KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Bola.net
"Acara ini sebagai bentuk apresiasi dan kontribusi terhadap musisi yang sudah membawa dan mengembangkan musik jazz di Indonesia," demikian terang Nacitta Kanyandara, selaku Project Officer JGTC 32nd.
Ditemui KapanLagi.com dalam preskon yang digelar di Hema Erasmus Huis, Kedubes Belanda, Kuningan, Jakarta Selatan, (7/11), Nacitta lantas mengungkap konsep gelaran akbar kampusnya tahun ini.
Seperti yang telah dijadwalkan, dalam acara tersebut bakal digelar 3 panggung live yang akan diisi oleh musisi-musisi jazz ternama di Indonesia. Antara lain Balawan quarter feat. Didiet violin, Barry Likumahua dan Ireng Maulana, Olivia Ong (Singapura), Tokyo Blue (malaysia), Yovie Widianto Fusion Jazz, Andre Hehanusa, Maliq and D Essentials, Syaharani dan sederet nama tenar lainnya. (kpl/adt/bar)

"Tema ini menangkap esensi pembaharuan, kalo sebelumnya itu kan pass oriented, untuk kali ini temanya lebih ke refresh musik jazz aja," ujar Project Officer JGTC 32nd, Nacitta Kanyandara.
Ditemui KapanLagi.com dalam preskon yang digelar di Hema Erasmus Huis, Kedubes Belanda, Kuningan, Jakarta Selatan, (7/11), Nacitta lantas menuturkan jika pihaknya akan menampilkan sebuah konsep kolaborasi antara musisi senior dan junior.
"Kita pengen lihat seperti apa sih musik jazz ke depan, jadi nanti akan banyak musisi muda yang kita kolaborasi dengan para senior," tuturnya.
Sementara itu, dalam acara tersebut bakal digelar 3 panggung live yang akan diisi oleh musisi-musisi jazz ternama di Indonesia. Antara lain Balawan quarter feat. Didiet violin, Barry Likumahua dan Ireng Maulana, Olivia Ong (Singapura), Tokyo Blue (malaysia), Yovie Widianto Fusion Jazz, Andre Hehanusa, Maliq and D Essentials, Syaharani dan sederet nama tenar lainnya. (kpl/adt/bar)

"Di album ini, saya melibatkan beberapa orang. Antara lain, ayah, Tohpati, Yovie dan Abdul. Saya sreg dengan Tohpati, karena dia pernah mengerjakan album Andien. Sedangkan single, saya akan memilih lagu-lagu Yovie," ucap Nina di Blitzmegaplex, Grand Indonesia, Jakarta, Rabu (9/9).
Rencananya, album kedua Nina akan keluar tahun lalu. Berhubung sulitnya membuat sebuah album, dirinya baru bisa menyelesaikan penggarapannya dalam kurun waktu yang lama.
"Selain itu karena kesibukan, salah satunya turut meramaikan sitkom di salah satu televisi swasta serta bermain di film berjudul PAK DE karya Sekar Ayu. Ini dia yang menyebabkan proses pembuatan album mengalami kemunduran. Padahal, konsep albumnya sangat mudah," ujarnya.
Berbagai persiapan, sudah ditempuh oleh Nina. Salah satunya, menyiapkan sebuah band. Sayang, band yang Nina pilih sibuk menggarap album salah satu penyanyi papan atas negeri ini. "Konsep pun, berubah," jelas Nina. Hasilnya, kata anak dari musisi Tamam Husein ini, album akan keluar pada Oktober mendatang.
Album itu, akan dibuat secara mini. Sebab, berisikan lima lagu. Lagu-lagunya, tak jauh tentang cinta. Kini, persiapan mini album Nina hampir selesai. Dari lima lagu yang ditampilkan, sudah terkumpul empat lagu. Materi lagu-lagu, ia kumpulkan sejak tahun lalu.
Untuk album keduanya, Nina belum menemukan judul yang pas. Bagi Nina, yang terpenting ia harus mengeluarkan single terlebih dahulu. (kpl/adt/erl)

