Yuan' mempunyai motif tersendiri untuk membangkitkan semangat hidup Siska yang sudah terlelap dalam apati dan beku bagaikan gunung es.

Lalu, muncul pula Hehni, seniman pegawai niteclub, seorang pemuda yang lincah, perayu, dan licik. Badai demi badai yang hitam pekat melanda hati Siska. Kapan badai ini akan berlalu? (rsd)


Lihat profil: Raihaanun Nabila, Teguh Karya, Winky Wiryawan
Diposting oleh: Editor | Rabu, 14-02-2007 |

«12»