KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Bola.net
Chaplin yang beranggotakan 3 mantan personil Wong Pitoe, yaitu Denni (vocal), Simon (vocal) dan Soni (keyboard), bersama Jose (vocal/percussion), Deddy (drum), City (bas) dan Mecky (gitar), mengaku tinggal menunggu waktu untuk bisa menggebrak pangsa musik di Indonesia.
"Semuanya harus dengan strategi. Jangan terlalu maksa kalau kita belum punya sesuatu yang kompeten untuk dijual. Matengin aja dulu," papar Denni, saat ditemui di Score Café n Club, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu,
"Kasih lewat ST12 atau d'Masiv dulu dah. Biar mereka ngetop kayak apa dulu, abis itu giliran Chaplin," lanjutnya sembari lepas tertawa.
Disinggung tentang persiapan album yang rencananya akan menargetkan semua kalangan usia, Chaplin optimis akan membuat kaget penikmat musik yang selama ini hanya disuguhi musik yang sama oleh begitu banyak band saat ini.
"Musik kami akan sangat beda dengan band-band sekarang. Kami akan main dengan skill. Kami akan bikin lirik lagu sesuai dengan instrumen, belum ada kan yang kayak gitu. Pokoknya kita akan buat 'lebay' semua lagu dan kami janji tahun ini album akan keluar," pungkas Denni. (kpl/ant/bun)

Begitu halnya dengan Denni, salah satu personil Wong Pitoe, yang beberapa tahun lalu sempet naik daun. Merasa sudah tidak satu visi lagi dengan band bentukannya, Denni pun hengkang.
"Saya nggak bisa terlalu serius. Mungkin karena itulah saya, Simon dan Soni keluar dari Wong Pitoe akhir November lalu," ucap Denni, "Bukan gak serius di band ya, tapi saya orangnya gak mau serius untuk terlalu memikirkan finansial. Saya ini entertainer sejati. Gak mau saya dibilang kacang lupa ama kulitnya. Kita besar di café ya selamanya kita harus menghormati itu, jangan sok mengharamkan tampil di situ," sambung vokalis Chaplin, saat ditemui di Score café n club, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.
Bersama band barunya, Chaplin, yang selain dirinya ada Simon (vocal), Jose (vocal/percussion), Soni (keyboard), Deddy (drum), City (bass) dan Mecky (gitar), Denni mengaku lebih merasa cocok meski baru berusia 5 bulan. Hal ini bisa dilihat dengan kompaknya performa panggung Chaplin di banyak tempat di mana mereka didapuk sebagai pengisi acara.
"Kita insyaAllah lebih bisa dapet chemistry di sini dibanding di band sebelumnya, konsep kita baru. Buktinya kemarin kita juga mengisi acara Quick Count pemilu di TVone di depan para elit politik negeri ini," ungkap Denni.
"Kita mulai dengan merangkak lagi, berharap masyarakat bisa menerima kekonyolan kita," pungkasnya yang juga mengaku gaung Chaplin lebih terdengar daripada Wong Pitoe belakangan ini. (kpl/ant/bun)

"Betul sekali," sahut Arya Baskara semangat saat ditemui di Sekretariat Media Kaum Internasional, Jl Tebet Timur Dalam 6E No.26, Jakarta, Rabu (11/2). "Acara ini merupakan acara spesial bagi kalangan masyarakat luas, khususnya bagi mereka yang telah berusia 18 tahun ke atas. Di mana acara tersebut akan diadakan di tempat terbuka sehingga menambah nuansa Rave Party."
"Kalau umumnya, setiap penyelenggaraan acara kita disibukkan dengan mendatangkan pawang hujan untuk mengusir mendung biar tidak hujan, kalau ini sebaliknya. Kalau tidak turun hujan bukan pawang hujan yang kita datangkan, tapi 16 mobil pemadam kebakaran telah kita siapkan untuk membuat hujan lokal," imbuh Arya.
Secara musikalitas, acara ini menggabungkan genre suatu aliran musik yang berkolaborasi dengan alat perkusi yang kemudian melahirkan satu genre aliran musik yang kerap dikenal dengan sebutan Tribal. Acara ini menampilkan Duo Percussion sebagai ikon dari Tribal Rave Rain Party. Even ini akan makin seru dengan keterlibatan beberapa musisi dan artis–artis kenamaan, seperti Melly Goeslow, Bams Samsons, DJ Phatt Brothers, DJ Blanco, Pepe dari Wong Pitoe, DJ Dina, dan DJ olive.
"Rangkaian Tribal Rave Rain Party ini akan dimulai dari pukul 09.00 WIB dengan menampilkan performance dari berbagai seni perkusi, seperti Taiko Japannese Percussion, Rombeng Percussion, Drum Holikchick, yang pada puncaknya akan dihadiri para DJ dan artis yang telah kami sebut di atas tadi dengan latar belakang panggung dan penerangan bernuansa electronic dan techno," beber Arya.
Dengan tiket sebesar Rp35.000 (on sale ticket) dan Rp25.000 (ticket reservation) belum termasuk tax, pengunjung juga disuguhi berbagai instrumen acara pameran aksesoris, auto modifikasi, tato, fortune teller, makanan, shock guns, dan lain–lain. Siap basah–basah? Datang saja ke Tribal Rave Rain Party. (kpl/wwn/boo)