"Kalau soal style selama ini ada yang pakai dasi, sementara saya seperti berpakaian konvensional atau bisa dikatakan jadul. Pengen sih diubah tapi temen-teman ada yang bilang itu ciri kita. Jadi untuk ke depan mungkin kita akan combine supaya nggak bosan," ucapnya.
Sementara itu, kendati perubahan dilakukan namun gaya lama masih tetap dipertahankan. Pasalnya, selama ini Yovie mengakui busana yang dikenakan oleh pria-pria yang memiliki banyak fans perempuan tersebut masih nyaman dipakai.
"Jadi cueknya ada, bandnya ada. Jadi kayak campuran. Kita juga nggak mau terlihat formal seperti anak band," ujar musisi kawakan itu sambil tertawa.
"Yang penting kita mainkan karya bukan pakaian," tegas pria yang juga ikut mendirikan Kahitna tersebut. (kpl/dis/bar)

Bahkan, sambungnya, sudah seharusnya lembaga terkait, dalam hal ini Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, dipisah agar dapat maksimal mengurusi soal budaya.
"Saya mau departemen itu dipisah. Sebab kebudayaan itu sangat luas. Makanya, saya mau pemerintah segera tanggap dengan peristiwa ini," katanya serius.
Diakui, walau perang dingin tengah berlangsung, namun untuk urusan musik antar kedua negara masih berjalan baik. Bahkan insan musik dari Malaysia tetap men-support Yovie and Nuno dengan memberikan penghargaan dan tur di beberapa tempat di Malaysia.
"Semua ini proses budaya. Saya yakin jika sudah ada di daftar cipta nggak akan keambil. Untuk itu saya harap rajin hak cipta pada teman-teman musisi. Bagi pemerintah, budaya jangan dilihat satu sisi saja sebab musik juga bagian dari budaya," pungkas Yovie. (kpl/dis/npy)

Selain itu lagu Menjaga Hati dari album yang sama juga menjadi Ring Back Tone (RBT) terbanyak yakni 800 ribu pengunduh. Bila dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia maka angka itu hampir sama dengan 8 juta pengguna RBT.
Menurut Yovie akhir pekan lalu di sebuah kafe di kawasan Jakarta Pusat, pencapaian jumlah tersebut menunjukkan bahwa karya anak bangsa banyak dikenal masyarakat Malaysia. Namun begitu pihak label tak mau terlena dengan penghargaan yang diberikan pada Yovie and Nuno.
"Semua ini menjadi cambuk supaya bisa lebih berkreasi dalam berkarya sehingga semua hasil karya bisa dinikmati tak hanya dalam negeri tapi juga mancanegara," katanya singkat.
Usai mengabadikan penghargaan itu di depan media, acara dilanjutkan dengan buka bersama dengan para penggemar Yovie and Nuno. (kpl/dis/erl)

Terlepas dari tindak kekerasan yang dituduhkan pada Pasha, Yovie tetap menganggap vokalis Ungu ini sebagai rekannya. Apalagi dia dapat memahami sebagai sesama musisi. "Saya kenal Pasha sebagai teman, adik atau sahabat, saya mengakui tingkat emosi musisi dengan kepadatan jadwal manggung bisa meningkatkan rasa emosional yang tinggi dan saya sangat mengerti dengan hal itu. Hal itu saya alami sendiri dengan 4 kali pindah bandara dalam satu hari dan biasanya kalau sudah seperti itu langsung emosi tinggi," terang Yovie yang ditemui ditemui di acara Ramadhan Rame XL yang digelar di Parkir Timur Senayan, Jakarta, Jumat (31/7).
Selama ini, Yovie mengenal Pasha sebagai pribadi yang baik, mereka pun kerap kali curhat saat ketemu dalam satu panggung. "Secara pribadi Pasha adalah orang yang baik kalau ketemu dia. Kalau ketemu sering curhat di atas panggung," terang salah satu pencipta lagu jempolan Indonesia ini.
Yovie juga mengaku kaget dengan kekerasan yang dilakukan Pasha, namun dia yakin itu tidak akan mengurangi karya Ungu. "Pastilah, apalagi Ungu banyak personil, tetapi mereka masih membuktikan dalam karyanya," tukasnya. (kpl/mai/erl)